STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 12



Lagit senja pun sudah terlihat begitu indah , kini sudah waktu nya Aldrich dan Nabila kembali pulang ke kota.


" Bu kami pulang dulu " Pamit Aldrich ke pada orang tua Nabila.


" Baiklah " wanita yang sudah terlihat berumur itu tersenyum ramah.


" Hati-hati di jalan , dan Ana , kamu baik-baik di sana ya sayang " Wanita itu mengusap kepala putri nya dengan penuh cinta.


Nabila pun tersenyum , lalu mencium pipi sang ibu tercinta , satu-satu nya lagi permata hati yang tuhan sisih kan untuk diri nya.


" Baik bu , ibu juga baik-baik . Dan kalian" Nabila menunjuk kedua adik kembar nya sambil tersenyum . " Jangan bikin ibu kesal oke ?" Pinta nya.


" Siap ka , kami akan pulang cepat dan membantu ibu " Jawab adik kembar nya Riri.


" Ya sudah kita berangkat " Nabila pun tersenyum kembali. " Dadah"Tangan Nabila melambai.


Kini Nabila dan Aldrich pun sudah beranjak pergi menuju mobil.


Setelah kedua nya berada di dalam , Aldrich pun mulai melajukan mobil nya perlahan , hingga meninggal kan rumah sederhana yang di tinggali ibu dan kedua adik Nabila.


" Eheumm " Suara Aldrich membuat Nabila menoleh ke arah nya.


" Tadi kau bilang apa ?" Tanya Aldrich tanpa memangling kan wajah.


" Apa nya yang apa ?" Nabila berkerut kening mendengar pertanyaan Aldrich.


" Tadi yang kau kata kan waktu di hadapan ibu ?" Aldrich pun membawa pandangan nya kepada Nabila.


" Banyak yang kita bicara kan di depan ibu ?" Nabila semakin di buat kebingungan oleh lelaki di samping nya itu.


Aldrich pun menghela nafas nya , lalu berkata.


" Kau memanggil ku apa ?" Jelas nya.


" Apa ? " Tanya Nabila kembali , hingga membuat raut wajah Aldrich kesal.


" Ah sudahlah , kau ini memang menyebal kan " Aldrich terlihat merajuk.


Nabila pun malah tersenyum jahil kepada Aldrich.


" Mas " Sahut Nabila ,menatap Aldrich dengan tatapan jahil.


Aldrich pun menoleh , pandangan mereka pun saling bertemu.


" Bagai mana tuan " Tanya Nabila tersenyum sambil memain kan alis nya.


" Dasar anak kecil " Ledek nya kepada Nabila.


" Dasar om-om " Balas Nabila , pandangan ya kembali lurus kedepan.


" Kenapa papih milih kamu " Gerutu Aldrich.


" Iya saya juga bingung kenapa papih maksa saya ?" Balas nya.


" Apa kita harus membuat surat perjanjian ?" Tanya lelaki yang sedang sibuk mengemudi di samping Nabila.


" Apa anda ingin memper main kan ku ?" Nabila betanya tanpa ekspresi.


Aldrich hanya terdiam , pandangan nya hanya menatap jalanan dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan .


" Saya tau anda memang tidak tertarik kepada saya , saya cukup tau diri untuk itu , tapi kalau anda ingin mempermain kan janji suci di hadapan tuhan , maka lebih baik kita akhiri saja sekarang dan jujur saja bahwa kita tidak pernah memiliki hunbungan apapun " Tegas Nabila ,kepada Aldrich . Entah mendapat kan keberanian dari mana hingga dia berani mencecar nya dengan penjelasan panjang lebar.


" Bukan begitu maksud ku " Sahut Aldrich . " Aku takut kau merasa tidak nyaman dengan ku , usia kita terpaut sangat jauh , kalaupun tidak mau ada perjajian nikah , ya sudah kita usahakan sama-sama agar hubungan yang papih ingin kan berjalan mulus dan baik-baik saja " Jelas nya kepada Nabila.


" Maaf saya lancang " Lirih Nabila . " Saya hanya tidak ingin mempermain kan hati ibu saya " Ia berusaha nahan rasa kesal nya.


" Aku tidak bermaksud memper main kan perasaan ibu mu atau pun diri mu sendiri , kau ini gadis baik dan polos , aku hanya sedang memikir kan apa aku pantas bersama mu , bahkan aku adalah seorang bajingan " Aldrich pun menatap Nabila .


" Tuan . Menikahlah bersama wanita pilihan ibu mu " Manik nya melirik ke arah Aldrich.


" TIDAK " Jawab nya tegas , mata tajam nya kini menoleh ke arah Nabila.


" Bukan kah kau tidak usah membuat surat perjanjian apaun dengan Sarah " Tanya Nabila.


" Tapi aku tidak mau hidup bersama nya " Tegas Aldrich.


" Kenapa ? bukan kah dia cantik ? mamih juga sangat senang pada nya" Tanya Nabila kembali.


