
"Pak paket ayam penyet nya satu yah!"Asila segera memesan ketika sudah sampai di kantin yang bisa di bilang cukup luas.
"Boleh neng, mau duduk di mana?"Tanya penjual nasi.
"Di pojokan sana aja ya pak!"Indri menunjuk bangku kosong paling pojok.
"Pak! sama jus sirsak nya satu yah!"Pesan Asila kembali lalu di jawab anggukan oleh nya.
Penjual ayam penyet itu mengangguk, lalu memberikan nota nya kepada Asila.
Sebelum menuju bangku yang akan di duduki nya, Asila terlebih dulu menghampiri meja kasir untuk segera melakukan pembayaran.
"Mbak saya mau bayar!"Ucap Asila sambil memberikan satu nota kepada seorang wanita yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Total nya empat puluh ribu ka!"Asila pun mengangguk lalu memberikan uang pecahan lima puluh ribuan.
"Kembalian nya ka!"Ujar nya ramah sambil memberikan kembalian pada Asila.
Asila pun lansung menuju meja paling pojok, berjalan perlahan menyusuri kantin yang sedikit besar.
Kumplit juga sih ini! pikir nya.
Tidak lama setelah Asila duduk, jus pesanan nya datang.
"Jus sirsak nya ka."Ucap seorang wanita paruh baya sambil meletakan gelas tinggi di hadapan nya.
"Terimakasih bu."Ucap Asila.
Seseorang tersebut pun hanya tersenyum, lalu kembali beranjak pergi kembali meninggal kan nya.
Mata nya terus melihat-lihat ke seluruh tempat yang sudah terlihat sepi, maklum saja jam makan siang sudah selesai, pikir nya.
Asila pun melihat pria yang tadi di temuinya,berjalan di lorong menuju kanting di sebrang sana.
Penanpilan nya sangat mencolok! terlihat kalau dia bukan orang sembarangan di gedung Mahardika Group ini.
"Nasi ayam penyet nya non!"Suara tersebut membuyar kan lamunan nya.
"Oh iya bu."Asila tersenyum, lalu menganggukan kepala.
Mandapat kan makanan nya sudah berada di tempat,Asila lansung pergi ke arah washtafel untuk segera mencuci tangan nya.
Suara air yang mengalir dari kran pun terdengar,Asila membasuh tangan nya dengan sangat teliti sambil menatap dirinya di kaca.
Aku cantik juga ternyata! Gumam Asila sambil terus meneliti wajah nya dari pantulan cermin.
Merasa sabun di tangan nya sudah hilang! Asila menutup kran air kembali lalu membawa beberapa tissue untuk mengering kan tangan nya.
Namun ketika Asila akan kembali menuju meja nya, ada seseorang yang sudah duduk di sana.
Perasaan nya gugup, gadis itu terlihat sangat malu ketika akan menghampiri pria dengan stelan jas berwarna abu-abu.
"Tuan maaf! sa-saya mau ambil nasi sama minum saya."Asila berkata glagapan.
"Kenapa di ambil? duduklah!"Titah nya kepada Asila.
Gadis yang sedang berdiri itu terlihat semakin tidak nyaman, namun ketika Asila akan duduk ponsel nya berbunyi.
"Iya hallo bu?"Sahut nya.
"Sebentar lagi saya kesana bu."
"Iya bu!"Asila kembali menyimpan ponsel nya kembali ke dalam tas.
Dengan sangat terpaksa Asila meninggal kan nasi ayam dan jus sirsak nya dengan raut wajah yang sedikit kecewa.
"Saya permisi tuan!"Cicit nya lalu berbalik arah dan berjalan sedikit cepat meninggal kan Raynan yang kini sedang terdiam .
"Belum apa-apa udah di tinggal aja!"Gumam nya lalu beranjak.
Tidak ingin menyia-nyia kan kesempatan,Raynan lansung berlari menyusul Asila.
"Hey tunggu!"Kata Raynan sedikit berteriak.
"Aduh siapa tadi nama nya?!"Gumam Raynan.
Asila yang sudah mendapat panggilan dari bos nya terus melangkah, bergegas agar dirinya segera sampai.
"Tunggu!"Raynan mengulur kan tangan nya ke arah pintu lift.
Pria itu lansung masuk, menghampiri Asila yang terlihat menunduk ketika berhadapan dengan nya.
