
Setelah selesai memgikuti perlajaran .
Akhir nya pada pukul tiga sore Nabila pun beranjak , keluar dari gedung bertingkat tempat nya menimba ilmu saat ini .
Tangan nya melambai , ketika terlihat dari ke jauhan taxi yang terus melaju perlahan .
" Taxi !"Panggil Nabila sedikit berteriak , ketika ia ingin memberhentikan salah satun transportasi umum .
Taxi yang Nabila panggil pun berhenti tepat di hadapan nya .
-Brugg..
" Pa ke cafe D'green ya " Kata Nabila lalu di angguki oleh supir taxi yang sudah sedikit berumur.
Taxi yang Nabila tumpangil perlahan melaju .
Menyusuri jalan kota di sore hari , pandangan mata nya terus melihat ke arah luar , meneliti setiap taman kota yang di penuhi muda-mudi penikmat senja.
Setengah jam perjalanan , akhir nya taxi yang Nabila tumpangi terhenti di depan salah satu cafe yang familiar bagi nya .
-Tring..
Suara lonceng pun berbunyi ketika pintu masuk cafe terbuka .
" Nabila !" Panggil Indri sedikit berteriak , lalu berjalan ke arah nya.
" Apa kabar kalian ? cafe kok sepi ?!" Tanya Nabila .
" Gua baik , tadi rame nya jam makan siang sama ntar sorean dikit " Jawab Indri .
" Rio sama Nurul mana ?!" Tanya Nabila .
" Ada di belakang , lagi beresin gelas-gelas bersih " Ujar Indri kembali .
Wajah Indri pun berbinar , ketika mendapat Nabila mengunjungi teman-teman seperjuangan nya .
Seakan tidak mau berpisah lebih cepat , Indri terus melilit lengan Nabila dengan jemari tangan nya .
" Nurul , Rio , ada Nabila nih woy !!" Teriak Indri.
Tidak lama setelah Indri memanggil keduanya , pintu ruangan belakanv pun terbuka .
" Ya ampun temen bohay gw " Teriak Nurul sambil berlari menghampiri Nabila .
" Ehhh ada cewe cantik dateng nih " Timpa Rio dengan senyum penuh ejekan .
" Kalian itu jahat banget sampe gak mau bikin gw minum " Ujar Nabila .
" Sorry ,sorry ! gw lupa saking seneng nya lo kesini " Jelas Nurul .
" Minum apa loh ? kalo sama lo harga nya khusu ya ?! lebih mahal " Sahut Rio.
" Bikinin gw iced coffe jelly Yo " Cicit Nabila .
Rio pun menganggukan kepala , senyum nya terukir indah , kala mantan pujaan hati nya datang .
Walau pun Nabila tidak pernah tahu perasaan nya , Namun tidak bisa di pungkiri , bahwa Nabila pernah merasakan perlakuan istimewa dari teman kerja nya dulu .
" Eh , gw denger lo keguguran anak pertama lo Bil ?" Tanya Indri .
" Oh ya ? denger dari siapa ?" Tanya Nabila .
" Ya dari UpdateNew lah , lo tuh udah terkenal sejak acara nikah lo di siarin di setiap televisi " Sahut Nurul .
Nabila sedikit mengulum senyum kepada teman nya seraya berkata.
" Ya , kalian tau sendiri ! gw kalo mau datang bulan , perut gw sakit " Kata Nabila terhenti.
" Anak gw gak kuat , ketika gw minum pelancar haid , gw nyesel kenapa gw gak sadar " Jelas Nabila kembali .
" Yang sabar ya Bil " Nurul dan Indri pun memeluk Nabila bersamaan .
" Yaelah , gw kan mau peluk juga !!" Cicit Rio .
" Jangan Yo ! laki gw ambekan " Ujar Nabila sambil terkekeuh .
" Kita duduk di kursi sana yah " Tunjuk Indri pada kusri di dekat kaca besar yang menjadi batas antara cafe dan jalanan kota .
" Kalian duluan aja , nanti gw nyusul " Kata Nabila .
" Oke cepetan Yo ! mumpung masih sepi " Jelas Nurul .
" Iya,iya pada bawel banget "Sahut Rio.
-Tring..
Suara lonceng kembali berbunyi .
Seorang pria berperawakan tinggi ,memasuki cafe , dengan setelan jas hitam yang melekan di tubuh nya .
" Nabila ni minuman lo" Ujar Rio sambil memberi kan minuman Nabila.
