
Keesokan hari nya tepat pukul tujuh , Indri yang biasa nya bangun lebih awal kini terlihat masih terlelap dalam dekapan hangat suaminya .
Feri yang sudah bangun terlebih dulu , tubuh nya berbaring miring menghadap Indri dengan sikut yang menopang kepala nya .
Bibir nya terus mengulum senyum , jemari tangan nya pun terus menusuk-nusuk pelan pipi Indri agar istrinya bangun .
" Mass !!" Gumam Indri dengan suara serak dan malas nya , di tambah mata yang terus tertutup.
Namun suara Indri tidak membuat Feri berhenti , justru ia malah mencubit pelan agar Indri benar-benar bangun dari tidur nyenyak nya.
" Mas aku masih cape loh ," Rengek Indri laku menggeser kan tubuh nya lebih mendekat ke arah Feri lalu memeluk tubuh suami nya erat , menempel kan pipi nya di dada Feri agar suaminya itu tidak terus mengganggu tidur nya .
" Bangun sayang , kata nya mau ketemu orang tua ku !" Ucap Feri dengan tangan yang terus mengusap kepala dan pipi Indri .
Perlahan Indri mengerjap kan mata nya , membuka perlahan dan mengusir rasa kantuk yang terus datang menghampiri .
" Bangun , kita mandi bersama !" Ujar Feri setengah berbisik di telinga Indri.
" Nggak ! mandi nya satu-satu aja , kalo mandi berdua nanti terjadi beberapa ronde lagi ," Jelas Indri .
Feri tersenyum ketika mendengar perkataan istrinya , memang benar ! kalau mereka melakukan mandi bersama tidak akan hanya sekedar mandi .
" Yasudah , ayo mandi duluan !" Titah Feri sambil menepuk pantat Indri cukup kencang .
" Mas kenapa kamu ini iseng sekali ?!" Rengek Indri yang merasa kesal , sungguh mata nya masih sangat sulit untuk di buka , mungkin kalau Feri tidak mengajak untuk pergi menemui orang tua nya Indri akan tetap berada di atas tempat tidur , memuas kan jam tidur nya yang telah di rampas Feri karena pergulatan nya semalam.
" Cepatlah , nanti kesiangan di jalan kita ," Jelas Feri seraya tersenyum penuh arti kepada istri tercinta nya .
Sebelum beranjak Indri pun merenggang kan otot-otot nya terlebih dulu , lalu menyibakan selimut dan duduk di tepi ranjang tampa sehelai benang pun yang menutupi tubuh putih nan mulus milik nya .
" Apa kau sedang menggoda suami mu sekarang Marsha Indria ?!" Feri bertanya dengan suara lantang kepada prempuan yang sedang menggulung rambut nya tinggi-tinggi.
" Tidak !" Sahut Indri santai lalu beranjak berjalan perlahan menuju kamar mandi .
Pria yang sedang berbaring itu pun terus tersenyum sambil memperhatikan ke indahan tubuh istri nya yang mulai menghilang di balik pintu kamar mandi .
Sambil menunggu Indri membersih kan dirinya di dalam kamar mandi , akhir nya Feri bangun dan beranjak menuju dapur .
Seperti sudah menjadi kebiasaan , kemana pun Feri akan beranjak pria itu pasti hanya menggunakan celana tampa menggunakan kaos rumahan nya terlebih dulu.
Sesampai nya di dapur Feri berjalan ke arah meja makan , mulai mengambil beberapa roti tawar dan selai coklat dan blueberry ke sukaan Indri.
Dengan telaten tangan kekar nya mengoles kan selai nya di atas roti pelahan .
Hingga setelah beberapa menit Feri pun selesai dan membawa roti isi selai nya ke kamar tidak lupa dengan kotak susu yang di ambil nya dari dalam lemari pendingin .
Piring berisi sarapan roti dan dua kotak susu kemasan milik Feri dan Indri itu di letakan di atas meja , dengan Feri yang sudah duduk di sofa menunggu Indri yang tengah mengguyur tubuh nya dengan air saat ini .
