STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 23



Langit senja sudah terlihat sangat indah , jam sudah menunjukan pukul empat sore , dengan cuaca yang cerah dan suhu udara yang sejuk membuat sore ini sangat cocok untuk muda-mudi menghabis kan waktu bersama di luar ruangan.


Dengan kemeja berwarna hitam , di padukan dengan rok jeans selutut membuat gadis kecil itu terlihat sedikit dewasa , apalagi dengan gaya rambut yang di cepol tinggi memperlihat kan leher mulus nya , membuat Nabila terlihat sangat cantik.


Tangan nya melambai-lambai ke arah taxi , mencoba memanggil mobil yang sedang terparkir dari jauh.


" Pak taxi " panggil Nabila , hingga terlihat mobil pun melaju ke arah nya.


โ€“Brugh..


Nabila pun masuk kedalam taxi lalu menutup nya.


" Pak ke jln . Brawijaya ya " Ujar Nabila lalu di angguki seorang supir yang sudah terlihat berumur.


^^^๐Ÿ’Œ: Mas aku berangkat ya .^^^


Pesan pun Nabila kirim kan kepada suaminya yang kini masih berada di kantor.


Ketika ia mau memasukan ponsel nya kembali ke dalam tas selempang kecil nya , ponsel milik Nabila pun berdering.


Iya mas ??


๐Ÿ“žUdah berangkat ?


Ini lagi di taxi mas .


๐Ÿ“žBaiklah hati-hati.


Iya mas .


๐Ÿ“žApa kau tidak mau mengtakan sesuatu untuk kata penutup ?.


Kata apa ? Nabila bingung.


๐Ÿ“žAh sudah lupakan saja .


Aldrich pun memutup telepon nya , hingga membuat Nabila melongo dengan tindakan Aldrich.


" Dih om-om ini kenapa ?" Seru Nabila sambil mengulas sedikit senyum.


Setengah jam Nabila berada dalam perjalanan akhir nya Nabila pun sampai di tempat yang Indri beritahu sebelum ia berangkat.


" Terimakasih pak " Ucap Nabila ketika menuruni taxi.


Nabila pun berjalan kedalam sebuah cafe , mata nya terus mencari keberadaan teman-teman nya , hingga suara laki-laki memanggil nya.


" Nabila " Panggil Rio.


Nabila pun melambaikan tangan nya , lalu beranjak menuju meja yang sudah di pesan oleh teman-teman nya.


Namun tanpa sadar seseorang pun sedang berada di tempat yang sama , dengan tatapan penuh selidik.


" Apa kabar lo " Tanya Nurul yang melihat penampilan Nabila dari atas sampai bawah .


" Gw baik , kalian apa kabar ?" Tanya Nabila kembali kepada teman-teman nya.


" Udah jadi bini orang cantik yah " Ledek Rio kepada Nabila. Sambil cium pipi kiri dan kanan.


" Emang gw cantik Yo " Balas Nabila.


" Nyesel ya ke pepet duluan sama om-om tajir " Ledek Indri kepada Rio.


" Paan si lo " Rio pun melempar kan gulungan tissu ke wajah Indri.


Empat orang yang kini sedang duduk pun terus tersenyum , Rio,Nurul,Nabila dan Indri pun ke empat nya saling melempar kan candaan , hal yang sudah lama tidak Nabila lakukan kepada teman-teman nya.


" Gimana-gimana dede bayi udah mau comingsoon belom,?"Tanya Nurul.


" Iya nih , udah ada kabar bahagia belom " Timpa Indri kembali.


Nabila pun terlihat gugup kala Nurul dan Indri menanyakan hal tersebut .


" Belum doa in aja yah " Jelas Nabila.


Gimana mau hamil , di sentuh aja belum .Gumam Nabila.


" Udah bahas anak nya nanti dulu , sekarang biarin Nabila mesen minum dulu " Ujar Rio.


" Iya nih tenggorokan gw seret banget denger pertanyaan lo berdua" Jawab Nabila penuh candaan .


Cukup lama ke empat sahabat itu berbincang , dari membicara kan soal pernikahan hingga tentang kejadian yang menimpa keluarga Nabila.


Berbagai topik pun mereka bicara kan hingga Nabila tidak sadar bahwa langit sudang menghitam , jam pun sudah menunjukan pukul depan malam.


" Eh udah jam delapan malam , laki lo gak marah lo belum pulang ?" Tanya Rio sambil melirik jam yang berada di tangan nya.


