STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 73



Sore hari nya tepat pukul empat sore ,Indri sudah berada di rumah besar yang saat ini sahabat nya tinggali bersama keluarga besar nya .


Kini Indri tengah duduk di sofa mewah ruang tamu , beberapa kue kering dan teh panas pun telah di sajikan oleh para asisten yang bekerja di rumah tersebut.


" Indri ," Panggil Nabila , wanita ibu anak satu itu kini tengah berjalan ke arah nya dengan dress rumahan namun terlihat sangat cantik .


" Eh Nabila ," Kedua nya saling tersenyum , lalu saling memeluk ketika kedua nya sudah berada di tempat yang sama .


" Gimana ? kamu mau kan jagain anak aku nanti Dri ?" Tanya Nabila sambil duduk di sebelah Indri penuh harap.


Gadis cantik sahabat dari Nabila pun hanya tersenyum , Indri belum berani menjawab nya sekarang .


" Suamimu mana Bil ?" Indri pun bertanya balik kepada Nabila , mencoba mengalih kan pembicaraan agar Nabila tidak cepat memudar kan raut wajah senang nya .


" Sebentar lagi turun , semenjak aku lahiran dia belum pergi ke kantor , dia kerja kan semua nya di rumah ," Jelas Nabila .


Tidak lama setelah Indri menanyakan Aldrich , pintu ruangan tempat Aldrich bekerja pun terbuka.


Orang yang pertama keluar bukanlah Aldrich , namun sosok pria berwajah datar dan dingin, siapa lagi kalau bukan asisten sekaligus sahabat nya yaitu Feri, lalu kemudia di susul Aldrich di belakang nya .


" Selamat sore tuan ," Indri berdiri ketika suami dari sahabat nya itu datang .


" Sore , silah kan duduk kembali ," Titah Aldrich kepada Indri .


" Jadi bagai mana soal penawaran saya dua hari yang lalu ?" Tanya Aldrich ramah setelah ia duduk di samping Nabila .


Indri pun mengangguk ketika Aldrich menanyakan hal yang sama , lalu dengan berat hati ia memberi jawaban nya saat ini juga .


" Pertama , terimakasih atas tawaran yang sangat berharga anda untuk saya , bukan nya saya tidak tau diri atau bagai mana , tapi saya tidak bisa menerima penawaran ini tuan maaf," Jelas Indri , mata nya terus tertuju pada Nabila yang kini menatap nya sendu .


" Dri kenapa ,?" Nabila terlihat kecewa dengan Indri , namun mata nya terus menatap mata Indri yang juga ada rasa kecewa dan kesedihan .


" Pertama aku tidak bisa mengurus bayi Bil , kedua dalam waktu dekat ini aku harus pulang ," Jelas nya lirih kepada Nabila .


Dua wanita yang terlihat saling memandang penuh kesedihan , Nabila mungkin sudah sangat berharap banyak kepada Indri , namun Indri juga tidak bisa menolak ke inginan sang ibu walau pun ini sangat berat bagi nya .


" Lo kenapa ?" Tanya Nabila kepada Indri .


" Gw gak kenapa-kenapa Bil , cuma di suruh pulang aja sama mamah,"Sahut Indri sambil tersenyum getir , berusaha menyembunyikan kesedihan nya .


Ketika ke empat nya sedang serius , suara derum mobil di pekarangan rumah pun terdengar .


Setiap mata lansung tertuju pada pintu , memastika siapa yang akan datang .


" Indri !!" Ujar Raynan ketika melihat gadis yang kini sedang duduk di sofa tengah melihat ke arah nya .


" Rayanan ," Indri pun terkejut dengan kedatangan pria yang baru beberapa hari terakhir di kenal nya .


Kedua nya memang terkejut , namun ada yang lebih terkejut ketika mengetahui kenyataan bahwa mereka berdua sudah saling mengenal yaitu Feri dan Aldrich .


" Loh ! kalian udah saling kenal ?" Akhir nya Nabila berseuara ketika semua nya membisu .


" Iya " Jawab Indri dan Raynan bersamaan .


