STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 55



Malam pun semakin larut , rintik hujan mulai membasahi kaca mobil yang Nabila tumpangi .


Rasa takut akan datang nya kilat dan petir pun membuat raut wajah Nabila menjadi gusar.


Satu jam mobil terus melaju di bawah guyuran deras nya air hujan . Akhir nya berhenti tepat di depan Gang menuju tempat tinggal nya.


" Neng hujan nya lumayan deras ! tapi bapak gak ada payung " Ujar supir taxi kepada Nabila.


" Tidak apa-apa pak , rumah saya gak terlalu jauh ko . Ini ongkos nya terimakasih pak " Tangan Nabila mulai membuka pintu mobil , ia menyimpan tas slempang kecil nya di atas kepala .


Dengan cepat Nabila pun keluar , membanting pintu mobil sedikit keras , lalu berlari sekencang mungkin .


Tubuh kecil itu terus berlari , tas kecil yang ia simpan di atas kepala tidak mampu menahan deras nya air hujan yang menyerbu tubuh nya .


" Dingin nya !! " Cicit Nabila setelah ia sampai di depan pintu kontrakan yang ia tempati , satu tangan nya mengusap tangan lain yang basah akibat hujan yang turun begitu deras .


Cekrek..


Cekrek..


Nabila mulai masuk , kaki nya dengan cepat melangkah ke kamar mandi , lalu mulai membersih kan dirinya .


Setelah selesai , Nabila pun langsung memakai baju , tak lupa ia membawa air panas dari dispenser untuk menghangat kan tubuh nya yang sudah menggigil .


......


Ke esokan hari nya , Nabila masih tertidur dengan gulungan selimut di tubuh nya .


Ke adaan Nabila sedikit mengigil , dengan warna bibir yang sudah terlihat pucat .


Sinar matahari pun sudah menembus gorden yang sangat tipis , mata Nabila mulai mengerpa perlahan.


Rasa pusing pun Nabila rasakan , bahkan Nabila terlihat sedikit mual hingga menelan ludah nya berkali-kali .


" Hacim..hacim..hacim.. " Nabila pun menggosok hidung nya yang terasa gatal .


" Hacim..hacim..aduhhh ".


Nabila lamgsung bangkit dari tidur nya , perlahan berjalan ke arah dispenser lalu mulai mengisi gelas kosong dengan air panas .


" Kena air hujan sedikit aja pake acara kena flu lagi , lemah banget jadi cewe lo Bil " Gerutu nya pada diri sendiri .


Tubuh Nabila terasa sangat lemas hari ini , hingga setelah menghabisbkan air hangat nya , Nabila pun kembali ke atas tempat tidur .


Tangan Nabila menarik laci meja yang berada di samping nya , lalu membawa ponsel milik nya yang sudah lama ia sengaja matikan.


Mata nya membulat , ketika melihat panggilan dari Aldruch sebayang tiga ratus panggilan tidak terjawab .


Bibir nya tersenyum , ternyata di balik sikap cuek nya semalam Aldrich masih berusaha meng hubunginya.


" Sepuluh panggilan tidak terjawab ! makanya jangan gengsian kalo udah om-om gitu " Kata Nabila , dengan senyuman cantik di bibir nya.


...Husband❀...


^^^Mas aku sakit !!^^^


Aku sibuk .


^^^Aku sakit loh , semalam kena hujan πŸ€’^^^


Jangan manja.


^^^Yaudah deh aku minta tolong orang aja buat beliin obat.^^^


Yaudah .


Raut wajah Nabila pun kembali terlihat muram , dengan rasa kecewa Nabila pun kembali meletakan ponsel nya di dalam laci .


Tangan mungil itu menarik selimut kembali, menutupi tubuh nya yang terasa dingin , lalu mulai memejam kan mata kembali .


Namun ketika Nabila sudah memejam kan mata ,wanita itu pun langsung menyibakan selimut tipis yang berada di atas nya , lalu berlari ke arah kamar mandi .


" Uwek..uwekk ..uhukk..uhukk..uhukk " Nabila terus memuntah cairan bening sampai terbatuk-batuk.


" Ya ampun , jangan-jangan asam lambung naik " lirih Nabila .


Tubuh nya terasa lemas , kepala yang terasa begitu sangat pusing.


Nabila berjalan dengan tangan menyusuri tembok , berusaha menahan tubuh nya yang terasa begitu pusing dan lemas.


Tangan nya kembali membuka laci , lalu membawa ponsel lembali.


...πŸ“²...


-Hallo ? . Suara seorang wanita di dalam panggilan telepon nya .


Nabila: In , gw bisa minta tolong gak ?


-Lo kenapa Bil?


Nabila : Asam lambung gw naik , bisa anter gw ke IGD gak ?