" Hah ya ampun gw lupa Yo , jam sembilan laki gw pulang " Nabila terlihat panik . " Gw duluan ya gengs " Pamit Nabila namun di tahan oleh Rio.


" Gw anter Nab " kata Rio.


" Ga usah , gw pake taxi aja " Jawab Nabila.


" Anterin aja Yo kasian udah malem lo ini , mana di luar gerimis lagi " Ujar Nurul.


" Iya Nab , lo pulang di anter Rio aja " Sahut Indri.


" Ga usah beneran deh " Tolak Nabila.


Rio pun menganguk paham dengan tolakan terus-menerus dari Nabila.


" Yaudah hati-hati loh " Jelas ke tiga sahabat nya.


Nabila pun mengangguk , lalu melambai kan tangan nya sambil berlalu.


Langkah kaki nya terhenti di halte yang tidak jauh dari cafe tempat yang Nabila singgahi tadi , mata nya terus mencari keberadaan taxi .


" Aduh mana udah jam setengah sembilan lagi " Nabila pun terlihat panik sambil melihat jam tangan nya , ia takut membuat Aldrich marah karena janji nya tadi . Apalagi Aldrich sudah mengatakan nya dengan tegas , ia tak mau pulang dalam ke adaan apartemen nya tanpa ada Nabila di dalam nya.


" Aku telepon mas aja kaya nya " Nabila pun mulai mengambil ponsel nya di dalam tas .


" Ya ammpun lowbat " Lirih Nabila .


Nabila pun duduk di bangku halte , hujan pun turun semakin deras , dengan baju dan rok pendek yang ia kenakan , tentu saja cuara hari ini membuat Nabila sedikit kedinginan.


Setelah bebepa menit Nabila menunggu , akhir nya terlihat sorot lampu mobil yang datang ke arah nya.


Namun ketika Nabila berdiri , mata Nabila melihat mobil yang sangat ia kenali


" Mas " Panggil Nabila.


Aldrich pun membuka kaca mobil nya .


Tamat riwayat kamu Nabila. Sesal nya dalam hati .


" Mas maaf aku te.."Jelas nya ketika Nabila sudah berada di dalam mobil , namun Aldrich lamgsung menyambar perkataan Nabila.


" Mana janji mu ?" Tanya Aldrich dingin , mata nya seolah tak mau menatap gadis di samping nya.


" A-aku " Lagi-lagi suara Nabila terhenti


" Aku sudah di rumah dari jam enam sore , apa kau lupa yang tadi ku katakan " Ucap Aldrich penuh penekanan.


" Aku kira mas pulang seperti biasa ".


" Aku sudah bilang , aku pulang lebih cepat " Cecar Aldrich .


"Mas "


" Diamlah kau berisik " Sentak Aldrich.


Nabila pun terdiam , ia merasa sangat bersalah kepada suaminya itu .


Namun ia tak bisa berbuat banyak , Nabila sangat takut melihat Aldrich saat ini , memang dulu sebelum menikah pun Aldrich pernah bersikap dingin pada nya , namun saat ini beda . Ada kemarahan dalam mata nya yang tertahan .


Setengah jam Nabila dan Aldrich pun menempuh perjalanan pulang dalam keheningan , kedua nga larut dalam pikiran masing-masing.


-Brugh..


Nabila pun menghela nafas nya kasar , pandangan nya menatap sayu seorang yang turun terlebih dulu dan meninggal kan nya


Nabila pun keluar dari mobil , langkah kaki nya bergerak lebih cepat .Namun sayang , Aldrich terlihat langsung menutup pintu Lift tanpa menunggu nya terlebih dulu.


Rasa sesak pun menjalar di dada nya , dunia seakan berhenti kala suaminya benar-benat terlihat tak mempedulikan nya sama sekali.


โ€Ting..


pintu Lift pun terbuka kembali , Nabila bergegas masuk lalu menekan tombol angka 13.


Beberapa detik Nabila berada dalam lift , akhir nya lift berhenti dan membuka pintu nya kembali.


Kaki nya sedikit berat , ketika melihat pintu apartemen yang sudah menutup.


-Clekk..


Nabila membuka pintu nya perlahan.


Manik nya menatap ruangan yang begitu gelap , namun terlihat temaram dengan cahaya yang masuk lewat kaca besar yang menghap ke arah luar.


" Mas " Panggil Nabila ketika melihat Aldrich yang sudah duduk di sofa dengan botol dan segelas minuman berwana merah di hadapan nya.


