STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 18



–Ting tung ..


Beberapa kali bell apartemen nya berbunyi hingga membuat Aldrich terjaga dari tidur nya.


Cahaya matahari memang sudah terlihat terang , namun terhalang gorden tebal yang menutupi kaca besar di kamar nya.


Mata nya melihat seorang wanita yang kini tengah tertidur pulas dengan pipi yang bersandar di dada bidang nya dengan tangan melilit di pinggang Aldrich.


Bibir nya tersenyum , ada rasa bahagia dalam dirinya ketika melihat Nabila , apa Aldrich sudah mencintai nya ? entahlah hanya pria itu yang tau perasaan nya saat ini.


–Ting tung..


Suara bell pun berbunyi kembali , hingga membuat tatapan nya pada wajah Nabila buyar begitu saja , ia langsung beranjak ke arah pintu utama.


Dor..dor..dor..


" AL " Panggilan seorang wanita samar-samar.


–Crek...


Aldrich membuka pintu nya dengan kasar .


" Mamih ?" Aldrich terkejut ketika mendapati dua wanita di depan pintu apartemen nya.


Tampa bersuara , Sinta pun menerobos masuk begitu saja . Mata nya terus menatap sekita dengan tatapan sedikit tidak suka.


" Sarah ayo duduk nak " Panggil Sinta yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu.


wanita cantik dengan postur tubuh yang ideal , badan tinggi bak model , berkulit putih bersih dan berambut panjang berwarna coklat itu pun mulai berjalan ke arah Sinta , ia selalu menurut dengan apa yang di katakan wanita paruh baya itu.


" Al ..Al kamu salah pilih istri . Masa ia jam segini masih tidur " Cecar nya ketus. " Istri macam apa itu ?".


" Mih Al mohon , jangan ganggu Nabila dulu . Dia baru saja pulih dari duka nya " Lirih Aldrich seraya memohon kepada wanita yang telah melahir kan nya.


" Lho... mamih sama Sarah gak ada niat ganggu ko , masa nengokin anak aja gak boleh ."


" Sarah pulanglah , jangan membuat keributan lagi ."Aldrich pun sedikit memohon.


Mendengar suara keributan yang berada di luar kamar nya , Nabila pun terbabun , mata nya melihat ke arah jam dingding yang sudah menunjukan pukul sepuluh.


" Ya ampun aku kesiangan " Gumam nya .


Gadis itu pun terlihat sangat panik , bagai mana tidak hari pertama nya menjadi istri justru malah berkesan buruk .


Ketika sudah berada di ambang pintu kamar nya , Nabila melihat keberadaan dua wanita , manik nya menatap satu wanita cantik , bertubuh ramping, berkulit putih dan tinggi.


" Wah...wah..wah .. istri macam apa yang baru bangun sesiang ini " Sinta pun akhir nya bersuara kala mata nya sudah melihat Nabila yang kini sedang berdiri di depan pintu kamar anak nya.


" Mih kemarin seharian Nabila beresin dapur jadi ke capean " Aldrich membela Nabila di hadapan Sarah.


" Al ! jadi seleramu sekarang anak kecil ?" Raut wajah Sarah memperlihat kan rasa jijik ke arah Nabila.


" Sarah jaga mulut mu " Bentak Aldrich.


SARAH ?? JADI WANITA INI ADALAH SARAH . WANITA YANG DI JODOH KAN OLEH MAMIH SINTA ? . Gumam nya dalam hati.


Nabila pun tidak berani bersuara sedikit pun , ia hanya menundukan wajah nya dengan jemari yang sudah meremas kuat satu sama lain.


" Mih pintu keluar ada di sebelah sana ".Aldrich menunjuk ke arah pintu keluar.


" Sihir apa sih yang kamu pake buat naklukin Aldrich hah ? sampe Al berani ngusir tante Sinta demi kamu " Telunjuk nya terus Sarah arah kan ke pada Nabila .


Tidak ada jawaban dari gadis mungil itu , bahkan Nabila selalu menunduk kan kepala nya.


" Sudah-sudah , kita pulang Sarah . Nanti juga Aldrich sadar sendiri " Jelas Sinta , lalu menarik tangan Saradan berlalu pergi .


Aldrich yang melihat Nabila kini tengah mematung , kepala nya selalu menunduk dengan tangan yang sudah terlihat sedikit terlukan karena terkena kuku nya sendiri.


" Nabila ?" Panggil Aldrich , satu jari tangan nya mengangkat kepala hingga Nabila pun mendongkat dan menatap nya.


Mata sembab dan hidung yang sudah terlihat memerah ,


" Maafin mamih " Tangan nya mulai mengusap pipi yang kini sudah di banjiri dengan air mata , Aldrich pun membawa istri kecil nya dalam pelukan menenang kan , tangan besar nya terus mengusap punggung Nabila.


" Heuuu....hiks..hiks...." Tangis Nabila pun pecah , ia benar-benar tak sanggup lagi untuk menyembunyikan rasa pedih di hati nya.


" Menangislah , tapi kau hanya boleh terlihat lemah di hadapan ku . Tidak di hadapan orang lain , apalagi di depan mamih dan Sarah " Jelas nya.


