STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 13



Satu minggu setelah Aldrich menemui keluarga Nabila , kini hubungan mereka terlihat semakin dekat.


Setiap hari Aldrich selalu menjemput dan mengantar kan nya pulang.


Namun tidak untuk hari ini , Nabila terlihat pulang berjalan kaki sendiri seperti hari-hari sebelum Aldrich masuk dalam kehidupan nya.


Dua minggu lagi acara tunangan Aldrich dan Nabila pun akan segera di laksanakan , walau belum mendapat lampu hijau dari Sinta , namun acara nya akan tetap berjalan sesuai ke inginan Bayu.


Hingga Aldrich pun memberi tahu calon ibu mertua dan adik-adik nya adar segera menyusul ke kota.


Setelah membersih kan dirinya dari rasa lengket keringat yang bercucuran di seluruh tubuh .


Kini Nabila sudah terlelap di atas kasur kecil milik nya dengan menggulung tubuh nya dengan selimut tipis.Rasa lelah nya setelah seharian bekerja sampai membuat nya terlelap begitu saja.


Samar-samar Nabila mendengar gedoran pintu dan memanggil nama nya , sedikit kencang.


" NABILA !! . "


Dor..


Dor..


Dor..


Nabila pun langsung beranjak dari tempat tidur , kaki nya langsung melangkah ke arah pintu.


Setelah memastika benar-benar ada yang memanggil nya.


Krek..


Krek..


Setelah pintu nya tak terkunci , lalu di dorong begitu saja oleh pria bertubuh jangkung.


" Tuan !?" Nabila pun menatap Aldeich penuh tanya .Dengan mata yang terus mengerjap berusaha mengusir rasa kantuk nya.


" Nabila Ibu dan adik-adik mu ." Gumam Aldrich dengan suara lirih ,suara nyabtertahan. Tangan nya sudah mencengkram bahu Nabila dengan tatapan mata sendu.


" Kenapa ibu dan kedua adiku ?!" Nabila pun semakin di buat bingun dengan situasi saat ini , terlebih ia baru saja terbangun dari tidur.


"Bis yang mereka tumpangi mengalami remblong dan terjun ke jurang dengan kedalaman sepuluh meter. " Jawab Aldrich pelan namun Nabila benera-benar mendengar nya dengan jelas .


" Haahh ?! " Telapak tangan nya menutupi mulut yang kini sudah terbuka , manik indah yang mulai berkaca - kaca.


Tubuh nya mulai merosot lemah di hadapan Aldrich , namun tertahan lengan kekar yang kini membawa nya kedalam dekapan hangat nya.


" Kita doa kan saja semoga semua nya baik-baik saja " Tangan Aldrich terus mengusap lembut kepala Nabila yang tengah bersadar di dada bidang milik nya.


" Kenapa bisa ? Kenapa aku lupa bahwa ibu seharus nya sudah sampai dari tadi ? kenapa aku tidak mengingat nya sama sekali.Bahkan aku malah tertidur ketika ibu dan adik-adik ku tak tahu entah dimana !"Cecar nya dengan air mata yang sudah bercucuran , Nabila terlihat masih tak menyangka dengan apa yang baru saja Aldrich kata kan.


" Nabila hey ? berdoa lah agar mereka salah satu orang yang akan terselamat kan " Aldrich berusaha menenang kan Nabila yang kini sudah menangis tanpa suara.


" Apa kau berbohong ?" Tatapan nya mendongkak ke atas , mata sembab nya berusaha menatap lekat Aldrich.


" Semoga itu bukan Bis yang ibu tumpangi " Sahut Aldrich mata nya menatap pilu wajah gadis yang kini sedang berada dalam pelukan nya.


" Bagai mana bisa kau memberi tahu ku kalau ibu adalah salah satu korban kecelakaan itu ?" Nabila pun terus menatap lekat manik Aldrich.Berharap ada kebohongan dalam mata pria yang kini sedang berada di dekat nya.


" Salah satu berita menyebut kan para korban yang kini sudah berada di rumah sakit kota ini " Jawab Aldrich pelan , pandangan nya pun terus menatal Nabila.


" Tuan . Kita harus ke sana " Nabila memohon kepada Aldrich.


" Tidak. Kau tunggu di apartemen ku , biar aku yang memeriksa ke Rumah Sakit " Tegas Aldrich.


" Tidak tuan , kita harus kesana " Sahut Nabila kembali.


Aldrich tak menjawab perkataan Nabila , pria itu pun hanya menatap lekat ,manik indah yang berada di hadapan nya.


Tatapan nya penuh tanya , apa Nabila akan sanggup dengan kenyataan sepahit apapun.


