
Tiga jam Nabila dan Aldrich menempuh perjalanan pulang , kini kedua nya sudah sampai di rumah kedua orang tua Aldrich .
" Mas kenapa pulang kesini ?" Tanya Nabila .
" Apa kamu masih takut sama mamih ?".
" Mmmm...tidak sayang , aku..aku .Baju ku kan semua di apartemen mas " Jawab Nabila berbohong .
" Ayolah sayangku , kamu bahkan tidak pandai berbohong ,bukan kan paperbag itu semua milik mu?" Aldrich tersengum . " Ayolah papih menunggu kita " Ujar Aldrich .
Nabila pun membalas senyuman Aldrich .
–Cupp..
" Ayok kita turun sayang " Setelah mencium bibir Nabila , Aldrich pun bergegas turun .
Sementara Nabila yang terkejut , wanita itu mematung dengan pipi yang sudah merona .
" Ya tuhan , aku benar-benar cinta lekaki yang satu ini " Gumam Nabila , lalu menyusul Aldrich yang sudah menunggu nya .
...
" Kenapa kalian pulang malam sekali ?" Tanya Sinta dengan raut wajah khawatir .
" Perjalanan nya memang di tempuh tiga jam mih " Ujar Aldrich .
" Baiklah , kalian bersih kan dulu tubuh kalian " Titah nya kepada Aldrich .
Aldrich pun membawa Nabila ke kamar nya , kamar yang tidak pernah di masuki siapaun kecuali orang terdekat nya .
" Silah kan masuk sayang " Kata Aldrich sambil membuka kan pintu untuk istri tercinta nya .
" Ini kamar kamu mas ?"Tanya Nabila penuh ke kaguman .
" Menurut mu ?"Aldrich berbisik hingga menyentuh telinga Nabila , lalu sedikit memberi gigitan kecil hingga membuat Nabila memejam kan mata nya.
Tangan kekar Aldrich sudah melilit sempurna di perut Nabila memeluk tubuh kecil itu dari belakang .
Membiar kan dagu nya bertumpu di pundak Nabila .
Dengan mata yang juga terpejam , Aldrich mengendus leher jenjang wanita dalam pelukan nya , merasakan wangi tubuh Nabila.
" Aku suka bau tubuh mu sayang " Lirih Aldrich , suara nya sudah terdengar parau , menahan desiran yang menyeruak di dalam dirinya .
" Mas "Panggil Nabila , tangan nya meremas lengan Aldrich yang sedari tadi memeluk nya .
" Pelan kan suaramu sayang , tenggorokan mu baru saja membaik " Lirih Aldrich kembali .
" Mmmmmhhh " Nabila pun melenguh , menahan suara panas yang akan keluar dari mulut nya.
Ia benar-benar sudah terlihat kacau , ketika Aldrich terus bermain di leher nya .
" Kita main dulu ya sayang " Kata Aldrich .
Dengan cepat Nabila menggeleng kan kepala nya , sebenar nya ia pun sangat mengingin kan Aldrich , namun mengingat ada ibu dan ayah mertua nya yang sedang menunggu mereka .
" Mamih sama papih sudah menunggu " Cicit Nabila pelan .
" Kita main sebentar sayang " Kekeuh Aldrich .
" Ini sudah malam sayang , kita harus cepat !! kasian mamih sama papih kalo istirahat nya terganggu " Jelas Nabila , mencoba mereda kan api gairah dalam diri suaminya .
" Hah " Aldrich pun menghela nafas . " Baiklah , aku akan mengalah sekarang , tapi nanti malam ! awas saja kau ".Dengan senyum nakal , Aldrich pun berlalu meninggal kan Nabila yang kini sedang terpaku karena ucapan nya .
Tiga puluh menit Bayu dan Sinta menunggu kedua anak nya di sofa besar luang keluarga .
Namun kedua pengantin baru itu tidak kunjung datang .
" Pih , apa mamih harus memanggil mereka ?" Tanya Sinta .
" Tidak usah mam , mereka itu pengantin baru ! mungkin saja mereka sedang membuat cucu untuk kita " Jawab Bayu.
" Ih papih! apasih , ko mikirin ke mesuman anak nya " Sinta pun sedikit tertawa .
" Apa kamu sudah menerima menantu cantik kita ?".
" Mmmm...mami memang sudah menerima nya dari dulu , tapi mami bingung bagai mana menyempai kan penolakan ini kepada Sarah , bahkan prempuan itu mengancam mami akan bunuh diri kalau mamih gak bisa bawa Aldrich buat dirinya " Lirih Sinta.
