
Malam pun semakin larut , rintik hujan mulai membasahi kaca mobil yang Nabila tumpangi .
Rasa takut akan datang nya kilat dan petir pun membuat raut wajah Nabila menjadi gusar.
Satu jam mobil terus melaju di bawah guyuran deras nya air hujan . Akhir nya berhenti tepat di depan Gang menuju tempat tinggal nya.
" Neng hujan nya lumayan deras ! tapi bapak gak ada payung " Ujar supir taxi kepada Nabila.
" Tidak apa-apa pak , rumah saya gak terlalu jauh ko . Ini ongkos nya terimakasih pak " Tangan Nabila mulai membuka pintu mobil , ia menyimpan tas slempang kecil nya di atas kepala .
Dengan cepat Nabila pun keluar , membanting pintu mobil sedikit keras , lalu berlari sekencang mungkin .
Tubuh kecil itu terus berlari , tas kecil yang ia simpan di atas kepala tidak mampu menahan deras nya air hujan yang menyerbu tubuh nya .
" Dingin nya !! " Cicit Nabila setelah ia sampai di depan pintu kontrakan yang ia tempati , satu tangan nya mengusap tangan lain yang basah akibat hujan yang turun begitu deras .
Cekrek..
Cekrek..
Nabila mulai masuk , kaki nya dengan cepat melangkah ke kamar mandi , lalu mulai membersih kan dirinya .
Setelah selesai , Nabila pun langsung memakai baju , tak lupa ia membawa air panas dari dispenser untuk menghangat kan tubuh nya yang sudah menggigil .
......
Ke esokan hari nya , Nabila masih tertidur dengan gulungan selimut di tubuh nya .
Ke adaan Nabila sedikit mengigil , dengan warna bibir yang sudah terlihat pucat .
Sinar matahari pun sudah menembus gorden yang sangat tipis , mata Nabila mulai mengerpa perlahan.
Rasa pusing pun Nabila rasakan , bahkan Nabila terlihat sedikit mual hingga menelan ludah nya berkali-kali .
" Hacim..hacim..hacim.. " Nabila pun menggosok hidung nya yang terasa gatal .
" Hacim..hacim..aduhhh ".
Nabila lamgsung bangkit dari tidur nya , perlahan berjalan ke arah dispenser lalu mulai mengisi gelas kosong dengan air panas .
" Kena air hujan sedikit aja pake acara kena flu lagi , lemah banget jadi cewe lo Bil " Gerutu nya pada diri sendiri .
Tubuh Nabila terasa sangat lemas hari ini , hingga setelah menghabisbkan air hangat nya , Nabila pun kembali ke atas tempat tidur .
Tangan Nabila menarik laci meja yang berada di samping nya , lalu membawa ponsel milik nya yang sudah lama ia sengaja matikan.
Mata nya membulat , ketika melihat panggilan dari Aldruch sebayang tiga ratus panggilan tidak terjawab .
Bibir nya tersenyum , ternyata di balik sikap cuek nya semalam Aldrich masih berusaha meng hubunginya.
" Sepuluh panggilan tidak terjawab ! makanya jangan gengsian kalo udah om-om gitu " Kata Nabila , dengan senyuman cantik di bibir nya.
...Husbandβ€...
^^^Mas aku sakit !!^^^
Aku sibuk .
^^^Aku sakit loh , semalam kena hujan π€^^^
Jangan manja.
^^^Yaudah deh aku minta tolong orang aja buat beliin obat.^^^
Yaudah .
Raut wajah Nabila pun kembali terlihat muram , dengan rasa kecewa Nabila pun kembali meletakan ponsel nya di dalam laci .
Tangan mungil itu menarik selimut kembali, menutupi tubuh nya yang terasa dingin , lalu mulai memejam kan mata kembali .
Namun ketika Nabila sudah memejam kan mata ,wanita itu pun langsung menyibakan selimut tipis yang berada di atas nya , lalu berlari ke arah kamar mandi .
" Uwek..uwekk ..uhukk..uhukk..uhukk " Nabila terus memuntah cairan bening sampai terbatuk-batuk.
" Ya ampun , jangan-jangan asam lambung naik " lirih Nabila .
Tubuh nya terasa lemas , kepala yang terasa begitu sangat pusing.
Nabila berjalan dengan tangan menyusuri tembok , berusaha menahan tubuh nya yang terasa begitu pusing dan lemas.
Tangan nya kembali membuka laci , lalu membawa ponsel lembali.
...π²...
-Hallo ? . Suara seorang wanita di dalam panggilan telepon nya .
Nabila: In , gw bisa minta tolong gak ?
-Lo kenapa Bil?
Nabila : Asam lambung gw naik , bisa anter gw ke IGD gak ?
