STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 48



" Nabila pamit ya mih , pih .Jaga kesehatan ya Nabila sebentar ko , cuma mau sendiri dulu aja sampai mas Aldrich dan mbak Ghina selesai mengambil keputusan " Jelas Nabila , bibir nya terus memperlihat kan senyum , walau pun ke adaan hati nya sedang tidak baik-baik saja .


" Cepatlah pulang , selesai kan masalah kalian secepat nya ! dan kamu Raynan , tante udah anggap kamu anak tante sedari kalian SMA,walau pun sekarang hubungan persahabatan kalian sedang memburuk , tapi bagi tante semua nya tidak akan berubah " Sinta pun memeluk Nabila , mata nya sudah memerah .


"Iya tante " Jawab Raynan .


Kedua nya beranjak pergi , berjalan menuju mobil Raynan terparkir.


" Mamih jangan nangis !" Teriak Nabila dengan bibir yang selalu tersenyum , namun air mata nya lolos begitu saja jatuh membasahi pipi nya .


" Hati-hati , cepatlah pulang ! mami pasti kangen bikin kue bareng menantu kesayangan mamih "Gumam Sinta ketika melihat punggung Nabila yang mulai beranjak pergi.


Tangan Nabila pun melambai , walaupun ia menangis , senyum nya tidak pernah hilang .


Wanita itu terus berusaha ingin terlihat baik-baik saja di hadapan kedua mertua nya.


Walaupun dengan keinginan nya menenang kan diri sesaat, itu sudah menjelas kan bahwa hati Nabila sedang hancur dan ingin menata nya kembali sendiri .


Mobil mewah berwarna hitam milik Raynan pun perlahan menjauhi pekarangan rumah milik kedua orang tua Aldrich.


" Udah sore banget , kamu boleh sewa apartemen aku kalo kamu mau"Ujar Raynan.


" Tidak usah repot-repot , aku akan kembali ke tempat asal mula ku " Sahut Nabila .


" Jadi aku harus mengantar mu kemana ?" Tanya Raynan.


" Ke jln Braga Gg.Melati ".


Raynan pun mengangguk , lalu kembali pokus pada setir mobil dan jalanan di depan nya .


Satu jam Raynan menyusuri jalanan di bawah langit malam , akhir nya mereka sampai di tempat yang Nabila tuju.


Raynan menghela nafas nya pelan , pria itu tidak sadar ketika Nabila tertidur dengan pulas nya .


Hidung nya masih memerah , mata nya pun masih terlihat bengkak.


Harus nya Raynan bahagia, tampa susah payah menyusun rencana ,Aldrich dan Nabila terpisah dengan sendiri nya ,walaup pun belum benar-benar berpisah.


Tapi ketika Raynan melihat wajah sendu Nabila , hati nya pun ikut terenyuh .


" Kamu terlalu banyak menangisi bajingan itu Nabila , kau tidak pantas bersama pria brengsek seperti Aldrich " Lirih Raynan ,dengan telapak tangan mengusap lembut kepala wanita yang sedang terlelap di kursi samping kemudi .


Merasa ada yang menyentu kepala hingga pipi nya , mata Nabila pun mengerjap perlahan.


Pandangan nya langsung menoleh ke arah Raynan yang sedang menatap nya gugup.


" Ray , apa kita sudah sampai ?" Tanya Nabila dengan suara serak .


" Ya , baru saja sampai dan aku ingin membangun kan mu " Dusta Raynan , jelas-jelas ia menyentuh Nabila karena merasa kagum dan kasihan bukan karena ingin membangun kan nya .


" Baikalah , terimakasih .Aku turun kalau begitu " Kata Nabila lalu membuka pintu mobil milik Raynan .


Raynan hanya mengangguk , tapi ketika Nabila memasuki gang.


Ia pun turun dari mobil nya lalu mengikuti Nabila tampa sepengetahuan wanita itu.


langkah kaki nya melangkah sangat pelan , Raynan berada jauh di belakang Nabila .


Meneliti setiap pergerakan yang Nabila lakukan .


Nabila terlihat mengetuk pintu , hingga seorang ibu-ibu berperawakan sedikit gemuk menyambuk Nabila dengan pelukan hangat.


Beberapa detik Nabila hanya berdiri di ambang pintu , hingga akhir nya seorang wanita itu memberikan sebuah kunci .


Nabila terlihat menganggukan kepala nya lalu tersenyum.


" Bagai mana bisa Nabila diam di tempat seperti ini? " Gumam Raynan.


" Sungguh ini tidak layak bagi wanita seperti mu " Gumam nya lagi.


