STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 19



" Mas mau makan apa ? " Tanya Nabila yang kini sudah berdiri di depan lemari pendingin bersama suaminya Aldrich yang berada di belakang nya.


" Emmmm ???"Pikir Aldrich dengan jemari yang mengelus lembut dagu nya. " Apa kau benar-benar bisa memasak ?" Tanya aldrich sedikit ragu.


Gadis mungil itu pun berbalik menghadap Aldrich dengan tatapan yang sudah mendongkat ke atas menyeimbang kan tatapan nya kepada Aldrich.


" Wah..wah..wah , baru kali ini ada yang menyepelekan ku " Cicit Nabila ,mata nya sudah meruncing tajam ketika menatap lelaki bertubuh lebih tinggi dari nya.


Aldrich pun mendorong dahi gadis kecil itu dengan satu jari nya.


" Hey..aku hanya bertanya , aku hanya memastikan " Ledek Aldrich.


" Ishhhhh " Nabila pun menepis tangan suaminya . " Jangan dorong-dorong dahi ga sopan " .


" Karena kau pendek , coba saja kau lebih tinggi sedikit aku tidak akan berani menyentuh ini " Jemari Aldrich kembali menyentuh dahi Nabila.


" Tinggi ku seratus enam puluh , bahkan aku lebih tinggi dari teman-teman wanitaku ".


" Hahahaha ...Tinggi mu hanya sampai sini " Aldrich mengukur nya denga telapak tangan yang di tempel kan ke dada.


" Bukan aku yang pedek... tapi kalu yang telalu tinggi tuan Aldrich"Rengek Nabila , hingga membuat Aldrich merasa gemas.


" Awas !! aku tidak jadi membuat masakan untuk mu " Nabila pun mendorong tubuh Aldrih dan segera ingin berlalu.


–Tapp..


Aldrich pun menahan pergelangan tangan Nabila.


" Kau adalah satu-satu nya anak kecil yang berani padaku " Lelaki itu pun terus memancar kan senyuman di bibir nya.


" Aku tidak peduli , aku kesal , aku marah . Dan satu lagi, aku bukan anak kecil " Nabila pun benar-benar kesal kepada Aldrich.


Berbeda dengan Nabila yang kini sudah terlihat sangat kesal , Aldrich justru malah terus tersenyum gemas pada wanita mungil itu.


–Cupp..


Aldrich menyambar bibir ranum milik istri kecil nya secara tiba-tiba.


" Apa istri ku ini masih kesal ? ".


Seketika Nabila terdiam , manik nya meneliti mata indah milik Aldrich yang kini sedang berada sangat dekat dengan nya.


" Aaaaaa... aku makin kesal , sekarang kau mencuri nya dari ku ". Nabila memukul kencang dada Aldrich.


Aldrich pun terdiam beberapa saat ketika mendengar pernyataan Nabila.


" Mencuri ? jangan bilang kalau kau sama sekali belum pernah melakukan nya ?".Tanya Aldrich.


" Ishhh " Nabila pun memperlihat kan wajah kesal nya , lalu pergi meninggal kan Aldrich menuju kamar dengan sedikit berlari.


" Bahkan setiap detik kau mampu membuat hari-hari ku semankin berwarna " Gumam nya sambil melihat Nabila yang kini sudah memasuki kamar , senyum tipis nya kembali terukir di bibir Aldrich.


Dengan langkah pelan Aldrich pun menyusul Nabila yang kini sudah berada di kamar nya.


Aldrich pun melihat Nabila yang tengah duduk di tepi ranjang membelakangi nya.


"Nabila ? " Aldrich tersentak kaget ketika sudah melihat mata yang memerah , sangat terlihat jelas saat ini Nabila sedang menahan tangis nya.


" Kamu kenapa ?" Pria itu berjongkok di hadapan Nabila.


" Aku kesal pada mu ".Suara nya sedikit bergetar.


" Apa karena aku mengecup bibir indah mu ?".


" Tentu saja , karena mu aku tidak bisa memberikan nya kepada orang yang mencintai ku " Jelas Nabila.


" Hey .. Ayolah , aku ini bahkan lebih berhak dengan semua yang ada di tubuh mu ".


" Tapi kita belum saling mencintai ".


" Baiklah maaf kan aku ".Akhir nya Aldrich pun mengucap kan kata-kata yang seharus nya tidak di ucapkan pun tak apa-apa.


