STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 91



Keesokan hari nya tepat pukul tujuh , Indri yang biasa nya bangun lebih awal kini terlihat masih terlelap dalam dekapan hangat suaminya .


Feri yang sudah bangun terlebih dulu , tubuh nya berbaring miring menghadap Indri dengan sikut yang menopang kepala nya .


Bibir nya terus mengulum senyum , jemari tangan nya pun terus menusuk-nusuk pelan pipi Indri agar istrinya bangun .


" Mass !!" Gumam Indri dengan suara serak dan malas nya , di tambah mata yang terus tertutup.


Namun suara Indri tidak membuat Feri berhenti , justru ia malah mencubit pelan agar Indri benar-benar bangun dari tidur nyenyak nya.


" Mas aku masih cape loh ," Rengek Indri laku menggeser kan tubuh nya lebih mendekat ke arah Feri lalu memeluk tubuh suami nya erat , menempel kan pipi nya di dada Feri agar suaminya itu tidak terus mengganggu tidur nya .


" Bangun sayang , kata nya mau ketemu orang tua ku !" Ucap Feri dengan tangan yang terus mengusap kepala dan pipi Indri .


Perlahan Indri mengerjap kan mata nya , membuka perlahan dan mengusir rasa kantuk yang terus datang menghampiri .


" Bangun , kita mandi bersama !" Ujar Feri setengah berbisik di telinga Indri.


" Nggak ! mandi nya satu-satu aja , kalo mandi berdua nanti terjadi beberapa ronde lagi ," Jelas Indri .


Feri tersenyum ketika mendengar perkataan istrinya , memang benar ! kalau mereka melakukan mandi bersama tidak akan hanya sekedar mandi .


" Yasudah , ayo mandi duluan !" Titah Feri sambil menepuk pantat Indri cukup kencang .


" Mas kenapa kamu ini iseng sekali ?!" Rengek Indri yang merasa kesal , sungguh mata nya masih sangat sulit untuk di buka , mungkin kalau Feri tidak mengajak untuk pergi menemui orang tua nya Indri akan tetap berada di atas tempat tidur , memuas kan jam tidur nya yang telah di rampas Feri karena pergulatan nya semalam.


" Cepatlah , nanti kesiangan di jalan kita ," Jelas Feri seraya tersenyum penuh arti kepada istri tercinta nya .


Sebelum beranjak Indri pun merenggang kan otot-otot nya terlebih dulu , lalu menyibakan selimut dan duduk di tepi ranjang tampa sehelai benang pun yang menutupi tubuh putih nan mulus milik nya .


" Apa kau sedang menggoda suami mu sekarang Marsha Indria ?!" Feri bertanya dengan suara lantang kepada prempuan yang sedang menggulung rambut nya tinggi-tinggi.


" Tidak !" Sahut Indri santai lalu beranjak berjalan perlahan menuju kamar mandi .


Pria yang sedang berbaring itu pun terus tersenyum sambil memperhatikan ke indahan tubuh istri nya yang mulai menghilang di balik pintu kamar mandi .


Sambil menunggu Indri membersih kan dirinya di dalam kamar mandi , akhir nya Feri bangun dan beranjak menuju dapur .


Seperti sudah menjadi kebiasaan , kemana pun Feri akan beranjak pria itu pasti hanya menggunakan celana tampa menggunakan kaos rumahan nya terlebih dulu.


Sesampai nya di dapur Feri berjalan ke arah meja makan , mulai mengambil beberapa roti tawar dan selai coklat dan blueberry ke sukaan Indri.


Dengan telaten tangan kekar nya mengoles kan selai nya di atas roti pelahan .


Hingga setelah beberapa menit Feri pun selesai dan membawa roti isi selai nya ke kamar tidak lupa dengan kotak susu yang di ambil nya dari dalam lemari pendingin .


Piring berisi sarapan roti dan dua kotak susu kemasan milik Feri dan Indri itu di letakan di atas meja , dengan Feri yang sudah duduk di sofa menunggu Indri yang tengah mengguyur tubuh nya dengan air saat ini .


