STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 63



" NY.Nabila Adriana Yohanes Mahardika " Nabila dan Aldrich pun lansung menoleh ke arah sumber suara .


" Iya " Sahut Nabila , wanita itu lansung berdiri , satu tangan nya menarik lengan Aldrich .


" Selamat siang Dokter " Sapa Aldrich bersamaan dengan Nabila.


" Selamat siang " Jawab Dokter Ratna sambil tersenyum ramah . "Silahkan duduk ! bagai mana kabar kalian ? apa ada keluhan ?!"


" Saya baik Dok , sejauh ini tidak ada , hanya saja sekarang sudah sering bolak-balik kamar mandi " Jelas Nabila .


" Baiklah , kita periksa baby nya sekarang , silah kan berbaring di situ" Dokter Ratna pun beranjak dari duduk nya , lalu berjalan ke arah ranjang yang ia maksud.


Dengan perlahan Nabila menaiki ranjang yang tersedia , tangan nya terus berpegangan ke pada Aldrich.


" Dok saya ingin mengetahuin jenis kelamin anak saya " Kata Aldrich.


" Siap , mudah-mudah an bisa yah " Sahut Dokter .


Dokter mulai menyelimuti Nabila , lalu mengangkat sedit drees yang ia kenakan dan menuang kan gel di atas perut bulat nan besar namun masih terlihat mulus tampa guratan-guratan yang biasa ibu hamil keluh kan .


" Usia nya 23 minggu yah , semua nya terlihat normal dan pasti nya sehat " Jelas Dokter kandungan tersebut .


" Nah ....jenis kemalin nya prempuan " Jelas nya kembali .


Binar kebahgiaan di wajah Aldrich pun terlihat jelas . Bibir nya terus mengecup telapak tangan Nabila .


" Mas nangis?! " Cicit Nabila ketika melihat mata Aldrich yang sudah memerah dan sedikit genangan cairan bening di mata nya.


" Tidak " Elak Aldrich , dengan cepat menyusut air mata nya dengan ibu jari.


Setelah melakukan pemeriksaan , dan menunggu vitamin Nabila yang sedikit memakan waktu .


Akhir nya Aldrich dan Nabila sekarang sudah berada dalam perjalanan menuju kantor .


" Apa mas kecewa karena bayi kita prempuan ?!" Tanya Nabila pada Aldrich yang sedang pokus mengemudikan mobil nya .


Pria tampan itu langsung menoleh ke arah Nabila , bibir nya tersenyum , lalu satu tangan nya menggenggam tangan Nabila .


" Tentu saja tidak sayang ! aku bahagia , karena aku memang sangat mengingin kan nya, tidak masalah laki-laki maupun prempuan , itu sama saja , lagi pula kita bisa membuat adik laki-laki nanti untuk nya " Ujar Aldrich lalu membawa tangan Nabila dan mencium nya .


-Cup..


" Dan orang yang paling antusias setelah aku adalah mamih , dia pasti sangat senang ketika mendapat cucu yang cantik " Kata Aldrich kembali .


" Mas tidak tahu sih , mamih sudah mengajak aku untuk segera berbelanja perlengkapan anak kamu " Jelas Nabila.


" Oh ya , lakukanlah jika kalian memang mengingin kan nya ! aku sudah memberi izin mu sekarang " Sahut Aldrich .


" Aku ingin memilih nya bersama mu sayang " Jawab Nabila .


" Iya , nanti weekend kita pergi bersama yah "Jawab Aldrich lalu di angguki oleh Nabila .


****


" Mas aku ngantuk !" Cicit Nabila manja kepada Aldrich yang terus sibuk dengan kerjaan nya .


" Kamu mau tidur ? ayo aku antar ke ruangan istirahat ku " Aldrich pun langsung menghampiri Nabila dan memangku ibu hamil besar tersebut.


" Mas aku bisa sendiri , lagian sekarang aku pasti berat " Ujar Nabila ,tangan nya menepuk pelan bahu Aldrich .


" Aku tahu kamu bisa berjalan sendiri , tapi aku tidak mau istri ku terlalu lelah " Aldrich memasuki ruangan milik nya , lalu mulai menidur kan Nabila di atas tempat tidur yang berukuran besar .


" Istirahatlah , aku akan menyusul setelah meeting ku selesai " Jelas aldrich lalu meninggal kan Nabila .


