
Hi readers sebelum kita lanjut ke episode selanjut nya .
Akan lebih terasa hikmat dan menyentuh Hati , jiwa , jantung dan ginjal .
Kalo kalian dengerin lagu ini terlebih dulu .
...๐ผBEAUTIFUL IN WHITE๐ผ...
^^^Dari ( Shane Filan )..^^^
HAPPY READING MY BELOVED READERSS . SUN JAUH DARI AUTHOR๐๐๐.
................
Hari yang di tunggu-tunggu Aldrich dan Nabila telah tiba , suasana pun ramai terlihat , banyak orang hilir mudik . Dari menata gelas dan piring , bahkan memantau Decorasi yang masih belum seratua pesen selesai .
Setelah pukul tujuh malam , tamu mulai berdatangan .Mereka
mulai memenuhi Ballroom hotel tempat Aldrich dan Nabila melaksanakan resepsi pernikahan nya .
Hingga alunan musik pun mulai terdengar , kala pintu besar yang menjulang tinggi mulai terbuka .
...NOT SURE IF YOU KNOW THIS .....
...BUT WHEN WE FIRST MEET.....
...I GOT SO NERVOUS.....
...I COULD 'T SPEAK.....
...NOW SURE IF YOU KNOW THIS.....
...BUT WHEN WE FIRST MEET .....
...I GOT SO NERVOUS.....
...I COULDN'T SPEAK.....
...IN THAT VERY MOMENT.....
...I FOUND TEH ONE AND.....
...MY LIFE HAD FOUND ITS.....
...MISSING PIECE.....
...SO AS LONG AS I LIVE I'LL LOVE YOU .....
...WILL HAVE AND HOLD YOU .....
...YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE .....
...AND FROM NOW 'TILL MY EVERY LAST BREATH.....
...THIS DAY I'LL CHERISH......
...YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE.....
...TO NIGHT......
Seorang lelaki dengan suara merdu , mengiringi ke datangan ke dua mempelai ke dalam mewah nya resepsi yang mereka adakan .
Senyum indah terus Nabila pancar kan , tak lupa telapak tangan yang selalu menggenggam lengan kekar suaminya yang juga terlihat selalu tersenyum ke arah para tamu undangan .
OOTD ALDRICH MALAM INI !!.
OOTD NABILA MALAM INI !!. ( AUTHOR BINGUNG NYARI VISUAL ).
Decakagum para tamu undangan pun terlihat .
Semua mata memandang takjub kepada Nabila yang sangat terlihat cantik .
Bahkan teriak para teman Aldrich pun terdengar .
" Dapet yang cantik banget woy " Teriak salah satu tamu undangan kepada Aldrich .
Setelah kedua nya sampai di atas kursi pelaminan , riuh tepuk tangan pun terdengar , bahkan suara siulan pun sesekali terdengar dari arah para tamu .
Sambutan demi sambutan pun terus terucap , hingga saat nya Aldrich yang berbicara untuk memberi sambutan .
" Terimakasih , telah bersedia meluang kan waktu untuk mengahadiri acara resepsi pernikahan saya " Jelas Aldrich .
" Dan saya kenal kan , seorang yang mampu melukuh kan hati saya " Aldrich pun menoleh ke arah Nabila , tangan Aldrich langsung memaut jemari Nabila sambil mengulum senyum.
" Nabila.Adriana.Yohanes Mahardika " Kata Aldrich , riuh tepuk tangan kembali terdengar , Nabila pun hanya tersenyum malu ke arah para tamu .
Acara pun semakin ramai , ketika kedua nya saling memaut kan cincin di antara jari manis masing-masing pasangan.
Acara pun terus berjalan dengan lancar , Nabila dan Aldrich pun sibuk menyambut ucapan selamat dari para saudara dan rekan bisnis nya.
" Selamat ya Al ! akhir nya kamu nikah juga " Kata seorang wanita yang berjabat tangan dengan Aldrich .
" Iya tante makasih " Sahut Aldrich .
" Hai Nabila ? saya adik nya papi Aldrich " Sapa nya ramah sambil tersenyum . " Panggil saja tante Zara " Ujar nya kembali .
" Terimakasih tante Zara , udah nyempetin datang " Nabila pun tersenyum ramah .
" Ka ? menantu nya dapet dari mana ? cantik banget " Ujar nya kepada Sinta dan Bayu .
" Abang gak tau , Aldrich yang bawa sendiri " jelas Bayu sambil mengulum senyum .
Semua orang yang berada di sana terlihat berbahagia , kecuali seorang lelaki yang sedang duduk di kursi tamu , menatap tidak suka kepada Aldrich.
