
Malam hari tepat nya pukul tujuh malam , Indri baru saja selesai dengan ritual mandi nya yang kucup lama,lalu berjalan ke arah walk in closet .
Cukup lama ia menatap baju yang pernah di belikan Feri untuk nya , hingga ia benar-benar memutus kan untuk segera mengenakan gaun tipis berwarna hitam tersebut .
Setelah memakai pakaian nya , Indri pun beranjak pergi kelaur , lalu berjalan ke arah meja rias , dan mengaplikasi kan body lotion ke seluruh bagian tubuh nya.
"Tipis banget ni baju.Tebelin kulit muka lo Marsha , jangan perduliin apa yang di pikirin suami lo nanti , yang penting kesel-keselan nya udahan dulu ," Pikir nya.
Ketika sudah selesai , Indri segera menuju ruang tengah , mematikan semua lampu untuk menyambut Feri dan kembali ke dalam kamar dengan satu lilin menyala di tangan nya .
Indri pun menutup pintu kamar nya perlahan, mematikan semua lampu dam meletakan lilin yang di bawa nya di atas meja rias.
Sesungguh nya Indri cukup ketakutan dalam suasana gelap seperti ini , namun wanita itu memberanikan diri hanya untuk suaminya agar pria itu kembali bersikap hangat seperti semula.
Cukup lama Indri diam dalam kegelapan , akhirnya dia memutus kan untuk kembali menyala kan lampu .Perlahan Indri turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar yang masih tertutup.
Namun ketika tangan nya akan meraih knop pintu , suara Feri berjalan bersamaan dengan terus memanggil-manggil dirinya hingga membuat Indri terkejut , lalu kembali menuju ranjang dengan langkah tunggang-langgang dan wajah penuh kepanikan sampai melempar kan tubuh nya ke atas ranjanh cukup kencang .
-Brukk...
-Shhhrrrrt
" Anj*ng sakit banget pinggang gw ," Suara Indri memekik pelan di bawah gulungan selimut .
-Ceklek..
" Sayang !" Suara Feri kembali memanggil dirinya .
Mata Indri terus berusaha di buat terpejam , seolah-olah ia memang sudah tertidur, setiap pergerakan Feri pun bisa terdengar dengan jelas hingga membuat Indri menjadi lebih gugup.
" Sayang !!" Suara Feri cukup tersentak kaget ketika menyibakan selimut yang menutupi tubuh istrinya .
Lama Feri terdiam sambil tersenyum jahil , mata nya terus memperhatikan Indri yang saat ini berbaring dengan hanya menggunakan gaun tipis berwarna hita hadiah dari nya, pria itu tahu benar Indri tidak akan berani tidur sendiri di dalam ruangan yang gelap .
Satu tangan nya menyentuh pinggang ramping Indri , tubuh nya membungkuk mencoba terus mendekat kan wajah nya pada wajah Indri .
"Kenapa kau nakal sekali hemm ?" Bisik Feri tepat di hadapan wajah Indri .
Indri terus berusaha tenang , berusaha meyakin kan Feri bahwa dirinya sedang tertidur , walau nafas Feri sudah amat mengganggu nya .
"Bahkan aku tahu kamu belum tidur ," Jelas Feri dengan seringai penuh arti di bibir nya.
-Cup..
Feri mencium kening Indri pelahan.
" Buka mata mu , atau aku akan menghukum mu malam ini ?!" Tegas Feri penuh godaan.
" Ohh ! udah mulai nakal sama nggak nurut yah !!" Kata Feri sedikit menaikan volume suara nya .
Merasa terus tidak mendapat repon dari Indri , ide jahil Feri pun mulai bekerja.
Tangan kekas yang tadi nya hanya menyentuh pinggang Indri , kini mulai beralih ke paha mulus nya , sambil menaikan gaun tipis yang sedang di kenakan istrinya.
Tap ...
Tangan Indri menahan lengan Feri .
" Hehe , hallo sayang !" Kata Indri seraya memaksakan senyuman nya kepada Feri .
" Oh jadi istri ku memang nakal ya ?! lihat baju apa yang kau kenakan saat ini ?!" Bisik Feri kembali .
Sekuat tenaga tanga Indri mendorong dada Feri ,agar segera menjauh dari dirinya.
" Apa mas masih marah padaku ?!" Akhir nya Indri pun bertanya , manik kedua nya saling menatap dalam cahaya temaram .
" Aku tidak pernah marah padamu sayang , hanya sedikit cemburu saja ," Jelas Feri .
" Sungguh ?!" Tanya Indri .
" He'em , kemarin aku hanya menguji mu saja ! dan ternyata kau berusaha mencari perhatian ku kembali ," Tutur Feri tersenyum ." Dan aku cukup senang ," Gumam nya.
" Mas mengerjai ku !!" Cicit Indri , yang sudah terlihat kesal .
