
Hari ini di kediaman Mahardika , tepat nya pukul Delapan pagi .
Semua orang masih di sibukan dengan rutinitas nya masing - masing , ada Lastri yang sibuk dengan urusan rumah dan dapur , ada pula Marni yang sedang sibuk membersih kan kamar Nabila dan Aldrich .
Sementara pemilik kamar tengah asik berjemur di balkon kamar nya bersama si kecil Queen yang baru saja selesai mandi .
Nabila yang kini tengah duduk di kursi , menempelkan Queen yang hanya menggunakan pampers di bahu nya , bayi mungil itu terlelap seakan merasakan kenyaman yang tiada dua nya , walau terus di ganggu Aldrich yang terus merasa gemas kepada ratu kecil nya itu.
" Enak banget kaya nya sampe ketiduran ,"Kata Aldrich , tubuh nya sedikit membungkuk , melihat bayi yang kini sedang tertidur di pangkuan ibu nya, dengan jemari tangan yang terus bermain dengan pipi gembul putrinya .
" Hangat Dad , jadi Queen tidur nya nyenyak ,"Sahut Nabila seraya menirukan suara anak kecil seolah Queen yang sedang berbicara .
Ketika sedan asik memperhatikan wajah putri nya yang mirip sekali dengan Aldrich.
Tiba-tiba saja suara bi Marni mengaget kan mereka hingga membuat Aldrich dan Nabila menoleh .
" Non , kamar nya sudah bersih," Kata bi Marni seraya tersenyum .
" Oh iya bi , makasih ya ?!" Tutur Nabila sambil berdiri dan lansung membawa Queen ke dalam untuk segera di pakai kan baju .
" Iya non , kalo ada apa-apa panggil bibi lagi aja ! bibi permisi den !" Ucap Marni kepada Aldrich dan Nabila .
" Iya bi ," Sahut Aldrich .
Ceklek...
Marni membuka pintu , lalu menghilang ketika pintu itu kembali tertutup .
Setelah meletakan Queen di baby box milik nya , kini Nabila berjalan ke arah lemari pink dengan gambar princess yang berada di sebelah lemari nya .
Dengan sangat telaten , tangan Nabila membawa satu stel pakaian , dan keperluan lain nya , seperti minyak telon , baby cream , baby cologne dan hair lotion .
" Masih kecil aja body care nya sudah banyak ! kalo sudah dewasa pasti kaya momy nya ," Cicit Aldrich seraya tersenyum ketika melihat Nabila datang dengan banyak nya perlengkapan sang putri .
" Iya dong , kan biar cantik dan wangi Dad , Momy juga kalo wangi kan Dady suka gelendotan terus ," Sahut Nabila sambil meletakan barang-barang yang di bawa nya.
Kulit mulus nan lembut itu pun Nabila olesi dengan minyak telon , agar membuat Queen hangat dan terhindar dari gigitan nyamuk tentu nya.
Perlahan Nabila mulai memakai kan baju dan celana kepada Queen , bayi kecil itu hanya beberapa kali menggeliat , lalu kembali tidur pulas ketika Nabila sudah menghentikan aktifitas nya .
Setelah selesai menggunakan baby cream , hair lotion dan baby cologne , Nabila lansung memasangkan selimut di tubuh kecil Queen , lalu berjalan kembali ke arah lemari untuk menyimpan perlengkapan Queen kembali ke tempat asal nya .
Aldrich yang hanya berdiri sambil memperhatikan Nabila , pria itu tak henti nya tersenyum ketika melihat dengan telaten nya Nabila mengurus setiap inci tubuh putri kecil nya .
" Mas gak kerja ?" Tanya Nabila , sambil berjalan ke arah sofa lalu duduk ,untuk beristirahat sejenak .
" Dady kerja di sini saja ," Sahut Aldrich , lalu berjalan ke arah Nabila dan ikut duduk di sebelah nya .
Ketika Aldrich duduk , Nabila lansung menggeser tubuh nya lebih mendekat ke arah suaminya , lalu menyandar kan kepala nya di dada Aldrich .
" Cape ?!" Tanya Aldrich sambil mengusap kepala Nabila .
" Cape , tapi aku bahagia ," Tutur Nabila , kepala nya mendongkak , menatap Aldrich sambil tersenyum .
" Terimakasih sudah mau mengorban kan semua nya untuk ku dan Queen ," Cicit Aldrich .
" Kalo perlu aku akan menjadi ibu rumah tangga saja , aku tidak mau memberikan Queen kepada orang lain , apalagi sampai kita sibuk , aku tidak mau Queen kurang perhatian dan kasih sayang,"Jelas Nabila .
-Cup..
" Terimakasih Momy Queen ," Aldrich pun mengerat kan pelukan nya . " Tapi Momy harus tetap kuliah , Queen kan ada bibi sama opa dan oma ," Jelas Aldrich kembali pada Nabila .
Drtt..drtt..drtt..
Ponsel Aldrich yang berada di atas nakas pun bergetar .
Seketika pelukan mereka pun terlepas , lalu Aldrich berjalan ke arah nakas yang berada di samping tempat tidur nya .
" Feri udah nikah !!" Suara Aldrich memekik ketika pria itu terkejut dengan isi pesan yang di kirim sahabat nya itu .
" Nikah ?! sama siapa ," Nabila pun sama terkejut nya dengan Aldrich .
Aldrich menatap Nabila bingung , lalu mengangguk dan memberikan ponsel milik nya kepada Nabila .
