
Suasana sudah hening , jam masih menujukan puku 3 dini hari ,dengan minim penerangan.
Suara benturan sendok dan piring pun saling bersautan , hingga membuat Lastri terbangun.
" Suara apa itu yah ? " Kata Lastri dengan mata yang masih manahan kantuk .
"Mar...Mar...Marni " Lastris mengoyang kan tubuh seorang wanita yang tidur di sebelah nya .
" Apa sih , masih malem ini ! kok udah heboh " Gumam Marni .
" Itu ! saya denger suara-suara aneh , padahal baru jam tiga pagi " Bisik Lastri , wajah nya sudah terlihat pucak .
" Ah masa sih !!" Marni lansung menyibakan selimut lalu duduk di tepi ranjang .
" Periksa sanah " Lirih Lastri yang sudah tidak karuan , tangan nya terus mendorong tubuh Marni .
Merasa kesal karena Lastri terus mendorong tubuh nya , Marni pun memukul kencang lengan Lastri hingga membuat suara nyaring.
Plakkkkk....
" Awwwwww " Pekik Lastri lirih sambil mengusap lengan nya .
" Tangan nya diem napa , kita periksa bareng-bareng ! takut nya itu maling " Jelas Marni .
Trak..tring..
Suara pun kembali terdengar nyaring , kedua wanita yang sudah sadar sepenuh nya pun saling menatap .
" Kaya nya itu bukan maling deh Mar " Kata Lastri yang sudah semakin panik .
" Yaudah kita lihat bareng-bareng yuk "Marni menarik tangan Lastri , kedua nya sama-sama tegang , bahkan mungkin Marni pun takut karena Lastri yang selalu mepet pada punggung tubuh nya .
Perlahan Marni membuka pintu kamar nya , dengan mata yang terus melihat sekitar , suasana nya sangat mencekam , karena hampir semua lampun di rumah besar milik Bayu di padam kan , hanya ada sedikit cahaya dari lampu luar yang menjadikan setiap riungan nya terlihat temaram.
Langkah kaki , Marni dan Lastri pun terus melaju perlahan , dengan tangan yang sudah saling berpegangan , bejaga-jaga ketika ada sesuatu yang buruk mereka tidak akan meninggal kan satu sama lain.
-Deg..
Seketika langkah kaki Marni terhenti , mata nya terbelalak dengan jari tangan yang menunjuk ke arah meja makan .
" Ku..ku..kuku " Marni tergagap-gagap .
" Kuku apanya toh , ini ke adaan lagi genting ko masih bercanda " Ujar Lastri .
" Saya gak lagi ngelawak , ta-tapi i-itu apa " Kata Marni sambil terus menujuk nya .
Lastri pun melurus kan pandangan nya , melihat ke arah meja makan yang di tunjuk oleh Marnit .
Betapa terkejut nya Lastri , mulut nya terbuka lebar , mata nya sudah membulat , ketika melihat sosok berbaju putih dengan rambut tergerai ke depan menutupi wajah nya.
" KUNTILANANKKKKK....." Teriakan kencang kedua nya menggema .
Semua orang yang masih terlelap pun terkejut , hingga lansung keluar dari kamar nya masing-masing .
" Bi ada apa? " Tanya Sinta dengan cepat menuruni tanggal .
" Kuntilanak bu kuntilanank " Cicit Lastri yang kini sedang berpelukan dengan Marni dengan masih-masing mata yang terus tertutup.
- Cetrekk..
Lampu ruangan pun menyala , dan terlihat Aldrich yang sudah berjalan mendekat ke arah kumpulan wanita yang sedang ketakutan .
" Mana kuntilanak nya ?" Ujar Aldrich , sambil menatap serius ke arah Sinta , lalu pandangan nya beralih ke pada Marni dan Lastri .
" Itu den , di sana ! di meja makan " Tunjuk Marni , mata nya masih terpejam .
Aldrich pun menoleh ke arah yang di sebut kan Marni tersebut.
Dahi Aldrich mengerut , mata nya terus meneliti dengan langkah kaki yang terus berjalan ke arah meja makan .
KO KAYA KENAL !.KATA ALDRICH DALAM HATI.
Bibir Aldrich tersenyum , helaan nafas Aldrich pun terdengan dengan wajah yang di usap kasar oleh telapak tangan nya sendiri.
" Kamu ko malah ke tawa Al , coba usir kuntilanak nya " Jelas Sinta dengan wajah yang cukup terlihat panik .
