STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 41



Hujan deras pun turun membasahi bumi , jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam , namun pria tampan yang sangat Nabila cintai belum juga pulang kerumah nya.


" Kenapa mas Aldrich belum pulang ?! padahal udah malem banget !!" Lirih Nabila , tubuh nya terus berdiri di hadapan kata besar yang menghadap ke arah jalan.


Rasa khawatir nya terus menyeruak , pandangan mata nya sudah terlihat sayu dengan tangan yang selalu meremas satu sama lain .


Nabila pun kembali membawa ponsel nya menepel pada telinga , namun lagi-lagi , operator memberitahu nya bahwa ponsel Aldrich sedang tidak aktif .


Gemuruh suara hujan deras pun semakin jelas terdengar.


Tiba-tiba saja lampu padalam ,cahaya kilat pun terlihat , sontak Nabila menjerit .


Kaki nya terus berjalan entah ke arah mana , Nabila sangat ketakutan ketika suara petir pun begitu menggema di ruangan .


-Brugghh.


" Aaaaaaaaa !! mas kamu di mana aku takut " Teriak Nabila ketika tubuh nya menabrak sesuatu .


" Shuttt , sayang ini aku !! tenang kan dirimu " Ujar Aldrich . Dengan tangan tangan sudah memeluk Nabila .


" Mas aku takut petir !" Lirih Nabila , seketika tubuh lemas ia seperti tidak mampu berdiri , ketika ia terkejut .


" Ya aku tau sayang " Jelas Aldrich .


" Sebentar lagi juga ,pak Rahmat pasti menyalakan Genset " Cicit Aldrih .


Sekitar lima belas menit , Aldrich dan Nabila masih berdiri di tempat yang sama , dengan tangan Nabila yang terus memeluk erat Aldrich .


-Plip..


Lampu kamar mereka pun kembali menyala .


Pandangan Nabila pun langsung mendongkat ke atas , manik nya menatap Aldrich yang terlihat sangat tampan dengan rambut acak-acakan .


" Kenapa kamu tersenyum , hemm?!" Tanya Aldrich sambil mencubit gemas pipi istri nya .


" Awww ! mas , sakit " Rengek Nabila dengan telapak tangan mengusap pipi nya .


" Apa kau menunggu ku ?" Tanya Aldrich .


" Tentu saja aku menunggu suamiku ! sudah larut begini belum pulang , mana hujan di luar sangat deras , aku tidak mau terjadi hal buruk pada kekasih hati ku ini , aku khawatir ketika ingat kau selalu mengemudi sendiri , aku takut mas mengantuk kala mengemudi di bawah guyuran hujan " Cecer Nabila , tatapan nya terus menatap netra coklat milik suami nya itu .


Mendengar perkataan dari Nabila , Aldrich pun langsung tersenyum.


Hati nya begitu bahagia, ketika Nabila dengan lantang memberi tahu rasa khawatir dengan tatapan kesal kepada dirinya .


" Kerjaan ku banyak sayang , hari ini Feri tidak masuk kerja , ia baru saja pulang dari rumah sakit " Jelas Aldrich.


" Hah? Rumah sakit ? kenapa ?!" Tanya Nabila.


" Iya , asam lambung nya naik " Ujar Aldrich sambil mengulum senyum.


" Ya sudah ! aku siapin air hangat dulu " .


‐Tapp..


Aldrich menahan tangan Nabila , lalu menarik nya kembali hingga wajah Nabila menabrak dada Aldrich .


-Brugh..


" Buat apa ?" Aldrich tersenyu jahil .


" Buat mas mandi lah " Sahut Nabila .


" Aku tidak mau mandi !" Pekit Aldrich.


" Loh ?! kenapa?" Tanya Nabila dengan raut wajah bingung .


" Kalo mandi nya sendiri aku tidak mau " Rengek Aldrich .


" Yasudah , kita mandi bersama " Jelas Nabila . " Tapi sekarang Nabila mau nyiapin air sama coklat hangat buat suami tampan ku ini " Dengan sangat berani Nabila menarik hidung mancung Aldrich .


Nabila pun melepas kan diri dari dekapan Aldrich , langkah kaki nya berjalan menuju kamar mandi .


Suara gemercik air di bathup pun sudah mulai terdengar , terlihat Nabila pun kembali keluar , namun arah kaki nya berbelok menuju keluar .


Nabila berjalan hati-hati , ketika kaki nya menuruni setiap anak tangga.


Manik nya menangkap dua orang yang sedang duduk berdampingan di sofa dengan tv yang sudah menyala .


Tap..


Tap..


Tap..


Suara sendal jepit Nabila pun membuat kedua mertua nya menoleh .


" Nabila !sini duduk kita nonton , film nya seru loh gendre nya horror"Jelas Sinta .


" Iya mih , nanti Nabila turun lagi , sekarang mau bikinin mas Al minum dulu " Sahut Nabila .


" Yasudah , tapi janji kembali ya! sama Aldrich di ajak juga biar makin seru " Cicit Sinta kembali .


Nabil pun tersenyum , lalu mengangguk kepada Sinta , memberi tahu bahwa ia setuju dengan ajakan nya .


Sambil menunggu bathup penuh dan Nabila kembali , Aldrich pun suduk di sofa kamar nya sambil menatap keluar , melihat hujan yang masih beluk reda juga .