" Loh , nikah sama Indri ?!" Ucap Nabila , wajah Nabila dan Aldrich pun terus saling menatap seperti sedang linglung.
" Pantesan aja kemarin sore minta izin pulang duluan ," Kata Aldrich .
" Aku jadi bingung ini ! bukan nya Feri gak suka sama Indri , terus kan Indri kaya nya suka sama Raynan ?! " Jelas Nabila .
" Perang antar temen lagi ini mah ," Kata Aldrich sambil menepuk jidat nya pelan .
" Libur dong Feri hari ini ?" Tanya Nabila lalu di jawab anggukan oleh Aldrich .
- Cup..
" Mumpung Queen lagi tidur , kamu tidur juga ! istirahat yang cukup , mas mau kerjain beberapa proposal dulu , " Jelas nya lalu beranjak pergi .
Sesuai perintah dari Aldrich , Nabila pun lansung berjalan ke arah ranjang , lalu membaring kan tubuh nya untuk tertidur sebentar sebelum Queen terbangun .
...----------------...
Indah nya langit orange sudah menyapa , tepat nya pukul empat sore , Indri dan Feri pun keluar dari rumah Arini di antar Bima , Vira dan ayah sambung nya juga .
" Fer ! mamah titip Indri yah ," Kata Arini sambil tersenyum namun mata yang sudah berkaca-kaca .
" Iya mah , Indri aman sama Feri , mamah jangan khawatir"Jelas Feri sambil mencium punggung tangan Arini .
Indri pun memeluk Arini dan Bima , lalu mencium pipi kedua adik nya , tidak lupa Indri pun mencium tangan Vira dan Fatih .
" Indri berangkat yah dadah ,"Kata Indri sambil melambaikan tangan , lalu masuk ke dalam mobil milik Feri .
" Saya pamit , mah..pah ..om..tante ," Feri menganggukan kepala nya sambil tersenyum , lalu mengusul Indri yang sudah lebih dulu masuk.
Brugg...
Feri menutup pintu mobil , lalu mulai memasang seatbelt nya.
Melihat Indri yang sedang asik bermain ponsel tampa menggunankan sabuk pengaman terlebih dulu , Feri lansung melepas kan sabuk pengan nya dan memasakng kan seatbelt kepada Indri .
Ssrettt...clik..
" Pakai sabuk pengan nya ," Kata Felan sambil tersenyum .
" Ah .. iya aku lupa ," Sahut Indri , lalu meletakan ponsel milik nya kembali ke dalam tas milik nya .
Mobil BMW hitam milik Aldrich pun mulai melaju perlahan , lambaian tangan dari keluarga Indri pun terus terlihat , sampai mereka benar-benar menjauh dan melaju cukup kencang ketika sudah memasuki jalan utama.
Suasana di dalam mobil pun cukup hening , tidak ada obrolan dan Indri atau pun Feri , hanya saja terdengar suara musik samar yang sedang di putar .
Langit malam sudah menyapa , selir dingin nya angin sudah sangat terasa ketika Feri membuka kaca mobil nya.
" Kamu lapar ? mau makan apa ?" Tanya Feri , pandangan nya terus menatap lurus kedepan.
" Indri ? kamu ....Lah !! tidur dia ," Ucap Feri ketika menoleh ke arah Indri dan melihat gadis itu sudah terlelap.
Tampa menunggu jawaban dari gadis yang kini sudah menjadi istrinya , Feri lansung membelokan mobil nya ke arah restaurant cepat saji .
...Drivetrue...
" Selamat malam ada yang bisa saya bantu ?"Suara wanita di dalam sana.
" Mbak cheese burger nya dua , paha atas nya empat , nasi nya dua sama millo float nya dua,"Jelas Feri .
" Baik ada tambahan ?" Tanya nya kembali.
" Kentang goreng sama mineral water nya deh satu," Kata Feri .
" Baik , silah kan tunggu pesanan anda di depan ,"Ujar nya .
Feri pun kembali melaju kan mobil nya perlahan , lalu berhenti tepat di samping kaca untuk membayar dan mengambil pesanan nya .
Beberapa menit Feri menunggu , pria itu terus menatap wajah cantik Indri yang sedang tidur nyenyak .
" So beautiful ," Kata Feri pelan .
Tangan nya menyentuh pipi Indri , dengan bibir yang terus tersenyum , tatapan mata nya penuh kebahagiaan , sampai Feri tidak sadar kalo Indri kini sudah mengerjap kan mata dan menoleh ke arah nya .
" Udah sampe ?!" Suara Indri membuat Feri terkejut , lalu menarik tangan nya .
" Ng ..belum , aku lagi pesen makanan dulu ,"Sahut Feri .
" Kalo mau nyentuh , sentuh aja ! aku udah halal buat kamu ," Kata Indri dengan penuh ledekan .
" Aku gak sengaja , tadi nya mau banguni kamu ! eh keburu bangun ," Elak nya .
Indri pun hanya tersenyum kepada Feri , wajah tampan nya semakin terlihat ketika pria itu terlihat begitu gugup .
" Aku gak tahu , ini cinta atau bukan , yang jelas aku nyaman sama kamu , sikap dingin mu perlahan terkikis , apa boleh kalau aku bilang ini cinta ? tapi seperti nya terlaku cepat ," Gumam Indri dalam hati.
TBC🍀🍀🍀
HAYO !! AUTHOR TUNGGUIN LIKE , VOTE SAMA KOMEN DARI KALIAN LOH .