Aldrich pun melihat Nabila mengangguk pelan , tangan mungil itu terus memeluk tubuh nya erat dengan wajah yang bersandar di dafa nya . Aldrich benar-benar menjadi sandaran kuat untuk Nabila yang saat ini sedang teramat lemah .


" Kau boleh tidur lagi kalau kau mau " Cicit Aldrich sambil menyelip kan rambut di telinga Nabila.


" Temani aku " Lirih nya.


" Baiklah , aku akan libur hari ini " Jawab Aldrich , Nabila pun langsung merenggang kan pelukan nya , dan mulai membawa tangan Aldrich kembali ke kamar.


" Aku kangen ibu " Keluh nya ketika ia sedanv berada di bawah kungkungan dada suaminya.


" Nanti kita kungjungi mereka " Jawab Aldrich.


Ketika sedang berada dalam pelukan suaminya , suara pesan masuk pada ponsel Nabila pun terdengar.


" Ponsel mu berbunyi " .Aldrich memberikan ponsel tersebut pada Nabila.


" AKU DI PECAT ?" Suara Nabila sedikit meninggi ketika sudah selesai membaca isi pesan tersebut.


Aldrich pun langsung menyambar ponsel nya dari tangan Nabila.


" Oh.. baguslah kamu tidak usah susah-susah membuat surat pengunduran diri " .Aldrich pun melempar ponsel Nabila ke sembarang arah.


" Aku jadi pengangguran mas ? " Nabila menatap nya sayu.


" Suamimu ini orang kaya , tidak usah khawatir aku masih bisa menuruti semua ke inginan mu " Jelas Aldrich.


" Aku tidak mau , nanti mamih kembali memarahiku dab makin tidak suka pada ku" Jelas Nabila.


" Biarkan saja , uang ku sekarang menjadi uang mu ".


" Aku mau kerja mas " Rengek Nabila.


" Anggap saja sekarang kau sedang kerja dengan ku "


" Kerja apa?"


" Kau bisa memakai kan dasi untuk ku setiap kali aku akan ke kantor" Sahut Aldrich.


" Itu saja ?".


" Tidak .. kau harus membuat kan ku sarapan setiap pagi dan susu hangat setiap aku pulang kerja " .


" Baiklah , kita mulai dari besok ".


" Apa kau butuh asisten rumah tangga ?"


Nabila pun menggeleng kan kepala nya.


" Aku akan mengurus suami ku sendiri tanpa bantuan orang lain " Jelas nya . " Aku tidak mau suamiku mencintai wanita lain selain aku " Jelas nya kembali.


-Plakk..


Aldrich menepuk kening Nabila.


" Mas..."Rengek Nabila kembali ketika jitakan tangan besar itu mendarat di kening nya.


" Asisten rumah tangga untuk mengurus kebersihan rumah . Bukan memgurus ku , aku curiga otak mu kecil ! kepala mu saja hanya sebesar ini " Ejek Aldrich.


-Plakk..


Nabila pun memukul dada Aldrich.


" Aku bilang aku akan memgerja kan nya sendiri . Kita ini sedang proses saling menumbuh kan cinta masing-masing , jadi aku tidak mau cinta mu tumbuh terlebih dahulu kepada asisten ku nanti " .


Pernyataan Nabila pun membuat Aldrich tergelak , kepala nya mendongkak dengan tawa lepas.


" Hahahahahha .... kau ini ada-ada saja " .


Nabila pun memperhatikan Aldrich yang kini sedang tertawa lepas.


Ketika pandangan Aldrich kembali menunduk , mata nya langsung menatap Nabila yang kini sedang menatap nya dengan wajah yang berseri.


" Ada apa ?" Raut wajah Aldrich terlihat datar.


" Aku bahagia melihat mu tertawa lepas " Jawab Nabila.


Laki-laki itu pun menggeser tubuh nya , mengikis jarak antar dahi nya dengan Nabila.


" Semua ini karena mu " Bisik Aldrich , dengan kening yang sudah menempel satu sama lain .


-Deggg..


Tangan Nabila pun repleks memegang dadanya.


" Kenapa ?" Tanya Aldrich , ia terlihat panik kala melihat Nabila seperti sedang sesak nafas " Apa kau punya riwayat asma ? ".


"Tidak...Hanya saja jantung ku seperti akan lepas dari tempat nya ketika mendengar perkataan mu " Dengan polos nya Nabila menjawab pertanyaan Aldrich.


Aldrich pun kemabli tersenyum. " Apa kau sudah mulai mencintai ku ?"


" Ti...tidak " Nabila mendadak gagap . " Laki-laki yang harus terlebih dulu mencintai wanita " Jawab nya.


Sebagai seorang laki-laki yang cukup berpengalaman dalam hal percintaan , sebenar nya Aldrich tahu bahwa Nabila sudah mulai merasa nyaman dengan nya , begitu pun denga Aldrich ia sudah merasa nyaman dengan keberadaan Nabila di sisi nya saat ini.


Soal cinta , ia tak mau memastikan nya terburu-buru , karena Aldrich tidak ingin cinta nya berbalas menyakit kan seperti rasa cinta nya kepada Gina manta kekasih nya dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa vote , like dan komen genges 🤗


Salam cinta dari Author untuk kalian 🍅🍅🍅.