
...-SAYA NIKAH DAN KAWIN KAN , ANDA MICHAEL FERI ALEXANDER DENGAN PUTRI SAYA MARSHA INDRIA DENGAN MAS KAWIN SATU MOBIL LAND RANGE ROVER DI BAYAR TUNAI -...
...-SAYA TERIMA , NIKAH DAN KAWIN NYA MARSHA INDRIA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT TUNAI -...
" Bagai mana saksi ?" Tanya penghulu .
Sahh..
Sahh..
" Alhamdulilah ,"Gemuruh ucapan rasa syukur pun terdengar menggema di dalam ruang keluarga yang saat ini di jadi kan tempat untuk ijab kobul.
Acara akad nikah pun berjalan sangat lancar .
Tidak ada dekorasi , baju pengantin dan tamu undangan .
Hanya di hadiri orang tua Indri dan satu asisten pribadi Feri yaitu Sandi .
Kedua mempelai bahkan hanya menggenakan kemeja putih dan bawahan hitam.
Kemewahan bukan masalah bagi Feri , pria itu bisa menggelar nya di suatu hari nanti , begitu pun dengan Indri , walau pun Feri berbohong kepada keluarga Indri hanya untuk melamar nya , Indri berusaha menerima niat serius dari pria yang kini duduk di sebelah nya.
Banyak yang ingin Indri tanya kan , kenapa orang tua Feri tidak hadir ? kenapa hanya memanggil seorang pegawai kepercayaan nya ? dan kenapa ia mampu memberi nya mahar berupa mobil mewah ? bukan kah Feri hanya seorang asisten dari Aldrich ?!
Indri pun menoleh ke arah Feri yang saat ini sedang tersenyum pada dirinya , sungguh pemandangan yang baru saja ia lihat .
" Kalo senyum ganteng nya pake banget ," Pikir Indri seraya membalas senyumam pria yang saat ini sudah menjadi suami nya .
Indri mencium tangan Feri , begitu pun Feri yang lansung mencium kening Indri.
" Kamu sekarang sudah menjadi menantu papah , suami dari putri sulung ku , aku serah kan dia kepada dirimu , perlakukan dia dengan baik , dan sayangilah dia karena saya tidak pernah melimpah kan kasih sayang kepada nya,"Kata Bima kepada Feri yang sedang mencium punggung tangan nya .
" Feri akan memperlakukan Indri layang nya seorang raja kepada ratu , terimakasih papah sudah merestui ku untuk bisa menikahi putri canti mu ," Sahut Feri .
" Marsha Indria , putri cantik mamah , selamat menempuh hidup baru sayang , maafin mamah yang tidak pernah memperhatikan mu , jadilah istri yang patuh , turuti semua printah nya ," Tutur Arini dengan isak tangis .
" Maafin Indri juga kalo banyak salah sama mamah , maaf udah pernah menjadi anak pembangkang , doain Indri supaya bisa menjadi istri dan ibu yang baik di suatu saat nanti ," Indri pun menangis , suasana ini sangat menyentuh hati nya walau pun ia menikah dengan pria yang sama sekali tidak di cintai nya .
" Hidangan nya sudah siap , ayo makan dulu ," Jelas Vira kepada semua orang yang berada di ruangan .
" Mau makan apa ? biar aku ambilkan ," Tanya Indri kepada Feri .
" Aku akan makan apa yang istriku siapkan , tentu nya di piring yang sama ," Jelas Feri , pria itu kembali tersenyum sampai membuat Indri kembali salah tingkah .
Indri pun lansung beranjak , melangkah ke arah meja yang sudah tersedia banyak sekali makanan .
Tangan Indri mulai membawa piring berukuran besar , lalu mulai mengisi nya dengan nasi dan beberapa lauk .
" Makanlah terlebih dulu , aku ambil minum sama buah dulu ," Indri menyerah kan piring berisi nasi dan berbagai macam lauk , lalu kembali ke arah meja .
" Pakai piring Dri ," Vira memberikan satu piring berukuran kecil .
" Makasih bunda ," Ucap Indri hingga membuat Vira yang sedang menggendong Vania terkejut.
" Vania turun , bunda nya berat ," Jelas Indri kepada adik kecil nya .
Vira hanya tersenyum penuh haru , setelah sekian lama akhir nya Indri menerima dirinya dan Vania , awal yang baik untuk kembali membangun komunikasi satu sama lain , agar tidak terjadi ke salah pahaman lagi.
" Maafin Indri ya bunda , selalu bilang kalo bunda perebut suami orang ," Kata Indri sambil menatap Vira .
" Yang lalu biarlah berlalu ," Jawab Vira , sambil mengusap pipi Indri lembut . " Cepat , suami mu sudah menunggu ," Jelas Vira kembali sambil menunjuk ke arah Feri yang masih belum memakan nasi nya .
