STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Epa 103



Mata Indri mulai mengerjap ketika mendengar Feri terus berbicara soal pabrik teh milik nya dengan seseorang di balik telepon sana.


Suasana kamar pun sudah benderang dengan lampu-lampu yang menyala.


Perlahan kesadaran nya mulai penuh,hingga ia mengingat bahwa flashdisk milik nya belum cabut dan simpan.


Tampa banyak berfikir Indri lansung menyibakan selimut nya cepat,lalu berlari ke luar kamar.


Srthhh...


Tap..Tap...Tap...Tap .


Feri yang tadi nya sedang fokus menatap layar laptop dan ponsel yang menempel di telinga hanya terdiam dengan wajah bingung nya ketika melihat Indri berlari sangat kencang ke arah luar kamar.


Dengan cepat Feri memutuskan sambungan telepon nya, lalu meletakan laptop di atas sofa dan segera menyusul Indri.


"Aduh! dimana yah?!"Indri bermonolog, dengan tangan yang terus membuka satu persatu laci di meja tv.


Dengan raut wajah yang terlihat panik dan cemas,Indri terus mencari kesana kemari benda rahasia milik nya itu.


"Cari apa ?!"Tanya Feri yang sudah berada di belakang Indri.


Indri terkejut,lalu membalikan tubuh nya ke arah Feri dengan raut wajah yang sangat gusar.


"Mas! aku-aku cari itu! em-apa itu?!"Sahut nya gelagapan dengan senyum menyeringai tak tahu malu.


"Cari flashdisk ya!"Kata Feri dengan tatapan dingin nya.


"Nah! mas tahu itu."Sahut Indri sambil terkekeuh.


"Kenapa ketawa? ada yang lucu!"Ujar Feri kembali hingga membuat Indri cukup gugup dan sedikit ketakutan .


Indri terdiam dengan mata yang terus tertuju pada pria di hadapan nya, begitu pun Feri,ia menatap istrinya dengan tatapan dingin.


"Kau mengagumi pria lain?!"Akhir nya Feri berbicara soal tujuh pria tampan yang menjadi idola nya sejak dari dulu.


"Tidak sayang, aku hanya suka lagu-lagu nya saja."Elak Indri sambil terus tersenyum kepada suaminya yang terus memasang wajah datar.


Tidak ada sahutan dari Feri, pria itu terus berdiri di hadapan Indri sambil terus menatap manik Indah istrinya.


"Mass!!"Rengek Indri kepada Feri yang terus menatap nya hingga membuat Indri salah tingkah.


"Sejak kapan kau menyukai ke tujuh lelaki itu!"Tanya nya dingin.


"Sejak dulu."Sahut Indri."Flashdisk nya mana mas!"Indri menadah kan tangan nya ke arah Feri.


"Sudah ku buang!!"Tegas nya.


"Mas!!"Tangan Indri meraih lengan Feri lalu memeluk nya manja.


"Apa!"Feri menatap Indri lekat."Mau protes hem?!"Tutur Feri kembali.


Indri menggeleng kan kepala nya, lalu beralih memeluk Feri dan membenam kan wajah nya di dada bidang Feri.


Feri yang merasa telah berhasil mengerjai istrinya tersenyum geli, walaupun sesungguh nya ia benar-benar tidak suka dan cemburu.


"Mas! fashdisk nya mana?"Gumam Indri.


"Aku simpan! aku tidak suka kamu menyukai pria lain selain suami mu ini!"Jelas Feri.


"Aku tidak suka kok mas!"Ucap Indri berbohong.


"Ck.Jelas-jelas kau selalu menari dengan riang gembira ketika menyaksikan pria hayalan mu itu."Feri berkata dengan nada penuh ledekan.


Aku sudah menduga kamu memantau ku dari jauh.Ucap nya dalam hati.


Indri merenggang kan pelukan nya, lalu menatap ke arah atas melihat wajah tampan suaminya.


"Mas cemburu?"Goda Indri, wajah nya terlihat mengoda Feri.


Netra Indri menatap mata Feri tajam, bibir nya terus tersenyum dengan jari tangan yang mulai menusuk-nusuk roti sobek yang terbungkus kaos polos berwarna hitam.


Tap...


