STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 61



" Sayang apa kau dan bayi kita lapar ?" Tanya Aldrich yang masih terus sibuk dengan ballpoint dan kertas-kertas di meja nya .


" Aku tidak lapar mas , tapi aku mau rujak " Sahut Nabila .


" Rujak ? tapi kau harus makan terlebih dulu " Jelas Aldrich tampa menoleh kan padangan nya .


"Ya sudah ayok , kita tidak sarapan ! tapi sekarang sudah masuk jam makan siang " Ujar Nabila kepada suaminya itu .


Mendengar istri nya yang sudah menggerutu , dengan cepat Aldrich meletakan ballpoint nya asal , lalu beranjak menuju Nabila yang sedang duduk di sofa .


" Ayok sayang " Aldrich menguluR kan tangan nya.


Nabila mendongkat , menatap Aldrich lalu tersenyum ,lalu tangan nya meraih telapak tangan Aldrich .


" Come on Dady " Cicit Nabila seraya menirukan suara anak kecil.


Kedua nya berjalan ke arah luar, dengan tangan yang saling berpautan,ketika Aldrich membuka pintu ! ternyata Feri masih ada di meja kerja nya .


" Feri ?! kenapa kamu belum pergi untuk makan siang ?" Tanya Nabila .


" Sebentar lagi ! " Sahut Feri cuek , pria itu selalu menghindari kontak mata dengan Nabila , itu lebih baik di banding Feri tertangkap basah menatap Nabila , Aldrich akan memberi nya bogem mentah secara lansung .


" Sayang ayok , jangan pedulikan Fer ! karena dia saja tidak peduli padaku , dia bisa pergi mencari makan tampa mengajak ku terlebih dulu " Jelas Aldrich , lalu menarik tangan Nabila menuju pintu lift.


Ting...


Pintu lift pun terbuka , kedua nga lansung masuk dan menekan tombol untuk menurup pintu .


" Mas ! aku ingin menjodoh kan Feri dengan Indri " Ujar Nabila sambil tersenyum ketika Aldrich lansung menoleh ke arah nya .


" Hemmm ? untuk apa ? aku yakin gadis yang kau maksud tidak akan mau menerima Feri , pria itu dingin dan seperti nya tidak tertarik kepada lawan jenis " Jelas Aldrich .


" Mass ! Feri jomblo terus kan ? sama kaya Indri , dia juga jomblo akut ! jadi alangkah lebih baik mereka di jodoh kan . Kalau masalah dia dingin ,dulu bahkan kau lebih dingin di banding kan Feri " Balas Nabila .


Ketika Aldrich ingin menjawab pernyataan Nabila , bibir nya menjadi kelu ketika suara pintu lift terbuka .


Ting..


Tampa melepas kan pautan tangan , Aldrich dan Nabila berjalan dengan tangan yang terus bergandengan tangan , seperti biasa ketika melihat ke dua atasan nya datang , mereka selalu menyapa dengan senyum ramah .


" Selamat siang Buk..Pak .. " Sapa nya lalu di jawab senyum dan anggukan oleh kedua nya .


" Big boss sekarang jadi sering senyum ya!" Bisik salah satu wanita yang sedang berdiri di belakang meja resepsionis .


" Ya bahagialah sekarang , punya istri lebih muda , cantik , tinggi mana putih lagi " Sahut teman nya .


" Iya, bu Nabila bisa jinakin singa galak ya? " Ujar nya pelan lalu saling tertawa.


Sementara itu Aldrich dan Nabil sudah berada di dalam mobil , melaju dengan kecepatan sedang , sambil mencari tempat makan mana yang ingin mereka datangi .


" Kamu mau makan apa sayang ?" Tanya Aldrich sambil mengusap lembut perut Nabila .


" Aku bingung " Sahut Nabila .


" Bagai mana kalau kita makan bakmie ? " Usul Aldrich .


" Mmmmhhh ? boleh deh , kaya nya enak makan bakmie ayam plus pangsit rebus" Ujar Nabila .


" Oke , kita makan bakmie langganan ku " Jelas Aldrich , lalu menaikan kecepatan mobil nya .


Sepukuh menit berlalu , akhir nya mobil warna putih milik Aldrich sudah terparkir di depan warung bakmie yang terlihat sederhana.


Seatbelt Aldrich sudah terlepas , namun bukan nya turun , pria itu justru mendekat ke arah perut Nabila .


-Cup..


" Anak Dady lagi apa ? kita sudah sampai , sebentar lagi kamu makan bakmie " Kata Aldrich , tangan nya mengusap perut Nabila .


