STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 100



Pagi hari nya di apartemen Indri dan Feri.Kedua nya sudah bangun namun masih betah bermalas-malasan di atas ranjang empuk milik kedua nya.


"Mas aku mau ke pantai!!"Rengek Indri kembali.


Feri yang sedang sibuk memain kan game di ponsel nya lansung menoleh ke samping dan melihat Indri yang sedang menatap nya penuh permohonan.


"Kamu baru aja baikan,nggak usah main kemana-mana dulu ya!!"Jelas Feri perlahan agar tidak meembuat Indri marah seperti semalam.


"Kata mas kan kita berangkat kalo aku nggak mual sama muntah lagi,ini aku udah nggak mual sama muntah kan ?!"Cicit Indri kembali.


Feri terdiam menatap wajah sembab tampa makeup di hadapan nya lekat sambil mengulum senyum.


"Mas ayo!!"Rengek nya manja.


Malihat perubahan sikap Indri Feri hanya tersenyum bahagia,bagai mana tidak ,sebelum Indri hamil wanita itu selalu bersikap mandiri dan tangguh seolah tidak butuh bermanja-manja pada suaminya.


"Mas ko malah senyam-senyum ih!!"Indri memukul dada bidang Feri .


"Sun dulu ."Ucap Feri lalu menyentuh bibir nya sendiri.


"Nggak mau ah, mau ke pantai sayang!"Indri terus merengek seperti anak kecil.


"Iya sun dulu ."Jelas Feri .


–Cup...


"Udah!"Kata Indri yang baru saja mencium bibir milik suaminya.


"Segitu doang ? ah payah."Dengus Feri.


Indri menghela nafas nya lalu bangun dan menempat kan tubuh nya di atas tubuh Feri.Kedua tangan Indri menyentuh pipi Feri,lalu menghujani pria di bawah nya dengan ciuman.


Cup..


"Ini untuk bibir"Ucap Indri penuh semangat.


Cup..


"Untuk kening suamiku"


Cup..


"Untuk pipi kanan"


Cup..


"Untuk pipi kiri"


Cup..


"Untuk hidung"


Cup..


"Untuk dagu"


Dan


Cup...cup..cup..cup..


"Untuk pergi ke pantai hari ini."Cicit Indri lalu tersenyum.


Setelah mendapat kan apa yang di ingin kan nya Feri hanya tertawa kencang sampai kepala nya mendongkak dengan mata terpejam.


"Mas ko katawa?!"Indri mencubit lengan Feri.


"Ahhhh!!"Pekik Feri."Baikalh cantik,ayok kita bersiap-siap."Jelas Feri lalu menyibakan selimut nya dan duduk di tepi ranjang.


Indri pun tersenyum ketika Feri bersedia membawa dirinya ke pantai.


"Sayang apa kau tidak mau ikut mandi?!"Panggil Feri di balik pintu kamar mandi.


"Tidak.Mandi saja , aku takut ada singa yang bangun nanti."Seketika senyuman di bibir nya sirna dan menatap Feri tampa ekspresi.


"Cih.Kenapa kau lucu sekali istriku."Tutur Feri sambil tersenyum,lalu menutup pintu kamar mandi nya.


Sambil menunggu Feri mandi,Indri berjalan ke arah sofa di kamar nya,lalu menatap pemandangan dari atas ketinggian.


Wanita yang selalu memperhatika lebersihan kamar nya kini terlihat cuek,bahkan bisa di bilang Indri tengah menjadi pemalas saat ini.


Beberapa menit pun berlalu,kini Feri kembali muncul di balik pintu kamar mandi menggunakan bathrobe.


Pria itu terus melangkah ke arah walk in closet,namun mata nya menoleh melihat Indri yang sudah tertidur kembali di atas sofa.


Langkah kaki Feri pun berubah haluan,kini ia berjalan ke arah Indri .


"Kata nya mau ke pantai! ko malah tidur lagi."Gumam Feri sambil terus memperhatikan wajah Indri yang terlelap.


"Sayang?!"Panggil Feri.


Mata Indri pun lansung terbuka,dan menatap Feri yang berdiri tepat di hadapan nya.


"Mau ke pantai atau mau tidur ?"Ujar Feri sambil mengusap telapak tangan Indri.


