
Satu minggu sudah Aldrich terus mencari keberadaan Nabila.
Hinga ia rela bertemu Rio hanya untuk menanyakan keberadaan istrinya , namun nihil ,semua teman nya bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan wanita yang sudah menjadi istrinya saat ini.
" Tuan , apakah anda sudah mencari nya di kontrakan lama nya ?" Tanya Nurul kepada Aldrich , Nurul benar-benar merasa miris ketika melihat Aldrich dengan ke adaan seperti itu.
Rambut acak-acakan , mata panda yang sudah jelas terlihat .
Terkadang Aldrich terlihat menatap sesuatu dengan tatapan kosong hanya karena memikir kan keberadaan Nabila .
" Aku belum melihat kesana , kenapa aku tidak kepikiran kesitu " Ujar Aldrich.
" Baiklah saya pamit , terimakasih " Pamit nya, Aldrich pun menganggukan kepala nya pelan , lalu tersenyum sebelum ia beranjak ke arah luar.
Pria berkulit putih itu kembali memasuki mobil nya , suara deruman mobil milik nya kembali terdengar .
Dengan kecepatan penuh Aldrich kembali membelah jalanan kota.
Raut wajah nya sedikit berseri, ketika mendapat jalan terang dari para teman-teman istrinya .
Hanya butuh lima belas menit ,akhir nya mobil Aldrich berhenti di depan Gang menuju kontrakan nya dulu .
Awal nya Aldrich tidak sadar , bahwa mobil yang berada di sebrang jalan adalah mobil seorang yang ia kenal .
Pria itu dengan suka rela nya menyebrangi jalanan hanya untuk memastikan plat nomor mobil tersebut.
" Raynan ?! kenapa mobil nya ada di sini ? apa dia sedang berada di sini atau ?? " Dengan cepat Aldrich pun kembali menyebrangi jalan.
Kaki nya sedikit berlari , menyusuri Gang yang sedikit sempit .
" Hahahahha , Raynan kau lucu sekali !!" Suara Nabila terdengar ketika Aldrich sudah berada di dekat kontrakan lama istrinya.
-Deg..
Hati Aldrich langsung berpacu lebih cepat , telapak tangan nya mengepal ketika melihat Nabila dan Raynan sedang tertawa ,dan saling melontar kan candaan .
Tampa permisi Aldrich lansung masuk ke dalam kontrakan Nabila .
Tangan nya langsung mencengkram kerah kemeja Rayna .
- Bruggghhh.
Raynan pun tersungkur dengan satu kali tonjokan tangan Aldrich.
" Anjing ..Bangsat ..sialan lo keparat " Cecar Aldrich kepada Raynan dengan kata-kata kasar .
Nabila pun terkejut dengan kedatangan Aldrich , apalagi pria itu datang setara tiba-tiba , lalu memukul Raynan sangat kencang , hingga meninggal kan luka di bibir bawah nya .
Tangan nya masih mengepal , dada nya kembang-kempis , nafas nya terdengar sangat memburu dan tatapan mata yang terlihat sangat menakut kan dengan amarah yang sangat mebara.
" Lo bilang gak tau hah ? gw udah kaya orang gila nyari keberadaan istri gw ! lo malah asik ketawa-ketiwi sambil makan berdua "Ujar Aldrich penuh amarah .
Nabila hanya terdiam , ia memang sedang kecewa dengan suaminya , namun ketika Aldrich menemukan nya bersama laki-laki lain sedang makan berdua , ini sudah pasti menimbulkan masalah baru.
Aldrich pun kini menoleh ke arah Nabila , menatap Nabila yang sedang mematung dengan tatapan penuh penekanan .
" Nabila ! apakah kau tahu betapa kacau nya aku satu minggu ini ? aku tinggal kan pekerjaan ku , aku mencari mu sampai larut malam , aku tidak bisa tidur kalau belum jam tiga pagi , kau di sini bahagia , makan bersama pria dan saling tertawa ! apa kau pernah memikir kan aku , aku bahkan lupa makan, bahkan untuk satu kali sehari saja itu sudah jarang "Lirih Aldrich kepada Nabila yang kini sedang menatap nya sendu.