Feri menggenggam pergelangan tangan Indri,menghentika jari nakal istri nya yang terus menusuk nakal di perut nya.


Pelahan Feri menundukan pandangan nya, menempel kan kening kedua nya dengan mata yang terus saling menatap.


Hembusan nafas kedua nya semakin terasa, tangan kekar Feri pun sudah menarik dan memeluk erat pinggang kecil wanita yang sedang berdiri di hadapan nya.


–Cup...


Sekilas Feri mengecup bibir ramun milik istri cantik nya.


Kepala Indri mendongkat, menatap dalam netra elang milik Feri yang sudah terhalang kabut gairah.


–Cup..


Indri membalas ciuman Feri.


Kedua nya saling tersenyum, lalu semakin merapat kan dirinya dan mulai memaut kan bibir satu sama lain.


Tangan Feri semakin mempererat lilitan tangan nya di pinggang Indri, begitu pun dengan Indri yang sudah mulai berjinjit denga tangan yang sudah mengalung di bahu Feri.


Suara decapan kedua bibir yang beradu sudah sangat jelas terdengar di ruangan tv, semakin lama Feri semakin memperdalam l**atan nya.


"Sayang aku mengingin kan mu!"Ucap Feri berbisik ketika menghentikan aktifitas nya terlebih dulu.


"Tapi bagai mana bayi kita?!"Indri lansung terlihat gusar, wanita yang sedang berada dalam dekapan Feri pun terlihat mengingin kan hal yang sama, wajar saja kedua nya sudah melewat kan beberapa purnama hanya karena alasan takut menyakiti bayi yang sudah berada di rahim Indri.


"Aku janji akan melakukan nya perlan!"Jelas Feri lalu memangku Indri seperti koala dan segera masuk ke dalam kamar.


Kaki dan tangan Indri melilit erat di tubuh Feri yang saat ini tengah melangkah, hingga perlahan semua nya tersepas kala suaminya meletakan Indri di atas ranjang berlapis kasur empuk milik kedua nya.


Ketika Indri sudah terlihat pasrah, Feri lansung menarik kaos yang masih melekat pada tubuh kekar nya.


Pandang Indri lansung tertuju pada bagian yang sangat di sukainya, apalagi kalau bukan roti sobek yang selalu terlihat menggiurkan.


"Apa kau sangat menyukai nya?!"Tanya Feri sambil mendekat kan wajah pada Indri.


"Apa itu sangat kelihatan?!"Sahut Indri yang langsung terlihat malu-malu.


"Wajah mu memerah ketika melihat bagian favorite mu ini."Jelas nya sambil menarik tangan Indri lalu meletakan nya di perut milik nya.


Perlahan tangan Indri mengusap kulit perut milik suaminya, Feri hanya diam mengijin kan apa yang ingin istrinya lakukan sambil terus menatap wanita yang sedang berada dalam kungkungan nya.


Merasa malu karena terus di perhatikan, Indri menghentikan aktifitas tangan nya, lalu menarik leher Feri agar semakin mendekat ke arah nya.


Bibir Feri lansung terbuka, menyambut belahan kenyal berwarna merah muda.


"Emmmhh!"Indri melengguh ketika tangan Feri sudah beraksi nakal di balik kaos rumahan nya.


Sesaat Feri berhenti, lalu menarik kaos dan leging hitam yang masih Indri kenakan lalu melempar nya kesembarang arah.


"Uhhhh so sexy!!"Ujar Feri sedikit berbisik ketika melihat kain berenda berwarna merah yang di kenakan istrinya.


"Hemmm, ini semua yang kau berikan pada ku."Sahut Indri.


"Kenapa semakin hari istriku ini semakin cantik! aku semakin tidak mau pergi meninggal kan mu terlalu lama."Goda Feri.


"I love you my husband."Ucap Indri tersenyum.


"Love you more than anithing!!"Setelah mengatakan nya, Feri lansung menyambar bibir Indri kembali dengan perasaan yang sangat menggebu-gebu.


...TBC🍀🍀🍀...


...FOLLOW, LIKE, VOTE DAN KOMEN YA GENGS.TIPS SAMA HADIAH NYA JUGA BOLEH DENG, BIAR MAKIN SEMANGAT UPDATE NYA....