" Aku tidak suka gaya hidup nya , bukan soal uang yang ku permasalah kan , tapi aku mencari istri yang akan menunggu ku pulang dan mengurus anak-anak ku , bukan wanita yang suka keluyuran bersama teman-teman sosialita nya " Cicit Aldrich , sesekali pandangan nya melihat ke arah Nabila dengan tangan yang terus memegang kemudi.


" Saya juga akan terus bekerja " Balas Nabila.


" Kalau aku yang akan menjadi suami mu , kau tidak boleh bekerja menjadi waiters , kau hanya boleh bekerja mengurus ku dan anak ku , akan ku gajih setiap bulan nya " Jawab Aldrich.


Nabila pun hanya terdiam .


" Soal perjanjian itu , kita lupakan termasuk perjanjian lima bulan itu " Ucap Aldrich kembali.


" Apa kau yakin ?" Tanya Nabila .


" Apa kau tidak akan menyesal ? kau lebih memilih ku dari pada nona Sarah ? " Aldrich pun menoleh ke arah nya lalu tersenyum.


Senyuman yang sangat jarang Aldrich perlihat pada diri nya , namun saat ini lelaki itu tengah tersenyum manis pada dirinya.


" Pindahlah ke apartemen ku , tinggal kan kontrakan kumuh mu itu " Pinta Aldrich.


" Aku tidal mau di cap jelek , oleh siapapun terutama ibu mu " Jelas Nabila.


" Ini aku yang meminta , bukan kau . Jadi tempati saja , bukan kan itu akan menjadi tempat tinggal kita berdua nanti ?"


" Akan ku pikir kan nanti " Jawab Nabila singkat.


Aldrich pun terus memacu kecepatan mobil nya cukup tinggi , kini langit cerah sudah berganti menjadi gelap gulita.


Suasana mobil seketika hening setelah perdebatan nya .


Kini gadis bawel itu sudah terlelap di samping nya.


" Kalo lagi diem cantik " Gumam Aldrich.


Setelah beberapa jam melalui jalananya , dari kampung menuju kota , kini mobil itu pun sudah berhenti di pinggir jalan .


Ia pun terus melirik Nabila yang masih terlelap , ia kebingungan babagai mana cara nya membangun kan gadis kecil di sebelah nya.


" Nabila " Aldrich menepuk pelan pipi gadis yang tengah tertidur.


" Nabila " Lagi-lagi ia tak melihat tanda Nabila akan terbangun.


Setelah cukup lama menunggu , akhirnya Nabila mengerjap kan mata nya.


Nabila menoleh ke arah Aldrich yang sedang memejam kan mata , dengan jari yang memijat pelan pelipis alisnya.


" Tuan " Panggilan Nabila membuat Aldrich langsung menatap le arah nya.


" Akhir nya kau bangun juga " Suara Aldrich sedikit berbisik.


" Berapa lama aku tidur ? kenapa ga di banguni " Cecar Nabila.


Aldrich pun menghela nafas nya kasar , ia terlihat menggeser tubuh nya lalu mulai membuka pintu.


" Turun lah , sudah malam " Titah nya sambil berlalu menuruni mobil.


Melihat Aldrich yang sudah keluar dari mobil dengan raut wajah kesal , Nabila pun langsung bergegas menyusul Aldrich.


-Brugh


Tuit..Tuit


Setelah melihat Nabila mengeluari mobil , Aldrich pun langsung menekan remote control untuk mengunci mobil nya.


" Tuan " Panggil nya sedikit berlalri mengejar Aldrich yang sudah berada di depan nya.


Laki-laki berbadan tegap itu pun menoleh.


" Stop memanggil ku tuan , aku bukan majikan mu " Tegas nya.


Nabila pun hanya terdiam ketika melihat tatapan menakutkan dari Aldrich.


" Baiklah om " Sahut nya.


Mendengar Nabila memanggil nya om , Aldrich hanya mengusap wajah nya kasar.


" Terserah kau saja " Aldrich pun kembali berbalik badan .


" Om tungguin " Nabila pun berlari mengejar Aldrich.


" Masuklah , aku akan pulang sekarang "Titah nya ketika Aldrich sudah sampai di depan pintu kontrakan milik Nabila.


" Masuklah dulu , aku akan membuat kan anda coklat hangat " Tawar Nabila sambil membuka kunci pintu.


" Tidak usah , lain kali saja. Masuklah , kunci pintu dan istirahat " Aldrich pun langsung meranjak meninggal kan Nabila yang kini sedang berada di ambang pintu.


Ada perasaan aneh di relung hati nya , seperti banyak sekali kupu-kupu yang sedang berterbangan .


Bibir nya terus tersenyum kala melihat punggung laki-laki yang kini sudah perlahan menghilang.


Setelah benar-benar Aldrich sudah tak terjangkau oleh pandangan nya , Nabila pun masuk lalu menutup pintu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA LIKE & VOTE


DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR ☺


MAAF KALO MASIH BANYAK TYPO 🤭