STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 22



...🌼Indri🌼📲...


" Hallo ," Setelah berdering cukup lama akhir nya Nabila pun mengangkat nya.


📞: Nab jadi kan nanti sore ? ..


" Jadi dong In , dimana? kabar-kabar aja oke.


📞:Oke deh sip , ntar gw kasih tau lagi oke , sekarang gw kerja dulu.


" Oke deh,"


📞:Oke see you ya bye..


" Bye,"


" Who ? " Tanya Aldrich ketika Nabila sudah meletakan ponsel nya kembali.


" Oh temen kerja ku , Indri mas " Jelas Nabila lalu kembali memakai kan dasi untuk suami nya itu.


" Mau kemana? ko kabar-kabar !"Tanya Aldrich kembali.


" Mereka ngajak aku ketemu mas ,boleh kan?"


" Mereka ?" Aldrich menatap mata Nabila penuh selidik.


" Heem..Rio,Nurul sama Indri ," Sahut Nurul " Boleh kan ?".


" Kapan dan di mana ?"


" Nanti sore , tempat nya belum tau mas . Boleh kan ya?ya."Nabila pun sedikit bersikap manda.


–Cupp..


Aldrich pun tersenyum setelah mencium kening Nabila.


" Jangan pulang malam !" Jelas Aldrich.


Nabila pun tersenyum , lalu menepuk dada sang suami.


" Baiklah tuan Aldrich kau sudah terlihat tampan ,".


" Aku tau kau sedang menggodaku anak kecil."Aldrich pun kembali tersenyum.


Gadis itu pun kembali tersenyum , lalu kaki nya mulai berjinjit.


–Cupp..


" Terimakasih suamiku ".


Nabila pun berlari ke luar kamar setelah mencium pipi Aldrich.


"Gadis itu benar-benar membuat ku sulit " Gerutu nya kala mendapat kan sesuatu milik nya yang sudah menegang .


" Mas sarapan dulu " Panggil Nabila sedikit berteriak.


Mendapat kan panggilan dari Nabila , Aldrich pun bergegas menuju tempat Nabila dan sarapan nya berada .


Terlihat Nabila yang sedang mengoles kan selai coklat di atas roti tawar yang berada di tangan nya.


" Ini mas , hari ini sarapan nya harus habis " Jelas Nabila sambil tersenyum ke arah Aldrich , begitu pun sebalik nya.


" Iya sayang " Ujar Aldrich hingga bisa membuat Nabila bersemu merah.


Nabila menatap Aldrich tak percaya , ia terlihat diam begitu lama.


" Eheeumm ,,mas pulang jam berapa ?" Tanya Nabila sambil meletakan piring berisi roti di hadapan Aldrich.


" Hari ini aku pulang cepet " Jawab Aldrich.


" Emmm iya , aku juga usahaain udah di rumah sebelum mas pulang ".


Aldrich pun mengangguk , lalu ke adaan kembali hening , kedua nya menikmati sarapan roti isi selai coklat.


Hingga beberapa menit akhir nya Aldrich pun selesai , ia meminum segelas air putih yang Nabila sedia kan hingga tandas.


" Sayang aku berangkat dulu " Kata nya kepada Nabila yang kini sedang memberes kan meja makan.


–Cupp..


Aldrich pun mendarat kan kecupan di kening Nabila.


" Jaga diri baik-baik oke , aku tidak mau kau kenapa-kenapa! dan satu lagi, aku tidak suka ketika aku pulang rumah, ini terlihat sepi " Jelas Aldrich.


" Iya mas , aku janji pulang cepet " Nabila pun mengukir senyum di bibir merah nya.


Aldrich pun langsung bergegas keluar dari apartemen nya dengan langkah sedikit terburu-buru.


" Hati-hati mas , love you " Teriak Nabila hingga ia tidak sadar baru saja mengatakan seseuatu yang membuat Aldrich berbalik arah lalu tersenyum.


" Ih mulut lemes banget dah " Nabila menepuk bibir nya . " Ngapain juga bilang kaya gitu , ampun malu deh gw " Rengek nya pelan , ia merutuki apa yang baru saja ia kata kan .


***


Sementara itu ketika Aldrich sampai di kantor , pemandangan nya kembali tertuju pada satu mobil yang terparkir milik ibu nya.


" Mami ke kantor ? mau apa ? " Gumama nya lalu menghela nafas , pikiran nya langsung saja tertuju kepada sang ibu yang pasti membawa Sarah.


" Selamat pagi tuan " Sapa ramah seluruh karyawan .


Aldrich pun hanya menganguk dengan langkah cepat ia memasuki lift yang sudah terbukan.


– Tingg..


Ketika pintu lift terbuka , Aldrich langsung bertemu dengan Feri.


" Fer ada mamih ?" Tanya Aldrich.


Secepat mungkin ia pun menyambar gagang pintu dan langsung membuka nya.


" Mamih ?" Panggil Aldrich kepada Sinta yang sedang duduk di sofa dengan majalah di tangan nya.