Lima belas menit pun berlalu , akhir nya Indri keluar menggunakan bathrobe milik Feri dan lilitan handuk di kepala nya dan berjalan ke arah walk in closet .
Tampa menunggu lebih lama , suami dari Indri itu lansung beranjak meninggal kan sarapan nya menuju kamar mandi .
Suara gemercik air pun mulai terdengar di dalam sana , menandakan Feri sudah melakukan ritual nya saat ini.
Cukup lama Indri berada di dalam sana , akhir nya wanita itu keluar dengan celana jeans dan atasan berwarna putih .
Rambut nya pu sudah terlihat kering dan rapi hanya tinggal mengenakan polesan makeup tipis agas menjadi pelengkap kecantikan nya .
" Mas Feri bikinin roti selai sama bawa susu kotak juga ," Ujar nya sambil tersenyum dengan sikap manis yang Feri selalu perlihat kan kepada dirinya .
-Ceklek ...
Pintu kamar mandi pun terbuka , bersamaan dengan Feri yang muncul dengan lilitan handuk di pinggang dan rambut basah yang terlihat acak-acakan .
Pria yang terlihat sangat tampan saat ini hanya menoleh sebentar ke arah Indri , lalu kembali berjalan masuk menuju walk in closet .
" Kenapa roti nya nggak di makan ?" Tanya Feri setelah mengenakan pakaian nya dan berjalan ke arah Indri .
" Nungguin mas dong ," Sahut Indri .
Kedua nya kini duduk di sofa yang sama , memakan roti isi selai dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di samping nya .
" Mas gimana dong ? apartemen berantakan !"Ujar Indri .
" Aku sudah mengirim pesan kepada jasa kebersihan ," Jelas Feri . " Makanya aku cariin art mau yah !" Tanya Feri .
" Boleh , tapi nanti kalo aku udah hamil ," Tutur Indri .
" Jadi kapan anak kita akan tumbuh disini ?"Tanya Feri sembari mengelus perut Indri yang masih rata .
" Aku tidak tahu sayang ," Sahut Indri .
" Kapan tanggal haid terakhir mu ?" Feri lembali bertanya .
Indri terdiam dan menatap sekitar seolah mencari pecahan ingatan kapan datang bulan terakhir nya .
" Aku lupa tanggal berapa , tapi seingat ku haid terakhir ku beberapa bulan lalu , soal nya nggak lancar , aku nggak kaya orang-orang yang tiap bulan dapet mas ," Jelas Indri .
" Baiklah , mudah-mudahan dia sudah tumbuh di rahim mu ," Ujar nya penuh harap .
Setelah Indri dan Feri selesai dengan sarapan nya , mereka pun segera bergegas untuk segera berangkat ke tempat orang tua Feri saat ini .
Pasangan suami istri itu berjalan bersamaan menuju tempat mobil nya terparkir , hingga saat kedua nya akan memasuki lift , Indri dan Feri berpapasan dengan layanan kebersihan yang sudah sering membersih kan apartemen nya.
" Eh aden !" Sapa seorang pria yang sudah sedikit berumur .
" Pak Samsul ," Cicit Aldrich . " kebetulan sekali kita bertemu disini ," Ucap Feri lalu merogoh dompet nya dan membawa beberapa lembar uang.
" Pak ini buat beli minum ," Tutur Feri .
" Tidak usah , kan udah di bayar pake aplikasi ," Tolak nya lembut dengan sambil tersenyum .
" Ambil pak , saya mau pergi sekadang juga ," Feri memberikan uang nya secara paksa .
" Terimakasih non , aden ," Ucap nya lalu di jawab senyuman oleh Indri dan Feri .
Setelah berpamitan dengan pak Samsul , akhir nya mereka memasuki lift dan menekan timbol paling bawah menuju basemant .
TBC๐๐๐
AYO DONG GUYS , LIKE SAMA VOTE NYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT ๐คญ๐