" Ray duduk , jangan di tatap terus , gak bakalan ada yang rebut ko tenang aja," Tutur Aldrich , namun manik nya terus melihat Feri yang kini menatap Aldrich dengan tatapan sebal.


" Indri...apakabar ? udah berapa hari kita gak ketemu yah?"Tanya Raynan sambil tersenyum , lalu duduk tepat di sebelah gadis cantik sahabat dari Nabila .


" Aku baik Ray ," Sahut Indri ramah seraya tersenyum hingga membuat hati Raynan sejuk , namun membuat hati Feri terbakar .


" Ray ! cihh ...bahkan dia memanggil ku tuan , dan dia terlihat takut pada ku , lihatlah ketika mereka saling menatap , menjijikan sekali ," Feri terus mengumpat ,ketika kesal melihat Raynan dan Indri sudah akrab terlebih dulu .


" Kalian ada sesuatu yah ? tadi nya Indri sedih loh ! ko sekarang bahagia banget kaya nya ," Jelas Nabila , pandangan nya bergantian menatap Raynan lalu ke arah Indri , dengan tatapan penuh tanya.


Raynan pun hanya tersenyum kepada Nabila , raut wajah bahagia pun tidak bisa di sembunyi kan ketika wanita pujaan hati nya berada di satu tempat yang sama bersama dirinya .


" Kita gak ada apa-apa , cuma kebetulan ketemu di cafe aja Bil," Jelas Indri .


" Yasudah , kalo memang Indri tidak bisa ! kita cari babysitters saja!"Kata Aldrich mengalih kan kembali pembicaraan .


" Nabila ? gak marah sama gw kan ?" Tanya Indri lalu dengan cepat Nabila pun menggeleng kan kepala nya seraya tersenyum.


" Terimakasih atas pengertian nya tuan , kalau begitu saya permisi dulu!"Pamit nya kepada Aldrich dan Nabila , lalu Indri pun beranjak dari duduk nya , menganggukan kepala kepada Aldrich lalu berjalan ke arah luar .


" Al , bentar yah ?! gw anter Indri dulu ," Jelas Raynan yang lansung berlari ke arah luar tampa menunggu jawaban Aldrich terlebih dulu .


Aldrich dan Nabila pun hanya saling menatap ketika melihat Raynan yang sudah terang-terangan dengan perasaan nya pada Indri .


" Bagus deh kalo Raynan mau , seenggak nya dia udah gak bakalan jones lagi," Kata Nabila sambil tersenyum ke arah Aldrich.


" Iya , biarin aja Raynan perjuangin cinta nya ," Sahut Aldrich , lalu meraih tangan Nabila dan menuntun nya untuk kembali ke kamar untuk menemui si kecil Queen , meninggal kan Feri yang masih duduk di sofa dengan raut wajah yang sudah tidak bisa di artikan.


Setelah Aldrich dan Nabila meninggal kan dirinya sendiri di ruang tamu , akhir nya Feri pun ikut berlari ke arah luar , berharap Indri masih berada di luar dan menolak ajakan pulang dari Raynan .


" Gw mohon jangan pulang bareng Raynan !!" Ucap nya lirih .


Namun nahas , apa yang di harap kan Feri tidak seindah ke nyataan yang ia lihat oleh mata kepala nya sendiri saat ini .


Netra nya menatap sendu mobil Raynan yang baru saja keluar dari halaman rumah Aldrich .


" Ohh ...****,"Feri mengacak-acak rambut nya , seraya menatap mobil putih milik Raynan sudah mulai menghilang .


Pria berperawakan tinggil itu terus berdiri , raut wajah nya terlihat kacau , dengan tangan yang terus bertumpu di pinggang dengan nafas yang sudah menderu hingga terlihat jelas dada nya yang kembang-kempis .


" Jangan rebut dia dari gw Ray ," Umpat nya dalam hati .


TBCπŸ€πŸ€πŸ€


HALLO READERS πŸ₯° JANGAN LUPA LIKE ,VITE DAN KOMEB NYA YA , BIAR KITA MAKIN SEDEKET LOH .


SUN JAUH DARI AUTHOR 😚😚😚.


TERIMAKASIH YANG SUDAH MENEMANI AUTHOR SAMPAI SAAT INI.