STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 62



Suasana sudah hening , jam masih menujukan puku 3 dini hari ,dengan minim penerangan.


Suara benturan sendok dan piring pun saling bersautan , hingga membuat Lastri terbangun.


" Suara apa itu yah ? " Kata Lastri dengan mata yang masih manahan kantuk .


"Mar...Mar...Marni " Lastris mengoyang kan tubuh seorang wanita yang tidur di sebelah nya .


" Apa sih , masih malem ini ! kok udah heboh " Gumam Marni .


" Itu ! saya denger suara-suara aneh , padahal baru jam tiga pagi " Bisik Lastri , wajah nya sudah terlihat pucak .


" Ah masa sih !!" Marni lansung menyibakan selimut lalu duduk di tepi ranjang .


" Periksa sanah " Lirih Lastri yang sudah tidak karuan , tangan nya terus mendorong tubuh Marni .


Merasa kesal karena Lastri terus mendorong tubuh nya , Marni pun memukul kencang lengan Lastri hingga membuat suara nyaring.


Plakkkkk....


" Awwwwww " Pekik Lastri lirih sambil mengusap lengan nya .


" Tangan nya diem napa , kita periksa bareng-bareng ! takut nya itu maling " Jelas Marni .


Trak..tring..


Suara pun kembali terdengar nyaring , kedua wanita yang sudah sadar sepenuh nya pun saling menatap .


" Kaya nya itu bukan maling deh Mar " Kata Lastri yang sudah semakin panik .


" Yaudah kita lihat bareng-bareng yuk "Marni menarik tangan Lastri , kedua nya sama-sama tegang , bahkan mungkin Marni pun takut karena Lastri yang selalu mepet pada punggung tubuh nya .


Perlahan Marni membuka pintu kamar nya , dengan mata yang terus melihat sekitar , suasana nya sangat mencekam , karena hampir semua lampun di rumah besar milik Bayu di padam kan , hanya ada sedikit cahaya dari lampu luar yang menjadikan setiap riungan nya terlihat temaram.


Langkah kaki , Marni dan Lastri pun terus melaju perlahan , dengan tangan yang sudah saling berpegangan , bejaga-jaga ketika ada sesuatu yang buruk mereka tidak akan meninggal kan satu sama lain.


-Deg..


Seketika langkah kaki Marni terhenti , mata nya terbelalak dengan jari tangan yang menunjuk ke arah meja makan .


" Ku..ku..kuku " Marni tergagap-gagap .


" Kuku apanya toh , ini ke adaan lagi genting ko masih bercanda " Ujar Lastri .


" Saya gak lagi ngelawak , ta-tapi i-itu apa " Kata Marni sambil terus menujuk nya .


Lastri pun melurus kan pandangan nya , melihat ke arah meja makan yang di tunjuk oleh Marnit .


Betapa terkejut nya Lastri , mulut nya terbuka lebar , mata nya sudah membulat , ketika melihat sosok berbaju putih dengan rambut tergerai ke depan menutupi wajah nya.


" KUNTILANANKKKKK....." Teriakan kencang kedua nya menggema .


Semua orang yang masih terlelap pun terkejut , hingga lansung keluar dari kamar nya masing-masing .


" Bi ada apa? " Tanya Sinta dengan cepat menuruni tanggal .


" Kuntilanak bu kuntilanank " Cicit Lastri yang kini sedang berpelukan dengan Marni dengan masih-masing mata yang terus tertutup.


- Cetrekk..


Lampu ruangan pun menyala , dan terlihat Aldrich yang sudah berjalan mendekat ke arah kumpulan wanita yang sedang ketakutan .


" Mana kuntilanak nya ?" Ujar Aldrich , sambil menatap serius ke arah Sinta , lalu pandangan nya beralih ke pada Marni dan Lastri .


" Itu den , di sana ! di meja makan " Tunjuk Marni , mata nya masih terpejam .


Aldrich pun menoleh ke arah yang di sebut kan Marni tersebut.


Dahi Aldrich mengerut , mata nya terus meneliti dengan langkah kaki yang terus berjalan ke arah meja makan .


KO KAYA KENAL !.KATA ALDRICH DALAM HATI.


Bibir Aldrich tersenyum , helaan nafas Aldrich pun terdengan dengan wajah yang di usap kasar oleh telapak tangan nya sendiri.


" Kamu ko malah ke tawa Al , coba usir kuntilanak nya " Jelas Sinta dengan wajah yang cukup terlihat panik .