" Malah main hape ," Cicit Indri sambil berjalan ke arah Feri .
" Ko belum di makan ?" Tanya Indri .
Mendengar suara Indri , Feri lansung meletakan ponsel nya .
" Suapin dong !!" Kata Feri , pria itu terus menatap Indri dengan bibir yang selalu tersenyum .
" Kulkas dua pintu berubah jadi dispenser ini mah ," Cicit Indri pada Feri .
Suapan - demi suapan pun terus Indri lakukan , sampai piring yang yang tadi berisi penuh sekarang sudah kosong .
" Mau nambah ?"Tanya Indri .
" Nambah nya nanti aja di kamar ," Jelas Feri .
Indri pun hanya mendelikan mata nya ketika mendengar pernyataan Feri .
Sedikit banyak ia tahu maksud Feri kemana , walaupun jomblo nya hampir se umur hidup , tapi ia tetaplah gadis dewasa yang sudah mengerti semua tentang dunia sehabis pernikahan .
Dengan cepat Indri lansung membawa piring kotor nya ke dapur , meninggal kan Feri bersama ayah nya .
" Saya hanya pemilik saham kecil-kecilan pah,"Sahut Feri .
" Pengusaha ?" Tanya Fatih .
" Ya sekaligus asisten ," Sahut Feri kembali .
" Setelah ini saya mau minta izin untuk bawa Indri pah , banyak kerjaan yang belum ke urus ," Jelas Feri kepada Bima dan Fatih .
" Dia sudah ke wajiban mu , tapi jagalah amanah papah baik-baik ," Pinta Bima lalu di angguki Feri .
Setelah cukup lama asik mengobrol dengan keluarga Indri , akhir nya ia pun meminta izin untuk menyusul istrinya yang sudah terlihat memasuki kamar .
Tok..
Tok..
-Ceklek..
Perlahan Feri mebuka pintun, mata nya menatap Indri yang sedang merapih kan pakaia untu ia bawa kedalam koper.
" Ngapain ?" Tanya Feri .
" Beresin baju yang mau di bawa ," Sahut Indri yang hanya melirik Feri sebentar lalu kembali pokus pada pakaian nya .
" Nggak usah bawa baju , aku belikan semua yang baru sayang ," Jelas Feri .
Indri pun lansung terdiam , bukan perkara pakaian baru untuk nya , namun kata sayang dari Feri yang baru pertama kali ia dengar ,hingga mampu membuat jantung nya berdetak lebih kencang .
Tangan nya mulai memeluk Indri dari belakang lalu menempel kan bibir nya di telinga Indri dan berbisik.
" Kenapa hemm ?" Feri bertanya pas di daun telingan Indri , sampai membuat sampemilik memejam kan mata nya kerena geli.
" FERI !!" Cicit Indri .
" Apa sayang ? apa kita start dari sekarang ?!"Bisik Feri kembali .
"MICHAEL FERI ALEXANDER !! "Ucap Indri sedilit berteriak ketika Feri terus bermain di telinga nya . "
-Cupp..
Feri mencium pipi Indri tiba-tiba , lalu meleoas kan pelukan nya pada Indri .
" Oke , kelinci nya masih jadi singa betina ," Tutur Aldrich , lalu ia berjalan menjauh dari Indri menuju ranjang milik istrinya .
"Main nyosor aja ish !!" Kata Indri sedikit merengek , lalu mengusap bekas bibir Feri dengan raut wajah yang terlihat jijik .
-Brughh..
Feri melempar kan tubuh nya di atas ranjang empuk berukuran besar , dengan seprai berwarna pink .
" Indri , kita harus mencoba nya di sini !" Cicit Feri kembali sambil menepuk-nepuk kasur nya .
-Brukkk..
Indri melempar Feri dengan sendal kelinci yang sedang di kenakan nya .
" Kamu berubah sekarang !!" Jelas Indri sembari mendengus kesal .
" Ini sifat asliku sayang , yang kemarin hanya topeng saja ," Sahut Feri .
" Nggak , kamu jadi mesum ! aku mah dua puluh satu tahun jomblo , masih polos belum ngerti apa-apa ," Kata Indri.
" Aku ajarin nanti , sambil nonton bareng ,"
-Brukk..
Indri kembali melempar sendal satu nya lagi kepada Feri .
" Stoppp , telinga aku sakit mendengar kata mesum kamu ," Rengek Indri .
" Pikiran kamu yang mesum , orang aku mau ngajak nonton marsha and the bear ko ," Sahut Feri sambil terkekeh geli .
" Ish" Bibir Indri pun terabgkat dengan mata yang mendelik .
Tolong selamat kan aku dari hewan buas itu.Gumam Indri seraya menggigit bibir bawah nta .
TBC🍀🍀🍀
AYO DONG !! LIKE SAMA VOTE NYA , AUTHOR UDAH CRAZY UP INI 🥴