- Aduh gimana ya , gw mau si bantuin lo ! tapi cafe hari ini rame banget.


Nabila : Yang lain gak bisa juga ?


- Iya Bil maaf ya , kita aja keteteran. Emang suami lo kemana ?


-Yaudah gw tutup ya , sekali lagi sorry !


Nabila : Gak apa-apa kali , yaudah bye .


- Bye , cepet sembuh ya loh .


Panggilan pun terputus , Nabila sedikit berfikir , ia harus meminta tolong pada siapa lagi.


Bu Tina , Gumam Nabila .


Dengan ke adaan kepala nya sedang pusing berat , Nabila pun beranjak membuka pintu , berjalan ke arah pintu kontrakan di sebelah nya .


Tok..


Tok..


" Bu Tina ? " Panggil Nabila .


" Ibuuu ? " Nabila terus memanggil namun tidak ada jawaban .


Keadaan sekitar pun sepi , maklum saja. Ini sudah siang dan hari kerja ,jadi semua orang tidak akan ada di kontra kan nya saat jam kerja seperti ini.


Termasuk bu Tina , ia adalah buruh cuci gosok , mungkin sedang ada kerjaan jadi wanita bertubuh tambun itu tidak ada di rumah nya.


Nabila pun kembali masuk , wanita itu dudu di tepi kasur kecil nya.


Lama Nabila menatap layar ponsel , lalu mendekat kan benda pipih itu di telinga nya .


...πŸ“²...


Nabila : Hallo .


Raynan : Iya hallo ?


Nabila : Maaf aku ganggu , tapi boleh minta tolong gak ?


Raynan: Bantu apa ? mumpung gw lagi di luar !


Nabila : Tolong anteri aku ke IGD , asam lambung aku naik.


Raynan: Gw ke situ sekarang , tungguin oke .


Nabila pun kembali berbaring , kepala nya benar-benar pusing akibat terkena hujan semalam .


Sekitar tiga puluh menit Nabila bisa memejam kan matanya , namun rasa pusing da mual itu kembali terasa hingga membuat Nabila kembali terbangun .


Seakan sudah berada di ujung ternggorokan , Nabila pun lansung berlari ke arah kamar mandi .


" Uwek..Uwek..Uhuk..Uhuk " Tubuh nya menjadi sangat lemas , walau pun tidak ada sesuatu yang di keluar kan dari dalam perut nya .


Ketika Nabila sedang memejam kan mata dengan tangan yang terus memijit pelipis nya , tiba-tiba saja ada tangan besar mengusap punggung Nabila.


" Mas " Panggil Nabila lirih, ketika pandangan nya mendongkak lalu melihat suamu nya yang sedang berdiri di belakang nya .


Aldrich lansung membungkuk , tangan nya mulai meraup tubuh Nabila lalu membawa dalam pangkuan nya .


Tubuh nya lemas , mata pun terus terpejam dengan tangan yang mengakung di leher Aldrich .


" Tubuh mu panas sekali !" Kata Aldrich , sambil meletakan Nabila di atas kasur kecil nya .


Setelah meletakan Nabila di atas tempat tidur , Aldrich langsung membewa kan Nabila air putih hangat .


" Minumlah terlebih dulu , baru kita ke rumah sakit " Jelas Aldrich ,raut wajah nya masih datar dan dingin .


Nabila pun menerima air dari Aldrich ,lalu meninum nya hingga tandas.


Aldrich mengambil Hoodie milik nya yang tergantung , lalu memakai kan nya kepada Nabila .


" Kenapa hoodie ku ada di sini ?" Tanya Aldrich .


" Ini bukan milik mu , tapi milik suamiku " Balas Nabila juga dengan raut wajah tampa ekspresi .


" Jadi menurut mu aku siapa ? " Aldrich menatap Nabila lekat .


" Aku tidak tahu , karena sifat suamiku hangat ,tidak sedingin dirimu "


Jelas Nabila .


Mata elang itu terpejam sesaat , lalu menghelas nafas perlahan .


Aldrich kembali membungkuk , membawa tangan Nabila dan mengakung kan nya kembali , agar bisa berpegangan.


Dengan langkah sedikit cepat , Aldrich membawa Nabila menuju mobil yang terparkir di depan Gang.


Wajah nya terus menempel di dada Aldrich dengan mata yang terus terpejam , mencoba menghilang kan rasa pusing di kepala nya .


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...🍁🍁🍁🍁🍁...


HAYOO!! JEMPOL NYA MANA , JANGAN MALES LIKE YA .


KALO KALIAN SUKA CERITA NYA DI VOTE YA GENGS .


JANGAN LUPA KOMEN JUGA BIAR KITA MAKIN DEKAT πŸ₯°πŸ˜˜