" Kuntilanak nya cantik banget ini mih " Sahut Aldrich .
Ketiga wanita yang sedang di landa ketakutan pun tersentak kaget .
Lalu berjalan mendekat ke arah meja makan , betapa terkejut nya ketika mata mereka melihat Nabila yang sedang tertidur dengan posisi menundukan kepala nya dan mangkuk mie di atas meja .
" Ya ampun , bisa-bisa nya Nabila ketiduran di sini " Cicit Sinta sambil mengulum senyum .
" Oh non Nabila toh " Kata Lastri dan Marni bersamaan , telapak tangan ke dua nya mengusap dada , mencoba menenang kan jantung yang sudah hampir copot .
" Kalo di lihat-lihat , kelakuan Nabila emang bikin semua orang geleng-geleng kepala , bisa-bisa nya habis makan mie ketiduran di kursi meja makan " Jelas Sinta sambil terkekeuh geli.
" Hahahahahahahaha " Mereka tertawa bersama .
Mendengar suara bising pun perlahan Nabila mengerjap kan mata , lalu mengangkat kepala nya hingga menatap ke arah semua orang yang sedang tertawa yang juga menatap dirinya .
" Loh ko ada mamih dama bibi juga di sini ! apa udah siang ya ? aduh aku ketiduran " Kata Nabila , dengan mata yang terlihat masih mengantuk .
" Sayang kamu udah bikin onar !" Kata Aldrich , lelaki itu berjalan semakin mendekat pada Nabila dengan bibir yang terus tersenyum.
" Onar ? siapa yang bikin onar ?!" Nabila terlihat sangat kebingungan.
" Lain kali , jangan pernah pake lagi dress warna putih , apa lagi kalo panjang , dan di usahakan , kalo keluar kamar itu rambut nya di iket dulu " Jelas Aldrich .
"Emang nya kenapa ? aku gak tau " Lagi-lagi Nabila terlihat bingung.
" Tuh bi Lastri sama bi Marni pada ketakutan lihat kamu kaya gini !" Jelas Aldrich tak henti nya mengulas senyum .
Mata nya terlihat masing sangat mengantuk , namun di paksa terbuka lalu menoleh ke arah Sinta ,Lastri dan Marni .
" Heheh ...aku bikin kalian kaget yah ? maafin aku yah tapi beneran deh aku kekenyangan , jadi tidur di sini " Jawab Nabila .
" Hah .. sudah - sudah , ayo masuk kamar masing-masing , ini masih pagi banget " Ujar Sinta .
" Nabila , Aldrich ! mamih duluan " Sinta pun naik kembali le atas menuju kamar nya yang juga berada di lantai dua .
" Kami juga pamit , den ..non ".
" Sayang ayok..lanjut kan tidur nya di kamar " Kata Aldrich .
Nabila terlihat menggeliat , lalu merentang kan tangan nya ke arah Aldrich lalu merengek manja .
" Dady , momy mau di gendong " Pinta Nabila .
" Oke " Aldrich pun lansung memangku tubuh Nabila , membawa nya kembali ke arah kamar .
Setiap anak tangga pun Aldrich pijaki dengan sangat hati-hati .
Cekrek ...
Aldrich membuka pintu kamar , lalu menutup nya kembali menggunakan dorongan kaki nya .
" Apa mas juga kaget ?!" Tanya Nabila .
" Tentu saja sayang ! bi Marni sama bi Lastri teriak nya kenceng banget , tapi yang di teriakin malah tidur nyenyak " Sahut Aldrich , tangan nya perlahan meletakan tubuh Nabila di atas tempat tidur .
" Apa mereka benar-benar ketakutan ? " Dengan Santai nya Nabila bertanya seperti itu .
" Apa kau tidak melihat wajah mereka tadi, wajah nya sudah sangat pucat , mereka mengira kamu itu kuntilanak " Aldrich pun terkekeuh geli.
" Lagian bisa-bisa nya baru makan mie ketiduran , lain kali nyalain lampu terlebih dulu , jadi gak bakalan salah paham kaya gini " Jelas Aldrich kembali .
" Oke..oke maafin aku yah " Nabila pun langsung mendekat ke arah Aldrich , lalu memeluk tubuh suaminya itu erat .
TBCππππ
...ππΌπΌπΌπΌπ...
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN DAN VOTE OKE ππ€.