" Ayolah Raynan , tujuan pertama mu membalas perbuatan Aldrich , jangan terbawa perasaan Raynan , sadarlah " Umpat Raynan pada diri nya sendiri .


Setelah melihat Nabila masuk , Raynan pun berbalik arah mulai meninggal kan pemukiman padat penduduk dan terlihat sedikit kumuh .


....


Pintu kontrakan milik nya terbuka , jemari tangan nya mencari keberadaan saklar lampur.


-Trek


Lampu berwarna putih pun menyala .


Netra nya menatap sekeliling , ke adaan tempat tinggal nya dulu dan setelah Nabila tinggal kan masih sama , tidak ada yang berubah ketika ia menitip kan semua barang milik nya di kontrakan yang juga selalu ia bayar setiap bulan.


" Apa bu Tina suka membersihkan kamar ini ? kamar ini terlihat bersih dan wangi" Lirih Nabila .


Kaki Nabila berjalan menuju tempat tidur berukuran kecil milik nya dulu , lalu menghempas kan tubuh nya di atas kasur .


-Brugg..


Tubuh kecil itu kini berbaring di atas tempat tidur , sesaat ia melupakan kejadian nya tadi sore .


Tubuh nya berbalik mengarah ke samping , memeluk bantal guking yang berada di sana .


" Aku selalu menuruti ke inginan nya , bahkan ketika belum genap tiga bulan aku sudah tidak meminum pill penunda ke hamilan karena ke inginan nya , tapi apa sekarang ? dia tega membagi bibir nya dengan wanita lain , sungguh dia berhasil membuat ku seperti wanita bodoh saat ini " Gumam Nabila.


Air mata nya mulai mengalir , sekuat tenaga Nabila tidak mengeluar kan suara .


Tubuh wanita malang itu berbaring menekuk seperti janin , tangan nya kini beralih memeluk lutut nya erat.


" Hiks...hiks..kenapa rasa nya sesak sekali , apakah sesakit ini mencintai seorang yang mempunyai cinta di masa lalu nya?" Lirih Nabila .


Nabila kembali beranjak , berdiri lalu melangkah ,tangan nya berusaha menyentuh saklar lampu .


-Trek..


Ke adaan ruangan pun menjadi gelap , namun masih ada terang lampu dari luar yang menyelinap masuk dari celah gorden yang menutupi jendela kecil di kontrakan nya .


Ke adaan tubuh nya sudah sangat lemas ,rasa perih di lambung nya mulai terasa, bahkan Nabila hanya memakan roti isi coklat saat sarapan tadi pagi bersama suaminya , rencana nya akan makan bersama Aldrich pun gagal begitu saja , ketika mata Nabila menangkap langsung kegiatan panas dua orang mantan kekasih.


Nabila memejam kan mata nya , mencoba mencari kantuk dan segera tertidur ,agar dapat melupakan kejadian tadi sore yang terus teringat , seperti kaset film yang selalu di putar-putar.


" Awal nya aku ingin sendiri karena menghindari gejolak emosi yang sudah menyeruak dalam hati ku , tapi ketika sendiri , semua yang ku lihat selalu saja teringat ,apalagi suara menjijikan yang di hasil kan pertemuan bibir mereka , aku benar-benar ingin tidur ! bisa kah bayangan kalian pergi sebentar" Suara nya lirih , telapak tangan nya terus menutup telinga , netra indah nya terus saja tertutup.


" Biarkan aku tidur !!"


"Biarkan aku tidur !!"


"Biarkan aku tidur !!"


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriakan Nabila terdengar begitu kencang .


" Kenapa ? kenapa kau jahat Aldrich , aku membenci diriku , kenapa aku menuang kan semua rasa cinta ku ? tapi betapa bodoh nya aku ketika aku tidak pernah tahu , bahwa kau masih menyimpan wanita lain di hatimu , kenapa kau tidak bunuh aku saja Aldrich !"Gumam Nabila .


Suara pintu terbuka , seorang wanita langsung masuk , lalu membawa tubuh itu kedalam pelukan nya .


" Neng ?" Panggil bu Tina.


Nabila pun lansung membalas pelukan bu Tina.


" Bu aku cape !" Ujar nya dengan suara lirih .


" Iya ibu tau " Jelas bu Tina.


Dengan penuh kasih sayang , Tina mengusap rambut Nabila lembut.


Mencoba menenang kan Nabila yang terlihat begitu setres.


" Ibu di sini , jangan pernah merasa sendiri neng " Kata Tina kembali.


TBCπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Hi readers makasih atas dukungan nya .


Like,vote dan komen dari kalian membuat author makin semangat update nya .


Sun jauh dari author 😘😘😘.