-Grekkk..


Pintu kamar pun terbuka , Aldrich menatap Nabila yang kini sudah membawa mug berwarna putih , berisi coklat panas ke hadapan nya.


" Ini dia , Coklak panas nya sayang" Ujar Nabila , lalu meletakan di meja yang berada di samping Aldrich .


" Terimakasih cinta ku " Kata Aldrich .


" Air nya penuh mas ! ya harus cepat di matiin " Jawab Nabila .


" Duduk dulu , baru nanti kita mandi "Aldrich menepuk sofa kosong di samping nya .


" Iya sayang" Nabila pun duduk di samping Aldrich .


Aldrich kembali meletakan mug berisi coklat panas nya di meja kembali.


" Besok kamu masuk kuliah ?" Tanya Aldrich .


Nabila pun tersenyum , lalu memeluk Aldrich .


" Terimakasih sayang " Kata Nabila .


" Ya , belajar yang rajin agar nilai nya bagus-bagus " Jawab Aldrich.


" Mas ayo mandi , mami ngajak kita nonton di bawah " Ujar Nabila .


Aldrich yang sedang menyeruput coklat panas nya hanya mengerenyit kan dahi.


" Nonton ?!" Tanya nya sambil menyimpan minuman favorite nya itu.


" Iya ! kata mamih kalo mas sudah selesai harus kebawah".


Aldrich pun mengangguk , lalu beranjak dengan tangan yang juga menarik Nabila .


Kedua nya masuk ke dalam kamar mandi dengan tangan yang terus bergandengan .


Satu persatu baju yang Aldrich kenakan tergeletak di lantai , hingga tangan kekar itu kini menarik pinggang Nabila .


Mendekat kan pandangan nya , hingga kening mereka pun saling beradu.


Deru nafas pun sudah sangat jelas terdengar , mata Aldrich menatap nya penuh ke inginan .


" Apa boleh ?" Suara Aldrich sudah berubah menjadi parau .


" Hah ?" Nabila sedikit gugup , karena sudah lama tidak melakukan nya.


" Apa boleh ?!" Netra itu sudah terlihat sayu , meminta nya agar Nabila segera menyetujui ke inginan terpendam nya.


Tanpa sadar Nabila menganggukan kepala nya perlahan , bibir Aldrich pun tersenyum , lalu mengecup nya pelahan.


Sebelum benar-benar melahap nya dengan rakus .


Tangan nakal nya terus menggerayang di setiap lekuk tubuh Nabila.


Hingga entah bagai mana kedua nya sudah sama-sama bertelanjang bulat .


" I want you baby " Bisik Aldrich di telinga Nabila.


Nabila memejam kan matanya , ketika bibir itu menyentuh bagia sensitif nya .


" Aku lebih mengingin kan mu sayang "Balas Nabila .


Padangan mata mereka pun bertemu , beberapa detik hanya terdiam dengan tatapan yang sudah tidak bisa di artikan .


Dengan cepat Aldrich menyambar bibir ranum Nabila ,suara decapan bibir pun sudah mulai terdengar di dalam ruangan kamar mandi.


Tangan Aldrich sedikit mendorong tengkuk Nabila , memperdalan kegiatan nya malam ini .


Tampa melepas kan pautan bibir kedua nya ,tangan Aldrich mengangkat tubuh Nabila menuju bathup yang sudah berisi air hangat.


Meletakan tubuh itu perlahan .


" Mas ! bisa kan melakukan nya pelan-pelan ?! ini pertama kali lagi bagiku setelah satu bulan berpuasa " Lirih Nabila dengan tatapan sendu.


" As you wish baby " Bisik nya di telinga Nabila .


Pria itu mulai menarik paha mulus Nabila , mulai memposisi kan nya senyaman mungkin , hingga suara rintihan Nabila mulai terdengar.


" Ahhhhh ...stttthhhhh " Tahan Nabila ketika milik Aldrich mencoba menerobos masuk secara perlahan .


" Ohh shitt kenapa selalu susah " Lirih Aldrich .


" Masss ...mmmmmhhh " Telapak tangan Nabila mencengkar kuat bahu Aldrich .


Aldrich terus mencium leher Nabial , berusaha agar membuat Nabila menikmati nya.


" Jangan tegang sayang ! kau tidak usah takut "Bisik Aldrich .


" Tahan sedikit sayang !!"Lirih Aldrich kembali.


Nabila hanya mengangguk , lalu jemari nya kembali meremas rambut Aldrich ketika suami nya sudah benar-benar membenam kan milik nya sekarang .


" Ahhhh " Desahan Nabila pun lolos begitu saha .


Suara erotis itu memenuhi ruangan , tidak ada jeritan Nabila .


Karena kali ini Aldrich bermain selembut mungking .


Erangan Aldrich pun mulai terdengar , ketika sudah bermain dengan istri nya cukup lama .


Hentakan pun mulai di percepat , teriakan Nabila pertanda akhir dari permainan setelah lahar panas memenuhi rahim nya .


SAMPE SINI AJA , AUTHOR GAK TAU INI LAGI NULIS APA😭😭


TBCπŸƒπŸƒπŸƒ


...🍁🍁🍁🍁🍁...


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE.


BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP NYA 🀭😁.