
Hujan deras pun turun membasahi bumi , jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam , namun pria tampan yang sangat Nabila cintai belum juga pulang kerumah nya.
" Kenapa mas Aldrich belum pulang ?! padahal udah malem banget !!" Lirih Nabila , tubuh nya terus berdiri di hadapan kata besar yang menghadap ke arah jalan.
Rasa khawatir nya terus menyeruak , pandangan mata nya sudah terlihat sayu dengan tangan yang selalu meremas satu sama lain .
Nabila pun kembali membawa ponsel nya menepel pada telinga , namun lagi-lagi , operator memberitahu nya bahwa ponsel Aldrich sedang tidak aktif .
Gemuruh suara hujan deras pun semakin jelas terdengar.
Tiba-tiba saja lampu padalam ,cahaya kilat pun terlihat , sontak Nabila menjerit .
Kaki nya terus berjalan entah ke arah mana , Nabila sangat ketakutan ketika suara petir pun begitu menggema di ruangan .
-Brugghh.
" Aaaaaaaaa !! mas kamu di mana aku takut " Teriak Nabila ketika tubuh nya menabrak sesuatu .
" Shuttt , sayang ini aku !! tenang kan dirimu " Ujar Aldrich . Dengan tangan tangan sudah memeluk Nabila .
" Mas aku takut petir !" Lirih Nabila , seketika tubuh lemas ia seperti tidak mampu berdiri , ketika ia terkejut .
" Ya aku tau sayang " Jelas Aldrich .
" Sebentar lagi juga ,pak Rahmat pasti menyalakan Genset " Cicit Aldrih .
Sekitar lima belas menit , Aldrich dan Nabila masih berdiri di tempat yang sama , dengan tangan Nabila yang terus memeluk erat Aldrich .
-Plip..
Lampu kamar mereka pun kembali menyala .
Pandangan Nabila pun langsung mendongkat ke atas , manik nya menatap Aldrich yang terlihat sangat tampan dengan rambut acak-acakan .
" Kenapa kamu tersenyum , hemm?!" Tanya Aldrich sambil mencubit gemas pipi istri nya .
" Awww ! mas , sakit " Rengek Nabila dengan telapak tangan mengusap pipi nya .
" Apa kau menunggu ku ?" Tanya Aldrich .
" Tentu saja aku menunggu suamiku ! sudah larut begini belum pulang , mana hujan di luar sangat deras , aku tidak mau terjadi hal buruk pada kekasih hati ku ini , aku khawatir ketika ingat kau selalu mengemudi sendiri , aku takut mas mengantuk kala mengemudi di bawah guyuran hujan " Cecer Nabila , tatapan nya terus menatap netra coklat milik suami nya itu .
Mendengar perkataan dari Nabila , Aldrich pun langsung tersenyum.
Hati nya begitu bahagia, ketika Nabila dengan lantang memberi tahu rasa khawatir dengan tatapan kesal kepada dirinya .
" Kerjaan ku banyak sayang , hari ini Feri tidak masuk kerja , ia baru saja pulang dari rumah sakit " Jelas Aldrich.
" Hah? Rumah sakit ? kenapa ?!" Tanya Nabila.
" Iya , asam lambung nya naik " Ujar Aldrich sambil mengulum senyum.
" Ya sudah ! aku siapin air hangat dulu " .
βTapp..
Aldrich menahan tangan Nabila , lalu menarik nya kembali hingga wajah Nabila menabrak dada Aldrich .
-Brugh..
" Buat apa ?" Aldrich tersenyu jahil .
" Buat mas mandi lah " Sahut Nabila .
" Aku tidak mau mandi !" Pekit Aldrich.
" Loh ?! kenapa?" Tanya Nabila dengan raut wajah bingung .
" Kalo mandi nya sendiri aku tidak mau " Rengek Aldrich .
" Yasudah , kita mandi bersama " Jelas Nabila . " Tapi sekarang Nabila mau nyiapin air sama coklat hangat buat suami tampan ku ini " Dengan sangat berani Nabila menarik hidung mancung Aldrich .
Nabila pun melepas kan diri dari dekapan Aldrich , langkah kaki nya berjalan menuju kamar mandi .
Suara gemercik air di bathup pun sudah mulai terdengar , terlihat Nabila pun kembali keluar , namun arah kaki nya berbelok menuju keluar .
Nabila berjalan hati-hati , ketika kaki nya menuruni setiap anak tangga.
Manik nya menangkap dua orang yang sedang duduk berdampingan di sofa dengan tv yang sudah menyala .
Tap..
Tap..
Tap..
Suara sendal jepit Nabila pun membuat kedua mertua nya menoleh .
" Nabila !sini duduk kita nonton , film nya seru loh gendre nya horror"Jelas Sinta .
" Iya mih , nanti Nabila turun lagi , sekarang mau bikinin mas Al minum dulu " Sahut Nabila .
" Yasudah , tapi janji kembali ya! sama Aldrich di ajak juga biar makin seru " Cicit Sinta kembali .
Nabil pun tersenyum , lalu mengangguk kepada Sinta , memberi tahu bahwa ia setuju dengan ajakan nya .
Sambil menunggu bathup penuh dan Nabila kembali , Aldrich pun suduk di sofa kamar nya sambil menatap keluar , melihat hujan yang masih beluk reda juga .
