STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 101



Malam hari nya tepat pukul setengah sebelas malam.


"Sayang ayok tidur!!"Titah Feri kepada istrinya yang masih asik dengan film dan semangkuk mie instan yang sedang di santap nya.


"Mas kalau mau tidur duluan saja,aku tunggu sampai film dan mie nya habis dulu."Sahut Indri yang terus fokus menatap kedepa.


Feri yang sudah berdiri pun kembali duduk di sebelah istrinya.


"Sayang,kita sudah berjalan-jalan seharian! cepat habiskan mie nya dan cepat tidur,aku tidak mau terjadi sesuatu kepada bayi kita karena kelelahan!"Ujar Feri kepada wanita di samping nya itu.


Indri yang sedang memasukan satu suapan mie beserta kuah nya itu langsung menoleh,menatap Feri yang terlihat sangat khawatir kepada dirinya.


"Mas,anak kita tidak kenapa-kenapa,dia senang ko."Gumam Indri dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Bagai mana mau baik-baik saja! vitamin dan susu nya saja hampir tidak di munum karena kita sibuk bermain di pantai!"Cerocos Feri kembali.


Pria itu tak henti nya menggerutu sejak mereka pulang dan Feri melihat kantung obat yang di berikan Dokter Oskar tidak tersentuh sama sekali.


Mangkuk berisi mie instan itu tandas,lalu Indri meletakan nya di atas meja.


"Mas,aku akan meminum vitamin nya sekarang! jangan menggerutu terus,nanti cepet tua loh!"Kata Indri kepada suaminya .


"Tapi kan...!"


"Dad,boleh kan bikinin susu buat ade?itu lebih baik dari pada Daddy mengomel terus menerus!"Pinta Indri tersenyum ke arah suaminya itu.


"Baiklah,Daddy bikin kan susu nya terlebih dulu,sesudah itu kita masuk kamar dan tidur."Ujar Feri lalu beranjak ke arah dapur.


Pandangan wajah wanita yang kini sedang memakai piama dengan motif bunga pun menunduk,mengusap perut nya sambil mengulum senyum.


"Sayang,kamu mengubah Daddy mu yang sedikit bicara menjadi sangat cerewet."Gumam nya lalu mengusap perut nya kembali.


Tidak lama setelah Feri pergi ke arah dapur untuk membuat kan susu untuk nya,kini pria itu sudah kembali dengan mug yang berisi susu khusus ibu hamil untuk istrinya.


"Sayang ayok matikan tv dan lampu nya! kita masuk kamar sekarang juga."Titah Feri.


Indri pun mengangguk,lalu menekan tombol power dan beranjak menuju rak tv dan menekan saklar lampu.


Dengan satu tangan yang menenteng mug susu milik Indri,satu tangan nya lagi menggenggam tangan istrinya lalu berjalan bersamaan ke arah kamar.


Sesampai nya di dalam kamar,Indri terus berjalan terlebih dulu,melepas kan pautan tangan dengan suaminya yang saat ini sedang menutup dam mengunci pintu.


Feri kembali berbalik arah berjalan ke arah ranjang di mana Indri sudah berada di sana saat ini.


"Susu nya di minum!"Feri memberikan susu yang telah di buat kan nya kepada Indri.


Indri mengangguk,lalu menerima pemberian suaminya.


"Mmmhhhh,ko bau amis sih!"Cicit Indri setelah meminum susu nya.


"Masa sih ?!"Tanya Feri penuh selidik."Malam kemarin kamu minum juga kan!"Feri mengintrogasi.


"Hehe,aku sudah membuat nya! tapi lupa,pagi-pagi aku baru ingat dan susu nya sudah basi jadi ku buang!!"Jelas nya lalu tersenyum memaksa.


"Ya ampun kamu ini benar-benar!"Feri sudah terlihat sedikit kesal sampai pria di samping yang sedang menghadap Indri pun mengusap wajah nya kasar.


"Aku tidak mau tahu yah,susu itu harus di habis kan!!"Tegas Feri.


"Mas tapi."


"Habiskan Ny.Marsha Indria! aku tidak mau tahu!"Indri lansung terdiam sambil menatap lekat ke arah suaminya yang sangat jauh berbeda saat ini.


"Bawel nya ngalahin ibu-ibu pkk."Pikir Indri


Mendapat kan tatapan tajam terus menerus,mau tidak mau,Indri harus kembali meminum susu rasa vanila yang di buat kan Feri untuk nya.


Dua jari tangan nya menjepit hidung mancung nya,sampai satu tegukan pun lolos namun dengan cepat Indri meletakan susu yang masih berisi penuh di atas nakas.


"Uwek..."Indri lansung menghalangi mulut dengan telapak tangan nya.


