STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 16



Setelah menyusuri jalanan kota yang begitu padat,akhir nya Aldrich pun sampai, di mana tempat nya menghabis kan waktu,terlihat beberapa karyawan yang menyambut nya kala ia memasuki gedung perusahaan milik nya sendiri.


" Selamat siang tuan " Sapa para karyawan seraya membungkuk memberi hormat.


Aldrich pun membalas sapaan para karyawan nya dengan anggukan kepala , namun langkah kaki lebar nya terus melangkah ke arah pintu lift.


-Ting..


Setelah pintu lift terbuka Aldrich pun kembali melangkah kan kaki jenjang nya menuju tempat di mana ia mengerjakan pekerjaan nya.


Pria jangkung ini memang tak pernah terlihat santai dalam berjalan , ia selalu terlihat tergesa-gesa ketika melangkah kan kaki nya .


" Sarah ?" Sentak nya kala mata elang nya menangkap seorang yang tidak tahu malu nya duduk di kursi seorang pemilik MAHARDIKA GROUP.


"Al..aku baru saja akan menunggu mu"Sahut nya lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah Aldrich.


" Untuk apa kau kesini ?"


" A...aku , aku hanya ingin mengunjungi calon suamiku"Jawab nya gelagapan ketika Aldrich menatap nya penuh penekanan.


" Siapa calon suami mu ?" Aldrich terus memperlihat kan ekspresi dingin nya.


" Bu..bukanya ,acara tunangan mu di batal kan ? tante sinta yang memberi tahu ku ? jadi aku kembali bersetatus calon istri mu."Jelas Sarah.


Aldrich pun tersenyum mengejek kepada Sarah.


" Aku memang membatal kan tunangan itu , tapi kau tetap tidak akan bisa bersama ku "


" Kenapa ? " Tanya Sarah lirih.


" Karena aku sudah menjadi suami nya.Bukan tunangan lagi " Aldrich pun kembali menyeringai , tatapan penuh ejekan pun ia perlihat kan kepada Sarah.


" Seperti apa sebenar nya wanita itu Al ?"Sarah pun sedikit meninggikan suara nya.


" Dia wanita baik dan manis " Jelas Aldrich.Mereka pun saling memandang dengan tatapan penuh penekanan , dengan jarak yang cukup dekat.


" Apa dia jalang mu juga ?"


" Hahahahaha .... kau lucu sekali ! mana mungkin aku menikahi wanita murahan seperti dirimu "


" Jangan pernah menyama kan aku dengan para jalang mu Al !jelas aku lebih baik." Tegas nya , amarah wanita di hadapan Aldrich pun terlihat sangat meng gebu-gebu.


" Oh ya ? apa yang memberikan tubuh nya s kepada kekasih nya secara gratis tidak pantas untuk di katakan P E L A C U R !!"


-Plakkk..


Sarah menampar Aldrich.


Aldrich pun memegang pipi yang terkena tamparan Sarah.


" KELUAR KAN WANITA INI DARI RUANGAN KU " Teriak Aldrich hingga membuat ruangan itu menggema.


-Beuakhh..


Feri yang baru saja tiba pun langsung membuka pintu ruangan Aldrich cukup kencang.


" SERET PREPUAN MUNAFIK INI KELUAR DARI MAHARDIKA GROUP " Titah nya kepada Feri yang terus menatap nya dengan bingung.


" Baik Al " Sahut Feri.


Tangan Feri pun mulai menyentuh pergelangan tangan Sara namun di tepis nya secara kasar.


" Aku bisa keluar sendiri " Sarah pun menatap tajam Aldrich , lalu mulai beranjak mengeluari ruangan Aldrich.


Aldrich pun langsung duduk di kursi milik nya setelah Sarah benar-benar pergi.


Nafas nya terlihat memburu terlihat begitu jelas ia sedang menahan gejolak emosi nya yang sudah memuncak.


" Ada apa Al ?" Tanya Feri.


" Jangan biarkan dia kembali masuk kedalam ruangan kerja ku tampa se izin ku Fer " Jelas Aldrich.


" Akan ku beritahu semua karyawan untuk tidak memberi nya izin masuk Al " Sahut Feri.


Aldrich pun menghela nafas nya .


" Bawa semua berkas-berkas yang harus ku tanda tangani " Titah nya.


" Baiklah , aku akan membawakan nya " Jawab Feri , ia pun langsung berjalan keluar ruangan.


Aldrich pun lagi-lagi menghela nafas nya , dengan jemari tangan yang terus memijat pelipis nya perlahan.


