
Setelah urusan Aldrich dan Nabila selesai di klinik , kedua nya langsung beranjak memasuki mobil yang sedang terparkir tidak jauh dari pintu masuk klinik .
" Sayang mau makan apa ? aku lupa membawa mu sarapan di hotel tadi " Kata Aldrich .
" Bubur ayam spesial " Bisik Nabila .
" Dimana ? " Tanya Aldrich .
" Di mana saja , yang penting ada spesial nya " Jelas Nabila .
Aldrich pun mengangguk , lalu membukan kan pintu untuk Nabila .
โBrugh ...
Setelah pintu menutup , Aldrich pun berlari memutari mobil .
Lalu mulai menyusul masuk bersama Nabila yang sudah duduk di kursi sebelah kemudi .
Mesin mobil pun mulai menyala , dengan perlahan Aldrich mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang .
Sekitar lima belas menit Aldrich mencari bubur ayam spesial , akhir nya ia menemukan salah satu penjual , yang menulis menu spesial nya dengan sangat besar .
Mobil Aldrich pun mulai mengarah ke pinggir , sebelum benar-benar menghentikan nya .
" Kamu tunggu di sini , biar mas yang belikan " Ujar Aldrich .
Nabila pun hanya mengangguk , membiar kan suami nya keluar untuk memesan kan bubur untuk nya .
Netra tajam Aldrich pun terlihat membulat , tubuh nya seketika terhenti ketika melihat antrian yang sangat panjang.
Awal nya ia ingin kembali ke dalam mobil , namun ketika mengingat ini sudah terlalu siang , tidak ada waktu lagi untuk menunda sarapan sang istri tercinta .
Aldrich cukup terlihat risih , ketika banyak pasang mata yang memperhatikan nya , apa lagi ketika melihat wanita yang juga terlihat cantik dengan celana jeans pendek selalu mencari perhatian Aldrich dengan tingkah laku nya.
" Ihh gerah banget yah " Kata prempuan tersebut , tangan nya mulai menyibak kan tambut panjang nya , hingga memperlihat kan leher yang putih dan mulus.
Aldrich hanya terdiam , mata nya terlihat memutar ketika jengah melihat wanita yang berada di depan nya .
Sementara itu di dalam mobil , Nabila terlihat kesal ketika Aldrich tak kunjung datang membawa pesanan bubur nya .
Sebelum benar-benar kelaur untuk mesnyul suami nya , beberapa kali Nabila melihat ke arah luar .
โBrugh..
Nabila membanting pintu mobil , lalu mulai beranjak dengan langkah kaki yang terlihat melangkah terburu-buru .
" Oh antri toh ?!" Guamam Nabila .
Nabila mulai mencari keberadaan Aldrich , hingga mata nya melihat Aldrich yang kini sedang di goda wanita berpakaian sedikit sexy dengan celana jeans minim nya .
Dengan cepat Nabila pun berlari ke arah Aldrich , lalu memeluk nya manja .
Aldrich tersentak kaget , namun ketika melihat yang memeluk nya adalah Nabila , pria itu pun tersenyum lalu membalas pelukan Nabila dengan manja nya .
" Kenapa kesini , mas sudah bilang tungguin di mobil " Ujar Aldrich dengan pandangan sedikit menunduk , melihat wajah cantik istri manja nya saat ini .
Kaki Nabila pun sedikit berjinjin , lalu membisikan sesuatu di telinga Aldrich .
" Mas nya lama , aku bosan !" Bisik Nabila .
" Hey kalo mau mesra-mesra an jangan di sini dong mbak !!" Caci wanita yanh sedari tadi bersikap aneh di depan Aldrich .
Nabila tidak membalas perkataan wanita tersebut , ia hanya memandang nya dengan tatapan penuh ancaman .
Sebenar nya ingin sekali Nabila membalas ucapan nya namun mengingat suara nya sedang hilang , Nabila pun memilih cara lain .
" Mbak nya bisu yah ?!" Ledek wanita itu kembali dengan sinis .
" Istri saya tidak bisu, saya yang melarang nya untuk berbicara ke pada sembarang orang , aku sedikit posesif memang , karena dengan para lelaki mendengar suara sexy istri ku saja aku sudah cemburu "Cecar Aldrich .
