
" Sayang apa kau dan bayi kita lapar ?" Tanya Aldrich yang masih terus sibuk dengan ballpoint dan kertas-kertas di meja nya .
" Aku tidak lapar mas , tapi aku mau rujak " Sahut Nabila .
" Rujak ? tapi kau harus makan terlebih dulu " Jelas Aldrich tampa menoleh kan padangan nya .
"Ya sudah ayok , kita tidak sarapan ! tapi sekarang sudah masuk jam makan siang " Ujar Nabila kepada suaminya itu .
Mendengar istri nya yang sudah menggerutu , dengan cepat Aldrich meletakan ballpoint nya asal , lalu beranjak menuju Nabila yang sedang duduk di sofa .
" Ayok sayang " Aldrich menguluR kan tangan nya.
Nabila mendongkat , menatap Aldrich lalu tersenyum ,lalu tangan nya meraih telapak tangan Aldrich .
" Come on Dady " Cicit Nabila seraya menirukan suara anak kecil.
Kedua nya berjalan ke arah luar, dengan tangan yang saling berpautan,ketika Aldrich membuka pintu ! ternyata Feri masih ada di meja kerja nya .
" Feri ?! kenapa kamu belum pergi untuk makan siang ?" Tanya Nabila .
" Sebentar lagi ! " Sahut Feri cuek , pria itu selalu menghindari kontak mata dengan Nabila , itu lebih baik di banding Feri tertangkap basah menatap Nabila , Aldrich akan memberi nya bogem mentah secara lansung .
" Sayang ayok , jangan pedulikan Fer ! karena dia saja tidak peduli padaku , dia bisa pergi mencari makan tampa mengajak ku terlebih dulu " Jelas Aldrich , lalu menarik tangan Nabila menuju pintu lift.
Ting...
Pintu lift pun terbuka , kedua nga lansung masuk dan menekan tombol untuk menurup pintu .
" Mas ! aku ingin menjodoh kan Feri dengan Indri " Ujar Nabila sambil tersenyum ketika Aldrich lansung menoleh ke arah nya .
" Hemmm ? untuk apa ? aku yakin gadis yang kau maksud tidak akan mau menerima Feri , pria itu dingin dan seperti nya tidak tertarik kepada lawan jenis " Jelas Aldrich .
" Mass ! Feri jomblo terus kan ? sama kaya Indri , dia juga jomblo akut ! jadi alangkah lebih baik mereka di jodoh kan . Kalau masalah dia dingin ,dulu bahkan kau lebih dingin di banding kan Feri " Balas Nabila .
Ketika Aldrich ingin menjawab pernyataan Nabila , bibir nya menjadi kelu ketika suara pintu lift terbuka .
Ting..
Tampa melepas kan pautan tangan , Aldrich dan Nabila berjalan dengan tangan yang terus bergandengan tangan , seperti biasa ketika melihat ke dua atasan nya datang , mereka selalu menyapa dengan senyum ramah .
" Selamat siang Buk..Pak .. " Sapa nya lalu di jawab senyum dan anggukan oleh kedua nya .
" Big boss sekarang jadi sering senyum ya!" Bisik salah satu wanita yang sedang berdiri di belakang meja resepsionis .
" Ya bahagialah sekarang , punya istri lebih muda , cantik , tinggi mana putih lagi " Sahut teman nya .
" Iya, bu Nabila bisa jinakin singa galak ya? " Ujar nya pelan lalu saling tertawa.
Sementara itu Aldrich dan Nabil sudah berada di dalam mobil , melaju dengan kecepatan sedang , sambil mencari tempat makan mana yang ingin mereka datangi .
" Kamu mau makan apa sayang ?" Tanya Aldrich sambil mengusap lembut perut Nabila .
" Aku bingung " Sahut Nabila .
" Bagai mana kalau kita makan bakmie ? " Usul Aldrich .
" Mmmmhhh ? boleh deh , kaya nya enak makan bakmie ayam plus pangsit rebus" Ujar Nabila .
" Oke , kita makan bakmie langganan ku " Jelas Aldrich , lalu menaikan kecepatan mobil nya .
Sepukuh menit berlalu , akhir nya mobil warna putih milik Aldrich sudah terparkir di depan warung bakmie yang terlihat sederhana.
Seatbelt Aldrich sudah terlepas , namun bukan nya turun , pria itu justru mendekat ke arah perut Nabila .
-Cup..
" Anak Dady lagi apa ? kita sudah sampai , sebentar lagi kamu makan bakmie " Kata Aldrich , tangan nya mengusap perut Nabila .
