STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 14



Tiga hari setelah pemakaman ibu dan kedua adik nya.Nabila selalu berdiam diri di kontrakan kecil milik nya.


Tiga hari pula ia sudah tidak masuk kerja , bahkan ketika Aldrich menggedor pintu kontrakan nya , Nabila tak pernah sama sekali membuka pintu tersebut.


Pandangan nya selalu menatap kosong , lingkaran hitam di mata nya sudah terlihat sangat jelas , hidup nya seperti pecahan piring yang jatuh lalu hancur berkeping-keping.


Kenapa kalia ninggalin aku sendirian . Sungguh pilu nasib gadis cantik ini , Satu tahun ia di tinggal sang ayah , kini ia juga harus kehilangan sisa orang yang sangat ia cintai.


Dalam ke adaan kamar yang gelap gulita , ia hanya terdudku dengan tangan yang memeluk lutut.


Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari , namun gadis itu masih terjaga dengan air mata yang terus bercucuran .


Walau pun Bayu sudah menyuruh nya tinggal bersama mereka , namun lagi-lagi Nabila menolak , ia tak mau di anggap buruk terutama oleh calon ibu mertua nya.


Hati nya hancur dengan pikiran yang terus menerus memikir kan nasib nya saat ini , Nabila benar-benar sudah tak tahu arah jalan hidup nya harus seperti apa kedepan nya .


Tok..


Tok..


Tok.


" NABILA ? BUKA ATAU AKU DOBRAK " Suara Aldrich di luar sana kembali terdengar. Sudah dua kali Aldrich terus berusaha agar Nabila ingin menemui nya . Namun gadis itu terus terdiam tanpa ada jawaban sedikit pun .


BRUAKKK !!!..


Pintu kontrankan Nabila pun terbuka begitu kencang nya dengan sekali hentakan kaki Aldrich.


Nabila pun tersentak , lalu menatap ke arah laki-laki yang kini sudah berada di ambang pintu dengan menatap nya penuh rasa iba.


"NABILA " Panggil nya lembut , mata nya menatap ke adaan Nabila , yang hanya terdiam dengan ke adaan gelap gulita . Gadis yang sangat menyedih kan , kaki nya mulai melangkah mendekat , lalu memeluk gadis itu erat.


Tangis nya pun pecah di pelukan Aldrich , tangan nya terus memukul dada pria itu dengan perkataan penuh tanya yang sangat menyayat hati.


" KENAPA MEREKA MENINGGAL KAN KU HEMM? APA KAU JUGA AKAN MEMBATAL KAN PERNIKAHAN KITA ? KALO KAU MAU ,KAU BOLEH MENINGGAL KAN KU ,KARENA ALASAN UNTUK TETAP MEMPERTAHAN KAN KU SUDAH TIADA " Cecar nya , Aldrich hanya terdiam mendengar kan setiap kata yang keluar dari mulut Nabila.


" AKU AKAN TETAP MENIKAHI MU , AKU AKAN MENJADI PELINDUNG MU SAAT INI DAN SETERUS NYA " Aldrich berusaha membuat Nabila tenang , tangan nya terus mengusap lembut punggung Nabila.


" BAHKAN AKU SUDAH TAK SANGGUP MENJALANI HIDUP KU SAAT INI" Suara jeritan kepedihan itu kembali menyayat hati Aldrich , ia benar-benar tak tega melihat keadaan Nabila saat ini.


" Jangan berbicara seperti itu , kau harus melanjutkan hidup mu dengan baik agar mereka bahagia juga melihat mu " Jelas nya penuh kelembutan .


Nabila pun hanya terus menangisi kepergian ibu dan kedua adik nya.


Bahkan air mata nya sampai membuat kemeja Aldrich menjadi basah.


" Al ? ayok udah larut babget " Suara seseorang di ambang pintu membuat Aldrich menoleh.


Aldrich pun hanya mengangguk ke arah sahabat nya Feri.


" Malam ini aku akan menemani mu tidur . Tapi bukan disini " Jelas Aldrich kepada gadis yang kini sedang berada dalam dekapan nya.


Nabila menatap wajah Aldrich penuh tanya.


" Ikutlah bersama ku , kau harus tinggal bersama dengan ku " Jelas aldrich.


" Tidak . Aku akan di sini saja " Sahut nya pelan.


" Saat ini kau tidak boleh tinggal sendiri " Ajak nyankembali , Aldrich terus berusaha mengajak Nabila karena untuk keadaan nya saat ini Aldrich takut Nabila berbuat nekad.


" Aku akan baik-baik saja " Penolakan Nabila membuat Aldrich mengusap wajah nya kasar .