"Siapa nama mu?"Tanya Raynan, lalu mengulur kan tangan nya.
"Saya Asila tuan."Sahut Asila lalu menatap wajah tampan di hadapan nya.
"Rayna! panggil saya Raynan."Jelas pria di samping yang kini tengah menghadap nya.
TING...
TOK..TOK..TOK..
—Ceklek..
Aldrich membuka kan pintu untuk nya.
"Masuklah, Queen tertidur!"Ucap Aldrich.
Asila pun mengangguk, laku melangkan ke dalam dan menghampiri Nabila.
"Bu biar saya yang gendong!"Jelas Asila lalu memangku bayi kecil yang sudah terlelap.
"Kamu tunggu sebentar di sini, sebentar lagi pak ujang datang menjemput."Kata Nabila kepada pengasuh anak nya itu.
......................
Sementara itu di lain tempat, Indri yang baru saja terbangun dari tidur sore nya sedang berdiri di hadapan lemari pendingin sambil terus berfikir makanan apa yang ingin di santap nya.
"Makan es krim enak sih kaya nya!"Indri lansung membawa dua es krim sekaligus.
Entahlah, kini Indri terlihat rakus, bahkan ibu hamil muda itu selalu ke tiduran dimana pun dirinya berada setelah merasa kekenyangan.
Semakin hari tingkah nya semakin aneh, Indri semakin sering makan dan setelah itu tertidur.
Tv di ruang tengah pun menyala ketika Indri menekan tombol power berwarna merah di remot yang berada tepat di samping nya.
Ruangan terlihat bersih, maklum saja petugas baru saja undur diri setelah membersih kan apartemen yang di huni nya bersama suami.
TIT...TIT...TIT..TIT...
—Plip..
Ceklek..
Feri terlihat mendorong pintu apartemen nya perlahan,lalu melepas kan sepatu yang di kenakan nya lalu menyimpan rapi ke dalam rak sepatu.
"Sayang, aku pulang!!"Teriak Feri.
Indri yang sedang asik menonton televisi di hadapan nya lansung menoleh ke arah Feri yang baru saja datang.
"Mas tumben sudah pulang!"Tanya Indri yang merasa heran.
"Pekerjaan ku sudah selesai sayang."Sahut nya sambil duduk di sebelah Indri dengan jari tangan yang mulai membuka jas dan dasi yang masih menempel rapi di rubuh nya.
–Cup...
"Hai anak Daddy lagi apa?"Tanya Feri setelah mencium perut istrinya.
"Lagi makan es krim Dad."Balas Indri sambil mengusap kepala suaminya pelan.
Tatapan Feri pun lansung tertuju kepada es yang masih berada di tangan Indri dan satu nya terletak di atas meja kaca di hadapan nya.
"Ini boleh Dady makan nggak?"Tanya Feri.
"Boleh sayang!"Indri mengusap pipi suaminya.
"Kamu baru bangun tidur sayang?"Tanya Feri ketika melihat wajah sembab istrinya.
"Iya mas, tadi siang aku makan banyak! terus ketiduran."Ujar nya.
"Vitamin nya di minum?"
"Sudah mas."Jawab Indri.
"Bagai mana dengan susu nya?"Feri terus memantau Indri.
"Susu aku belum bisa mas, selalu mual dan pusing."Rengek nya.
Feri mengangguk, tangan nya terus mengusap perut Indri yang sudah mulai membulat.
"Apa kamu mau pernikahan kita di umum kan, melaksanakan resepsi misal nya?"Kini Feri menghadap ke pinggir menatap Indri.
"Tidak usah mas."Sahut nya singkat.
"Kenapa? banyak wanita yang masih mengejar ku karena mereka pikir aku masih lajang!"Tutur Feri berusaha membuat Indri cemburu.
Namun bukan nya cemburu, Feri malah di buat terkejut dengan jawaban istrinya.
"Ambil aja kalau mereka mau, mereka pasti nggak bakalan kuat sama cerewet dan posesif nya kok, nanti juga di kembaliin!"Ucap nya santai.
Usaha Feri yang ingin membuat Indri cemburu selalu tidak berhasil,wanita itu percaya sepenuh nya kepada Feri sampai rasa cemburu itu tidak pernah datang di hati nya.
...TBC🍀🍀🍀...
...Inget! jangan lupa Follow, like, vote dan komen nya yah readers ku😘😚....