STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 33



Tiga jam Nabila dan Aldrich menempuh perjalanan pulang , kini kedua nya sudah sampai di rumah kedua orang tua Aldrich .


" Mas kenapa pulang kesini ?" Tanya Nabila .


" Apa kamu masih takut sama mamih ?".


" Mmmm...tidak sayang , aku..aku .Baju ku kan semua di apartemen mas " Jawab Nabila berbohong .


" Ayolah sayangku , kamu bahkan tidak pandai berbohong ,bukan kan paperbag itu semua milik mu?" Aldrich tersengum . " Ayolah papih menunggu kita " Ujar Aldrich .


Nabila pun membalas senyuman Aldrich .


–Cupp..


" Ayok kita turun sayang " Setelah mencium bibir Nabila , Aldrich pun bergegas turun .


Sementara Nabila yang terkejut , wanita itu mematung dengan pipi yang sudah merona .


" Ya tuhan , aku benar-benar cinta lekaki yang satu ini " Gumam Nabila , lalu menyusul Aldrich yang sudah menunggu nya .


...


" Kenapa kalian pulang malam sekali ?" Tanya Sinta dengan raut wajah khawatir .


" Perjalanan nya memang di tempuh tiga jam mih " Ujar Aldrich .


" Baiklah , kalian bersih kan dulu tubuh kalian " Titah nya kepada Aldrich .


Aldrich pun membawa Nabila ke kamar nya , kamar yang tidak pernah di masuki siapaun kecuali orang terdekat nya .


" Silah kan masuk sayang " Kata Aldrich sambil membuka kan pintu untuk istri tercinta nya .



" Ini kamar kamu mas ?"Tanya Nabila penuh ke kaguman .


" Menurut mu ?"Aldrich berbisik hingga menyentuh telinga Nabila , lalu sedikit memberi gigitan kecil hingga membuat Nabila memejam kan mata nya.


Tangan kekar Aldrich sudah melilit sempurna di perut Nabila memeluk tubuh kecil itu dari belakang .


Membiar kan dagu nya bertumpu di pundak Nabila .


Dengan mata yang juga terpejam , Aldrich mengendus leher jenjang wanita dalam pelukan nya , merasakan wangi tubuh Nabila.


" Aku suka bau tubuh mu sayang " Lirih Aldrich , suara nya sudah terdengar parau , menahan desiran yang menyeruak di dalam dirinya .


" Mas "Panggil Nabila , tangan nya meremas lengan Aldrich yang sedari tadi memeluk nya .


" Pelan kan suaramu sayang , tenggorokan mu baru saja membaik " Lirih Aldrich kembali .


" Mmmmmhhh " Nabila pun melenguh , menahan suara panas yang akan keluar dari mulut nya.


Ia benar-benar sudah terlihat kacau , ketika Aldrich terus bermain di leher nya .


" Kita main dulu ya sayang " Kata Aldrich .


Dengan cepat Nabila menggeleng kan kepala nya , sebenar nya ia pun sangat mengingin kan Aldrich , namun mengingat ada ibu dan ayah mertua nya yang sedang menunggu mereka .


" Mamih sama papih sudah menunggu " Cicit Nabila pelan .


" Kita main sebentar sayang " Kekeuh Aldrich .


" Ini sudah malam sayang , kita harus cepat !! kasian mamih sama papih kalo istirahat nya terganggu " Jelas Nabila , mencoba mereda kan api gairah dalam diri suaminya .


" Hah " Aldrich pun menghela nafas . " Baiklah , aku akan mengalah sekarang , tapi nanti malam ! awas saja kau ".Dengan senyum nakal , Aldrich pun berlalu meninggal kan Nabila yang kini sedang terpaku karena ucapan nya .


Tiga puluh menit Bayu dan Sinta menunggu kedua anak nya di sofa besar luang keluarga .


Namun kedua pengantin baru itu tidak kunjung datang .


" Pih , apa mamih harus memanggil mereka ?" Tanya Sinta .


" Tidak usah mam , mereka itu pengantin baru ! mungkin saja mereka sedang membuat cucu untuk kita " Jawab Bayu.


" Ih papih! apasih , ko mikirin ke mesuman anak nya " Sinta pun sedikit tertawa .


" Apa kamu sudah menerima menantu cantik kita ?".


" Mmmm...mami memang sudah menerima nya dari dulu , tapi mami bingung bagai mana menyempai kan penolakan ini kepada Sarah , bahkan prempuan itu mengancam mami akan bunuh diri kalau mamih gak bisa bawa Aldrich buat dirinya " Lirih Sinta.