" Aku akan menerima nya . Walau aku tak sanggup " Jawab Nabila seakan tahu apa yang Aldrich pikir kan .


-Cupp..


Aldrich pun memberikan kecupan di kening Nabila secara tiba-tiba.


" Baiklah , pakai jaket mu . Kita berangkat sekarang " Aldrich pun melepaskan dekapan nya pada Nabila.


" Tunggulah di luar nanti aku menyusul " Jelas nya , lalu beranjak menuju lemari kecil milik nya.


Setelah mengenakan swetter oversize berwarna merah muda milik nya . Nabila pun beranjak keluar dari dalam kontrakan lalu mulai menguncinya.


Ketika Nabila berbalik , ia melihat Aldrich yang sudah merentangkan tangan nya untuk menggandeng tangan Nabila.


Nabila pun hanya terdiam , menatap penuh tanya ke arah Aldrich.


Tanpa bersuara sedikit pun , Aldrich langsung meraih tangan Nabila dan menggenggam nya.


" Ayo " Ajak nya lalu tersenyum.


Nabila pun berjalan di sebelah Aldrich dengan jemari tangan yang saling memaut


Nabila pun hanya menurut begitu saja tanpa banyak berbicara , walaupun sebenar nya banyak hal yang mengganggu pikiran nya.


Apa dia seperti ini hanya karena kasian ? atau memang sudah membuka hati nya untuk ku ?. Gumam nya dalam hati.


******


Setelah satu jam Nabila dan Aldrich menempuh perjalanan , kini kedua nya sudah sampai di Rumah Sakit . Suasana pun terlihat sangat ramai banyak sekali orang-orang yang sudah berderai air mata , sehingga membuat Nabila semakin berfikir buruk tentang ke adaan ibu dan kedua adik nya.


Nabila pun berjala ke arah papan pemberitahuan , ia mulai melihat nama-nama yang tertera.


Hati nya mulai bekecamuk ketika melihat deretan nama yang di nyata kan tidak selamat.


Aldrich pun hanya terus berada di belakang Nabila , ia terlihat cemas dan takut Nabila tidak akan kuat mengetahui kenyataan nya.


Sesungguh nya Aldrich sudah tahu kalau semua yang berada di dalam Bis itu tidak selamat. Namun apalah daya ia tak tega ketika harus mengatakan secara langsung tentang kejadian yang menimpa calon mertua nya kepada Nabila.


" NABILA" Teriak nya ketika melihat gadis itu terjatuh , untuk saja lengan Aldrich langsung bisa menangkap nya.


Aldrich pun langsung memangku tubuh mungil itu , lalu mulai berteriak meminta bantuan medis.


" Sus . Suster tolong istri saya !" Aldrich berteriak ke arah salah satu perawat yang sedang berjalan ke arah nya.


Entah sadar atau tidak , tapi kata ISTRI itu keluar begitu saja dari bibir nya.


" Mari pak ikut saya " Suster itu pun berjalan lebih cepat di depan Aldrich.


Aldrich pun terus berjalan mengikuti perawat yang kini sedang berjalan di depan nya.


Bahkan kaki nya sedikit berlari kala memangku tubub kecil yang saat ini tengah tak sadar kan diri.


" Bawa kesini pak " Suster itu menunjuk salah satu berangkar yang kosong.


Aldrich pun langsung membaring kan Nabila , terlihat rasa khawatir yang Aldrich tunjukan hingga membuat nya terus berjalan mondar-mandir.


Dokter pun datang dan mulai memeriksa ke adaan Nabila.


" Dia hanya syok pak " Jelas Dokter yang sudah memeriksa Nabila. "Apa kalian salah satu keluarga korban tragedi Bis yang terjatuh ke dalam jurang ? " Aldrich pun hanya mengangguk .


" Sebentar lagi istri anda akan sadar . Saya turut berduka cita atas kejadian yang sangat menyayat hati ini " Sahut nya kepada Aldrich.


Setelah Dokter undur diri dari hadapan nya , Aldrich menatap Nabila dengan tatapan pilu , rasa iba memenuhi relung hati nya.


Kini gadis yang akan menjadi calon istrinya ini sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini selain dirinya.


Aku akan melindungi mu , walau rasa itu belum tumbuh tapi aku akan tetap bersama mu . Walaupun suatu saa nanti kau tidak bersama ku sakalipun ,aku akan tetap melindungi mu . Lirih nya sambil terus mengusap tangan Nabila .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC.


Jangan lupa like dan vote nya gengs😘


Dukungan dari kalian sangat berpengaruh besar bagi author 🤗


❤U🍅


👋👋👋👋👋👋