Lima belas menit pun berlalu , akhir nya Indri keluar menggunakan bathrobe milik Feri dan lilitan handuk di kepala nya dan berjalan ke arah walk in closet .


Tampa menunggu lebih lama , suami dari Indri itu lansung beranjak meninggal kan sarapan nya menuju kamar mandi .


Suara gemercik air pun mulai terdengar di dalam sana , menandakan Feri sudah melakukan ritual nya saat ini.


Cukup lama Indri berada di dalam sana , akhir nya wanita itu keluar dengan celana jeans dan atasan berwarna putih .


Rambut nya pu sudah terlihat kering dan rapi hanya tinggal mengenakan polesan makeup tipis agas menjadi pelengkap kecantikan nya .


" Mas Feri bikinin roti selai sama bawa susu kotak juga ," Ujar nya sambil tersenyum dengan sikap manis yang Feri selalu perlihat kan kepada dirinya .


-Ceklek ...


Pintu kamar mandi pun terbuka , bersamaan dengan Feri yang muncul dengan lilitan handuk di pinggang dan rambut basah yang terlihat acak-acakan .


Pria yang terlihat sangat tampan saat ini hanya menoleh sebentar ke arah Indri , lalu kembali berjalan masuk menuju walk in closet .


" Kenapa roti nya nggak di makan ?" Tanya Feri setelah mengenakan pakaian nya dan berjalan ke arah Indri .


" Nungguin mas dong ," Sahut Indri .


Kedua nya kini duduk di sofa yang sama , memakan roti isi selai dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di samping nya .


" Mas gimana dong ? apartemen berantakan !"Ujar Indri .


" Aku sudah mengirim pesan kepada jasa kebersihan ," Jelas Feri . " Makanya aku cariin art mau yah !" Tanya Feri .


" Boleh , tapi nanti kalo aku udah hamil ," Tutur Indri .


" Jadi kapan anak kita akan tumbuh disini ?"Tanya Feri sembari mengelus perut Indri yang masih rata .


" Aku tidak tahu sayang ," Sahut Indri .


" Kapan tanggal haid terakhir mu ?" Feri lembali bertanya .


Indri terdiam dan menatap sekitar seolah mencari pecahan ingatan kapan datang bulan terakhir nya .


" Aku lupa tanggal berapa , tapi seingat ku haid terakhir ku beberapa bulan lalu , soal nya nggak lancar , aku nggak kaya orang-orang yang tiap bulan dapet mas ," Jelas Indri .


" Baiklah , mudah-mudahan dia sudah tumbuh di rahim mu ," Ujar nya penuh harap .


Setelah Indri dan Feri selesai dengan sarapan nya , mereka pun segera bergegas untuk segera berangkat ke tempat orang tua Feri saat ini .


Pasangan suami istri itu berjalan bersamaan menuju tempat mobil nya terparkir , hingga saat kedua nya akan memasuki lift , Indri dan Feri berpapasan dengan layanan kebersihan yang sudah sering membersih kan apartemen nya.


" Eh aden !" Sapa seorang pria yang sudah sedikit berumur .


" Pak Samsul ," Cicit Aldrich . " kebetulan sekali kita bertemu disini ," Ucap Feri lalu merogoh dompet nya dan membawa beberapa lembar uang.


" Pak ini buat beli minum ," Tutur Feri .


" Tidak usah , kan udah di bayar pake aplikasi ," Tolak nya lembut dengan sambil tersenyum .


" Ambil pak , saya mau pergi sekadang juga ," Feri memberikan uang nya secara paksa .


" Terimakasih non , aden ," Ucap nya lalu di jawab senyuman oleh Indri dan Feri .


Setelah berpamitan dengan pak Samsul , akhir nya mereka memasuki lift dan menekan timbol paling bawah menuju basemant .


TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


AYO DONG GUYS , LIKE SAMA VOTE NYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Š