Nabila hanya menatap punggung suaminya yang mulai menghilang di balik pintu .


Tangan nya terus mengusap perut yang sedang bergerak-gerak .


Namun bukan nya berhenti , justru tendangan nya semaking menjadi ,hingga membuat Nabila sedikit meringis.


" Nak ! ayolah diam sebentar , nanti kalo dady datang baru main lagi " Nabila terus berbicara dengan perut nya .


Tangan halus nya terus mengusap lembut perut buncit milik nya.


Setelah lama , akhir nya anak dalam perut Nabila terdiam.


" Nah bayi pintar , sekarang momy juga mau bobo ! jangan bikin momy pengen pipis tiba-tiba yah " Nabila pun memejam kan mata , dengan satu tangan bertumpu di atas perut nya seperti sedang memeluk bayi yang juga sudah terdiam .


Sementara itu di meja kerja Aldrich , pria itu baru saja datang setelah melakukan meeting nya bersama kolega untuk membahas bisnis yang mereka jalani bersama .


Dengan cepat Aldrich memasuki ruangan di mana Nabila berada.


Netra nya lansung menangkap Nabila yang sudah tertidur pulas.


Aldrich terus mendekat , lalu berjongkok di hadapan perut Nabila .


" Hi baby girl " Bisik Aldrich sambil menempel kan wajah nya diperut Nabila .


" Kamu lagi apa ? apa karena momy tidur kamu juga ikut tidur ?" Bisik Aldrich kembali .


Tangan nya terus mengusap lembut , seketika Aldrich lansung melihat wajah Nabila yang sedang pulas .


" Maafin aku ya , gara-gara aku kamu jadi sering sakit pinggang , tengah malem ke bangun gara-gara lapar " Tangan Adrich mengusap pipi Nabila .


Mata Nabila mulai mengerjap , ketika sesuatu terasa sedang mengusap pipi nya .


" Mas sudah selesai ?" Tanya Nabila pelan .


" Hemmmmm , aku sudah merindukan kalian " Guman Aldrich lalu menyusul Nabila ke atas tempat tidur , lalu membaring kan tubuh nya miring memeluk tubuh Nabila .


" Mas cape ?" Nabila mengelus tangan Aldrich yang memeluk nya.


" Ya , banyak masalah di kantor sekarang , untuk ada kamu dan Feri " Sahut Aldrich .


" Baiklah , sekarang mas yang tidur aku akan menemani di sini " Sahut Nabila .


" Terimakasih sudah mau mengandung anak ku Nabila " Kata Aldrich .


" Dih?? mas ko jadi melow sih " Tanya Nabila , lalu membalikan tubuh nya menghadap Aldrich .


" Tidak , kadang aku hanya merasa bersalah ketika tidak bisa mereda kan rasa sakit di pinggang mu , bahkan ketika mau tidur pun kau terlihat sedikit ke susahan " Cicit Aldrich , dengan mata yang terpejam,ia tidak sanggup melihat tatapan istrinya .


Tangan Nabila pun mengusap rahang Aldrich , meneliti wajah yang kini terlihat sangat kelelahan .


" Sayang ! aku tidak keberatan , aku bahagia mengandung anak mu suamiku , tidak usah merasa bersalah , kamu hanya harus menjadi ayah dan suami yang baik untuk ku dan anak mu, dan satu lagi aku mau ketika aku malahirkan nanti ada kamu di sisi aku " Jelas Nabila pada Aldrich .


Seketika Aldrich membuka matanya , hingga membuat Nabila sedilit tersentak kaget .


Beberapa detik pandangan mereka saling menyelam , memandang penuh cinta netra indah masing-masing .


Entah bagai mana bibir mereka sudah bertemu , tangan Nabila terus menyentuh rahang tegas Aldrich begitu pun dengan tangan Aldrich yang sudah mengabsen setiap inci tubuh Nabila.


" Mas sudah , ini di kantor " Nabila berusaha menyadar kan Aldrich dari kabut gairah yang menutupi mata nya .


" Aku tidak peduli sayang " Bisik Aldrich dengan nada sensual .


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸ€...


AYODONG SEMANGATIN AUTOR , JANGAN MALES LIKE YA.


KALO VOTE SAMA HADIAH ITU MAH SETERAH KALIAN AJA DEH😁 KALO AUTHOR DAPET BERATI KALIAN SUKA KARYA AUTHOR .