Sinta pun terlihat gusar , wanita paruh baya itu terlihat bingung atas tindakan nya dulu .
" Mami takut akan di salah kan kalau sampai wanita itu nekad pih"Kata Sinta kemali, tatapan mata nya sudah terlihat sayu , terlihat banyak sekali ketakutan dari pantulan netra nya .
" Apa yang mamih takut kan " Tanya Aldrich yang tiba-tiba saja datang bersama Nabila .
Seketika Sinta pun menatap ke arah Bayu , pria itu telihat tersenyum lalu mengangguk , memberi kode agar Sinta sebaik nya jujur kepada anak dan menantu nya .
" Duduklah dulu " Jelas Bayu .
Nabila dan Aldrich pun bejalan ke arah sofa , lalu duduk berdampingan ,manik Aldrich kembali melihat ke arah sang ibu , seperti memberi tahu kepada Sinta , bahwa putra nya meminta penjelasan .
" Apa mamih menyembunyikan sesuatu dari Al ?" Suara Aldrich terdengar sangat lembut .
" Mamih...mami " Sinta pun tergagap-gagap .
" Apa mamih takut sesuatu ?" Nabila pun beranjak mendekat ke arah Sinta.
Dengan gerakan cepat Sinta memeluk Nabila , namun Nabila hanya terdiam , ia begitu terkejut dengan sikap ibu mertua nya saat ini .
" Maaf kan mami sayang " Lirih Sinta .
" Apa yang harus Nabila maaf kan mih ?" Nabila pun terus mengusap punggung ibu dari suami nya itu .
" Mamih udah berusaha misahin kamu sama Al " Kata Sinta , suara tangis pun mulai terdengar .
" Mih , Nabila udah maafin mamih , jauh sebelum saat ini tiba " Jelas Nabila .
Sinta pun melepas kan pelukan nya dari Nabila , telapak tangan nya terlihat menyusut sisa-sisa air mata yang membasahi pipi nya .
" Al , tinggalah disini bersama kami " Cicit Sinta pelan .
" Kenapa mih ?Al kan tinggal di apartemen tidak jauh dari sini ?" Aldrich sedikit bingung .
" Sarah udah ngancam mami , bahkan ia pernah berkata akan membuat Nabila menjauh dari mu " Jelas Sinta kembali .
–Degg..
Nabila sedikit tersentak dengan pernyataan Sinta .Berbeda dengan Aldrich yang jutru terlihat santai .
Nabila pun langsung mengingat kejadian beberapa hari lalu , Sarah memberikan berita bohong kepada suaminya , hingga Aldrich hilang kendali .
Terbesit kata-kata pelacur yang Aldrich tuduh kan pada nya , bahkan Aldrich membanding kan nya dengan jalang-jalang nya dulu , hingga mampu membuat Nabila menunduk , prempuan itu berusaha menyembunyikan kesedihan nya .
" Nabila ? apa Aldrich menyakiti mu ?" Tanya Bayu .
Nabila hanya terdiam , hati nya terasa sakit kembali ketika mengingat perlakuan Aldrich pada dirinya .
" Al ! apa yang kamu lakukan ?" Akhir nya Bayu bertanya kepada putra nya .
" Bahkan Aldrich melakukan nya lebih dari itu " Jawab Aldrich lirih.
"Ya ampun , keluarga kita akan benar-benar hancur gara-gara wanita itu " Kata Bayu .
" Ya sudah , seperti nya membahas nya sekarang tidak mungkin , kita lanjuta kan pembahasan nya besok " Ujar Bayu .
" Al , bawa istri mu beristirahat ! ini sudah lewat malam " Jelas Bayu.
Bayu pun pergi terlebih dulu meninggal kan Sinta yang masih duduk di sofa .
" Al , jaga Nabila ! dan kamu sayang " Sinta melihat ke arah Nabila .
" Istirahat lah , jaga kesehatan mu " Sinta pun beranjak pergi , menyusul bayu yang sudah terlebih dulu meninggal kan nya .
Melihat ke adaan sudah sunyi , Nabila pun langsung beranjak pergi , meninggal kan Aldrich yang masih duduk di sofa.
" Sayang !!" Panggil Aldrich , lalu beranjak menyusul Nabila yang berlari meninggal kan nya.
" Sayang ?! apa kau marah pada ku " Tanya Aldrich , kaki nya terus melangkah , membawa tubuh nya mendekat kepada Nabila yang sudah berbaring di atas tanjang dengan selimut tebal menyembunyikan tubuh nya.
