
Hari demi hari pun berlalu begitu saja , sudah tiga hari Nabila tinggal bersama orang tua Aldrich .
Setiap hari Nabila pasti di sibukan dengan berbelanja , memasak , bahkan membuat kue . Setelah seiring nya waktu , Sinta semakin kagum akan ke pribadian Nabila , selain cantik ,prempuan itu bisa melakukan banyak hal.
Bahkan setiap hari pula Sinta melihat , Nabila yang mengurus Aldrich begitu cekatan .
Terkadang ia merasa tidak menyangka , putra satu-satu nya yang selalu menolak di manja , kini selalu terlihat manja kepada Nabila .
Takala Sinta pun mendengar rengekan Aldrich ketika Nabila sedang asik bersama Sinta dengan oven dan bahan-bahan kue di dapur bersama nya .
Empat hari lagi acara resepsi Aldrich akan di laksanakan , undangan pun sudah di sebar , ke seluruh rekan kerja dan sanak sodara .
βTokk..Tokk..
" Nabila , ayok kita berangkat sekarang sayang " Jelas Sinta yang sudah siap dengan pakaian rapi dan sanggul di rambut nya .
Mendengar pintu kamar nya di ketuk , Nabila pun langsung berjalan ke arah suara berada.
βCekrek..
Pintu pun terbuka .
" Iya mih , nunggu mas Aldrich dulu masih mandi " Jawab Nabila.
" Yaudah mami nunggu di bawah ya sayang " Sinta pun terlihat menuruni tangga perlahan .
Dengan cepat Nabila pun menutup pintu , langkah nya sedikit berlari ke arah pintu kamar mandi .
βTokk..tok..tok..
" Mas ? mami udah nungguin ayok " Panggil Nabila .
-Krekk..
" Apa ?" Tatapan Aldrich sedikit terlihat meledek , ketika Nabila akan mengetuk pintu kembali , namun secara tiba-tiba pintu itu terbuka dengan Aldrich yang keluar dengan lilitan handuk di pinggang dan rambut yang masih basah .
" Emmm ..cepat pakai baju nya , aku akan membantu mengering kan rambut " Ujar Nabila , lalu mulai berbalik arah dan berlari .
Aldrich hanya mengulum senyum , semakin hari sifat usil nya selalu meningkat kepada Nabila , entah mengapa pria itu hanya selalu ingin melihat tingkah gemas dari sang istri kecil nya .
" Sayang apa kamu juga mau memakai kan baju untuk ku ?"Goda Aldrich .
" Mas !!" Nabila pun terlihat kesal .
" Baiklah-baiklah , kau ini sangat pemarah sekali !" Jelas Aldrich .
Lima menit Nabila menunggu Aldrich berganti baju , netra nya seketika tertuju pasa pria yang kini sudah memakai kemeja tanpa kerah berwarna hitam dan celana berwarna hitam.
Mungkin kerena Nabila yang menyiap kan baju nya , hingga membuat kedua nya terlihat serasi dengan warna pakaian yang sama-sama serba hitam .
" Sayang !!" ..
" Sayang!!"..
Aldrich terus memangil Nabila yang terus menatap nya tanpa bergerak sedikit pun .
" Iler nya netes tuh !!"Kata Aldrich ,sontak Nabila langsung mengusap bibir nya .
" Hahhh? masa sih ? " Nabila terlihat panik .
-Cupp
Aldrich menghadiahi Nabila kecupan di bibir nya .
" Nabila !! aku tau aku tampan ! dan jangan takut , pria ini hanya milik mu " Kata Aldrich .
" Mass !!" Nabila pun memangling kan wajah nya yang sudah merona karena malu .
" Kenapa kita memakai pakaian serba hitam saat ini ?" Tanya Aldrich.
" Kau terlihat sangat tampan ketika mengenakan kemeja hitam . Dan aku mengikuti warna baju mu " jelas Nabila .
Aldrich tersenyum , telapak tangan nya mengusap lembut rahang Nabila.
" Cepatlah kering kan rambut ku sayang " Aldrich pun menarik tangan Nabila , lalu memberi kan hair dryer ke tangan Nabila .
Nabila pun mengangguk , lalu menerima pengering rambut yang Aldrich berikan padanya sambil mengulas senyum .
" Mas ?" Tanya Nabila ,sambil terus mengarah kan hairdryaer ke rambut suami nya .
" Hemmm?" Gumam Aldrich .
" Aku mau, tetap tinggal di sini " Kata Nabila .
Sontak Aldrich memutar tubuh nya hingga menghadap Nabila .
Tangan Aldrich langsung mematikan hairdryer dan meletakan nya di atas meja .
" Kamu serius ?" Cicir Aldrich pelan , wajah nya berbinar dengan senyum yang sangat manis kepada Nabila .
" Ya , sesuai ke inginan mami , papih dan juga kamu " Jelas Nabila .