Melihat pemandangan yang sangat indah di jadapan nya , Nabila tersenyum , satu telapak tangan nya mengusap rambut Aldrich penuh kasih sayang .
" Dady tumben makan di tempat sederhana ! biasa nya selalu bilang gak higenis " Ukar Nabila pelan .
" Setelah sama kamu , semua nya berubah sayang ! yang kamu makan aku juga selalu ikut makan , jadi mulai terbiasa " Sahut Aldrich , pandangan nya melihat ke atas , menatap istri cantik nya yang sedang tersenyum .
" Yaudah hayu , dede bayi udah laper " Jelas Nabila .
-Cup..
-Cup..
-Brugh..
Pintu mobil kembali tertutup.
Tangan Aldrich pun kembali terulur , menyambut istrinya yang baru saja turun dari mobil .
Jemari tangan nya kembali saling memaut , seolah tidak ingin di pisah kan walau pun hanya sebentar .
" Bu !! bakmie ayam spesial nya dua yah "Ujar Aldrich lalu di angguki oleh wanita sedikit berumur pemilik kedai .
Nabila menatap sekitar , kedai bakmie yang sangat sederhana ini mampu membuat suaminya tertarik .
" Sayang aku mau duduk di sana " Ujar Nabila sambil menunjuk tempat duduk ala lesehan .
Pria itu hanya menoleh sambil tersenyum ke arah Nabila , lalu menuntun nya tampa bayak bicara .
Beberapa menit menunggu , akhir nya bakmie yang di pesan Aldrich datang .
Terlihat dua porsi bakmie dengan toping ayam bersama pangsit rebus membuat Nabila terus mengelus perut nya seperti sudah sangat ingin menyantap nya .
" Pesanan nya mbak , mas " Kata ibu tersebut sambil tersenyum .
" Wahhhh , pangsit rebus nya banyak banget ! mana minum nya air teh anget lagi " Cicit Nabila sambil tersenyum sumringah .
" Bakmie nya harus di habis kan " Jelas Aldrich .
" Tentu saja , aku ingin membawa beberapa porsi untuk di makan nanti malam " Sahut Nabila .
Raut wajah bahagia kedua nya terus terpancar , bahkan suami dari Nabila itu terus menatap Nabila yang memakan mie nya dengan sangat semangat .
" Makan nya pelan-pelan , aku gak bakalan minta punya kamu sayang " kata Aldrich sambil tersenyum jahil.
" Ya ampun ini enak banget " Pekik Nabila , ekspresi wajah nya bahkan terlihat menggemas kan .
" Mas tau tempat ini dari siapa ?" Tanya Nabila .
" Tau sendiri , pas nyari kamu malem-malem , hujan deras jadi mampir kesini " Jelas Aldrich sambil menyuapi mulut nya dengan bakmie .
" Awal nya aku rada aneh sama mas , kok tumben mau makan di tempat kaya gini , biasa nya kan harus bintang lima terus " Kata Nabila.
" Habis nya pas sekali nyoba mie nya enak banget , beda dari yang lain"Jelas Aldrich , Nabila pun lansung menganguk.
Setelah selesai dengan acara makan siang nya , akhir nya Nabila dan Aldrich pun keluar dengan beberapa bungkus bakmie siap masak untuk Nabila makan tengah malam nanti .
" Kamu makan tengah malam , bahkan sering dan banyak ! tapi berat badan kamu kaya nya gak naik-naik " Jelas Aldrich ketika kedua nya sudah berada dalam mobil .
" Berat badan aku naik ko , mungkin gede nya ke anak kamu bukan ke aku " Sahut Nabila .
" Oh ya ? kapan kita periksa dia lagi !mas sudah tidak sabar ingin
tahu kelamin nya apa ".
" Dua hari lagi kalo gak salah " Jawab Nabila .
" Baiklah , Dady akan mengantar kalian berdua " Aldrich terus mengusap anak yang masih berada dalam perut Nabila.
" Kalo anak kita cewek gimana kalo cowok gimana ? " Nabila menatap Aldrich penuh tanya .
" Cowok - cewek sama aja sayang , yang penting kalian sehat " Aldrich pun tersenyum , lalu beralih mengusap pipi Nabila .
Dengan senyum yang merekah , tangan Nabila ikut mengusap telapak tangan Aldrich yang masih berada di pipi nya .
" I love you Dady " Cicit Nabila .
" Me too " Lalu Aldrich membawa tangan Nabila da mencium nya .
-Cup..
TBC ππππ
...ππΌπΌπΌπΌπΌπ...
AUTHOR TETEP MAU NGINGETIN , JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN π€.
YANG MAU NGASIH HADIAH NYA JUGA SILAH KAN π.