" Gw gak pake float Yo".
Tangan Nabila menerima minuman favorite nya , ketika ia berbalik arah .
Alangkah terkejut nya ketika ia menabrak seseorang yang tampa Nabila sadari sudah berdiri di belakang nya .
"Nabila awas !!" Pekik Rio dengan tangan yang terulur , mencoba menahan .
-Brukkkhh..
Nabila menabra dada pria itu lalu menumpah kan minuman di jas milik pria jangkung tersebut .
Kedua teman wanita yang kini sedang duduk pun langsung berdiri .
Dengan tangan yang menutupi mulut yang sudah terbuka dan mata yang sudah membulat sempurna.
" Ya ampun ! tuan maaf kan saya "Ujar Nabila ketika melihat jas yang pria itu kenakan kotor dan basah .
Tatapan mata nya terlihat lebih tajam , pria itu hanya terdiam dengan raut wajah tampa ekspresi .
Awal nya sangat jelas terlihat , bahwa pria di hadapn Nabila memarcar kan amarah .
Namun raut wajah nya seketika berubah ketika Nabila mendongkak lalu mempertenukan tatapan mereka.
-Degg..
WANITA CANTIK INI ISTRI NYA ALDRICH ?!.Gumam nya .
" Tuan tolong maaf kan kelalaian saya " Panik Nabila .Tangan nya terus menyentuh jas di bagian dada yang terkena float dari minuman nya .
" It'oke..It's oke " Sahut nya ramah .
" Tapi jas anda kotor tuan " Sahut Nabila .
" Ah ini bukan masalah serius , ayolah " Ujar nya dengan senyum ramah .
" Apa nona istri tuan Aldrich ?" Tanya nya .
" Ah iya , anda siapa ? kenapa anda tahu tentang suami saya " Tanya Nabila .
" Dulu Aldrich teman SMA saya , bisa di katakan sahabat . Namun sudah lama tidak pernah bertemu kembali dengan nya " Ujar nya .
Pria itu tersenyum kepada Nabila , uluran tangan pun Nabila dapat kan langsung di hadapan nya .
" Raynan " Kata pria yang tidak kalah tampan dari Aldrich .
Sesaat Nabila terdiam , manik nya terus menatap telapak tangan yang terus mengulur pada dirinya .
" Nona ?" .
" Emm saya Nabila tuan " Jawab Nabila dengan senyum , uluran tangan itu ia terima dengan sambutan hangat .
" Jangan panggil tuan , panggil Raynan saja " Pinta pria tersebut.
Nabila mengangguk ,pautan tangan Nabila dan Rayna pun telepas , seketika Nabila pun mengundur kan diri .
Lalu beranjak pergi menjauh dan mendekati Nurul dan Indri yang kini sedang berdiri dengan wajah cemas .
" Lo mau gw bikini lagi minum nya ?" Tanya Indri .
" Gak usah , ayok duduk aja kita ghibah dulu bentar " Cicit Nabia dengab senyum jahil di bicir nya .
" Mmmmm , jadi gimana ? udah promil lagi belum ?" Tanya Nurul.
" Belum , gw masih konsumsi pill kb sampai dua bulan kedepan " Jelas Nabila .
" Emang suami lo gak ngelarang kalau lo minum penunda kehamilan ?" Tanya Nurul kembali .
" Kaya nya engga , toh cuma tiga bulan " Ujar Nabila.
Waktu pun terus berjalan cepat , kini jam sudah menunjukan pukul tujuh malam , jam di mana Aldrich seharus nya sudah berada di rumah .
Dengan pekerjaan yang tidak bisa di tunda , Indri dan Nurul pun terus hilir mudik , melayani para pelanggan lalu kembali duduk bersma Nabila.
Senyum dan gelak tawa pun Nabila pancar kan bersama teman-teman nya.
Hingga ia lupa bahwa seharus nya saat ini dia sudah berada di rumah bersama suami tercinta nya .
Mode shilent pun belum Nabila ubah sedari ia keluar dari kampus .
Panggilan-demi panggilan pun terlihat masuk , namun Nabila tidak menyadari nya ketika ponsel yang terletak di meja dengan posisi layar menghadap ke bawah .
TBC ππππ
...πΌπΌπΌπΌπΌ...
Jangan lupa tinggalkan jejak seperti hadiah , lile ,komen dan vote .
Jangan malas buat nge vote sama like ya , biar Author juga ga males up tiap harinyaππ.
SUN JAUH DARI AUTHOR ππ.