Pria yang saat ini sedang berada di atas tubuh nya hanya tersenyum tampa menjelas kan apapun hingga membuat Indri benar-benar sebal.
" Ahh...aw...sayang sakit !" Cicit Feri ketika Indri mencubit kulit perut nya sangat kencang.
" Awas ! tidak ada guna nya aku memakai pakaian kurang bahan ini !"Tangan Indri mendorong kuat tubuh Feri , lalu bangun dan beranjak pergi meninggal kan nya .
Melihat Indri yang pergi meninggal kan nya dengan raut wajah yang terlihat masam , Feri mulai melangkah kan kaki panjang nya untuk segera menyusul Indri .
Tapp...
Feri meraih pergelangan tangan Indri , lalu menarik nya sampai membentur dada bidang milik nya.
" Lepas !" Indri berusaha melepas kan dirinya dari Feri .
" Sekarang kau yang kesal pada ku hemm?!"Bisik Feri menggoda , mata nya terus menatap netra milik Indri dengan bibir yang tersenyum menyeringai.
Brug..
Brug..
Brug..
" Kesel aku tuh sama kamu ," Jelas Indri sambil memukul dada Feri . " Aku sampe dandan kaya gini biar kamu nggak kesel lagi sama aku , bela-bela in gelap-gelapan nungguin kamu , kamu nya cuma pura-pura ," Suara Indri sudah terdengar bergetar , menahan tangisan yang akan segera pecah.
" Maaf ," Feri lansung membawa tubuh Indri ke dalam dekapan nya.
" Hiks..hiks..hiks..kamu jahat diemin aku samoe berhari-hari !!" Kata Indri dengan tangisan yang sudah pecah .
Tangan Feri pun terus mengusap punggung Indri , mencoba menenang kan tangisan istri nya , sambil terus mengulum senyum.
" Maaf kan aku sayang , aku hanya ingin tahu persaan mu sekarang bagai mana kepada ku ," Jelas Feri .
" Aku mau ganti baju dulu ," Suara Indri lirih seraya melepas kan pelukan dari suaminya.
" Why ? biarkan seperti ini aku menyukainya ," Ucap Feri , sambil menatap Indri lalu mengusap bekas air mata yang membasahi pipi Indri dengan jemari tangan nya .
" Tidak , aku merasa seperti jalang kalau memakai pakaian seperti ini," Sahut Indri.
" Tentu saja kau jalang pribadi ku ," Kata Feri santai.
Plak...
" Enak saja kalau bicara ," Ujar Indri kesal.
" Tidak usah di ganti , pakai bathrobe saja !" Usul Feri lalu berjalan terlebih dulu memasuki kamar mandi dan membawa kan bathrobe untuk Indri kenakan .
" Aku menyukai nya sayang , jadi biar kan seperti tadi !" Tegas Feri sambil memakai kan bathrobe di tubuh Indri .
" Aku akan membawa jus apel dulu ke dapur, tunggu lah disini sebentar ," Jelas nya lalu berjalan ke arah luar .
Sesuai keinginan suaminya , Indri pun hanya menunggu di dalam kamar , langkah kaki nya berjalan menuju sofa dan duduk sambil merapat kan bathrobe yang sedikit terbuka dengan kedua tangan nya .
Beberapa detik Feri meninggal kan nya , pria itu pun datang dengan gelas dan jus apel dalam kemasan .
Tak..
Tak..
-Currrrr
Dengan hati-hati Feri meletakan dua gelas di atas meja , lalu mengisi nya dengan minuman yang di bawa nya tadi .
" Minumlah ," Ujar Feri sambil memberikan gelas berisi jus apel kepada Indri .
" He'em ," Gumam Indri , lalu menerima minuman yang Feri berikan kepada dirinya.
Perlahan kedua nya meminum jus apel bersama dengan ke adaan ruangan gelap dan hening .
Satu tangan Feri menggenggam tangan Indri terus menerus.
" Apa kau masih marah pada ku sayang ?!" Tanya Feri tapi langsung di jawab gelengan kepala oleh Indri .
Seketika genggaman tangan nya terlepas , Feri mengambil gelas minum Indri yang masih tersisa dan meletakan nya di atas meja.
Setelah itu tampa basa-basi Feri memangku tubuh Indri dan mendudukan nya di atas meja , kedua tangan Indri pun berpegangan di kerah kemaja milik Feri sampai tatapan mata kedua nya kembali bertemu .
-Cup..
Feri mencium bibir Indri lalu tersenyum lalu berkata.
" Sorry and i love you Marsha Indria Alexander,"Bisik Feri .
-Cup..
Indri membalas ciuman Feri bibir suami nya sekilas lalu menjawab.
" Me too Michael Feri Alexander ," Balas Indri sambil tersenyum .
Taulah ya kalau udah cap-cup ending nya ngapain🤭🤧
TBC🍀🍀🍀
AYO DONG!! LIKE SAMA VOTE NYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT 🥺🥺