"Aku akan mandi dan kita ke pantai hati ini juga!"Indri pun lansung berjalan menuju kamar mandi .


Pria bertubuh kekar itu menggeleng kan kepala,seolah tidak percaya dengan kelakuan istrinya yang sedikit keras kepala saat hamil .


......................


Setelah Indri dan Feri selesai bersiap-siap,mereka pun keluar dari apartemen nya dan beranjak menuju basemant dimana kedua mobil nya terparkir .


Hari ini Indri terlihat sangat segar,berbeda dengan kemarin saat ia terus merasakan morning sickness.


Entah efek vitamin atau memang karena Feri akan segera membawa nya berjalan-jalan kelaut,tapi saat ini Indri terlihat jauh lebih baik.


"Mas aku yang nyetir!"Indri menjulur kan tangan nya meminta kunci mobil.


"Hah?!"Feri tersentak kaget.


"Kunci mobil , biar aku yang nyetir!"Jawab Indri.


"Tidak! aku saja, aku tidak yakin kamu bisa bawa mobil dengan benar."Tegas Feri.


"Mas !!"Rengek Indri.


"Masuk atau kita tidak jadi pergi!"Cicit Feri kembali .


"Ishhh"Desi Indri .


Indri lansung terlihat kesal,lalu beranjak masuk dan sedikit membabting pintu mobil nya cukup kencang .


"Nanti setelah lahiran kamu boleh bawa mobil!"Kata Feri setelah dirinya duduk di sebelah ibu hamil muda yang sedang cemberut.


"Jadi berangkat atau tidak ini?!"Tanya Feri .


Indri pun menoleh , lalu memaksakan senyuman nya kepada Feri.


"Kita berangkat suamiku sayang."Tutur Indri lembut.


-Vrummm....


Suara mesin mobil pun terdengar , beberapa menit mobil nya terus terdiam dalam ke adaan menyala , lalu melaju perlahan setelah mesin mobil nya cukup panas .


"Jangan cemberut sayang."Tangan Feri mengusap dagu Indri.


"Nggak , aku kesal aja tapi entah kepada siapa!"Ujar Indri.


"Hormon ibu hamil memang seperti itu,aku membaca artikel nya di website tadi malam."Jelas Feri.


"Aku sadar ko mas sikap aku agak nyebelin."Ucao nya lirih.


"Tidak! aku tetap mencintai mu walau pun sekarang kamu agak cerewet dan ambekan."


"Maafin aku."Kata Indri lalu memelu satu lengan suaminya.


"Tidak apa !"Feri tersenyum lalu menggenggam tangan Indri dan kembali pokus ke jalanan.


Satu jam berlalu,akhirnya Feri dan Indri sampai .


Wajah Indri pun terlihat berbinar,lalu keluar dari mobil dengan semangat yang menggebu-gebu.


Feri yang baru saja turun dari mobil,perlahan berjalan ke arah Indri dengan senyum yang terus terukir di bibir nya.


"Terimakasih suamiku sayang."Indri lansung memeluk tubuh suaminya.


"Sama-sama , apa dede bayi nya senang ?!"Tanya Feri lalu mengusap perus Indri.


"Dia senang mas , makanya aku nggak pusing ,mual sama muntah kan!"Ujar nya.


"Tumbuhlah di perut momy dengan baik,ingat jangan membuat momy kesusahan setiap pagi oke."Gumam Feri yang terus mengusap perut Indri.


Sejoli itu pun terlihat sangat menikmati susana pantai siang ini.Kedua nya terus berjalan-jalan di bibir pantai dengan tangan yang terus berpautan.


"Mas kita ke dermaga."Ajak Indri seraya menarik tangan kekar yang berada dalam genggaman nya.


"Tidak usah berlari sayang! pelan-pelan saja,kamu jangan ke capean atau anak kita akan menangis di dalam sana karena lelah."Kata Feri.


"Iya mas aku lupa kalau ada bayi kecil di dalam perut ku!"Indri pun tersenyum.


Kedua nya terus bermain menyusuri pantai dengan riang gembira,tampa rasa lelah Indri terus berada di sana hanya untuk melihat matahari terbenam sebelum Feri kembali mengajak nya pulang.




...TBC🍀🍀🍀...


...JANGAN LUPA FOLLOW , LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA GENGS....