Menjalin hubungan dengan anak kecil ternyata gampang-gampang susah , bagai mana bisa seorang suami meminta maaf gara-gara hanya mencium bibir istrinya sediri.Sesal Aldrich dalam hati .


" Cepat mandi , aku akan membawa mu berkeliling hari ini ".


Nabila pun menatap nya , dengan raut wajah yang masih sama.


" Kemana ?"


" Kemana-mana . Ayolah ".


" Mas saja duluan , aku mau beresin dulu kamar sebentar" Ujar nya


" Tidak usah , nanti kita pakai jasa saja " .


" Boleh saja kalau untuk membersih kan ruangan lain , tapi tidak dengan kamar kita " Sahut Nabila.


Aldrich pun tersenyum . " Kau ingin menjaga privasi kita ?".


" Padahal kita belum melakukan nya " Senyum jahil pun Aldrich berikan kepada Nabila.


" MAS " Teriak Nabila sambil melempar kan satu bantal ke arah Aldrich.


Mendapat serangan bantal dari sang istri , Aldrich pun berlari sambil tertawa .


" Om-om nyebelin " Teriak Nabila.


*******


" Ambil apapun yang kau inginkan " Titah nya kepada Nabila ketika sampai di salah tempat perbelanjaan.


" Aku bingung mas " Jawab Nabila . " Skin sama body care aku udah beli kemarin . Kalo baju , aku rasa yang mas kasih waktu itu juga udah cukup banyak " Jelas Nabila kembali.


" Make up or somethink ?" Tanya Aldrich.


" Baiklah , aku akan membeli beberapa " Nabila pun tersenyum .


Mendengar persetujuan dari Nabila , Aldrich pun langsung mengeluar kan salah satu kartu untuk di berikan kepada Nabila.


" Pakailah " Aldrich menyodorkan blackcard kepada Nabila.


" Tidak mas , uang di atm ku masih banyak ".


" Nabila! pakailah , ini nafkah dari ku ".


" Kalau mas mau membayarkan nya , ikut dengan ku .. Ayo " .


" Baiklah " .


Akhirnya Nabila dan Aldrich pun memasuki toko khusus perlengkapan para prempuan .


Dari baju , dalaman , make up dan wewangian semua nya sudah ada dalam satu toko.


Tangan lentik nan putih milik Nabila pun mulai memilah warna lipstik yang sudah berada di depan mata nya.


Lalu pilihan jatuh pada warna coklat , ia pun mulai mengambil tester dan mencoba mengoles kan di bibir indah nya.


" Cantik , ambilah yang itu " Ujar Aldrich ketika melihat warna coklat yang menghiasi bibir Nabila dengan sangat cantik.


" Baiklah aku akan mengambil yang ini saja " Jelas Nabila.


" Mbak " Nabila pun melambai kan tangan .


Seorang wanita pun menghampiri Nabila dengan senyum ramah.


" Ada yang bisa saya bantu ka ?"


" Tolong saya mau wana yang ini ".Nabila pun memberikan benda yang sedang di genggaman nya.


" Shade brown no 1002 ya ka " Jelas nya.


Nabila pun hanya mengangguk.


" Apa ada yang lain lagi ?".


" Pilihkan semua perlengkapan makeup yang cocok untuk istriku" Sahut Aldrich.


" Baik tuan " .


" Mas !!"


" Apa ? aku hanya ingin istriku pintar berdandan " Jelas Aldrich.


" Mari ikut saya , anda boleh memilih apa saja yang anda inginkan" Ajak salah satu pekerja itu kepada Nabila.


" Mbak lebih faham , jadi saya serahkan ke mba aja ".


Setelah beberapa lama menunggu , kini Aldrich pun sudah berada di depan meja cashier untuk melakukan pembayaran.


" Mas banyak banget " Bisik Nabila kepada Aldrich dengan cubitan pelan di pinggang suaminya.


" Kau harus memakainya setiap hari " Jelas Aldrich sambil berjalan keluar dari toko.


" Aku gak bisa makeup aneh-aneh mas ".


" Belajarlah , semua ini tidak geratis . Kau harus memperlihat kan kecantikan mu pada ku " Jelas Aldrich.


Setelah beberapa jam, dua manusia itu menghabis kan waktu nya bersama , akhir nya Nabila dan Aldrich pun memutus kan untuk kembali pulang ke apartemen milik Aldrich yang kini mereka tempati berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa vote ,like dan komen gengs..


🤗🤗