
Akhirnya , setelah mendapat persetujuan dari Nabila.Hari ini babysiter yang akan membantu Nabila dalam mengurus semua kebutuhan Queen sudah tiba dan tengah duduk di sofa ruang tamu bersama Aldrich dan Nabila.
"Selamat siang bu , pak !"Tutur seorangan prempuan yang bisa di bilang masih muda kepada Aldrich dan juga Nabila .
"Siang,"Balas Aldrich dan Nabila bersamaan."Perkenal kan siapa nama mu?"Tanya Aldrich kepada calon babysiter putri kecil nya yang sedang duduk di hadapan nya .
" Nama saya Asila pak , usia saya dua puluh enam tahun ."Jelas nya kepada Aldrich.
" Baiklah , kau boleh mulai bekerja hari ini .Tapi ada beberapa peraturan yang harus di patuhi !"Tegas Aldrich kepada pegawai baru di rumah nya .
Asila yang melihat sikap dingin Aldrich hanya mengangguk dengan jemari tangan yang sudah meremas satu sama lain.
Begitu pun dengan Nabila , ketika mendengar soal aturan wanita ibu satu anak itu cukup tersengang.
" Mas aturan apa?" Nabila menyentuh lengan suaminya pelan .
" Satu , kau tidak boleh sembarangan masuk ke dalam kamar ku ! dua , kau tidak boleh memain kan ponsel di saat jam kerja ! dan tiga , jangan berani lancang di rumah ini , atau kau akan lansung ku kembali kan ke yayasan tempat asal mu sebelum menginjakan kaki di rumah ini !!" Tutur Aldrich tampa ekspresi wajah , sikap nya terlihat dingin dan sangat arogan sampai membuat Asila terlihat gugup dan ketakutan.
" Mas apa si kamu !!"Cicit Nabila yang juga terkihat kesal dengan sikap Aldrich pada calon babysiter Queen .
" Ba-baik pak , saya akan mematuhi aturan nya .Tapi maaf sebelum nya bu , karena saya masih baru , mohon bimbingan nya untuk hari ini saja ," Ujar Asila terbata-bata .
" Tentu saja saya akan mengajari mu ," Sahut Nabila cukup ramah dengan senyuman manis nya .
Ya ampun ! bisa mati berdiri eike kalo big boss nya galak kek begini , untung buk boss nya ramah , baik hati dan tidak sombong . Umpat Asila dalam hati .
" Baiklah , Asila kamu boleh ikut saya !" Ajak Nabila , lalu beranjak pergi meninggal kan Aldrich yang masih duduk di sofa ruang tamu.
Perlahan Nabila menjelas kan takaran susu untuk Queen , memberi tahu tempat-tempat keperluan Queen yang sudah di pindah kan ke kamar nya sediri .
"Asila , ini Queen tolong jaga dia dengan baik !"Kata Nabila memperkenal kan putri cantik nya pada Asila.
"Hallo , ini encus Asila ," Ucap Asila menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum .
Karena umur Queen yang masih berusia dua bulan , putri kecil Mahardika itu hanya diam sambil terus menatap Asila tampa ekspresi .
Tangan Asila pun mulai membawa perlahan Queen ke dalam pangkuan nya .
"Kamu udah berpengalaman kan Cus ?!" Tanya Nabila kepada wanita yang sedang menimang putri nya itu.
"Sudah bu , saya berhenti bekerja karena anak yang saya asuh dulu sudah besar dan mulai masuk sekolah dasar,"Tutur Asila .
Nabila hanya mengulum senyum sambil mengangguk , mata nya terus meneliti Asila yang sedang memangku Queen dengan hati-hati dan penuh kasih sayang .
" Apa Asila pernah menikah ? dia terlihat seperti ibu sedang menimang anak nya dengan penuh rasa cinta ," Gumam Nabila .
"Baiklah Asila , semoga kamu betah bekerja disini ," Ucap Nabila . " Kalau begitu saya titip Queen ya , jaga di baik-baik ." Pinta Nabila yang mulai beranjak meninggal kan putri nya bersama Asila.
Setelah keluar dari kamar putrinya , Nabila lansung berjalan ke arah ruang kerja yang berada di samping kamar milik nya berharap Aldrich belum berangkat ke kantor.
-Ceklek..
" Mas !" Panggil Nabila di ambang pintu .
