
" Nabila pamit ya mih , pih .Jaga kesehatan ya Nabila sebentar ko , cuma mau sendiri dulu aja sampai mas Aldrich dan mbak Ghina selesai mengambil keputusan " Jelas Nabila , bibir nya terus memperlihat kan senyum , walau pun ke adaan hati nya sedang tidak baik-baik saja .
" Cepatlah pulang , selesai kan masalah kalian secepat nya ! dan kamu Raynan , tante udah anggap kamu anak tante sedari kalian SMA,walau pun sekarang hubungan persahabatan kalian sedang memburuk , tapi bagi tante semua nya tidak akan berubah " Sinta pun memeluk Nabila , mata nya sudah memerah .
"Iya tante " Jawab Raynan .
Kedua nya beranjak pergi , berjalan menuju mobil Raynan terparkir.
" Mamih jangan nangis !" Teriak Nabila dengan bibir yang selalu tersenyum , namun air mata nya lolos begitu saja jatuh membasahi pipi nya .
" Hati-hati , cepatlah pulang ! mami pasti kangen bikin kue bareng menantu kesayangan mamih "Gumam Sinta ketika melihat punggung Nabila yang mulai beranjak pergi.
Tangan Nabila pun melambai , walaupun ia menangis , senyum nya tidak pernah hilang .
Wanita itu terus berusaha ingin terlihat baik-baik saja di hadapan kedua mertua nya.
Walaupun dengan keinginan nya menenang kan diri sesaat, itu sudah menjelas kan bahwa hati Nabila sedang hancur dan ingin menata nya kembali sendiri .
Mobil mewah berwarna hitam milik Raynan pun perlahan menjauhi pekarangan rumah milik kedua orang tua Aldrich.
" Udah sore banget , kamu boleh sewa apartemen aku kalo kamu mau"Ujar Raynan.
" Tidak usah repot-repot , aku akan kembali ke tempat asal mula ku " Sahut Nabila .
" Jadi aku harus mengantar mu kemana ?" Tanya Raynan.
" Ke jln Braga Gg.Melati ".
Raynan pun mengangguk , lalu kembali pokus pada setir mobil dan jalanan di depan nya .
Satu jam Raynan menyusuri jalanan di bawah langit malam , akhir nya mereka sampai di tempat yang Nabila tuju.
Raynan menghela nafas nya pelan , pria itu tidak sadar ketika Nabila tertidur dengan pulas nya .
Hidung nya masih memerah , mata nya pun masih terlihat bengkak.
Harus nya Raynan bahagia, tampa susah payah menyusun rencana ,Aldrich dan Nabila terpisah dengan sendiri nya ,walaup pun belum benar-benar berpisah.
Tapi ketika Raynan melihat wajah sendu Nabila , hati nya pun ikut terenyuh .
" Kamu terlalu banyak menangisi bajingan itu Nabila , kau tidak pantas bersama pria brengsek seperti Aldrich " Lirih Raynan ,dengan telapak tangan mengusap lembut kepala wanita yang sedang terlelap di kursi samping kemudi .
Merasa ada yang menyentu kepala hingga pipi nya , mata Nabila pun mengerjap perlahan.
Pandangan nya langsung menoleh ke arah Raynan yang sedang menatap nya gugup.
" Ray , apa kita sudah sampai ?" Tanya Nabila dengan suara serak .
" Ya , baru saja sampai dan aku ingin membangun kan mu " Dusta Raynan , jelas-jelas ia menyentuh Nabila karena merasa kagum dan kasihan bukan karena ingin membangun kan nya .
" Baikalah , terimakasih .Aku turun kalau begitu " Kata Nabila lalu membuka pintu mobil milik Raynan .
Raynan hanya mengangguk , tapi ketika Nabila memasuki gang.
Ia pun turun dari mobil nya lalu mengikuti Nabila tampa sepengetahuan wanita itu.
langkah kaki nya melangkah sangat pelan , Raynan berada jauh di belakang Nabila .
Meneliti setiap pergerakan yang Nabila lakukan .
Nabila terlihat mengetuk pintu , hingga seorang ibu-ibu berperawakan sedikit gemuk menyambuk Nabila dengan pelukan hangat.
Beberapa detik Nabila hanya berdiri di ambang pintu , hingga akhir nya seorang wanita itu memberikan sebuah kunci .
Nabila terlihat menganggukan kepala nya lalu tersenyum.
" Bagai mana bisa Nabila diam di tempat seperti ini? " Gumam Raynan.
" Sungguh ini tidak layak bagi wanita seperti mu " Gumam nya lagi.
