STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 81



...โš ๏ธWarningโš ๏ธ...


Episode ini mengandung konten dewasa , jika yang baca belum cukup umur silahkan di skip.


...21+...


Efek samping : Menyebab kan panas dingin , pusing , kunang-kunang , tekanan darah rendah dll.๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Happy reading guys ๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹


......................


Tangan kekar milik suaminya kini sudah menyelinap di balik kaos hitam oversize yang di kenakan Indri , mengusap lembut perut rata milik istrinya, hingga membuat gadis itu terus mencengkran pergelangan tangan Feri , berusaha sekuat mungkin untuk menghentikan kegiatan suami nya .


" Sayang aku mohon jangan sekarang !!"Rengek Indri tampa menyadari setiap kata yang keluar dari mulut nya .


Wajah Feri yang sedang terbenam di tengkuk nya pun seketika menegak kembali , menatap wanita cantik yang sedang berada di bawah nya penuh permohonan agar bisa lepas dari cengkraman nya malam ini .


" Ya , aku juga sayang kamu Marsha !!" Ucap nya dengan suara parau , pria di atas nya benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan nafsu nya lagi.


" Feri aku mo...," Suara nya terhenti , ketika Feri lansung menyerang bibir milik Indri secara tiba-tiba .


Refleks tangan Indri lansung memegang rahat Feri , Indri hanya terdiam ketika Feri mengobrak-abrik muluk nya .


Beberapa kali terus berusaha memberontak , mendorong dan memukul Feri , namun semua yang di lakukan hanya sia-sia , tenaga suaminya bahkan lebih besar dari dorongan kecil tangan nya.


Feri menghentikan pautan bibir nya sebentar , beralih menatap Indri yang kini sedang memejam kan mata , telapak tangan Indri pun terus berada di rahang Feri .


" Apa aku boleh mendapat kan hak ku sebagai suami mu sekarang sayang ?!"Kata Feri lirih , telepak tangan mengusap tangan Indri yang sedang berada di pipi nya , mencoba membuat Indri kembali mebuka mata .


Nerta indah di hadapan Feri perlahan tebuka , tatapan nya sendu , seolah memohon agar terus melakukan kegiatan panas nya .


Hati nya ingin menolak , namun tidak dengan pikiran nya , tubuh Indri seolah menerima semua sentuhan memabukan dari Feri , sampai bibir nya kelu , ia sudah tidak mampu berkata-kata lagi , termasuk untuk mengatakan tidak untuk menolak ke inginan Feri malam ini .


Setelah saling beradu pandang beberapa detik , akhir nya kepala Indri mengangguk perlahan , senyum di bibir Feri pun terukir ketika mendapat persetujuan dari wanita yang sangat ia ingin kan malam ini .


Dengan cepat Feri membuka baju nya , hingga perut kotak-kotak milik nya menjadi pemandangan yang sangat menggiur kan hingga Indri hanya menatap nya tampa bersuara.


Perlahan Feri kembali mendekat , menyentuh paha mulus Indri perlahan lalu menaikan kaos yang di kenakan nya sampai terlepas .


Feri terdiam , darah nya seolah membeku ketika melihat tubuh indah yang selalu di sembunyikan di kaos dan kemeja longgar terpang-pang nyata tampa sehelai benang pun di bawah kung-kungan tubuh nya .


Merasa tubuh polos nya terus di perhatikan dengan tatapan aneh , tangan Indri pun menyilang , berusaha menyembunyikan tubuh polos nya dari Feri .


" Kenapa hemm?" Tanya Feri sambil tersenyum .


" Aku malu , jangan menatap ku seperti itu,"Rengek Indri .


Feri tersenyum , tangan nya menatik pergelangan tangan Indri , lalu meletakan tangan mungil itu di perut berotot milik nya.


" Kamu harus mulai terbiasa sayang ," Ucap Feri sebelum ia kembali mencembu bibir milik Indri .


Feri kembali ******* setiap inci bibir Indri , telapak tangan nya terus mengabsen setiap lekuk tubuh milik istri cantik nya .


Deru nafas kedua nya sudah jelas terdengar di ruangan , sesekali Feri dan Indri saling menatap dan memberi senyum satu sama lain .


" Aku akan mengajari mu sesuatu ," Jelas Feri , sambil mengusap lembut pipi Indri .


" Apa ?" Tanya Indri .


" Buka mulut mu !" Kata Feri , Indri pun menurut lalu mmbuka mulut nya .


Perlahan Feri ******* bibir Indri , sampai tercipta suara decapan yang begitu jelas terdengar .


