
" NY.Nabila Adriana Yohanes Mahardika " Nabila dan Aldrich pun lansung menoleh ke arah sumber suara .
" Iya " Sahut Nabila , wanita itu lansung berdiri , satu tangan nya menarik lengan Aldrich .
" Selamat siang Dokter " Sapa Aldrich bersamaan dengan Nabila.
" Selamat siang " Jawab Dokter Ratna sambil tersenyum ramah . "Silahkan duduk ! bagai mana kabar kalian ? apa ada keluhan ?!"
" Saya baik Dok , sejauh ini tidak ada , hanya saja sekarang sudah sering bolak-balik kamar mandi " Jelas Nabila .
" Baiklah , kita periksa baby nya sekarang , silah kan berbaring di situ" Dokter Ratna pun beranjak dari duduk nya , lalu berjalan ke arah ranjang yang ia maksud.
Dengan perlahan Nabila menaiki ranjang yang tersedia , tangan nya terus berpegangan ke pada Aldrich.
" Dok saya ingin mengetahuin jenis kelamin anak saya " Kata Aldrich.
" Siap , mudah-mudah an bisa yah " Sahut Dokter .
Dokter mulai menyelimuti Nabila , lalu mengangkat sedit drees yang ia kenakan dan menuang kan gel di atas perut bulat nan besar namun masih terlihat mulus tampa guratan-guratan yang biasa ibu hamil keluh kan .
" Usia nya 23 minggu yah , semua nya terlihat normal dan pasti nya sehat " Jelas Dokter kandungan tersebut .
" Nah ....jenis kemalin nya prempuan " Jelas nya kembali .
Binar kebahgiaan di wajah Aldrich pun terlihat jelas . Bibir nya terus mengecup telapak tangan Nabila .
" Mas nangis?! " Cicit Nabila ketika melihat mata Aldrich yang sudah memerah dan sedikit genangan cairan bening di mata nya.
" Tidak " Elak Aldrich , dengan cepat menyusut air mata nya dengan ibu jari.
Setelah melakukan pemeriksaan , dan menunggu vitamin Nabila yang sedikit memakan waktu .
Akhir nya Aldrich dan Nabila sekarang sudah berada dalam perjalanan menuju kantor .
" Apa mas kecewa karena bayi kita prempuan ?!" Tanya Nabila pada Aldrich yang sedang pokus mengemudikan mobil nya .
Pria tampan itu langsung menoleh ke arah Nabila , bibir nya tersenyum , lalu satu tangan nya menggenggam tangan Nabila .
" Tentu saja tidak sayang ! aku bahagia , karena aku memang sangat mengingin kan nya, tidak masalah laki-laki maupun prempuan , itu sama saja , lagi pula kita bisa membuat adik laki-laki nanti untuk nya " Ujar Aldrich lalu membawa tangan Nabila dan mencium nya .
-Cup..
" Dan orang yang paling antusias setelah aku adalah mamih , dia pasti sangat senang ketika mendapat cucu yang cantik " Kata Aldrich kembali .
" Mas tidak tahu sih , mamih sudah mengajak aku untuk segera berbelanja perlengkapan anak kamu " Jelas Nabila.
" Oh ya , lakukanlah jika kalian memang mengingin kan nya ! aku sudah memberi izin mu sekarang " Sahut Aldrich .
" Aku ingin memilih nya bersama mu sayang " Jawab Nabila .
" Iya , nanti weekend kita pergi bersama yah "Jawab Aldrich lalu di angguki oleh Nabila .
****
" Mas aku ngantuk !" Cicit Nabila manja kepada Aldrich yang terus sibuk dengan kerjaan nya .
" Kamu mau tidur ? ayo aku antar ke ruangan istirahat ku " Aldrich pun langsung menghampiri Nabila dan memangku ibu hamil besar tersebut.
" Mas aku bisa sendiri , lagian sekarang aku pasti berat " Ujar Nabila ,tangan nya menepuk pelan bahu Aldrich .
" Aku tahu kamu bisa berjalan sendiri , tapi aku tidak mau istri ku terlalu lelah " Aldrich memasuki ruangan milik nya , lalu mulai menidur kan Nabila di atas tempat tidur yang berukuran besar .
" Istirahatlah , aku akan menyusul setelah meeting ku selesai " Jelas aldrich lalu meninggal kan Nabila .
Nabila hanya menatap punggung suaminya yang mulai menghilang di balik pintu .