Tangan Nabila mendorong knop pintu perlahan , lalu melihat Aldrich yang sedang duduk dengan laptop menyala di hadapan nya .
" Iya sayang ," Sahut Aldrich , tatapan mata nya terus mengikuti lankah Nabila yang kini sedang berjalan ke arah meja kerja nya.
Netra Aldrich terus menatap Nabila dengan senyuman yang penuh arti , semakin mendekat pandangan Aldrich pun semakin mendongkak , tangan Aldrich terulur menarik pinggang Nabila , menuntun tubuh kecil itu ke dalam pangkuan nya .
Nabila hanya menurut saja dengan tindakan sang suami , kini wanita itu sudah berada di atas paha Aldrich yang sedang duduk di kursi kerja dengan menyandar kan punggung nya .
" Kenapa ?" Tanya Nabila ketika melihat Aldrich terus memperhatikan nya .
" Kapan aku boleh bukan puasa ?!" Tanya Aldrich lirih .
Nabila terdiak sebentar , ikut menyelami manik pria di hadapan nya yang saat ini tengah memohon.
" Kapan-kapan ," Jawab Nabila penuh candaan.
Namun seolah tidak suka , Aldrich mendekat kan wajah nya pada Nabila , lalu menatap nya tajam .
" Kau selalu tertawa , dan bercanda ! tidak pernah berfikir bahwa aku sudah sangat tersiksa dua bulan ini !" Gumam Aldrich dengan sikap dingin nya sampai membuat Nabila bergidik ngeri .
" Mak-maksud ku kapan saja kau mau mas ! kau ini pemarah sekali!" Ujar Nabila tergagap-gagap karena gugup.
Lama Aldrich terdiam dengan tatapan mata tajam nya ke pada Nabila .
" Bersiaplah nanti malam , kita akan pergi bersenang-senang !" Kata Aldrich berbisik tepat di daun telinga Nabila .
" Mas tidak kerja ?!" Nabila berusaha menormal kan perasaan nya di hadapan singa lapar.
" Tentu saja aku kerja ,bahkan saat ini Feri sudah mnunggu ku ," Jelas Aldrich .
" Cepetlah berangkat , nanti kau terlambat !" Cicit Nabila seraya turun dari pangkuan Aldrich.
Namun sebelum benar-benar beranjak , pinggang Nabila kembali di tahan oleh tangan besar suaminya .
"Nanti malam , dan-danlah yang cantik untuk ku ," Aldrich tersenyum .
" Baiklah , sekarang Dady harus bekerja !" Ucap Nabila sambil melepas kan tangan Aldrich.
-Cup..
"Aku berangkat sayang ," Pamit Aldrich setelah mencium kening Nabila .
" Mas , aku mau ke apartemen Feri boleh ?!"Tanya Nabila .
" Pergilah , tapi ingat ! sore ketika aku pulang kau harus sudah ada di rumah ," Tegas Aldrich.
Nabila mengangguk , lalu berjalan bersama Aldrich untuk mengantar suaminya sampai pria itu masuk kedalam mobil milik nya .
Kedua nya keluar dari ruangan kerja milik Aldrich , perlahan menuruni anak tangga dan pandangan ke dua nya lansung beralih kepada Sinta , Bayu dan Asila yang sedang memangku Queen sambil bercanda-tawa.
" Seperti nya Asila baik mas ," Bisik nya kepada Aldrich.
" Hemm , kelihatan nya seperti itu ," Sahut nya .
" Mah , pah Aldrich berangkat dulu ." Pamit Aldrich kepada kedua orang tua nya .
" Asila , biar Queen saya yang gendong dulu ." Nabila lansung membawa Queen dalam pangkuan nya , lalu kembali menyusul Aldrich yang sudah berjalan keluar rumah .
-Cup..
" Dady berangkat kerja dulu ya sayang ," Pamit nya kepada Queen lalu mencium pipi gembul putrinya.
" Iya , good bye Dady ," Cicit Nabila menyerupai suara anak kecil , lalu menggerakan tangan Queen melambai-lambai sambil terus mengukir senyum .
Tangan Aldrich pun ikut melambai , lalu masuk kedalam mobil dan melajukan nya perlahan keluar dari garasi rumah .
TBCπππ
JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA DONG GUSY π
AUTHOR SAYANG KALIAN LOH ππ.