" Ayolah Raynan , tujuan pertama mu membalas perbuatan Aldrich , jangan terbawa perasaan Raynan , sadarlah " Umpat Raynan pada diri nya sendiri .
Setelah melihat Nabila masuk , Raynan pun berbalik arah mulai meninggal kan pemukiman padat penduduk dan terlihat sedikit kumuh .
....
Pintu kontrakan milik nya terbuka , jemari tangan nya mencari keberadaan saklar lampur.
-Trek
Lampu berwarna putih pun menyala .
Netra nya menatap sekeliling , ke adaan tempat tinggal nya dulu dan setelah Nabila tinggal kan masih sama , tidak ada yang berubah ketika ia menitip kan semua barang milik nya di kontrakan yang juga selalu ia bayar setiap bulan.
" Apa bu Tina suka membersihkan kamar ini ? kamar ini terlihat bersih dan wangi" Lirih Nabila .
Kaki Nabila berjalan menuju tempat tidur berukuran kecil milik nya dulu , lalu menghempas kan tubuh nya di atas kasur .
-Brugg..
Tubuh kecil itu kini berbaring di atas tempat tidur , sesaat ia melupakan kejadian nya tadi sore .
Tubuh nya berbalik mengarah ke samping , memeluk bantal guking yang berada di sana .
" Aku selalu menuruti ke inginan nya , bahkan ketika belum genap tiga bulan aku sudah tidak meminum pill penunda ke hamilan karena ke inginan nya , tapi apa sekarang ? dia tega membagi bibir nya dengan wanita lain , sungguh dia berhasil membuat ku seperti wanita bodoh saat ini " Gumam Nabila.
Air mata nya mulai mengalir , sekuat tenaga Nabila tidak mengeluar kan suara .
Tubuh wanita malang itu berbaring menekuk seperti janin , tangan nya kini beralih memeluk lutut nya erat.
" Hiks...hiks..kenapa rasa nya sesak sekali , apakah sesakit ini mencintai seorang yang mempunyai cinta di masa lalu nya?" Lirih Nabila .
Nabila kembali beranjak , berdiri lalu melangkah ,tangan nya berusaha menyentuh saklar lampu .
-Trek..
Ke adaan ruangan pun menjadi gelap , namun masih ada terang lampu dari luar yang menyelinap masuk dari celah gorden yang menutupi jendela kecil di kontrakan nya .
Ke adaan tubuh nya sudah sangat lemas ,rasa perih di lambung nya mulai terasa, bahkan Nabila hanya memakan roti isi coklat saat sarapan tadi pagi bersama suaminya , rencana nya akan makan bersama Aldrich pun gagal begitu saja , ketika mata Nabila menangkap langsung kegiatan panas dua orang mantan kekasih.
Nabila memejam kan mata nya , mencoba mencari kantuk dan segera tertidur ,agar dapat melupakan kejadian tadi sore yang terus teringat , seperti kaset film yang selalu di putar-putar.
" Awal nya aku ingin sendiri karena menghindari gejolak emosi yang sudah menyeruak dalam hati ku , tapi ketika sendiri , semua yang ku lihat selalu saja teringat ,apalagi suara menjijikan yang di hasil kan pertemuan bibir mereka , aku benar-benar ingin tidur ! bisa kah bayangan kalian pergi sebentar" Suara nya lirih , telapak tangan nya terus menutup telinga , netra indah nya terus saja tertutup.
" Biarkan aku tidur !!"
"Biarkan aku tidur !!"
"Biarkan aku tidur !!"
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriakan Nabila terdengar begitu kencang .
" Kenapa ? kenapa kau jahat Aldrich , aku membenci diriku , kenapa aku menuang kan semua rasa cinta ku ? tapi betapa bodoh nya aku ketika aku tidak pernah tahu , bahwa kau masih menyimpan wanita lain di hatimu , kenapa kau tidak bunuh aku saja Aldrich !"Gumam Nabila .
Suara pintu terbuka , seorang wanita langsung masuk , lalu membawa tubuh itu kedalam pelukan nya .
" Neng ?" Panggil bu Tina.
Nabila pun lansung membalas pelukan bu Tina.
" Bu aku cape !" Ujar nya dengan suara lirih .
" Iya ibu tau " Jelas bu Tina.
Dengan penuh kasih sayang , Tina mengusap rambut Nabila lembut.
Mencoba menenang kan Nabila yang terlihat begitu setres.
" Ibu di sini , jangan pernah merasa sendiri neng " Kata Tina kembali.
TBCπππππ
...πππππ...
Hi readers makasih atas dukungan nya .
Like,vote dan komen dari kalian membuat author makin semangat update nya .
Sun jauh dari author πππ.