" MAS !" Nabila tersentak kaget ketika Aldrich memangku tubuh nya secara tiba-tiba .
" Mas , aku takut ketinggian " Ujar Nabila .
" Jangan lihat kebawah , lihat saja wajah tampan suami mu ini " Sahut Aldrich .
" Oh ya aku lupa " Lirih Aldrich lalu mulai menurun kan Nabila .
Sementara itu di sofa ruang keluarga , Sinta yang sudah siap , masih menunggu ke dua anak nya yang masih berada di dalam kamar .
" Jadwal hari ini kemana mam ?" Tanya Bayu .
" Ke butik pih , kan mau fitting baju Nabila sama Aldrich " Jawab Sinta .
" Kenapa mereka belum siap ?" Tanya Bayu kembali .
" Papih seperti tidak tahu saja , putra mu itu sangat manja pada menantu kita " Ujar Sinta sambil tersenyum.
" Siapa yang manja mih ?" Tiba-tiba saja Aldrich datang bersama Nabila .
" Ya kamu !" Sahut Bayu .
" Ayok berangkat , janji kita sudah lewat tiga puluh menit loh " Sinta pun langsung berdiri , lalu menghampiri Bayu yang sedang sibuk dengan koran nya .
-Cup..
Sinta mencium pipi suaminya .
" Mami berangkat !" Ujar Sinta lalu di balas senyuman oleh Bayu.
Sementara Aldrich dan Nabila hanya terdiam , kedua nya mematung ketika melihat pemandangan langka dari kedua orang tua nya .
" Apa kalian hanya akan tetap berdiri di situ? " Panggilan Sinta akhir nya membuat kedua nya sadar .
" Pih kami berangkat " Pamit Nabila ketika tangan nya di tarik oleh Aldrich .
Satu jam Aldrich mengemudikan mobil nya menelusuri jalanan yang sedikit padat.
Hingga akhir nya mobil milik Aldrich terparkir di depan butik ternama milik salah satu artis papan atas .
" Selamat siang nyonya " Sapa para karyawan ramah .
" Mbak , anak saya mau fitting baju ! kami sudah ada janji dengan nona Renata " Jelas Sinta .
" Oh atas nama nona Nabila dan tuan Aldrich ya ? silag kan ikut saya ".
Ketiga nya berjalan menuju ruangan khusus baju pengantin .
" Hey jeng , kalian telat loh " Ujar nya kepada Sinta .
" Sorry lah , jalanan macet " sahut Sinta sambil cipika-cipiki.
" Baiklah ayo nona , kau duluan yang akan mencoba nya ".
Beberapa kali Nabila keluar masuk kamar ganti , Aldrich sedikit membuat nya kesal , ketika semua yang ia kenakan tidak ia sukai.
-Terlalu sxy !!
-Tidak sayang , itu terlalu ketat !!
-Jangan yang ini !!
" Mas !!" Rengek Nabila , dengan raut wajah yang sudah benar-benar kesal .
" Sayang lihatlah belahan dada nya , aset indah mu akan terlihat kemana-mana !"Aldrich menunjuk gaun yang sekarang Nabila kenakan , terlihat belahan di bagian dada yang begitu besar , hingga menurut Aldrich ini sangat lah sexy .
"Aldrich ! kamu ini posesif sekali " Kata Sinta .
" Baiklah , satu lagi oke ? nanti aku akan memilih " Jelas Aldrich sambil mengulum senyum ,ketika raut wajah Nabila sudah sangat menakut kan .
Nabila pun menghela nafas nya kasar , bola mata nya sedikit memutar lalu mulai memasuki ruang ganti kembali.
" Al , kamu ini keterlaluan " Sinta pun mencubit pinggang Aldrich .
" Mih ! kalo yang lihat cuma Aldrich , semua gaun nya oke , tapi nanti? yang lihat bahkan sampai kolega dan para saudara " Jelas Aldrich .
Tidak terlalu lama menunggu , kini Nabila sudah keluar dengan gaun ke empat .
Ketika Nabila keluar , ke khawatiran pun terlihat jelas di wajah nya , di tambah Aldrich yang menatap nya tanpa raut wajah .
" Sayang ?!" panggil Aldrich .
" Ini gaun terakhir , kalau mas masih tidak suka ! aku pakai gaun biasa saja " Cicit Nabila pelan , wajah nya tertunduk ketika Aldrich berjalan mendekat ke arah nya .
" Shuutttt , kau cantik sekali sayang !! " Ujar Aldrich .
" Nyonya ?! saya ambil yang ini " Jelas Aldrich kepada Renata .
" Baikalah sekarang gilingan anda tuan Aldrich "Kata Rena ramah .
Aldrich pun mengangguk , lalu mulai mengikuti Renata menuju ruang ganti .
TBCπππ
...πππππ...
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKE ,VOTE DAN KOMEN , AGAR OTHOR BISA MAKIN DEKAT DENGAN KALIAN , MY BELOVED READERSππππππ