STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 34



Hari demi hari pun berlalu begitu saja , sudah tiga hari Nabila tinggal bersama orang tua Aldrich .


Setiap hari Nabila pasti di sibukan dengan berbelanja , memasak , bahkan membuat kue . Setelah seiring nya waktu , Sinta semakin kagum akan ke pribadian Nabila , selain cantik ,prempuan itu bisa melakukan banyak hal.


Bahkan setiap hari pula Sinta melihat , Nabila yang mengurus Aldrich begitu cekatan .


Terkadang ia merasa tidak menyangka , putra satu-satu nya yang selalu menolak di manja , kini selalu terlihat manja kepada Nabila .


Takala Sinta pun mendengar rengekan Aldrich ketika Nabila sedang asik bersama Sinta dengan oven dan bahan-bahan kue di dapur bersama nya .


Empat hari lagi acara resepsi Aldrich akan di laksanakan , undangan pun sudah di sebar , ke seluruh rekan kerja dan sanak sodara .


–Tokk..Tokk..


" Nabila , ayok kita berangkat sekarang sayang " Jelas Sinta yang sudah siap dengan pakaian rapi dan sanggul di rambut nya .


Mendengar pintu kamar nya di ketuk , Nabila pun langsung berjalan ke arah suara berada.


‐Cekrek..


Pintu pun terbuka .


" Iya mih , nunggu mas Aldrich dulu masih mandi " Jawab Nabila.


" Yaudah mami nunggu di bawah ya sayang " Sinta pun terlihat menuruni tangga perlahan .


Dengan cepat Nabila pun menutup pintu , langkah nya sedikit berlari ke arah pintu kamar mandi .


‐Tokk..tok..tok..


" Mas ? mami udah nungguin ayok " Panggil Nabila .


-Krekk..


" Apa ?" Tatapan Aldrich sedikit terlihat meledek , ketika Nabila akan mengetuk pintu kembali , namun secara tiba-tiba pintu itu terbuka dengan Aldrich yang keluar dengan lilitan handuk di pinggang dan rambut yang masih basah .


" Emmm ..cepat pakai baju nya , aku akan membantu mengering kan rambut " Ujar Nabila , lalu mulai berbalik arah dan berlari .


Aldrich hanya mengulum senyum , semakin hari sifat usil nya selalu meningkat kepada Nabila , entah mengapa pria itu hanya selalu ingin melihat tingkah gemas dari sang istri kecil nya .


" Sayang apa kamu juga mau memakai kan baju untuk ku ?"Goda Aldrich .


" Mas !!" Nabila pun terlihat kesal .


" Baiklah-baiklah , kau ini sangat pemarah sekali !" Jelas Aldrich .


Lima menit Nabila menunggu Aldrich berganti baju , netra nya seketika tertuju pasa pria yang kini sudah memakai kemeja tanpa kerah berwarna hitam dan celana berwarna hitam.


Mungkin kerena Nabila yang menyiap kan baju nya , hingga membuat kedua nya terlihat serasi dengan warna pakaian yang sama-sama serba hitam .


" Sayang !!" ..


" Sayang!!"..


Aldrich terus memangil Nabila yang terus menatap nya tanpa bergerak sedikit pun .


" Iler nya netes tuh !!"Kata Aldrich ,sontak Nabila langsung mengusap bibir nya .


" Hahhh? masa sih ? " Nabila terlihat panik .


-Cupp


Aldrich menghadiahi Nabila kecupan di bibir nya .


" Nabila !! aku tau aku tampan ! dan jangan takut , pria ini hanya milik mu " Kata Aldrich .


" Mass !!" Nabila pun memangling kan wajah nya yang sudah merona karena malu .


" Kenapa kita memakai pakaian serba hitam saat ini ?" Tanya Aldrich.


" Kau terlihat sangat tampan ketika mengenakan kemeja hitam . Dan aku mengikuti warna baju mu " jelas Nabila .


Aldrich tersenyum , telapak tangan nya mengusap lembut rahang Nabila.


" Cepatlah kering kan rambut ku sayang " Aldrich pun menarik tangan Nabila , lalu memberi kan hair dryer ke tangan Nabila .


Nabila pun mengangguk , lalu menerima pengering rambut yang Aldrich berikan padanya sambil mengulas senyum .


" Mas ?" Tanya Nabila ,sambil terus mengarah kan hairdryaer ke rambut suami nya .


" Hemmm?" Gumam Aldrich .


" Aku mau, tetap tinggal di sini " Kata Nabila .


Sontak Aldrich memutar tubuh nya hingga menghadap Nabila .


Tangan Aldrich langsung mematikan hairdryer dan meletakan nya di atas meja .


" Kamu serius ?" Cicir Aldrich pelan , wajah nya berbinar dengan senyum yang sangat manis kepada Nabila .


" Ya , sesuai ke inginan mami , papih dan juga kamu " Jelas Nabila .


" MAS !" Nabila tersentak kaget ketika Aldrich memangku tubuh nya secara tiba-tiba .


