STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 20



Hari demi hari pun berlalu , dua minggu sudah Nabila dan Aldrich lewati sebagai pasangan suami istri.


Kedua nya semakin akrab dan juga saling menunjukan ke usilan satu sama lain , tidak seperti waktu bertemu kini sikap Aldrich sudah sangat hangat namun selalu tegas kepada Nabila , ia tidak pernah suka ketika Nabila membantah perkataan nya apapun itu.


" Nabila ambil kan dasi ku " Titah pria jangkung sedikit berteriak yang kini sedang berdiri di hadapan cermin dengan celana bahan berwarna hitam dan kemeja putih nya.


" Sebentar ya mas !! aku beresin bikin sarapan dulu " Jawab Nabila sayup terdengar , maklum saja jarak antar dapur dan kamar lumayan sedikit jauh.


" NABILA !!" Panggil Aldrich kembali penuh penekanan.


Mendengar Aldrich yang sudah memanggil nya kembali , Nabila pun bergegas menuju kamar dengan lamgkah kaki yang sedikit berlari.


" Aku cuci tangan dulu " Sahut Nabila ketika ia sudah berada di ambang pintu lalu memasuki kamar mandi yang berada di kamar nya.


" Cepetlah , aku pasti terlambat kalau kau lama sekali ".


" Iya iya , lagian kan mas bisa pakai sendiri " Nabila pun berjalan ke arah suami nya dengan membawa dasi berwarna senada.


" Besok akan ku carikan asisten rumah tangga untuk mu " Cecar nya kepada gadis yang kini sedang berada di hadapan nya dengan tangan yang meliuk-liuk memasangkan dasi dengan kaki sedikit berjin-jit.


" Tidak usah mas , aku bisa kerjain semua nya sendiri " Sahut Nabila , mata nya memandang ke atas , melihat Aldrich yang kini terlihat sedang memperhatikan nya.


" Ck.Bisa apanya ? orang aku ga ke urus ko " Ujar Aldrich dengan tatapan mata yang sangat mematikan .


" Baikalah , aku tidak mau suami ku marah . Jadi sesudah ada pembantu aku akan pokus mengurus mu " Nabila berusaha mengalah.


" Gadis pintar " Jelas Aldrich dengan jemari yang mengusap perlahan kepala Nabila.


" Nah sudah " Nabila pun menepuk dada bidang Aldrich memggunakan kedua telapak tangan nya pelan.


" Nanti sore setelah aku pulang , kita akan mengunjungi mamih dan papih , jadi bersiap-siaplah sebelum aku sampai menjemput mu " Jelas Aldrich.


–Degg..


Nabila langsung terlihat gugup ketika mendengar ajakan dari Aldrich.


" Ma ..ma..mamih mas ?".


" Tidak usah takut , aku ada bersama mu" sahut Aldrich ia pun melihat Nabila tersenyum samar lalu mengangguk.


" Baiklah , aku berangkat dulu . Baik-baik di disini , kunci pintu sebelum membuka pintu lihat lah cctv terlebih dahulu " Aldrich pun menyambar jas hitam nya.


" Mas aku bikin sandwich isi ayam suir kesukaan mu " Jelas Nabila sambil melangkah menye imbangkan langkah suami nya.


Aldrich pun berbalik , ia memperlihat kan senyuman nya ke arah Nabila.


" Tolong simpan di kotak makan , aku akan memakan nya di mobil " Ujar nya.


" Iya mas , tunggu ya aku pasti cepat ga pake slowmo " Nabila pun berlari ke arah dapur.


Aldrich pun kembali tersenyum memperlihat kan deretan gigi rapih nan bersih , ia benar-benar selalu di buat bahagia oleh gadis yang kini sudah menjadi istrinya selama dua minggu ini , ya walau pun belum ada adegan suami istri sesungguh nya namun kebahagiaan itu selalu datang kepada pria tampan itu.


" Mas ini " Nabila memberilan satu kotak makan dan sebotol air putih kepada Aldrich.


" Terimakasih ".


Nabila pun menjawab nya dengan senyuman " Air putih nya harus habis ya mas " Jelas Nabila


–Cup..


Aldrich pun mencium kening Nabila.


" Tunggulah disini , tidak usah mengantarku " Ujar Aldrich kepada Nabila sambil tersenyum.


" Aku mau mengantar suamiku sampai dia masuk mobil ".


" Tidak usah , ini apartemen lantai sepuluh , kaki mu akan lelah " Tegas Aldrich.


" Kan pakai lift " Nabila pun terus mengekor di belakang Aldrich.


" Nabila ingat!! suami mu ini tidak suka di bantah " Aldrich pun kembali berbalik.


" Iya mas aku antar sampai sini " Nabila pun terhenti di ambang pintu apartemen nya.


Aldrich pun mendekat satu langkah , badan nya sedikit tertunduk.


–Cupp..


Aldrich pun mencium pipi Nabila.


" Mas !!" Protes Nabila , gadis itu terlihat gugup dengan pipi yang sudah merona.


" Aku berangkat , jaga diri baik-baik . Masuklah dan kuncin pintu " Aldrich pun berbalik , lalu mulai melangkah meninggal kan Nabila dengan sedikit terburu-buru.


Nabila pun kembali masuk lalu menutup pintu , ia menyandar kan punggung nya dengan tangan yang memegangi dada nya dengan wajah yang berbinar.