"Kenapa?!"Feri terlihat panik ketika melihat wajah Indri yang memerah dengan air mata yang sudah berlinang.


"Aku tidak mau minum susu nya,rasa nya aku jadi mau muntah."Gumam Indri.


"Mana sini aku coba!"Tangan Feri terulur lalu menerima mug susu dari Indri.


–Ssrruuuppp..


Feri terdiam sambil meneliti rasa susu ibu hamil yang di buat kan nya untuk Indri.


"Memang rasa nya seperti ini sayang! ayo habis kan."Feri kembali menyodor kan susu nya kepada Indri.


Dengan cepat Indri kembali menutup mulut nya seraya terus menggeleng kan kepala nya.


Lagi-lagi Indri menggeleng kan kepala nya,menolak untuk meminum susu yang tersisa masih banyak.


"Sayang!!"Cicit Feri."Minum atau aku yang minum?!"Tegas Feri.


Tubuh Indri pun terus mundur berusaha menjauh dari suaminya.


"Mas yang minum!"Pekik nya.


Feri menghela nafas nya kasar,terus menatap Indri penuh penekanan sampai membuat Indri bergidik ngeri ketika melihat tatapan pria yang sudah menjadi suaminya.


"Indri minum!"Feri terus memaksa.


"Nggak mau!"Rengek Indri.


"Minum atau berat badan mu tidak akan naik,dan anak kita akan sakit di dalam."Tutur Feri.


Indri kembali terdiam,tatapan mata nya tertuku pada mug susu yang kini sedang di pengang suaminya.


"Mas tapi aku tidak bisa."Rengek Indri pernuh permohonan.


"Minum!!"Titah Feri dingin.


Dengan sangat terpaksa Indri menerima kembali apa yang di sodor kan Feri,lalu meminum nya perlahan dengan hidung yang kembali di himpit oleh dua jadi.


–Gleuk...Gleuk..Gleuk..


Tak...


Indri meminum susu nya sampai tandas tidak tersisa,lalu meletakan mug nya di atas nakas cukup keras.


Feri tersenyum senang ketika mendapat Indri meminum susu nya sampai habis.


"Nah ayok,sekarang kita tidur."Ajak nya sambil tersenyum.


Namun bukan nya berbaring,Indri justru menyibakan selimut nya lalu berlari ke arah kamar mandi.


"Sayang,jangan lari!"Feri berteriak,namun Indri tidak mengindah kan teriakan nya.


"Uwek...uwek...uwek..uhuk..uhuk.."Indri lansung memuntah kan semua susu yang baru saja di minum nya.


Wanita yang sedang berdiri di depan washtafel itu pun terlihat sangat lemas ketika memuntah kan isi perut nya kembali.


"Mie instan ku!!"Rengek nya dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat sedih.


"Sayang kamu baik-baik saja!"Tangan Feri lansung memijat tengkuk Indri .


"Lepas!"Tegas Indri lansung menepis lengan suaminya sedikit kasar.


"Sayang."


"Mas puas hah?! kau berhasil membuat ku merasakan mual dan muntah kembali! dan sekarang aku lemas dan pusing."Tutur Indri lalu memijat pelipis nya dengan mata yang terpejam.


"Sayangan maaf,mas kira kamu berpura-pura dan yang tadi hanya alasan mu saja."Jelas Feri.


"Iya anggap saja seperti apa yang mas pikir kan!"Sahut Indri lalu menabrak tubuh Feri dan lansung kembali ke kamar.


"Mau apa ?!"Tanya Indri judes.


"Mau tidur."Jawab Feri ketika kaki nya akan segera naik ke atas ranjang.


"Turun! dan tidur di sofa."Tegas Indri sambil menunjuka ke arah sofa di kamar nya.


"Tapi sayang."Rengek Feri.


"Di sofa!"Cicit Indri.


"Sayang aku tidak bisa tidur kalau kamu nggak di sisiku."Ujar nya.


"Baiklah,biar aku yang di sofa!"Tampa basa-basi Indri lansung menyambar bantal dan membawa nya ke arah sofa.


"oke-oke,aku yang tidur di sini! kamu tidur di sana saja,kasian anak kita."Feri melunak.


Mata Indri mendelik,tampa banyak bicara ia lansung naik ke atas ranjang dan berbaring membelakangi Feri.


"Hah,dia benar-benar marah."Gumam Feri lalu mulai berbaring di atas sofa yang berukurang cukup besar,namun tetap terasa kecil jika bersanding dengan tubuh nya.


...TBC🍀🍀🍀...


...HI READERS JANGAN LUPA FOLLOW , LIKE ,VOTE DAN KOMEN NYA YA! TOLONG BANTU AGAR NOVEL AUTHOR SEMAKIN BERKEMBANG.🥺🥺...


...TERIMAKASIH🙏🙏...