" Mas " Panggil Nabila kembali sambil duduk di sebelah Aldrich.


Takk...


Aldrich melempar ponsel nya ke arah Nabila.


" Bisa kau jelas kan tentang foto itu ,?" Tanya Aldrich kembali , sikap nya dingin , dengan mata yang terus menghindar dari pandangan Nabila.


โ€“Degg..


Hati nya bergemuruh , mulut nya terbuka dengan tangan yang mencoba menghalangi nya dan mata yang sudah membulat.


" Mas ini enggak seperti yang kamu pikir kan " Lirih Nabila dengan tangan yang sudah mencengkram lengan Aldrich.


" Hahahahaha " Tawa Aldrich . " Lepas kan tangan kotor mu pelacur " Kata-kata menyakit kan itu terdengar begitu jelas di tekinga nya.


" Pelacur ?" Tanya Nabila dengan tatapan yang sudah tak bisa di artika.


" Ya, P E- L A -C U R!! ," Aldrich pun menatap Nabila penuh amarah.


" Tega sekali anda menyebut ku seperti itu " Ujar Nabila dengan air mata yang sudah belinang.


" Lalu aku harus menyebut mu apa ? lihatlah cara berpakaian mu , kemeja dengan kancing yang di biar kan terbuka dan rok jeans pendek rambut yang di ikat agar leher mu bisa di pertonton kepada para lelaki bukan ?" Jelas Aldrich dengan seringai menyeram kan.


" Apa kau tidak percaya pada ku ?" Isak tangis Nabila pun pecah.


" Percaya kau bilang ? apa aku harus mempercayai mu ? ketika dengan leluasa nya kalu mencium pipi laki-laki lain hah ?"Aldrich pun benar-benar tak terkendali.


" Aku tidak mencium nya , aku hanya menempel kan pipi ku mas " Jelas Nabila . " Aku juga bersama ke dua sahabat prempuan ku ".


Aldrich pun terkekeh , lalu meminu red wine yang berada di hadapan nya hingga tandas.


" Sudah berapa kali kau menjual tubuh mu hmm?" Tanya Aldrich dengan tubuh yang semakin mendekat hingga membuat Nabila sedikit ketakutan .


" AKU BUKAN PELACUR !! " Jelas nya dengan mata tajam yang terus menatap mata suami .


Lagi-lagi Aldrich tertawa . " Oh ya? aku tidak yakin " Kata Aldrich dengan wajah yang sudah mendekat dengan wajah Nabila.


Dengan penuh keberanian Nabila pun mendorong Aldrich sekuat tenaga.


" APA AKU TERLIHAT SEPERTI JALANG BAYARAN MU ?!" Entah keberanian dari mana hingga Nabila pun berani berkata seperti itu .


" Oh ayolah , mereka justru lebih berhaga dari pada dirimu ".


" JANGAN PERNAH SAMA KAN AKU DENGAN JALANG-JANGAN MU TUAN ALDRICH YOHANES MAHARDIKA !!" Teriak Nabila tepat di depan wajah Aldrich.


" Tentu saja , kau memberikan nya secara cuma-cuma , tapi setiap wanita yang aku tiduri , mereka mematok harga kepada ku " Aldrich benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya


" Aku bukan pelacur !! " Lirih Nabila kepada Aldrich dengan tatapan sendu.


" Apa bukti nya hah , foto itu lebih bisa di jadi kan bukti ke timbang omong kosong mu NABILA !" .


Sama hal nya dengan Aldrich , kini Nabila pun sudah tersulut emosi dengan hinaan yang suami nya lontar kan kepada dirinya.


Sehingga Nabila terlihat sangat berani duduk di pangkuan Aldrich dengan mencengkram kerah kemeja suami nya itu.


" GAGAHI AKU SEKARANG !" Kata Nabila dengan penuh emosi.


" Ck..aku tidak sudi menyentuh bekas lelaki mu itu "Tatapan kedua nya sudah sama-sama di penuhi kabut amarah.


Nabila kembali menarik kerah kemeja Aldrich , menempelkan dahi nya kepada dahi Aldrich.


" LAKUKAN ITU SEKARANG ! TUAN ALDRICH YANG TERHORMAT".Titah Nabila kembali dengan tatapan penuh kebencian.


Seketika Aldrich pun mengangkat Nabila , lalu membawa nya ke arah kamar.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


TBC๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒผ


Jangan lupa like ,vote dan komen ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š