STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 120



...Vrumm.....


...Vrumm.....


Suara mobil Feri terdengar jelas di telinga Indri yang sedang duduk di sofa depan tv sambil memangku Giandra.


"Yeay...Daddy pulang cepet."Cicit nya menyerupai suara anak kecil.


Dengan sangat hati-hati Indri memeluk tubuh putra kecil nya erat, lalu beranjak menuju teras depan rumah untuk menyambut suaminya yang baru saja pulang.


Namun sebelum Indri keluar, Feri sudah terlebih dulu masuk hingga langkah Indri pun terhenti.


"Mas pulang cepet?"Senyum nya terus terukir.


Feri mengangguk, lalu membalas senyuman istrinya.


Senyuman Indri memudar, ketika pandangan nya beralih kepada wanita yang berjalan di belakang Feri.


Melihat perubahan raut wajah istrinya, Feri langsung memeluk Indri yang sedang memangku Giandra, lalu menicum kening, beralih ke bibir dan berakhir di pipi bayi kecil yang sedang tertidur tampa rasa canggung di hadapan Fabby yang sedang memperhatikan nya.


—Cup..


"Sayang?"Feri memanggil Indri yang terus melihat Fabby.


"Hemm?"Tatapan Indri beralih menatap Feri yang sedang tersenyum pada dirinya.


"Ada yang ingin Fabby sampai kan kepada kita."Ujar Feri lalu merangkul tubuh istrinya dan berjalan menuju ruang tengah.


"Silahkan duduk."Feri menoleh ke arah wanita itu.


Fabby mengangguk, lalu duduk berhadapan dengan Indri.


"Ada apa?"Tanya Indri datar, raut wajah nya tidak se manis sebelum Indri mengetahui Fabby siapa sebenar nya.


Feri terdiam ketika melihat sikap Indri yang lansung berubah seketika.


Apa dia sudah tahu? Feri berbicara dalam hati.


"Emmm...begini! aku ingin meminjam Feri sebentar untuk menemui putra ku yang sedang berulang tahun."Jelas nya."Dia sedang di rawat di rumah sakit dan selalu meminta untuk bertemu ayah nya!"Ucap nya kembali.


Indri terdiam, terus menatap Fabby tajam dengan satu alis terangkat.


"Pinjam? apa anda pikir suami saya barang! yang bisa di pinjam-pinjam ke sembarang orang."Ucap nya ketus.


Melihat aura singa istrinya sudah keluar, Feri hanya terdiam sambil mengulum senyum.


"Kumohon Indri!"Wajah nya memelas.


"Haduhhh!!"Indri terlihat menahan kesal."Mbak Ranti...mbak!!"Indri memanggil asisten nya yang tidak lain adalah istri Sandi.


"Iya non?"Wanita itu menghampiri sedikit berlari.


"Bawa Gian ke kamar! tidak baik dia melihat ibu nya marah!"Jelas Indri lalu memberikan Giandra pada Ranti.


"Saya bawa kebelakang yah?!"Izin nya lalu di jawab anggukan oleh Indri.


"Oke kembali ke topik."Ujar Indri lalu kembali duduk di samping suaminya.


"Saya tidak akan mengizin kan suami saya mbak Fabby mohon maaf!"Jawab Indri terlihat lebih santai dari pada sebelum nya.


"Tapi anak saya selalu menanyakan ayah nya!"


Kesabaran Indri benar-benar di uji saat ini.


"Memang nya suami saya ayah nya mbak?"Tanya Indri.


Fabby terdiam.


"Feri berbicaralah dengan istrimu, agar dia mengerti."Wanita itu memohon.


"Fab! aku adalah suami takut istri, mana mungkin aku memohon untuk sesuatu yang sudah bukan urusan ku."Feri menjawab.


"Feri ku mohon!"Fabby menatap nya penuh permohonan.


"Keputusan ada pada istriku."Tegas nya dengan tangan Feri yang terus memeluk pinggang Indri, hingga membuat wanita di hadapan nya terlihat risih dengan sikap Feri yang menunjukan bahwa pria itu sudah menjadi budak cinta dari istrinya.


"Mbak kan bisa minta baik-baik sama ayah kandung nya, ngapain ngemis sama suami saya."Tanya Indri kembali."Atau mbak ada niat lain dengan suami saya? ko saya nyium bau busuk ya dari diri mbak nya."


"Saya hanya ingin memberi keluarga lengkap untuk putra saya Indri."Suara Fabby meninggi.


Indri hanya tersenyum tipis.


"Oh!! mau minta di nikahin juga toh!"Ledek Indri.


"Indri kumohon! sebentar saja sampai anak ku membaik."


"Tidak mbak Fabby, silahkan cari saja ayah asli nya, mas Feri sudah mempunyai anak juga, dia lebih berhak atas nya dari pada anak mbak."Jelas Indri.