" Gue bakal rebut dia dari lo , sama hal nya dulu lo rebut Ghina dari gue " Gumam nya sambil meletakan segelas Red Wine yang sudah tandas .Lalu pergi meninggal kan ruangan begitu saja .
....
Malam pun semakin larut , jam pun sudah menunjukan pukul dua belas malam .
Para tamu satu persatu mulai undur diri .
Kecuali Feri dan beberapa kolega bisnis yang selalu menemani Aldrich dan Bayu berbincang .
Nabila yanh sudah sangat lelah pun meminta izin kepada Aldrich untuk terlebih dulu meninggal kan acara bersama Sinta .
" Mam , istirahat saja . Biar Nabila ganti baju sendiri " Jelas Nabila.
" Apa kamu serius ? kalau begitu mamai juga mau ke kamar mami dulu , maklum kalau sudah tua kaki mamih pegel-pegel " Ujar Sinta .
" Mami istirahat saja , ini sudah tengah malam " Cicit Nabila , lalu mulai mengantar Sinta sampai ambang pintu .
Setelah Sinta pamit menuju kamar nya kembali , Nabila pun mulai melucuti pakaian dan beranjak menuju kamar mandi .
Keran air sudah terbuka ,mengalir memenuhi bathup , aroma mawar pun mulai menyeruak , ketika Nabila menumpah kan sabun dan aromatic oil kedalam nya .
Sekitar sepuluh menit Nabila menunggu ,akhir nya bathup pun sudah di penuhi air .
Dengan cepat , Nabila merendam tubuh nya , mata nya mulai terpejam ketika aroma mawar mampu menenang kan pikiran nya .
Sekitar dua puluh menit Nabila berada di kamar mandi , melakukan ritual nya membersih kan tubuh dari lengket nya keringat.
Wanita itu keluar dengan gaun tidur yang sudah melekat pada tubuh langsing nya.
Namun ketika Nabila keluar , Aldrich juga belum kembali .
Netra nya menata jam yang bergelantung di dinding , jam sudah menunjukan pukul setengah satu pagi .
" Mas Aldrich masih belum kembali " Cicit Nabila .
Dengan lilitan handuk yang masih berada di kepala , Nabila pun duduk di depan cermin meja rias , lalu mulai menyalakan pengering rambut.
" Awww " Ringis Nabila ketika merasa perut bagian bawah nya sakit kembali .
" Padahal kemarin udah berhenti loh haid nya ?! ko masih sakit sih ? apa karena kecepetan jadi sakit nya masih tertinggal " Gumam Nabila .
Suara saling meneriaki terdengar, hingga membuat Nabila langsung beranjak menuju pintu .
-Degg..
Nabila melihat Aldrich yang berusaha menghindar dari sentuhan seorang wanita .
" Mas !!" Panggil Nabila , dua orang tersebut pun langsung melihat ke arah Nabila.
" Lepas !!" Aldrich menghempas kan tangan nya kasar .
Namun Wanita itu kembali mengejar Aldrich.
-Bruggh ..
Wanita itu memeluk Aldrich dari belakang .
Tidak tinggal diam ketika suami nya telah di sentuh wanita lain , Nabila pun berjalan cepat mendekat ke arah Aldrich .
" Lepas kan suami saya !!" Nabila melepas kan paksa lilitan tangan wanita itu .
" Al ? aku mohon maaf kan aku ".
" Mas dia siapa ?"Tanya Nabila .
" Kenal kan , saya Ghina kekasih Aldrich " Ujar nya sambil mengulur kan tangan .
" Apa kau gila ?" Aldrich menaikan suaranya .
" Ya aku gila , kau meninggal kan aku begitu saja " Cicir Ghina .
" Kau yang meninggal kan aku Ghina " Jawab Aldrich .
" SSTTOOOPPPPP" Teriak Nabila .
Aldrich dan Ghina pun lansung terdiam .
" Nona bisa kah anda pergi " Titah Nabila .
" Tidak ! kau yang harus pergi , aku akan menikmati malam indah kami sekarang ".
โPlakkkk.
Tamparan kencang Nabila berikan kepada Ghina , hingga mampu membuat pipi wanita itu memerah .
" Berani sekali kau menampar ku anak kecil !" .
" Ya karena kau sudah menyentuh suami ku dengan lancang !"Langang suara Nabila .
Aldrich hanya terdiam ketika Nabila berubah menjadi singa betina nya , ia sunggu tidak mengangka Nabila seberani itu .
" Brengsekkk " Teriak Ghina lalu pergi dengan sebelah tangan memegang pipi yang memerah karena tamparan Nabila .
Tangan Nabila pun menyambar lengan Aldrich , lalu menarik nya memasuki kamar .
