
Sementara itu di MAHARDIKA GROUP , Aldrich yang tengah sibuk dengan tumpukan map berwarna coklat berisikan berkah-berkas kontrak bisnis di atas meja nya .
Setelah kembali dari cafe di mana tempat Nabila berkerja , mood nya menjadi kurang baik , sebenar nya ini bukan masalah ketika gadis itu tidak membalas pesan nya , atau hanya sekedar tersenyum kepada seorang pelanggan lain.
Ketika Aldrich sedang kalut dengan pikiran nya , tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk.
Tok..
Tok..
"Masuk" Titah Aldrich , namun tak memgalih kan padangan sedikit pun .
" Al " Panggil seorang wanita yang sedang berjalan ke arah nya.
Aldrich pun melirik ke arah suara , raut wajah nya tanpa ekspresi.
" Ghina " Suara nya pelan.
" Apa kabar ?" Tanya nya kepada Aldrich.
" Seperti yang kau lihat , aku baik sejak saat kau memilih pergi meninggal kan ku demi sebuah karier" Jelas Aldrich.
" Sekarang aku kembali , apa kau tidak merindukan diriku Al ?"Langkah nya terus mendekat ke arah meja di mana Aldrich berada.
" Tidak aku sudah mempunyai kekasih " Jawab nya santai sambil tersenyum kecut kepada wanita itu.
" Siapa dia ? apa dia jalang mu juga ?" Tanya nya kembali dengan raut wajah meledek.
" Tentu saja bukan , dia gadis baik-baik tidak seperti mu ! " Jelas nya dengan seringai Iblis.
" Oh ya , siapa dia ? aku tak yakin dia bisa memuas kan mu" Wanita itu kini sudah duduk di pangkuan Aldrich.
" Nanti kau akan tahu sendiri " Jelas Aldrich , ia pun membiar kan Ghina duduk di atas pangkuan nya.
Creekk..
Pintu ruangan kembali terbuka secara tiba-tiba.
" Al , mami datang bawa Sarah sayang !" Wanita itu muncul di balik pintu bersama calon menantu pilihan nya.
Aldrich melihat ke arah pintu , sudah ada dua wanita yang sedang memperhatikan nya saat ini.
" Ghina ?!" Sinta terkejut ketika ia melihat Aldrich memangku mantan kekasih nya.
" Hallo tante apa kabar ?" Ghina pun turun dari pangkuan Aldrich , kaki nya berjalan menuju Sinta dengan uluran tangan.
" Untuk apa kau kemari ?" Cecar Sinta dengan tatapan sinis, Sinta tidak membalas uluran tangan Ghina.
" Santai saja tante , saya tidak akan membuat keributan, " Ghina tersenyum santai, lalu menarik kembali tangan yang sudah di abaikan itu." Al ? apakah dia kekasih yang kau maksud " Ghina menunjuk seorang wanita yang hanya terdiam.
" IYA "....." BUKAN " Jawab Aldrich dan sang ibu bersamaan .
" Waw kalian kompak sekali " Ghina pun tersenyum sinis.
" Sebaiknya kau keluar Ghina !" Titah Aldrich.
" Baiklah , kurasa sudah cukup lepas rindu nya sayang .Sampai ketemu esok hari ," Ghina pun melangkah kan kaki nya keluar.
Setelah Ghina melangkah kan kaki keluar ,lalu pintu ruangan Aldrich tertutup kembali , ia kembali duduk dengan jemari memijat kening nya.
" Sarah silah kan duduk dulu , maafkan kekacauan ini, " Jelas Sinta.
" Tidak apa-apa tante, " Jawab nya ramah.
Aldrich yang melihat ke dua prempuan yang kini sedang berbincang pun hanya tersenyum kecut.
" Al simpan dulu kerjaan nya , disini ada Sarah " Titah nya dengan suara lembut kepada putra semata wayang nya.
" Mih Al sibuk !" Aldrich enggan melihat wanita yang di bawa ibu nya saat ini.
" Antar kan Sarah pulang dulu Al ! " cicit Sinta.
" Kenapa harus Al ? di luar ada Feri ,suruh saja dia ! " Jelas Aldrich , ia terus bersikap dingin kepada kedua nya.
" Al , bukan nya kita sudah harus memulai semuanya perlahan ?" Tanya Sarah kepada Aldrich.
" Aku tidak bisa , " Tegas nya.
" Tapi kenapa Al , aku sudah berusaha membuat mu nyaman padaku ?"Pekik Sarah.
" Aku tidak bisa ! " Tegas Aldrich kembali.
" Apa karena wanita kampungan yang tante katakan ?" Cecar Sarah , mata nya sudah sedikit memerah .
" Tidak juga, " Aldrich masih terlihat biasa saja.
" Lalu apa?" Tanya Sarah dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis yang akan keluar.
" Baiklah aku akan mengantar mu pulang ," Aldrich pun beranjak dari duduk nya , ia meninggal kan pekerjaan yang masih menumpuk di atas meja , lalu mulai berjalan ke arah pintu, meninggal kan dua wanita yang sedang berada di ruangan nya.
" Sarah , ayo susul Aldrich !!" Titah Sinta sambil mendorong bahu prempuan cantik pilihan nya.
Sarah pun beranjak pergi , tangan nya menarik knop pintu yang akan menutup , kaki nya terus berlari menyusul Aldrich yang sudah terlebih dulu meninggal kan nya.