Sinta pun terlihat gusar , wanita paruh baya itu terlihat bingung atas tindakan nya dulu .


" Mami takut akan di salah kan kalau sampai wanita itu nekad pih"Kata Sinta kemali, tatapan mata nya sudah terlihat sayu , terlihat banyak sekali ketakutan dari pantulan netra nya .


" Apa yang mamih takut kan " Tanya Aldrich yang tiba-tiba saja datang bersama Nabila .


Seketika Sinta pun menatap ke arah Bayu , pria itu telihat tersenyum lalu mengangguk , memberi kode agar Sinta sebaik nya jujur kepada anak dan menantu nya .


" Duduklah dulu " Jelas Bayu .


Nabila dan Aldrich pun bejalan ke arah sofa , lalu duduk berdampingan ,manik Aldrich kembali melihat ke arah sang ibu , seperti memberi tahu kepada Sinta , bahwa putra nya meminta penjelasan .


" Apa mamih menyembunyikan sesuatu dari Al ?" Suara Aldrich terdengar sangat lembut .


" Mamih...mami " Sinta pun tergagap-gagap .


" Apa mamih takut sesuatu ?" Nabila pun beranjak mendekat ke arah Sinta.


Dengan gerakan cepat Sinta memeluk Nabila , namun Nabila hanya terdiam , ia begitu terkejut dengan sikap ibu mertua nya saat ini .


" Maaf kan mami sayang " Lirih Sinta .


" Apa yang harus Nabila maaf kan mih ?" Nabila pun terus mengusap punggung ibu dari suami nya itu .


" Mamih udah berusaha misahin kamu sama Al " Kata Sinta , suara tangis pun mulai terdengar .


" Mih , Nabila udah maafin mamih , jauh sebelum saat ini tiba " Jelas Nabila .


Sinta pun melepas kan pelukan nya dari Nabila , telapak tangan nya terlihat menyusut sisa-sisa air mata yang membasahi pipi nya .


" Al , tinggalah disini bersama kami " Cicit Sinta pelan .


" Kenapa mih ?Al kan tinggal di apartemen tidak jauh dari sini ?" Aldrich sedikit bingung .


" Sarah udah ngancam mami , bahkan ia pernah berkata akan membuat Nabila menjauh dari mu " Jelas Sinta kembali .


–Degg..


Nabila sedikit tersentak dengan pernyataan Sinta .Berbeda dengan Aldrich yang jutru terlihat santai .


Nabila pun langsung mengingat kejadian beberapa hari lalu , Sarah memberikan berita bohong kepada suaminya , hingga Aldrich hilang kendali .


Terbesit kata-kata pelacur yang Aldrich tuduh kan pada nya , bahkan Aldrich membanding kan nya dengan jalang-jalang nya dulu , hingga mampu membuat Nabila menunduk , prempuan itu berusaha menyembunyikan kesedihan nya .


" Nabila ? apa Aldrich menyakiti mu ?" Tanya Bayu .


Nabila hanya terdiam , hati nya terasa sakit kembali ketika mengingat perlakuan Aldrich pada dirinya .


" Al ! apa yang kamu lakukan ?" Akhir nya Bayu bertanya kepada putra nya .


" Bahkan Aldrich melakukan nya lebih dari itu " Jawab Aldrich lirih.


"Ya ampun , keluarga kita akan benar-benar hancur gara-gara wanita itu " Kata Bayu .


" Ya sudah , seperti nya membahas nya sekarang tidak mungkin , kita lanjuta kan pembahasan nya besok " Ujar Bayu .


" Al , bawa istri mu beristirahat ! ini sudah lewat malam " Jelas Bayu.


Bayu pun pergi terlebih dulu meninggal kan Sinta yang masih duduk di sofa .


" Al , jaga Nabila ! dan kamu sayang " Sinta melihat ke arah Nabila .


" Istirahat lah , jaga kesehatan mu " Sinta pun beranjak pergi , menyusul bayu yang sudah terlebih dulu meninggal kan nya .


Melihat ke adaan sudah sunyi , Nabila pun langsung beranjak pergi , meninggal kan Aldrich yang masih duduk di sofa.


" Sayang !!" Panggil Aldrich , lalu beranjak menyusul Nabila yang berlari meninggal kan nya.


" Sayang ?! apa kau marah pada ku " Tanya Aldrich , kaki nya terus melangkah , membawa tubuh nya mendekat kepada Nabila yang sudah berbaring di atas tanjang dengan selimut tebal menyembunyikan tubuh nya.