- Aduh gimana ya , gw mau si bantuin lo ! tapi cafe hari ini rame banget.
Nabila : Yang lain gak bisa juga ?
- Iya Bil maaf ya , kita aja keteteran. Emang suami lo kemana ?
-Yaudah gw tutup ya , sekali lagi sorry !
Nabila : Gak apa-apa kali , yaudah bye .
- Bye , cepet sembuh ya loh .
Panggilan pun terputus , Nabila sedikit berfikir , ia harus meminta tolong pada siapa lagi.
Bu Tina , Gumam Nabila .
Dengan ke adaan kepala nya sedang pusing berat , Nabila pun beranjak membuka pintu , berjalan ke arah pintu kontrakan di sebelah nya .
Tok..
Tok..
" Bu Tina ? " Panggil Nabila .
" Ibuuu ? " Nabila terus memanggil namun tidak ada jawaban .
Keadaan sekitar pun sepi , maklum saja. Ini sudah siang dan hari kerja ,jadi semua orang tidak akan ada di kontra kan nya saat jam kerja seperti ini.
Termasuk bu Tina , ia adalah buruh cuci gosok , mungkin sedang ada kerjaan jadi wanita bertubuh tambun itu tidak ada di rumah nya.
Nabila pun kembali masuk , wanita itu dudu di tepi kasur kecil nya.
Lama Nabila menatap layar ponsel , lalu mendekat kan benda pipih itu di telinga nya .
...π²...
Nabila : Hallo .
Raynan : Iya hallo ?
Nabila : Maaf aku ganggu , tapi boleh minta tolong gak ?
Raynan: Bantu apa ? mumpung gw lagi di luar !
Nabila : Tolong anteri aku ke IGD , asam lambung aku naik.
Raynan: Gw ke situ sekarang , tungguin oke .
Nabila pun kembali berbaring , kepala nya benar-benar pusing akibat terkena hujan semalam .
Sekitar tiga puluh menit Nabila bisa memejam kan matanya , namun rasa pusing da mual itu kembali terasa hingga membuat Nabila kembali terbangun .
Seakan sudah berada di ujung ternggorokan , Nabila pun lansung berlari ke arah kamar mandi .
" Uwek..Uwek..Uhuk..Uhuk " Tubuh nya menjadi sangat lemas , walau pun tidak ada sesuatu yang di keluar kan dari dalam perut nya .
Ketika Nabila sedang memejam kan mata dengan tangan yang terus memijit pelipis nya , tiba-tiba saja ada tangan besar mengusap punggung Nabila.
" Mas " Panggil Nabila lirih, ketika pandangan nya mendongkak lalu melihat suamu nya yang sedang berdiri di belakang nya .
Aldrich lansung membungkuk , tangan nya mulai meraup tubuh Nabila lalu membawa dalam pangkuan nya .
Tubuh nya lemas , mata pun terus terpejam dengan tangan yang mengakung di leher Aldrich .
" Tubuh mu panas sekali !" Kata Aldrich , sambil meletakan Nabila di atas kasur kecil nya .
Setelah meletakan Nabila di atas tempat tidur , Aldrich langsung membewa kan Nabila air putih hangat .
" Minumlah terlebih dulu , baru kita ke rumah sakit " Jelas Aldrich ,raut wajah nya masih datar dan dingin .
Nabila pun menerima air dari Aldrich ,lalu meninum nya hingga tandas.
Aldrich mengambil Hoodie milik nya yang tergantung , lalu memakai kan nya kepada Nabila .
" Kenapa hoodie ku ada di sini ?" Tanya Aldrich .
" Ini bukan milik mu , tapi milik suamiku " Balas Nabila juga dengan raut wajah tampa ekspresi .
" Jadi menurut mu aku siapa ? " Aldrich menatap Nabila lekat .
" Aku tidak tahu , karena sifat suamiku hangat ,tidak sedingin dirimu "
Jelas Nabila .
Mata elang itu terpejam sesaat , lalu menghelas nafas perlahan .
Aldrich kembali membungkuk , membawa tangan Nabila dan mengakung kan nya kembali , agar bisa berpegangan.
Dengan langkah sedikit cepat , Aldrich membawa Nabila menuju mobil yang terparkir di depan Gang.
Wajah nya terus menempel di dada Aldrich dengan mata yang terus terpejam , mencoba menghilang kan rasa pusing di kepala nya .
TBCπππππ
...πππππ...
HAYOO!! JEMPOL NYA MANA , JANGAN MALES LIKE YA .
KALO KALIAN SUKA CERITA NYA DI VOTE YA GENGS .
JANGAN LUPA KOMEN JUGA BIAR KITA MAKIN DEKAT π₯°π