-Grekkk..
Pintu kamar pun terbuka , Aldrich menatap Nabila yang kini sudah membawa mug berwarna putih , berisi coklat panas ke hadapan nya.
" Ini dia , Coklak panas nya sayang" Ujar Nabila , lalu meletakan di meja yang berada di samping Aldrich .
" Terimakasih cinta ku " Kata Aldrich .
" Air nya penuh mas ! ya harus cepat di matiin " Jawab Nabila .
" Duduk dulu , baru nanti kita mandi "Aldrich menepuk sofa kosong di samping nya .
" Iya sayang" Nabila pun duduk di samping Aldrich .
Aldrich kembali meletakan mug berisi coklat panas nya di meja kembali.
" Besok kamu masuk kuliah ?" Tanya Aldrich .
Nabila pun tersenyum , lalu memeluk Aldrich .
" Terimakasih sayang " Kata Nabila .
" Ya , belajar yang rajin agar nilai nya bagus-bagus " Jawab Aldrich.
" Mas ayo mandi , mami ngajak kita nonton di bawah " Ujar Nabila .
Aldrich yang sedang menyeruput coklat panas nya hanya mengerenyit kan dahi.
" Nonton ?!" Tanya nya sambil menyimpan minuman favorite nya itu.
" Iya ! kata mamih kalo mas sudah selesai harus kebawah".
Aldrich pun mengangguk , lalu beranjak dengan tangan yang juga menarik Nabila .
Kedua nya masuk ke dalam kamar mandi dengan tangan yang terus bergandengan .
Satu persatu baju yang Aldrich kenakan tergeletak di lantai , hingga tangan kekar itu kini menarik pinggang Nabila .
Mendekat kan pandangan nya , hingga kening mereka pun saling beradu.
Deru nafas pun sudah sangat jelas terdengar , mata Aldrich menatap nya penuh ke inginan .
" Apa boleh ?" Suara Aldrich sudah berubah menjadi parau .
" Hah ?" Nabila sedikit gugup , karena sudah lama tidak melakukan nya.
" Apa boleh ?!" Netra itu sudah terlihat sayu , meminta nya agar Nabila segera menyetujui ke inginan terpendam nya.
Tanpa sadar Nabila menganggukan kepala nya perlahan , bibir Aldrich pun tersenyum , lalu mengecup nya pelahan.
Sebelum benar-benar melahap nya dengan rakus .
Tangan nakal nya terus menggerayang di setiap lekuk tubuh Nabila.
Hingga entah bagai mana kedua nya sudah sama-sama bertelanjang bulat .
" I want you baby " Bisik Aldrich di telinga Nabila.
Nabila memejam kan matanya , ketika bibir itu menyentuh bagia sensitif nya .
" Aku lebih mengingin kan mu sayang "Balas Nabila .
Padangan mata mereka pun bertemu , beberapa detik hanya terdiam dengan tatapan yang sudah tidak bisa di artikan .
Dengan cepat Aldrich menyambar bibir ranum Nabila ,suara decapan bibir pun sudah mulai terdengar di dalam ruangan kamar mandi.
Tangan Aldrich sedikit mendorong tengkuk Nabila , memperdalan kegiatan nya malam ini .
Tampa melepas kan pautan bibir kedua nya ,tangan Aldrich mengangkat tubuh Nabila menuju bathup yang sudah berisi air hangat.
Meletakan tubuh itu perlahan .
" Mas ! bisa kan melakukan nya pelan-pelan ?! ini pertama kali lagi bagiku setelah satu bulan berpuasa " Lirih Nabila dengan tatapan sendu.
" As you wish baby " Bisik nya di telinga Nabila .
Pria itu mulai menarik paha mulus Nabila , mulai memposisi kan nya senyaman mungkin , hingga suara rintihan Nabila mulai terdengar.
" Ahhhhh ...stttthhhhh " Tahan Nabila ketika milik Aldrich mencoba menerobos masuk secara perlahan .
" Ohh shitt kenapa selalu susah " Lirih Aldrich .
" Masss ...mmmmmhhh " Telapak tangan Nabila mencengkar kuat bahu Aldrich .
Aldrich terus mencium leher Nabial , berusaha agar membuat Nabila menikmati nya.
" Jangan tegang sayang ! kau tidak usah takut "Bisik Aldrich .
" Tahan sedikit sayang !!"Lirih Aldrich kembali.
Nabila hanya mengangguk , lalu jemari nya kembali meremas rambut Aldrich ketika suami nya sudah benar-benar membenam kan milik nya sekarang .
" Ahhhh " Desahan Nabila pun lolos begitu saha .
Suara erotis itu memenuhi ruangan , tidak ada jeritan Nabila .
Karena kali ini Aldrich bermain selembut mungking .
Erangan Aldrich pun mulai terdengar , ketika sudah bermain dengan istri nya cukup lama .
Hentakan pun mulai di percepat , teriakan Nabila pertanda akhir dari permainan setelah lahar panas memenuhi rahim nya .
SAMPE SINI AJA , AUTHOR GAK TAU INI LAGI NULIS APAππ
TBCπππ
...πππππ...
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE.
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP NYA π€π.