Melihat pemandangan yang sangat indah di jadapan nya , Nabila tersenyum , satu telapak tangan nya mengusap rambut Aldrich penuh kasih sayang .


" Dady tumben makan di tempat sederhana ! biasa nya selalu bilang gak higenis " Ukar Nabila pelan .


" Setelah sama kamu , semua nya berubah sayang ! yang kamu makan aku juga selalu ikut makan , jadi mulai terbiasa " Sahut Aldrich , pandangan nya melihat ke atas , menatap istri cantik nya yang sedang tersenyum .


" Yaudah hayu , dede bayi udah laper " Jelas Nabila .


-Cup..


-Cup..


-Brugh..


Pintu mobil kembali tertutup.


Tangan Aldrich pun kembali terulur , menyambut istrinya yang baru saja turun dari mobil .


Jemari tangan nya kembali saling memaut , seolah tidak ingin di pisah kan walau pun hanya sebentar .


" Bu !! bakmie ayam spesial nya dua yah "Ujar Aldrich lalu di angguki oleh wanita sedikit berumur pemilik kedai .


Nabila menatap sekitar , kedai bakmie yang sangat sederhana ini mampu membuat suaminya tertarik .


" Sayang aku mau duduk di sana " Ujar Nabila sambil menunjuk tempat duduk ala lesehan .


Pria itu hanya menoleh sambil tersenyum ke arah Nabila , lalu menuntun nya tampa bayak bicara .


Beberapa menit menunggu , akhir nya bakmie yang di pesan Aldrich datang .


Terlihat dua porsi bakmie dengan toping ayam bersama pangsit rebus membuat Nabila terus mengelus perut nya seperti sudah sangat ingin menyantap nya .


" Pesanan nya mbak , mas " Kata ibu tersebut sambil tersenyum .


" Wahhhh , pangsit rebus nya banyak banget ! mana minum nya air teh anget lagi " Cicit Nabila sambil tersenyum sumringah .


" Bakmie nya harus di habis kan " Jelas Aldrich .


" Tentu saja , aku ingin membawa beberapa porsi untuk di makan nanti malam " Sahut Nabila .


Raut wajah bahagia kedua nya terus terpancar , bahkan suami dari Nabila itu terus menatap Nabila yang memakan mie nya dengan sangat semangat .


" Makan nya pelan-pelan , aku gak bakalan minta punya kamu sayang " kata Aldrich sambil tersenyum jahil.


" Ya ampun ini enak banget " Pekik Nabila , ekspresi wajah nya bahkan terlihat menggemas kan .


" Mas tau tempat ini dari siapa ?" Tanya Nabila .


" Tau sendiri , pas nyari kamu malem-malem , hujan deras jadi mampir kesini " Jelas Aldrich sambil menyuapi mulut nya dengan bakmie .


" Awal nya aku rada aneh sama mas , kok tumben mau makan di tempat kaya gini , biasa nya kan harus bintang lima terus " Kata Nabila.


" Habis nya pas sekali nyoba mie nya enak banget , beda dari yang lain"Jelas Aldrich , Nabila pun lansung menganguk.


Setelah selesai dengan acara makan siang nya , akhir nya Nabila dan Aldrich pun keluar dengan beberapa bungkus bakmie siap masak untuk Nabila makan tengah malam nanti .


" Kamu makan tengah malam , bahkan sering dan banyak ! tapi berat badan kamu kaya nya gak naik-naik " Jelas Aldrich ketika kedua nya sudah berada dalam mobil .


" Berat badan aku naik ko , mungkin gede nya ke anak kamu bukan ke aku " Sahut Nabila .


" Oh ya ? kapan kita periksa dia lagi !mas sudah tidak sabar ingin


tahu kelamin nya apa ".


" Dua hari lagi kalo gak salah " Jawab Nabila .


" Baiklah , Dady akan mengantar kalian berdua " Aldrich terus mengusap anak yang masih berada dalam perut Nabila.


" Kalo anak kita cewek gimana kalo cowok gimana ? " Nabila menatap Aldrich penuh tanya .


" Cowok - cewek sama aja sayang , yang penting kalian sehat " Aldrich pun tersenyum , lalu beralih mengusap pipi Nabila .


Dengan senyum yang merekah , tangan Nabila ikut mengusap telapak tangan Aldrich yang masih berada di pipi nya .


" I love you Dady " Cicit Nabila .


" Me too " Lalu Aldrich membawa tangan Nabila da mencium nya .


-Cup..


TBC πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸ€...


AUTHOR TETEP MAU NGINGETIN , JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN πŸ€—.


YANG MAU NGASIH HADIAH NYA JUGA SILAH KAN 😘.