" Aku tahu aku salah , aku mencari mu untuk memperbaiki semuanya , tapi apa ? dengan cepat kau membalas nya " Ujar Aldrich kembali.
" Mas ini semua tidak..."Dengan cepat Aldrich memotong perkataan Nabila , tangan nya menggenggam lengan Aldrich mencoba memohon untuk mendengar kan nya.
" Dan kau !!" Tunjuk Aldrich kepada Raynan . " Kau berhasil membuat istri ku bersama mu , ku rasa tidak ada lagi rasa ingin balas dendam mu pada ku !" Aldrich pun langsung berbalik arah , namun tangan Nabila menahan nya .
" Mas ini salah faham !" Kata Nabila , mata nya terus menatap Aldrich ,walaupun pria itu enggan menatap nya .
Aldrich pun pergi , meninggal kan Nabila begitu saja .
" Mas " Panggil Nabila , namun ketika Nabila ingin mengejar suami nya, pergelangan tangan nya di tahan Raynan .
" Nabila , apa ada kotak p3k di sini " Ujar Raynan dengan telapak tangan yang terus memegangi luka di sudut bibir nya.
Nabila hanya mengangguk , lalu mulai berjalan ke arah kemari baju milik nya , lalu membawa kotak kecil , berisi plaster , obat merah ,kapas dan alkohol.
.....
Sementara itu di kediaman Aldrich , pria yang baru saja sampai .Masuk begitu saja tampa memperdulikan ke dua orang tua nya yang berada duduk di kursi meja makan.
" Al ? kamu tidak makan " Tanya Sinta , namun tidak di jawab oleh Aldrich , pria itu terus menaiki tangga tampa menoleh sedikit pun.
- Brakkk..
Pintu kamar Aldrich di banting begitu keras .
Semua yang berada di dalam rumah pun terkejut .
" Bu aden kenapa ?" Tanya Lastri .
" Saya juga tidak tahu bi , datang-datang ko marah-marah " ujar Sinta.
Di dalam kamar Aldrich langsung berjalan ke arah kamar mandi ,mebiarkan tubuh panas nya tersiram oleh guyuran air shower yang dingin .
Dua puluh menit Aldrich berada di dalam kamar mandi , ia pun keluar dengan bathrobe yang membungkus tubuh nya .
Bukan nya lansung mengenakan baju , Aldrich justru berjalan ke arah kulkas kecil di kamar nya , ia membawa satu botol wine dan lansung meneguk nya begitu saja tampa menggunakan gelas.
" Cinta memang selalu menyakit kan " Guman Aldrich .
" Permainan yang sangat epik , Raynan bisa dengan mudah nya mendapat kan Nabila !" .
Aldrich terus berbicara sendiri , tangan nya meletakan botol wine di meja , langkah kaki nya menuju lemari , lalu mulai membawa beberapa pakaian untuk ia kenakan .
Setelah selesai menggunakan baju , Aldrich pun kembali keluar dengan kunci mobil di tangan nya .
" Al mau kemana lagi?" Tanya Sinta .
" Apartemen " Sahut Aldrich singkat .
" Tapi kenapa , ada apa dengan mu ?" Cicit Sinta yang terlihat sedikit khawatir .
" Aku hanya ingin sendiri mam , jangan khawatir , aku baik-baik saja " Sahut Aldrich dengan kaki terus melangkah .
Suara mesin mobil kembali terdengar , lalu perlahan mulai terdengar menjauh .
" Pih Aldrich !" Rengek nya kepada Bayu.
" Biarkan saja , Aldrich dan Nabila menyelesai kan masalah mereka sendiri " Ujar Bayu .
" Pih , mamih takut Aldrich kaya dulu lagi ! keluar masuk club dan bergonta ganti wanita " Lirih Sinta , raut wajah nya terlihat sangat khawatir menatap wajah suami nya sendu .
" Tidak , biar kan saja dia , bukan kah Aldrich bilang ingin ke apartemen?" Sinta pun mengangguk mendengar perkataan suaminya.
TBCπππππ
...πππππ...
JANGAN LUPA !! LIKE ,VOTE DAN KOMEN .
πππ