
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit lambat karena macet,kini Nabila dan Aldrich pun telah sampai di halaman rumah yang sangat besar, luas dan mewah.
Mata Nabila membulat sempurna kala meliha rumah yang terlihat seperti istana di negeri dongeng yang ia lihat di film CINDERELLA.
"Panggil aku Aldrich!" Titah nya sebelum mereka keluar dari dalam mobil.
"Tapi tuan!"
"Tidak ada tapi-tapian,bersikap lah layak nya kekasih sesungguh nya,kalau saja nanti mereka menanyakan berapa lama hubungan kita jawab saja baru berjalan dua bulan!" Jelas nya serius kepada Nabila.
OH NAMA OM INI ALDRICH TOH.Seru nya dalam hati.
Nabila pun menganggukan kepala,gadis itu terlihat beberapa kali menghela nafas kala rasa gugup itu datang.
"Tunggu dulu,jangan membuka pintu,biar aku yang membukakan!" Tegas nya kepada Nabila, lelaki itu mulai membuka pintu dengan langkah sedikit berlari untuk membuka kan pintu untuk Nabila.
Nabila pun memulai akting nya,ia terlihat tersenyum manis kepada Aldrich.
"Terimakasih." Nabila tersenyum.
"Sama-sama." Senyum dusta itu pun memenuhi raut wajah mereka berdua.
Langkah mereka berdua pun terus berjalan hingga memasuki rumah mewah milik kedua orang tua Aldrich.
Manik Nabila meneliti sekitar,rumah dengan segala kemewahan di dalam nya,sudah sangat jelas,laki-laki itu bukanlah pria sembarangan.
Kaki Nabila dan Aldrich pun terus melangkah menyusuri setiap ruangan,hingga kaki pria itu terhenti di salah satu ruang keluarga yang sangat luas.
Mata Nabila melihat ada beberapa sofa dan satu meja makan berukuran besar nan mewah.
Terlihat sudah ada dua lansia yang kini tengah duduk di meja makan dengan segala hidangan di hadapan nya.
"Mami,Papi?!" Sapa Aldrich kepada kedua orang tua nya yang sejak dari tadi menunggu ke datangan Aldrich dan Nabila."Kenal kan,ini Nabila kekasih yang Adrich maksud!!" Jelas nya.
"Baik,duduklah Al! ajak juga kekasih mu." Titah lelaki tua yang sedang duduk di kursi makan, tanpa senyum atau sapaan ke pada Nabila.
Aldrich pun mempersilah kan Nabila duduk,ia sedikit menarik kursi yang akan Nabila duduki, lalu ia menyusul duduk di sebelah nya.
Nabila pun tersenyum kepada dua orang yang kini tengah berada di hadapan nya itu , namun nahas tak ada sambutan hangat dari raut wajah ke dua orang yang sudah cukup berumur itu.
"Siapa tadi nama mu?" Tanya Bayu , wajah nya masih tanpa ekspresi.
"Nama saya Nabila Adriana tuan." Jawab Nabila singkat namun tetap terdengar ramah.
"Kamu kerja apa?" Tanya ibu-ibu yang sudah berumur itu.
"Saya hanya pelayan di salah satu cafe nyonya!" Jawab nya jujur,Aldrich terkejut dengan ke jujuran Nabila , namun ia berusaha tetap tenang dan diam.
"Pelayan?" Wanita itu terkejut,mata nya sudah membulat sempurna." Al bagai mana bisa kau mencintai wanita dengan profesi setara dengan Lastri!" Tanya nya kepada putra tunggal nya penuh penekanan.
"Cinta nggak mandang kasta mam!" Jelas Aldrich.
"mami yakin,dia cuma mau uang kamu!" Hina nya kepada Nabila.
"Nabila tidak seperti itu mih!" Aldrich membela.
"Tapi tetap saja,Sarah jauh lebih di atas dari pada pacar kamu ini,kamu rela menolak gadis mapan seperti Sarah,demi seorang pelayan Al?!" Nyonya besar rumah itu sudah terlihat sangat emosi.
"Mam sudahlah,ini pilihan Aldrich,biarkan saja! dari pada anak mu melajang sampai tua,umur nya sudah tiga puluh tahun." Cicit pria yang bersetatus sebagai suaminya itu.
–Brugg...
Sinta menggebrag meja yang berada di hadapan nya.
"Anak sama bapak ko kelakuan nya sama,pokok nya mami tetep ga setuju ya pih,mami tetap mau Sarah yang jadi menantu di rumah ini." Pekik nya kepada Bayu ,lalu meninggal kan ruangan tersebut .