Tangan nya terus mengusap perut yang sedang bergerak-gerak .
Namun bukan nya berhenti , justru tendangan nya semaking menjadi ,hingga membuat Nabila sedikit meringis.
" Nak ! ayolah diam sebentar , nanti kalo dady datang baru main lagi " Nabila terus berbicara dengan perut nya .
Tangan halus nya terus mengusap lembut perut buncit milik nya.
Setelah lama , akhir nya anak dalam perut Nabila terdiam.
" Nah bayi pintar , sekarang momy juga mau bobo ! jangan bikin momy pengen pipis tiba-tiba yah " Nabila pun memejam kan mata , dengan satu tangan bertumpu di atas perut nya seperti sedang memeluk bayi yang juga sudah terdiam .
Sementara itu di meja kerja Aldrich , pria itu baru saja datang setelah melakukan meeting nya bersama kolega untuk membahas bisnis yang mereka jalani bersama .
Dengan cepat Aldrich memasuki ruangan di mana Nabila berada.
Netra nya lansung menangkap Nabila yang sudah tertidur pulas.
Aldrich terus mendekat , lalu berjongkok di hadapan perut Nabila .
" Hi baby girl " Bisik Aldrich sambil menempel kan wajah nya diperut Nabila .
" Kamu lagi apa ? apa karena momy tidur kamu juga ikut tidur ?" Bisik Aldrich kembali .
Tangan nya terus mengusap lembut , seketika Aldrich lansung melihat wajah Nabila yang sedang pulas .
" Maafin aku ya , gara-gara aku kamu jadi sering sakit pinggang , tengah malem ke bangun gara-gara lapar " Tangan Adrich mengusap pipi Nabila .
Mata Nabila mulai mengerjap , ketika sesuatu terasa sedang mengusap pipi nya .
" Mas sudah selesai ?" Tanya Nabila pelan .
" Hemmmmm , aku sudah merindukan kalian " Guman Aldrich lalu menyusul Nabila ke atas tempat tidur , lalu membaring kan tubuh nya miring memeluk tubuh Nabila .
" Mas cape ?" Nabila mengelus tangan Aldrich yang memeluk nya.
" Ya , banyak masalah di kantor sekarang , untuk ada kamu dan Feri " Sahut Aldrich .
" Baiklah , sekarang mas yang tidur aku akan menemani di sini " Sahut Nabila .
" Terimakasih sudah mau mengandung anak ku Nabila " Kata Aldrich .
" Dih?? mas ko jadi melow sih " Tanya Nabila , lalu membalikan tubuh nya menghadap Aldrich .
" Tidak , kadang aku hanya merasa bersalah ketika tidak bisa mereda kan rasa sakit di pinggang mu , bahkan ketika mau tidur pun kau terlihat sedikit ke susahan " Cicit Aldrich , dengan mata yang terpejam,ia tidak sanggup melihat tatapan istrinya .
Tangan Nabila pun mengusap rahang Aldrich , meneliti wajah yang kini terlihat sangat kelelahan .
" Sayang ! aku tidak keberatan , aku bahagia mengandung anak mu suamiku , tidak usah merasa bersalah , kamu hanya harus menjadi ayah dan suami yang baik untuk ku dan anak mu, dan satu lagi aku mau ketika aku malahirkan nanti ada kamu di sisi aku " Jelas Nabila pada Aldrich .
Seketika Aldrich membuka matanya , hingga membuat Nabila sedilit tersentak kaget .
Beberapa detik pandangan mereka saling menyelam , memandang penuh cinta netra indah masing-masing .
Entah bagai mana bibir mereka sudah bertemu , tangan Nabila terus menyentuh rahang tegas Aldrich begitu pun dengan tangan Aldrich yang sudah mengabsen setiap inci tubuh Nabila.
" Mas sudah , ini di kantor " Nabila berusaha menyadar kan Aldrich dari kabut gairah yang menutupi mata nya .
" Aku tidak peduli sayang " Bisik Aldrich dengan nada sensual .
TBCππππ
...ππΌπΌπΌπΌπΌπ...
AYODONG SEMANGATIN AUTOR , JANGAN MALES LIKE YA.
KALO VOTE SAMA HADIAH ITU MAH SETERAH KALIAN AJA DEHπ KALO AUTHOR DAPET BERATI KALIAN SUKA KARYA AUTHOR .