" Mamih " Lirih Aldrich , bahkan Aldrich terlihat sangat frustasi dengan kejadian saat ini.


" Kulkas nya si bagus ! tapi sayang , isi nya cuma minuman ber alkohol" Cicit Nabila yang kini sedang berdiri di depan kulkas.


Nabila pun kembali menutup kulkas , lalu berjalan kembali menuju kamar.


" Aku harus ngapain yah ? bosen nya udah sampe ubun-ubun " Tangan nya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Aku pergi belanja aja deh , mumpung masih sore " Nabila pun beranjak dari duduk nya lalu mulai berjalan ke luar ruangan dengan membawa dompet kecil nya.


" Taxi " Teriak Nabila sambil melambai kan tangan .


Setelah salah satu taxi berhenti di hadapan Nabila , ia pun mulai memasuki taxi .


Setelah beberapa menit , Nabila pun telah sampai di salah satu hyfermarket yang berada di dekat apartemen milik suami nya.


Tangan nya mulai mendorong troli , mata nya terus meneliti sekitar.


Nabila pun mulai memasukan satu-persatu bahan makanan ke dalam troli yang di dorong nya.


Gadis itu pun terus saja berkeliling , hingga tak sadar bahwa ke adaan di luar gedung sudah terlihat gelap.


" Cash atau debit ka ?" Tanya salah satu kasir ketika Nabila sudah berada di hadapan meja kassir.


" Debit aja mbak " Sahut Nabila ramah.Nabila pun mulai mengeluar kan kartu atm milik nya .


Ketika selesai melakukan transaksi pembayara , Nabila pun di bantu oleh salah satu security , yang kini sudah membawa beberapa kantong belanjaan .


" Pak tolong setopin taxi yah " .


" Siap non " Sahut nya ramah.


Hari pun semakin larut , matahari pun sudah berganti dengan bulan dan berhias kan indah nya kerlipan bintang yang berada di langit.


Tangan nya bersusah payah membawa belanjaan nya hingga sampai di depan pintu apartemen yang ia tinggali .


Raut wajah nya terlihat bingung , ia bahkan tidak mengetahui kode acses apartemen milik Aldrich.


" Aduh ini kode nya berapa yah ?" Nabila pun bingung sendiri.


Tangan nya mulai mencari keberadaan ponsel nya , namun sayang ia bahkan melupakan ponsel nya di dalam ruangan tersebut.


" Ih .. gimana dong ? mau nanya siapa kalo gini " Nabila pun mulai panik.


-Greukk..


Pintu apartemen pun tiba-tiba terbuka .


" Dari mana saja kamu Nabila ? " Tanya Aldrich yang kini sudah berada di ambang pintu.Dengan tatapan mematikan ke arah Nabila.


" Ah tuan.. aku abis belanja keperluan dapur " Sahut nya gugup.


" Tuan..tuan . Memang nya kau siapa aku ?" Ketus Aldrich , namun tangan nya mulai membawa beberapa kantong belanjaan yang kini tergeletak di bawah.


" Mas " Nabila pun menyusul Aldrich yang kini sudah lebih dulu memasuki rumah.


" Bisakah kau tidak membuat ku khawatir ? kau pergi tanpa memberi tahu ku . Bahkan kau meninggal kan ponsel mu di dalam kamar "Cecar nya ketika Aldrich mulai menyusun belanjaan yang Nabila beli.


" Maaf mas , aku lupa . Tadi nya mau masak tapi kulkas nya kosong , jadi berangkat belanja " Nabila membela diri.


" Kenapa kau tidak menghubungi ku terlebih dulu " Cerotos nya tanpa melihat ke arah Nabila.


" Tadi nya mau masakin sebelum mas pulang ... tapi mas malah ada di sini duluan " Sahut Nabila kembali.


" Pergilah , bersih kan dirimu...Di kamar ada beberapa paperbag itu baju yang ku beli kan untuk mu ".


Nabila pun mengangguk , lalu mulai meninggal kan Aldrich yang berada di dapur menuju kamar nya.


Tangan nya mulai membuka paperbag , terlihat ada beberapa drees rumahan pendek dan beberapa jeasn dan kaos .


Sebalum beranjak menuju kamar mandi , Nabila pun membawa drees rumahan berwarna hitam dan membawa bersama nya ke dalam kamar mandi bersama nya.


Suara cipratan air pun mulai terdengan , dengan suara senandung yang Nabila lantunkan , yang gerdengar lembut di telinga siapaun yang mendengar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃


Jangan lupa like , vote dan komen ya gengs ..


Salam cinta dari author untuk kalian yang dukung author 🥰😘.