" Sayang ? " Aldrich pun terus memanggil nya lembut , tubuh nya sudah ikut berbaring miring dengan tangan yang menumpu kepala nya .


Tidak ada sahutan dari Nabila , ia hanya terlihat diam dengan memunggungi suami nya .


" Apa kamu marah pada ku sayang ?"


" TIDAK !!" Jawab Nabila singkat .


" Kamu bohong!" Kata Aldrich .


Nabila pun langsung menyibak kan selimut tebal nya dengan kasar .


" Aku tidak marah padamu , tapi aku merasa kesal pada diriku sendiri " Ujar Nabila , amarah nya terlihat menggebu-gebu .


" Lalu apa ?" Aldrich pun terus berusaha lembut pada istri nya saat ini ."Kau ingat , kata dokter kau jangan terlalu sering berteriak " Jelas Aldrich .


" Aku hanya teringat dengan semua perkataan mu ! bahwa aku tidak lebih baik dari pada mereka ".


–Degg..


" Sayang !!" Aldrich berusaha meraih tangan Nabila , namun di tepis nya dengan kasar .


" Kau bilang jalang mu lebih baik dari pada aku , dan aku jangan pernah membanding kan nya , jelas-jelas mereka di atas dari segala nya ke banding aku " Nabila pun terisak , ketika kembali mengingat kan perkataan Aldrich pada diri nya .


" Sayang , saat itu aku lepas kendali , bahkan aku tidak sadar dengan semua yang aku ucap kan , aku cemburu pada teman mu Rio " Jelas Aldrich lalu membawa Nabila ke dalam pelukan nya .


" Maaf kan aku , aku sudah keterlaluan sayang , kau lebih dari segala nya ".


" Aku hanya takut tidak bersaing dengan mereka " Lirih Nabila .


" Shuuuttt , kamu yang terbaik , aku tidak pernah meminta seorang wanita tetap di sisiku , aku selalu membiar kan mereka pergi, sekali pun aku mencintai nya dulu . Tapi pada mu Nabila Adriana , aku memohon agar kau tetap di sisi ku , kau tau kenapa ? karena kau perawan pertama yang ku sentuh , dan juga aku lekaki pertama yang menyentuh mu , dan aku akan menjaga seorang yang telah menjaga mahkota untuk suami nya " Cecar Aldrich panjang lebar


" Mas , aku sayang kamu , jangan pernah kembali ke dunia mu yang dulu" Pinta Nabila .


Aldrich pun tersenyum , lalu mengecup bibir Nabila singkat .


–Cupp..


" Akan ku pastikan , itu tidak akan pernah terjadi " Ujar Aldrich yang terus mengulum senyum .


" Mas , siapa saja wanita yang sudah tidur di sini ?" .


Bukan nya menjawab , namun Aldrich malah menarik hidung mancung nya .


" Aww...Mas sakit !!" Rengek Nabila .


" Kau wanita ke tiga yang memasuki kamar ku selain mamih dan juga bi Marni " Jelas Aldrich .


" Oh ya ?" .


" Ya , dan aku mau mencoba nya malam ini , di kamar ini dan di kasur ini " Aldrich tersenyum nakal .


" Mencoba apa ?" Tanya Nabila sedikit bingung .


" Mencoba membuat mu berteriak di kamar ini , kamu tenang saja sayang ,kamar ku kedap suara , mamih dan papi tidak akan mendengar desahan sexy mu".


-Dukkk..


Nabila memukul dada Aldrich .


" Ahhh babe , sakit " Kata Aldrich lalu terkekeh geli .


" Apa mas mau membuat tenggorokan ku sakit lagi ?".


" Aku akan pelan agar kamu tidak berteriak ".


" Tidak!!! tidurlah , besok kita di tunggu papih dan mamih " Nabila pun langsung berbaring membelakangi Aldrich .


Aldrich pun ikut berbaring , tangan nya sudah menyelinap di antara celah lengan Nabila , memeluk Nabila dengan erat .


" I love you too teh moon and back baby girl " Bisik Aldrich sambil memper erat pelukan nya .


" Me too uncle Yohanes " .


–Cupp..


Aldrich mencium kening Nabila .


" Tidurlah cinta ku , kau harus menjaga stamina mu untuk resepsi kita nanti " .


TBC🍂🍂🍂


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Semangatin Author dong , biar makin semangat update 🤗😁🤭


❤❤❤ nya jangan lupa hayoh !!.