" Mas , aku takut ketinggian " Ujar Nabila .


" Jangan lihat kebawah , lihat saja wajah tampan suami mu ini " Sahut Aldrich .


" Oh ya aku lupa " Lirih Aldrich lalu mulai menurun kan Nabila .


Sementara itu di sofa ruang keluarga , Sinta yang sudah siap , masih menunggu ke dua anak nya yang masih berada di dalam kamar .


" Jadwal hari ini kemana mam ?" Tanya Bayu .


" Ke butik pih , kan mau fitting baju Nabila sama Aldrich " Jawab Sinta .


" Kenapa mereka belum siap ?" Tanya Bayu kembali .


" Papih seperti tidak tahu saja , putra mu itu sangat manja pada menantu kita " Ujar Sinta sambil tersenyum.


" Siapa yang manja mih ?" Tiba-tiba saja Aldrich datang bersama Nabila .


" Ya kamu !" Sahut Bayu .


" Ayok berangkat , janji kita sudah lewat tiga puluh menit loh " Sinta pun langsung berdiri , lalu menghampiri Bayu yang sedang sibuk dengan koran nya .


-Cup..


Sinta mencium pipi suaminya .


" Mami berangkat !" Ujar Sinta lalu di balas senyuman oleh Bayu.


Sementara Aldrich dan Nabila hanya terdiam , kedua nya mematung ketika melihat pemandangan langka dari kedua orang tua nya .


" Apa kalian hanya akan tetap berdiri di situ? " Panggilan Sinta akhir nya membuat kedua nya sadar .


" Pih kami berangkat " Pamit Nabila ketika tangan nya di tarik oleh Aldrich .


Satu jam Aldrich mengemudikan mobil nya menelusuri jalanan yang sedikit padat.


Hingga akhir nya mobil milik Aldrich terparkir di depan butik ternama milik salah satu artis papan atas .


" Selamat siang nyonya " Sapa para karyawan ramah .


" Mbak , anak saya mau fitting baju ! kami sudah ada janji dengan nona Renata " Jelas Sinta .


" Oh atas nama nona Nabila dan tuan Aldrich ya ? silag kan ikut saya ".


Ketiga nya berjalan menuju ruangan khusus baju pengantin .


" Hey jeng , kalian telat loh " Ujar nya kepada Sinta .


" Sorry lah , jalanan macet " sahut Sinta sambil cipika-cipiki.


" Baiklah ayo nona , kau duluan yang akan mencoba nya ".


Beberapa kali Nabila keluar masuk kamar ganti , Aldrich sedikit membuat nya kesal , ketika semua yang ia kenakan tidak ia sukai.


-Terlalu sxy !!


-Tidak sayang , itu terlalu ketat !!


-Jangan yang ini !!


" Mas !!" Rengek Nabila , dengan raut wajah yang sudah benar-benar kesal .


" Sayang lihatlah belahan dada nya , aset indah mu akan terlihat kemana-mana !"Aldrich menunjuk gaun yang sekarang Nabila kenakan , terlihat belahan di bagian dada yang begitu besar , hingga menurut Aldrich ini sangat lah sexy .


"Aldrich ! kamu ini posesif sekali " Kata Sinta .


" Baiklah , satu lagi oke ? nanti aku akan memilih " Jelas Aldrich sambil mengulum senyum ,ketika raut wajah Nabila sudah sangat menakut kan .


Nabila pun menghela nafas nya kasar , bola mata nya sedikit memutar lalu mulai memasuki ruang ganti kembali.


" Al , kamu ini keterlaluan " Sinta pun mencubit pinggang Aldrich .


" Mih ! kalo yang lihat cuma Aldrich , semua gaun nya oke , tapi nanti? yang lihat bahkan sampai kolega dan para saudara " Jelas Aldrich .


Tidak terlalu lama menunggu , kini Nabila sudah keluar dengan gaun ke empat .



Ketika Nabila keluar , ke khawatiran pun terlihat jelas di wajah nya , di tambah Aldrich yang menatap nya tanpa raut wajah .


" Sayang ?!" panggil Aldrich .


" Ini gaun terakhir , kalau mas masih tidak suka ! aku pakai gaun biasa saja " Cicit Nabila pelan , wajah nya tertunduk ketika Aldrich berjalan mendekat ke arah nya .


" Shuutttt , kau cantik sekali sayang !! " Ujar Aldrich .


" Nyonya ?! saya ambil yang ini " Jelas Aldrich kepada Renata .


" Baikalah sekarang gilingan anda tuan Aldrich "Kata Rena ramah .


Aldrich pun mengangguk , lalu mulai mengikuti Renata menuju ruang ganti .


TBCπŸ‚πŸ‚πŸ‚


...🍁🍁🍁🍁🍁...


JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKE ,VOTE DAN KOMEN , AGAR OTHOR BISA MAKIN DEKAT DENGAN KALIAN , MY BELOVED READERSπŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›