" Kenapa mas membawa nya kemari " Kata Nabila sambil meninggal kan Aldrich yang sudah berada di ambang pintu .
" Mas tidak tahu kalau dia mengikuti mas sayang " Jelas Aldrich .
" Mandilah , aku tidak mau bekas wanita itu menempel pada tubuh mu"Titah nya judes .
" Baiklah istri galak ku " Aldrich pun bergegas memasuki kamar mandi dengan bibir yang tersenyum .
Ya tuhan ! aku suka ketika dia cemburu , cantik nya bertambah berkali-kali lipat .ucap nya dalam hati .
Dengan suasana hati yang sedang tidak baik .
Nabilah pun membuka pintu balkon , tubuh kecil nya berdiri dengan tangan yang di lipat di dada .
Ia terus merutuki kejadian tadi , walaupun suami nya terlihat menghindar , tetap saja ia kesal kepada Aldrich yang tidak masuk kamar lebih awal .
Angin malam pun menerjang , hingga membuat rambut indah nya melambai-lambai .
Suasana kota masih tampak ramai , lampu-lampu gedung pencakar langit pun terlihat begitu indah.
" Sayang ?!" Bisik Aldrich tepat di telinga Nabila , tangan kekar nya sudah memeluk erat tubuh Nabila, dengan menjadika pundak Nabila sebagai tumpuan dagu nya .
" Hmmmm?" Gumam Nabila .
" Kau cemburu istriku !" Jelas nya sambil mengendus leher Nabila , hingga membuat Nabila mendesah pelan .
" Kau bilang kemarin tamu bulanan mu sudah selesai?" Bisik Aldrich kembali .
" Hemmm ! tapi perut bagian bawah ku masih sakit " Jelas Nabila .
-Cupp..
Leher Nabila kembali Aldrich kecup .
" Kenapa kau cantik sekali ?" Aldrich pun terus mengendus leher Nabila.
" Aku memang selalu cantik suami ku " Lirih Nabila .
Tanpa Aba-aba Aldrich pun membawa Nabila dalam pangkuan nya , mulai membawa tubuh kecil itu kedalam , lalu membaring kan nya perlahan di atas ranjang .
โCekrek..
Aldrich menutup pintu , tak lupa ia pun mengunci nya , lampu utama pun ia matikan lalu mengantikan nya dengan lampu tidur , membuat suasana menjadi temaram .
Gorden tebal kamar hotel belum tertutup , hanya ada tirai putih dan tipis yang menjuntai terlentang di kaca lebar kamar hotel nya .
" Mas ! kamu belum pake baju ? " Tanya Nabila yang terlihat sedikit gugup ketika melihat Aldrich yang masih menggunakan bathrobe dengan rambut yang masih acak-acakan .
" Ya ! karena aku ingin memakan mu malam ini " Bisik Aldrich .
Nerta bulat berbulu mata letik itu hanya mampu menatap Aldrich dalam diam .
Ia benar-benar mengagumi Aldrich saat ini , bahkan pria itu selalu tampan walau baru selesai mandi .
" Mas ?!" Desah Nabila ketika tangan Aldrich mulai mengusap lembut paha mulus Nabila .
Perlahan tangan itu naik , hingga menyentuh kulit perut Nabila .
" Mas ! ak..." Suara Nabila terhenti ketika bibir Aldrich membungkam nya .
Decapan bibir pun mulai terdengar , suasa remang mampu membangun kan rasa yang telah lama Nabila tahan .
" Kau tida memakai bra ?" Bisik Aldrich nakal .
Nabila pun hanya mengaguk , mata nya sudah terlihat sayu , tertutup kabut gairah .
Aldrich mulai menanggal kan bathrobe yang menutupi tubuh atletis nya , telihat roti sobek yang begitu sexy hingga tangan Nabila tak bisa lagi untuk tidak menyentuh nya .
" Kau suka baby ?" Lirih Aldrich .
Dengan cepat Aldeich menatik gaun tidur Nabila , hingga membuat nya sobek .
-sssrrreeettt..
" Sayang bisa kah kamu lebih santai " Lirih Nabila .
" Tidak bisa !" Ujar Aldrich , tangan nya menatik kain terakhir yang berada di tubuh Nabila.
- Cupp..
Sebelum benar-benar membenam kan milik nya , Aldrich terlebih duku mencium bibir Nabila .
" Jangan berteriak ! " Lirih Aldrich dengan senyum Nakal .
" Aku tidak janji " Cicit Nabila .
SAMPAI SINI DULU YA GUYS ๐
TBC๐๐๐๐
...๐๐๐๐๐...
JANGAN LUPA LOVE NYA LOH ..!!