Mendengar pernjelasan Aldrich , wanita itu pergi begitu saja dengan tatapan penuh kekesalan kepada Nabila .
Setelah cukup lama menunggu antrian , akhir nya Aldrich pun menenteng satu porsi bubur ayama spesial dengan Nabila yang selalu menggandeng tangan nya .
Nabila pun membuka pintu , lalu mulai duduk dan membuka kota berisi bubur ayam yang di pasan suami nya tadi .
Netra nya berbinar , bibir nya pun ikut tersenyum ketika melihat isian toping yang sangat lengkap .
-Ada suiran ayam yang cukup banyak , ati-ampela , cakwe , kacang dan tidak lupa sambal , namun Nabila tidak memberi bubur nya kerupuk , karena ia kurang menyukainya .
Tangan nya mulai mengaduk , dan menyendok lalu memberikan suapan pertama untuk Aldrich .
" Makan saja sayang " Kata Aldrich ketika Nabila memberi nya satu sendok bubur di depan mulut nya .
Nabila menggeleng kan kepala lalu mulai memaksa Aldrich untuk membuka mulut nya dengan sendok yang terus-menerus ia dorong.
Usaha Nabila pun tidak sia-sia , akhir nya Aldrich membuka mulut dan mulai memakan nya .
Suapa demi suapan pun terus di lakukan oleh Nabila , selang-seling menyuapi dirinya sendiri dengan Aldrich .
Hingga suapan terakhir pun ia berikan kepada Aldrich .
" Sekarang minum obat nya sayang " Aldrich pun membuka kan botol air mineral yang masih tersegel .
Nabila pun menerima air minum yang Aldrich berikan , lalu mulai membuka beberapa obat sebelum ia meminum nya .
" Cepat sembuh sayang , agar aku bisa membuat mu berteriak kembali" Kata Aldrich dengan tersenyum jahil .
โPlakk..
Nabila memukul paha Aldrich .
" Aw sayang " Sahut Aldrich meringis .
" Mengemudi lah dengan benar , urusan ranjang kita bahas lagi nanti" Suara serak setengah hilang pun akhir nya terdengar.
" Sayang jangan berbicara " Jelas Aldrich .
" Kamu mas yang membuat aku tidak mau berbisik lagi , kamu nakal " Ujar Nabila yang terlihat kesal .
" Baiklah , aku akan mengemudi dengan baik , sebaik nya kamu tidur sayang !! kamu galak kalau lagi sakit " Kata Aldrich dengan tatapan terus pokus ke depan .
Helaan nafas pun terdengar jelas di telinga Aldrich ,ia melihat Nabila yang sudah mulai menyandar kan tubuh nya pada kursi mobil .
Seketika ke adaan pun hening , beberapa menit mereka terdiam .
Ketika Aldrich melirik ke arah Nabila , premuan itu sudah terlihat pulas di dalam alam mimpi nya .
Satu tangan Aldrich pun mengelus pipi Nabila dengan lembut .
" Maaf kan mas sudah membuat mu mengonsumsi obat itu " Lirih Nabila.
" Namun aku tidak janji untuk tidak memakan mu nanti malam sayang" Senyum Aldrich pun terpancar .
Perjalan masih cukup jauh , Aldrich pun terus memacu kecepatan mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi .
Cuaca di luar pun mulai terlihat mendung ,awan-awan sudah terlihat menghitam .
Tidak berapa lama air pun mulai turun dan sedikit-demi sedikit membuat mobil yang Aldrich kendari basah .
Tidak selang lama setelah hujan deras itu turun ke bumi , suara petir pun terdengar saling bersautan , hingga membuat Nabila terbangun .
" Mas !! aku takut petir " Lirih Nabila dengan tangan yang sudah meremas baju yang Aldrich kenakan .
" Tidurlah kembali , ada aku di sini yang akan menjaga mu sayang " Aldrich pun menatap ke arah nya lalu tersenyum .
Tangan kiri Aldrich ia semat kan di jemari tangan Nabila , walau pun sangat ingin ia memeluk Nabila hanya sekedar membuat rasa cemas nya lihang , apa boleh buat saat ini ia sedang sibuk dengan stir mobil nya.
TBC๐๐๐๐
...๐๐๐๐๐...
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE,KOMEN DAN VOTE.
TERIMAKASIH YANG DUKUNG AUTHOR SAMPAI SAAT INI .โค