" Kuntilanak nya cantik banget ini mih " Sahut Aldrich .


Ketiga wanita yang sedang di landa ketakutan pun tersentak kaget .


Lalu berjalan mendekat ke arah meja makan , betapa terkejut nya ketika mata mereka melihat Nabila yang sedang tertidur dengan posisi menundukan kepala nya dan mangkuk mie di atas meja .


" Ya ampun , bisa-bisa nya Nabila ketiduran di sini " Cicit Sinta sambil mengulum senyum .


" Oh non Nabila toh " Kata Lastri dan Marni bersamaan , telapak tangan ke dua nya mengusap dada , mencoba menenang kan jantung yang sudah hampir copot .


" Kalo di lihat-lihat , kelakuan Nabila emang bikin semua orang geleng-geleng kepala , bisa-bisa nya habis makan mie ketiduran di kursi meja makan " Jelas Sinta sambil terkekeuh geli.


" Hahahahahahahaha " Mereka tertawa bersama .


Mendengar suara bising pun perlahan Nabila mengerjap kan mata , lalu mengangkat kepala nya hingga menatap ke arah semua orang yang sedang tertawa yang juga menatap dirinya .


" Loh ko ada mamih dama bibi juga di sini ! apa udah siang ya ? aduh aku ketiduran " Kata Nabila , dengan mata yang terlihat masih mengantuk .


" Sayang kamu udah bikin onar !" Kata Aldrich , lelaki itu berjalan semakin mendekat pada Nabila dengan bibir yang terus tersenyum.


" Onar ? siapa yang bikin onar ?!" Nabila terlihat sangat kebingungan.


" Lain kali , jangan pernah pake lagi dress warna putih , apa lagi kalo panjang , dan di usahakan , kalo keluar kamar itu rambut nya di iket dulu " Jelas Aldrich .


"Emang nya kenapa ? aku gak tau " Lagi-lagi Nabila terlihat bingung.


" Tuh bi Lastri sama bi Marni pada ketakutan lihat kamu kaya gini !" Jelas Aldrich tak henti nya mengulas senyum .


Mata nya terlihat masing sangat mengantuk , namun di paksa terbuka lalu menoleh ke arah Sinta ,Lastri dan Marni .


" Heheh ...aku bikin kalian kaget yah ? maafin aku yah tapi beneran deh aku kekenyangan , jadi tidur di sini " Jawab Nabila .


" Hah .. sudah - sudah , ayo masuk kamar masing-masing , ini masih pagi banget " Ujar Sinta .


" Nabila , Aldrich ! mamih duluan " Sinta pun naik kembali le atas menuju kamar nya yang juga berada di lantai dua .


" Kami juga pamit , den ..non ".


" Sayang ayok..lanjut kan tidur nya di kamar " Kata Aldrich .


Nabila terlihat menggeliat , lalu merentang kan tangan nya ke arah Aldrich lalu merengek manja .


" Dady , momy mau di gendong " Pinta Nabila .


" Oke " Aldrich pun lansung memangku tubuh Nabila , membawa nya kembali ke arah kamar .


Setiap anak tangga pun Aldrich pijaki dengan sangat hati-hati .


Cekrek ...


Aldrich membuka pintu kamar , lalu menutup nya kembali menggunakan dorongan kaki nya .


" Apa mas juga kaget ?!" Tanya Nabila .


" Tentu saja sayang ! bi Marni sama bi Lastri teriak nya kenceng banget , tapi yang di teriakin malah tidur nyenyak " Sahut Aldrich , tangan nya perlahan meletakan tubuh Nabila di atas tempat tidur .


" Apa mereka benar-benar ketakutan ? " Dengan Santai nya Nabila bertanya seperti itu .


" Apa kau tidak melihat wajah mereka tadi, wajah nya sudah sangat pucat , mereka mengira kamu itu kuntilanak " Aldrich pun terkekeuh geli.


" Lagian bisa-bisa nya baru makan mie ketiduran , lain kali nyalain lampu terlebih dulu , jadi gak bakalan salah paham kaya gini " Jelas Aldrich kembali .


" Oke..oke maafin aku yah " Nabila pun langsung mendekat ke arah Aldrich , lalu memeluk tubuh suaminya itu erat .


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸ€...


JANGAN LUPA LIKE , KOMEN DAN VOTE OKE πŸ˜˜πŸ€—.