Nabila pun hanya tertunduk ketika mendapat cecaran kasar dari wanita tua itu.
" Sudah tidak usah di pikir kan.Al ajak kekasih mu makan!" Titah nya kepada Aldrich.
"Tidak usah tuan,saya pulang saja." Tolak Nabila dengan senyum ramah nya.
Dua laki-laki yang berada tengah duduk dengan meja yang sama kini telah menatap Nabila secara bersamaan.
"Tidak usah Al,aku mau pulang saja." Nabila tersenyum kembali kepada Aldrich.
"Maaf kan sikap istriku,sebenar nya dia baik, hanya saja ia sedikit kecewa ketika Aldrich menolak perjodohan dengan anak teman nya!" Jelas Bayu kepada Nabila .
"Tidak tuan,yang di katakan nyonya memang benar,seorang pelayan tidak cocok bersanding dengan seorang pangeran." Sahut Nabila.
"Berapa umur mu?" Bayu pun mengalih kan topik pembicaraan.
"Usia saya delapan belas tahun tuan." Jelas nya.
"Oh masih muda,kenapa kamu sudah berkerja? bukankah anak se-usia mu masih senang bermain?!" Tanya Bayu kembali , melihat perbincangan ayah dan pacar sewaan nya, Aldrich hanya terdiam.
"Ayah saya sudah meninggal tuan,saya juga mempunyai dua adik yang masih sekolah,jadi harapan satu-satu nya ibu saya ya saya sendiri." Gadis itu pun tetap tersenyum walau sudah mendapat kan hinaan dari sang nyonya rumah.
Bayu pun mengangguk paham dengan pernyataan gadis belia yang sedang berada duduk di hadapan nya,entah mengapa Bayu merasa gadis ini cocok untuk putra nya Aldrich, walaupun usia mereka terpaut jauh.
"Kenapa kamu mencintai anak saya?" Cecar nya terus menerus kepada Nabila.
Nabila pun terdiam sesaat,tatapan nya menatap Aldrich yang juga tengah menatap nya, sehingga pandang mereka pun bertemu.
"Karena kami saling mencintai pih!" Jelas Aldrich santai,namun membuat jantung Nabila hampir terlepas.
"Pilih Sarah Atau dia Al?" Akhir nya Bayu meng introgasi putra nya.
"Al pilih Nabila pah titik!" Sikap Al berpura-pura tegas.
"Baiklah,papi tunggu hubungan kalian ke jenjang selanjut nya."Jelas Bayu.
–Deg..
MAKSUD OM INI APA .Gumam nya dalam hati.
"Pih Al belum siap nikah untuk waktu dekat!" Elak Aldrich dengan pernyataan ayah nya.
"Oke,kalau begitu papi gak tanggung jawab kalo mami kamu tetap kekeuh jodohin kamu sama Sarah!" Cicit Bayu.
"Pih!" Pekit Aldrich kepada ayah nya.
"Al,papih sudah tua,papi mau liat cucu papi sebelum papi meninggal nanti Al."Jelas nya dengan penuh penekanan.
Aldrich dan Nabila pun hanya terdiam , mereka merasa terjebak dengan perjanjian yang mereka buat sendiri.
"Nabila,apa kau benar-benar mencintai anak saya?" .
Nabila pun terdiam,ia menatap bingung pria paruh baya itu dengan tatapan tampa arti.
"Sa-sa saya!" Perkataan nya terhenti kala suara Aldrich mendahului pernyataan nya.
"Jelas dia cinta sama Al pih! dia wanita baik,dia satu-satu nya wanita yang tidak pernah melihat Aldrich itu siapa,dia ga peduli dengan uang yang Aldrich punya,Nabila juga tak pernah meminta uang Al hanya untuk kesenangan nya semata."Dustanya kepada Bayu.
Beberapa saat Bayu menatap manik Aldrich putra nya,dengan tatapan tajam.
" Baiklah,kau boleh mengantar kekasih mu ini pulang!"Jelas Bayu kepada Aldrich.
Aldrich pun menggerakan kepala nya ke atas dan ke bawah,senyum nya sedikit terukir,ia pun beranjak dari duduk nya bersamaan dengan Nabila.
"Tuan terimakasih,saya pamit pulang!" Nabila menundukan kepala nya,dengan bibir yang terus tersenyum ramah kepada Bayu.
"Silahkan!" Jawab nya sambil menjulur kan tangan lalu membalas senyum manis dari gadis yang tengah berdiri di hadapan nya.
...TBC....
...Jangan lupa Like , Vote & comment.👋...
...Jangan lupa gifh nya juga biar makin semangat....
...Dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author ☺...
...Love you🍅 gengs🎉...