" Sayang ? " Aldrich pun terus memanggil nya lembut , tubuh nya sudah ikut berbaring miring dengan tangan yang menumpu kepala nya .
Tidak ada sahutan dari Nabila , ia hanya terlihat diam dengan memunggungi suami nya .
" Apa kamu marah pada ku sayang ?"
" TIDAK !!" Jawab Nabila singkat .
" Kamu bohong!" Kata Aldrich .
Nabila pun langsung menyibak kan selimut tebal nya dengan kasar .
" Aku tidak marah padamu , tapi aku merasa kesal pada diriku sendiri " Ujar Nabila , amarah nya terlihat menggebu-gebu .
" Lalu apa ?" Aldrich pun terus berusaha lembut pada istri nya saat ini ."Kau ingat , kata dokter kau jangan terlalu sering berteriak " Jelas Aldrich .
" Aku hanya teringat dengan semua perkataan mu ! bahwa aku tidak lebih baik dari pada mereka ".
–Degg..
" Sayang !!" Aldrich berusaha meraih tangan Nabila , namun di tepis nya dengan kasar .
" Kau bilang jalang mu lebih baik dari pada aku , dan aku jangan pernah membanding kan nya , jelas-jelas mereka di atas dari segala nya ke banding aku " Nabila pun terisak , ketika kembali mengingat kan perkataan Aldrich pada diri nya .
" Sayang , saat itu aku lepas kendali , bahkan aku tidak sadar dengan semua yang aku ucap kan , aku cemburu pada teman mu Rio " Jelas Aldrich lalu membawa Nabila ke dalam pelukan nya .
" Maaf kan aku , aku sudah keterlaluan sayang , kau lebih dari segala nya ".
" Aku hanya takut tidak bersaing dengan mereka " Lirih Nabila .
" Shuuuttt , kamu yang terbaik , aku tidak pernah meminta seorang wanita tetap di sisiku , aku selalu membiar kan mereka pergi, sekali pun aku mencintai nya dulu . Tapi pada mu Nabila Adriana , aku memohon agar kau tetap di sisi ku , kau tau kenapa ? karena kau perawan pertama yang ku sentuh , dan juga aku lekaki pertama yang menyentuh mu , dan aku akan menjaga seorang yang telah menjaga mahkota untuk suami nya " Cecar Aldrich panjang lebar
" Mas , aku sayang kamu , jangan pernah kembali ke dunia mu yang dulu" Pinta Nabila .
Aldrich pun tersenyum , lalu mengecup bibir Nabila singkat .
–Cupp..
" Akan ku pastikan , itu tidak akan pernah terjadi " Ujar Aldrich yang terus mengulum senyum .
" Mas , siapa saja wanita yang sudah tidur di sini ?" .
Bukan nya menjawab , namun Aldrich malah menarik hidung mancung nya .
" Aww...Mas sakit !!" Rengek Nabila .
" Kau wanita ke tiga yang memasuki kamar ku selain mamih dan juga bi Marni " Jelas Aldrich .
" Oh ya ?" .
" Ya , dan aku mau mencoba nya malam ini , di kamar ini dan di kasur ini " Aldrich tersenyum nakal .
" Mencoba apa ?" Tanya Nabila sedikit bingung .
" Mencoba membuat mu berteriak di kamar ini , kamu tenang saja sayang ,kamar ku kedap suara , mamih dan papi tidak akan mendengar desahan sexy mu".
-Dukkk..
Nabila memukul dada Aldrich .
" Ahhh babe , sakit " Kata Aldrich lalu terkekeh geli .
" Apa mas mau membuat tenggorokan ku sakit lagi ?".
" Aku akan pelan agar kamu tidak berteriak ".
" Tidak!!! tidurlah , besok kita di tunggu papih dan mamih " Nabila pun langsung berbaring membelakangi Aldrich .
Aldrich pun ikut berbaring , tangan nya sudah menyelinap di antara celah lengan Nabila , memeluk Nabila dengan erat .
" I love you too teh moon and back baby girl " Bisik Aldrich sambil memper erat pelukan nya .
" Me too uncle Yohanes " .
–Cupp..
Aldrich mencium kening Nabila .
" Tidurlah cinta ku , kau harus menjaga stamina mu untuk resepsi kita nanti " .
TBC🍂🍂🍂
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Semangatin Author dong , biar makin semangat update 🤗😁🤭
❤❤❤ nya jangan lupa hayoh !!.