Hati nya sedikit lega ketika mata nya hanya melihat seorang wanita yang sangat ia sayangi tanpa ada Sarah bersama nya.


" Al " Sahut nya lalu meletakan majalan nya di atas meja.


" Mamih ada apa pagi-pagi kesini ?"


" Memang nya mamih tidak boleh kangen sama anak mamih " Ujar Sinta yang selalu tersenyum ke arah putra semata wayang nya itu.


" Tidak maksud ku.." Kata nya terhenti ketika dengan cepat Sinta menyambar perkataan nya.


" Mamih kangen makan siang sama kamu nak " Jelas Sinta.


" Tapi ini baru jam sembilan mam "Kata Aldrich sambil melihat jam yang melilit di tangan nya


" Tidak apa , mami akan menunggu di sini " Jawab Sinta hingga membuat Aldrich tidak bisa berkata-kata lagi .


Kaki Aldrich langsung melangkah menuju kursi dan meja tempat nya menyelesai kan pekerjaan .


Cukup lama Sinta menunggu Aldrich dengan setumpuk map di meja kerja nya , tibalah saat jam makan siang , Aldrich pun langsung beranjak dari duduk nya.


" Kita mau makan di mana mam?" Tanya Aldrich sambil berjalan ke arah sang ibu.


" Mami sedang mau makan , makanan jepang " Kata Sinta.


" Baiklah ayo " Aldrich pun merangkul pundak sang ibu.


" Fer kerjaan ku sudah selesai , kau bisa membawa nya " Kata Aldrich kepada Feri yang tengah duduk di kursi nya.


" Baik tuan "Singkat Feri.


Sinta pun tersenyum bahagia , kini Adrich yang dulu kembali pada nya , tidak ada lagi sikap dingin atau pun cuek dan selalu menolak permintaan nya.


Cukup lama ibu dan anak ini menyurusi jalanan yang sedikit macet , mungkin karena jam makan siang , hingga jalanan pun terlihat ramai dan padat .Dan sampai akhir nya mobil milik Aldrich sampai di salah satu restaurant jepang sesuai ke inginan sang ibu.


" Mami mau pesen apa ?" Tanya Aldrich .


" Mami mau ..." Cukup lama Sinta berfikir dan melihat-lihat. " Salmon Aburi roll " Kata Sinta.


Aldrich pun menganguk , lalu mulai melambaikan tangan nya.


" Mas !!" Panggil Aldrich.


Seoranga waiters pun menghampiri Aldrich dengan buku di tangan nya.


" Salmon Aburi roll nya dua ya mas , sama mineral water nya dua juga" Jelas Aldrich.


" Ada tambahan ?".


" Tidak " Jawab Aldrich.


Waiters itu pun mengangguk . " Di tunggu pesananan nya ya tuan dan nyonya " ia tersenyum ramah lalu beranjak pergi.


" Al ? boleh mami tanya sesuatu ?".


" Apa itu ?" .


" Bolehkah mami minta satu permintaan ?"Ujar Sinta dengan raut wajah yang sedikit memohon.


" Hemmm , apa itu ? aku akan menuruti nya jika aku mampu " Jelas Aldrich.


" Bisakah kamu menikah dengan Sarah ?" Ucap nya lirih.


Aldrich pun terdiam , dengan tatapan jengah ke arah Sinta.


" Mami malu kalau sampai kalaian tidak jadi menikah , mau di simpan di mana wajah mamih? Sarah anak nya sahabat mami Al . Setidak nya kau bisa menjadi kan Sarah madu nya Nabila , toh semua orang belum tahu kamu sudah menikah ".


–Degg..


Aldrich terkejut dengan pernyataan sang ibunda.


" Mam Aldrich udah janji sama alm ibu nya Nabila ! Aldrich ga bisa mam , ini amanah terakhir dari ibu nya Nabila " Jawab Aldrich sendu.


" Al mami mohon !!" Ujar Sinta.


" Tap..."Suara Aldrich terhenti.


" Jeng ? makan siang disini juga toh " Panggil seorang yang kini sedang berdiri di samping nya.


" Eh jeng Fina , iya jeng Aldrich mengajak ku makan siang bersama " Kata nya.


" Al apa kabar ? kapan mau main ke rumah ?"


" Saya baik tange " Jawab Aldrich.


" Mah .." Panggil Sarah.


" Eh Sarah , ayok duduk dulu , kita makan siang bersama " Ajak Sinta hingga membuat aldrich terlihat malas.


" A iya tante " Sarah pun duduk di sebelah Aldrich dengan raut wajah berbunga-bunga.


" Jadi kapan kamu mau lamar anak tante Al ?".


–Degg..


Aldrich di sudut kan oleh situasi siang ini , ia tak harus berbuat seperti apa.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Jangan lupa Like ,vote dan komen nya gengs🤭🤭


Dukungan kalian sangag berarti banget buat author🥺