Feri yang sedari tadi hanya duduk di meja nya , ia hanya memperhatikan Aldrich yang selalu menjadi rebutan para kaum hawa.
Ia hanya menatap punggung sahabat nya yang kini tengah di kejar oleh seorang wanita yang di bawakan ibu nya.
" Al , tunggu aku " Teriak nya ketika pintu Lift sudah terbuka.
Langkah kaki Sarah pun terus berlari hingga akhir nya kini ia sudah berada di dalam lift bersama Aldrich.
Setelah beberapa detik berada di dalam lift , akhir nya Aldrich pun berjalan ke arah luar dengan Sarah yang berjalan mengekor di belakang nya.
" Apa kamu ga mau membuka kan pintu untuk calon istri mu Al ?" Sarah pun tersenyum kepada Aldrich.
Aldrich pun tetap mengabaikan wanita itu , ia tetap masuk ke dalam mobil tanpa membuka kan pintu untuk Sarah.
Sarah pun menghembus kan nafas nya secara kasar , dengan mata yang mendelik , karena kesal.
Setelah Sarah memasuki mobil , Aldrich pun mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
" Pelan-pelan Al , aku takut !" Jelas nya kepada Aldrich .
" Aku harus cepat kembali , pekerjaan ku banyak !" Sahut Aldrich.
" Iya tapi kumohon, " Sarah pun memohon agar Aldrich memelan kan laju mobil nya.
" Sudah ku bilang bukan? aku sedang banyak pekerjaan !" Jelas nya , hawa dingin pun menyeruak di dalam mobil karena sikap Aldrich.
Sarah pun hanya terdiam , ia pasrah saja ketika Aldrich melajukan mobil dengan kecepatan tinggi .
Hingga setelah setengah jam Aldrich mengemudi , akhir nya mobil mewah milik Aldrich sudah terparkir di halaman rumah mewah yang tak kalah mewah dari rumah nya.
" Al ? " Belum selesai ia berbicara.
" Turun !!" Titah Aldrich.
" Akan ku buat kan kopi ?" Tawar Sarah .
" TURUN !" Suara bariton itu sedikit meninggi , Aldrich menatap Sarah dingin tanpa ekspresi.
Sarah pun menghela nafas nya dengan kasar.
" Baiklah terimakasih " Sarah pun mulai menuruni mobil.
Tidak ada jawaban atau hanya sekedar tersenyum ramah dari Aldrich , ia hanya fokus menatap kedepan tanpa menghiraukan Sarah.
Setelah Sarah benar-benar turun dari mobil nya , Aldrich pun mulai memudur kan mobil , lalu menjalan kan kembali ke jalan utama.
Beberapa saat Aldrich melewati ke padatan jalanan kota , akhir nya mobil pria tampan itu pun sudah terparkir kembali di parkiran perusahaan nya.
Langkah nya sedikit cepat , menuju ruangan nya kembali.
" Mamih ?! " Pekik Aldrich ketika ia membuka pintu masih mendapat kan sang ibu masih berada duduk di sana , dengan majalah di tangan nya.
" Apa kamu mengantar nya sampai rumah ?" Selidik Sinta , tanpa mengalih kan pandangan nya
" Memang nya aku pria macam apa yang menurun kan seseorang seorang wanita di tengah jalan ?" Cecar nya .
" Bagus lah ,kau memang pria baik-baik , jadi istri mu juga harus dari keluarga yang baik,"Jelas Sinta yang kini sedang bertatap muka dengan putra nya.
Aldrich tidak menjawab , ia hanya kembali membaca setiap lembar kertas yang berada di atas meja nya.
" Tinggal kan pelayan itu !" Tiba-tiba saja Sinta berkata seperti itu.
" Aku akan meninggal kan nya mih ," Sahut nya santai.
" Bagusnlah mamih lega kamu sadar sayang " Cicit Sinta.
" Kalau mamih tidak jadi menjodoh kan ku dengan anak teman mamih itu !"Tegas Aldrich kembali.
" Al , berapa kali mami bilang , sarah itu prempuan baik-baik !" Pekik nya kepada sang putra yang menurut nya keras kepala.
"Al belum mau menikah mih , mengertilah !" Aldrich pun menatap Sinta dengan tatapan sendu.
" Mamih cape berdebat sama kamu , mamih pulang dulu, " Jelas nya jutek , ia pun mengambil tas bermerk milik nya , lalu mulai menyentuh knop pintu dan keluar.
" Hah ! mamih kenapa sih ?! " Aldrich pun membuang nafas nya kasar , jemari nya kembali memijat kening nya yang terasa sedikit pusing.
Ting..
Tiba-tiba saja suara pesan masuk membuyar kan lamunan Aldrich.
...📱GADIS CEREWET...
💌.Terimakasih tuan , uang nya sudah saya terima , apakah ini tidak salah ? kenapa nominal nya banyak sekali ? bukan kan perjanjian nya hanya sepuluh juta ? tapi anda mengirim nya tiga puluh.
" Dasar gadis bawel , tidak bisa kan dia menanyakan nya satu persatu " Gumam nya lalu ia tersenyum kepada layar ponsel yang berada di hadapan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC🍀🍀🍀
JANGAN LUPA LIKE ,COMMENT & VOTE.
Dukungan dari kalian sangat berarti untuk Author .
💛U🍅 Gengs.🤗