"Indri ingat, aku adalah cinta pertama suamimu, cepat atau lambat dia akan kembali padaku, coba saja kalau kau tidak adak! dia sudah pasti menuruti ke inginan ku."Raut wajah nya sedikit meledek.


"Mau ambil mbak? silahkah...ngurus nya susah tau mbak! ambil aja kalo mas Feri nya mau."Indri terkekuh geli mendengar pernyataan mantan kekasih suaminya, lalu beranjak pergi.


"Sandi!! panggilkan security dan bawa amuba itu pergi menjauh dari rumah."Indri berteriak, lalu masuk ke dalam kamar nya.


"Pergilah, cari ayah nya dan tidak usah mengganggu ku."Tegas Feri.


"Feri aku mohon!"Ucap nya lirih.


"Fab ayolah, untuk apa memohon? kau tinggal datang kepada suamimu itu."Ujar Feri.


"Kita sudah bercerai, aku ingin kembali padamu! tapi ternyata kau sudah menikah."


Feri merasa jengah dengan setiap kata yang keluar dari mulut mantan kekasih nya, sampai beebrapa kali pria itu mendengus kesal.


"Aku tidak pernah cinta sama kamu! dulu aku menerima mu hanya karena untuk mengucap kan rasa terimakasih ku setelah kau selalu membantu ku untuk banyak hal."Jelas Feri.


"Apa yang wanita itu berikan hingga kau mampu mengabai kan ku Feri!"Fabby menggebu-gebu, wajah nya sudah merah padam, menahan amarah yang sudah memuncak.


"Indri memberiku segala nya!"Feri tersenyum."Kasih sayang, cinta, dia juga melahir kan anaku yang sangat tampan! apalagi? apa aku juga harus memberitahu mu dia memberikan darah perawan nya?"Feri tersenyum menyeringai.


"Pak saya datang bawa security!"Tiba-tiba saja Sandi datang.


Kedua manusia yang sedang berbincang pun menoleh ke arah Sandi yang sudah berdiri bersama seorang berseragam putih.


"Tolong bawa dia! dan panggil kan tukang ojek atau pun taxi."Jelas Feri.


"Sandi, berikan uang untuk ongkos nya."Titah Feri kembali, lalu beranjak pergi meninggal kan Fabby yang masih terlihat kesal masuk ke dalam kamar nya.


"Bu? masi ikut saya!"Tutur security yang di panggil Sandi.


"Tidak usah! saya bisa sendiri."Fabby langsung berjalan keluar.


^


^


—Klek!!


Feri menutup pintu kamar nya perlahan, lalu berjalan ke arah Indri yang sedang berdiri menghadap jendela dengan padangan terus menatap ke arah luar.


—Cup..


"Kamu kesal?"Tanya Feri setelah mencium tengkuk Indri dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kamu cantik kalo lagi galak!"Ucap nya kembali sambil meletakan kepala nya di bahu Indri.


Tubuh istrinya berbalik, lalu mengalung kan tangan nya di balu Feri.


"Kenapa mas malah bawa dia masuk?"Tanya Indri.


"Dia ikut sendiri! mas tidak membawa nya masuk."Feri menempel kan kening nya di kening Indri.


"Aku tahu aku jahat, tapi aku nggak mau kamu deket-deket sama dia."Kata Indri sambil terus menatap netra coklat suaminya.


"Biarkan Fabby mencari ayah yang sesungguh nya, dia salah datang kesini! kita tidak ada kewajiban sedikit pun atas putra nya."


Indri tersenyum, lalu mencium bibir suaminya.


—Cup..


"Aku ambil Gian dulu."Indri melepas kan tangan yang melingkar di bahu Feri.


Namun dengan cepat Feri kembaki meraih pinggang Indri dan membawa nya mendekat.


"Biarkan Gian bersama Ranti dulu! aku mau seperti ini."Suara Feri sedikit berbisik.


"Mas nanti bablas."Cicit Indri.


"Aku tidak akan menyentuh mu sekarang! tapi bisakah kau membantuku untuk menuntas kan nya?"Feri terus menatap mata Indri dengan tatapan sensual.


"Mas tapi..!"


Feri lansung membungkam Indri dengan mulut nya.


"Kita ke kamar mandi sekarang!"Feri menghentikan cumbuan nya, lalu menarik tangan Indri menuju kamar mandi.


Daddy sama mommy mau ngapain yah😁😁


...INGAT! JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA!...




Fabby cantik ko...umur nya sama kaya Dady..


Tapi Mommy nya Giandra lebih imut-imut🤭 ya wajah sih masih twenty two.



...The end...


...Terimakasih udah stay tune....


...Author sayang kalian🥰🥰....


...Mau di lanjutin episode nya tapi takut kepanjangan dan jadi malah nggak nyambung....


...Jadi stop sampe sini aja ya☺☺...