" Aku tidak ingin main sendiri !!" Jelas Feri , lalus di jawab anggukan oleh Indri .


Sebelum kembali mecumbu istrinya , terlebih dulu Feri membuka celana yang masih menutupi sesuatu yang sudah sangat keras dan berdiri tegap .


-Degg..


Mata nya membulat sempurna , jantung nya berdetak lebih kencang , aliran darah nya serasa berhenti hingga Indri tidak bergerak ketika melihat pedang pusaka milik Feri .


"Itu tidak akan masuk," Repleks Indri berkata , hingga membuat Feri menyeringai sampai membuat Indri bergidik ngeri .


Tampa berbasa-basi ,Feri kembali menyerang bibir milik Indri , akhir nya yang Feri ingin kan terkabul , kini permainan bibir nya sudah saling bebalas.


" Jangan di tahan , tidak akan ada yang mendengar desahan seksi mu selain aku sayang !!"


Indri benar-benar di buat gila , akal sehat nya seolah sirna karena permainan yang di berikan Feri pada dirinya malam ini.


Setelah selesai dengan bibir Indri , kini bibir Feri beralih , menyusuri rahang lalu ke leher hingga berhenti dan menyesap sesuatu yang membuat Indri meremas rambut nya .


" Aaaahhhhh ," Suara seksi itu lolos begitu saja .


Feri kembali menatap Indri , bibir nya terus tersenyum ketika melihat istrinya yang sudah terlihat kacau .


" Sayang , ini sedikit perih . Tapi aku janji rasa perih nya akan sebentar ," Bisik Aldrich di telinga Indri .


Feri lansung memposisi kan tubuh Indri , menekan paha putih milik istrinya agar lebih lebih terbuka .


Tangan Feri mulai menempat kan milik nya di depan pintu surga , beberapa kali pedang milik nya terpeleset , karena belum ada akses sama sekali .


" Ohh shitt ," Geram Feri ketika selalu gagal menerobos .


Indri hanya terpejam ketika Feri terus berusaha mengambil mahkota nya , berusaha tenang untuk segera menerima sesuatu yang akan segera merobek nya .


" Sayang maaf kan aku , tapi aku terpaksa melakukan nya ,"


Sesudah meminta maaf , Feri kembali menekan paha Indri lebih kuat , lalu memempat kan pedang milik nya dan mendorong nya kuat tenaga .


Srettt...


Indri benar-benar merasa tubuh nya di sobek .


" Awwwwww !! sakitttt !! " Indri berteriak sangat kencang , jemari tangan nya meremas kuat lengan Feri , hingga menyisakan goresan merah .


-Cup..


-Cup..


Feri mencium pipi Indri berkali-kali , berusaha menenang kan Indri yang saat ini tengah menegang karena rasa sakit nya .


" Sorry ...so sorry baby ," Lirih Feri sambil mengusap setiap air mata yang mengalir di pipi istri nya .


" PERIHH !! Aku gak mau ," Ucap Indri sambil terisak .


" Hey , lihat aku sayang ," Feri mengusap pipi Indri .


Mata Indri terbuka perlahan , tatapan mata nya sayu , seolah bertanya kepada Feri kenapa ia melakukan itu kepada nya .


-Cup


Feri mencium bibir Indri , lalu mulai menggerakan pinggul nya perlahan , beberapa kali Indri meringis menahan rasa perih.


Namun setelah sekian lama , suara rintihan Indri berubah menjadi suara desaha yang erotis memenuhi ruang kamar kedua nya .


Teriakan Indri pun terdengar , ketika Feri memacu laju pinggul nya dengan kecepatan tinggi .


" Ahhhhhhhh ," Suara kedua nya , ketika sudah sampai puncak , lalu Feri menyembur kan lahar panas ke dalam rahim Indri .


-Cup ..


Feri mencium kening Indri .


" Terimakasih sayang ," Kata Feri kepada Indri yang sudah terbaring lemas .


" Sssshhhhhh ," Indri kembali meringis ketika merasakan sesuatu mengalir ketika Feri mencabut pedang milik nya.


" Cepetlah tumbuh di rahim momy sayang ," Kata Feri pelan , lalu mengusap perut Indri dan mencium nya .


Indri yang masih sadar , bibir nya tersenyum ketika merasa perut nya di usap dan cium , terlebih ketika mendengar perkataan Feri , sungguh baru kali ini Indri merasa sangat di cintai dan di ingin kan keberadaan nya.


TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Huhahuha ๐Ÿฅต๐Ÿฅต author cape sendiri .


Dosa tanggung masing-masing ya gengs .


Jangan lupa like ,vote dan komen nya oke ๐Ÿ™ƒ.