Apa mas Aldrich udah cinta ya sama aku ? pagi ini udah dua kali dia nyium aku ? tapi kenapa belum ngomong ya kalo mas Al sayang atau cinta sama aku gitu ?! ah sudahlah Nabila jangan terlalu kepedean.Ujar nya lalu mulai berjalan masuk membuyar kan lamunan nya.


Plip..Plup..


(Suara pesan masuk di ponsel Nabila ).


💌Nab lo sehatkan ?


Begitulah isi pesan dari teman nya Indri.


^^^💌Gw baik In . Lo gimana sama Nurul dan Rio ?^^^


💌Kita baik , kapan bisa kumpul bareng lagi ? lo bahagia kan sama pernikahan lo ?.


^^^💌Kapan aja kalian atur , nanti aku izin sama suami aku .^^^


^^^Bagaia , laki gw baik in.^^^


💌Bagus deh kalo lo bagaia.Kita ikut seneng ,


gw balik kerja dulu ya .Nati gw kabarin lagi.


^^^💌Oke , salam buat Nurul sama Rio.^^^


💌Oke . bye.


*****


Sore hari pun tiba , jam sudah menunjukan pukul lima sore , warna langit sudah begitu indah , lukisan warna oranye memenuhi alam semesta.


Tik..tuk..


( Bell apartemen pun berbunyi )


Nabila yang kini tengan berada di depan televisi langsung beranjak menuju pintu.Tidak lupa ia melihat cctv sebelum membukanya.


Di layar monitor pun terlihat seorang laki-laki yang kini sedang berdiri di depan pintu.


" Mas !!" Nabila pun langsung berjalan menuju pintu.


–Ceklek..


" Mas udah pulang ?" Nabila pun mengambil kotak makan dan tas kerja yang sedang di tenteng Aldrich.


" Kamu belum mandi ?" Tanya Aldrich sambil menutup pintu.


" Baru mau , tapi mas keburu pulang " Nabila pun berbohong , jelas - jelas ia sedang menonton tv.


Nabila pun meninggal kan Aldrich yang sudah duduk di depan televisi menuju dapur untuk menyimpan tas yang berisi tempat bekal suami nya.


" Mas mau mandi ? aku isiin dulu air hangat nya " Nabila pun langsung berjalan masuk ke kamar tanpa mendengar jawaban dari suami nya.


Melihat Nabila yang sudah memaskuki kamar terlebih dulu , Aldrich pun menyusul Nabila yang kini sudah berada di kamar mandi.


Lama Aldrich memandang tubuh kecil yang kini sedang berdiri , membelakangi nya.


Ide usil pun memenuhi otak pria itu , ia jalan perlahan lalu mulai menyala kan shower yang berada tepat di atas kepala Nabila.


" Ah basah " Teriak Nabila , ia pun ingin menhindar namun ketika ia berbalik arah , tubuh nya menabrak dada Aldrich.


–Brugghh..


Kepala nya mendongkat , mencoba melihat siapa dalang dari kucuran air shower di balik rambut yang sudah menutupi wajah nya.


" Mas " Lirih Nabila ketika tangan kekar itu menyingkir kan rambut di wajah nya.


Lekaki itu menatap gadis di bawah pandangan nya lekat , berawal dati rasa ingin mengusili Nabila namun sayang justru Aldrich terjebak dalam permaimainan nya sendiri, ketika melihat Nabila sedikit basah . Gadis itu malah terlihat semakin menggoda iman nya.


Melihat tatapan Aldrich yang begitu dalam , rasa gugup pun kembali Nabila rasakan . Kaki nya terus melangkah mundur sampai terbentur dinding kramik kamar mandi.


" Mas " Bisik Nabila kembali ketika melihat Aldrich yang kini sudah sangat dekat dengan nya.


Tanpa aba-aba Aldrich pun langsung menyambar bibir Nabila.


" Mmmmhhpp" Nabila pun terkejut , tangan nya terus berusaha mendorong Aldrich . Namun sayang Aldrich terus ******* bibir nya di bawar kucuran air shower.


" Mmmhhppp" Nabila pun berusaha melepaskan pautan bibir itu .


Melihat Nabila yang sudah kehabisan oksigen , Aldrich pun melepaskan nya , mata Aldrich dan Nabila kembali saling memandang dengan nafas yang sudah terengah-engah.


Baju mereka berdua pun basah kuyup , Aldrich yang kini sedang memakai kemeja putih yang sudah basah , membuat mata Nabila melihat roti sobek milik suaminya.


" Apa aku sudah boleh meminta hak ku Nabila ?" Bisik nya , Aldrich sudah berusaha agar bisa menahan nya , namun lagi-lagi wajah cantik dan tubuh kecil itu kembali membuat nya gila.


" M..mas air nya sudah penuh , mandilah aku akan keluar " Nabila pun mendorong tubuh besar itu lalu mulai beranjak ke luar dari kamar mandi , dengan rambut dan baju yang sudah basah kuyup.


Melihat Nabila yang sudah kelaur dari kamar mandi , Aldrich pun mengusap kasar wajah nya , ia frustasi dengan nafsu nya yang selalu tidak tersalur kan , namun apa boleh buat , mungking dalam hal ini tidak boleh terburu-buru mengingat mereka baru saja saling mengenal dua minggu ini.


Aldrich pun mematika shower , lalu mulai menanggal kan baju nya satu-persatu ,dulu ketika hasrat nya tidak tersalur kan, ia pasti mencari wanita bayaran namun saat ini beda , ia tidak ingin menyakiti hati istrinya , walaupun pernikahan mereka tak di dasari oleh cinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa komen ,like dan vote biar author makin semangat🤗🥰.