" Tidak . Kau tidak akan baik-baik saja kalo sendiri " Aldrich menggeleng kan kepala , suara nya lembut berusaha membuat Nabila yakin.


" Tidak. Aku akan tingga bersama mu ketika sudah menikah nanti " Kekeuh nya lagi.


Keadaan pun langsung hening , Aldrich sudah tak menjawab pernyataan Nabila , mata nya hanya menatap mata Nabila dalam.


Mata nya terpejam lalu membuang nafas nya sedikit terdengar kasar.


" Baiklah kita batal kan tunangan kita " Aldrich menatap ke arah Nabila yang juga kini menatap nya.


" Baiklah " Nabila pun menjawab nya dengan senyum penuh kepalsuan ,sebenar nya ada rasa sakit di hati nya ketika Aldrich ingin membatal kan tunangan nya.


" Ikut aku ! kita menikah malam ini juga " Jelas nya.


Nabila hanya terdiam ketika Aldrih mulai beranjak dan menarik tangan nya.


" Tuan . Tapi "


" Baiklah " Jawab nya lalu mengikuti langkah kaki Aldrich yang kini berada di depan dan sedikit menarik tangan Nabila.


********


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam , kini Aldrich , Feri dan Nabila pun telah sampai di apartemen milik Aldrich.


" Fer ? coba telepon papi dan siap kan pernikahan ku hari ini !" Titah nya kepada sahabat nya.


" Al ini masih sangat pagi sekali !" Sahut Feri.


" Papi pasti menjawab telepon dari mu "


" Kita tunggu sampai sedikit siang saja Al " Usul Feri kembali.


" Iya tuan . Akan mengganggu kalo melalukan panggilan telepon saat ini , semua orang pasti masih tertidur lelap. " Nabila pun mulai bersuara.


Aldrich pun tersenyum ke arah Nabila.


" Masuklah ke kamar " Titah nya lembut kepada Nabila.


" Tidak " Jawab nya singkat.


" Kenapa ?" Tanya Aldrich.


" Aku tidak tau. Kamar nya di sebelah mana? " Jelas nya tanpa ekspresi namun bisa membuat Aldrich tersenyum manis ke arah nya.


" Baiklah akan ku antar " Ia pun meng genggam tangan Nabila lalu mulai membawa nya ke arah kamar.


Bibir Nabila tersenyum samar, ketika Aldrich menarik tangang nya , ia terlihat senang ketika sikap Aldrich pada diri nya sudah sangat baik.


" Ini kamar mu . Masuklah kalau butuh apa-apa panggil aku atau Feri " Cicit nya setelah sampai di ambang pintu.


" Baiklah terimakasih tuan " Nabila pun tersenyum .


" Boleh kan aku meminta sesuatu ?"


" Apa ?" Pandangan Nabila dan Aldrich pun saling bertemu.


" Boleh kah kau memanggil ku dengan sebutan lain ? telinga ku sakit ketika kau memanggil ku tuan " Lirih nya namun tersenyum.


Ataya pun tersenyum , lalu menganggukan kepala nya.


" Jadi kau akan memanggi ku apa ?" Tanya Aldrich dengan antusias.


" OM " Sahut Nabila.


Aldrich pun menepuk jidat nya lalu tertawa.


Hahahahahah . Tawa Aldrich terdengar sangat kencang.


" Jangan Om "Protes Aldrich. Nabila pun tertawa ketika melihat Aldrich tertawa.


" Baiklah Mas Aldrich " Cicit nya sedikit berbisik.


Laki-laki itu pun tersenyum


-Cup tiba -tiba saja ia mencium kening gadis yang lebih pendek dari nya.


" Masuklah , jangan bersedih lagi . Aku bersama mu "Jemari Aldrich mengelus lembut pipi Nabila.


" Baikalah aku masuk " Nabila pun mulai menutup pintu kamar.Pandangan nya melihat kamar yang luas dan terlihat sangat lah mewah



Bibir nya tersenyum , namun air mata Nabila pun sudah tak bisa di tahan lagi hingga membuat nya lolos begitu saja membasahi pipi nya.


" Bu . Laki-laki itu tidak seburuk yang aku bayang kan " Lirih nya , ia pun berbaring , tangan nya mencengkram kuat bantal yang sedang ia tiduri dengan suara tangisan yang tertahan .


Gadis kecil itu memang sedang bahagia saat ini , karena masih ada orang yang sangat peduli pada dirinya yang kini hanya seorang gadis tanpa memiliki siapapun ( Sebatang kara ). Namun rasa sedih nya terus saja memenuhi relung hati nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃


Jangan lupa like dan vote.


Salam cinta dari Author 😘🥰