STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 07



Setelah keluar dari istana besar milik Aldrich , kini mobil yang Nabila tumpangi tengah berjalan menyusuri jalanan utama yang cukup ramai.


" Maaf kan ibu ku " Seru Aldrich , dengan pandang yang tetap fokus ke arah jalanan.


" Tidak apa tuan , yang di bicarakan nyonya memang betul bukan ? saya menjadi kekasih mu hanya kerena uang. " Jawab Nabila , melirik seseorang yang tengah mengemudi , lalu melempar kan senyum.


" Sebenar nya dia itu baik , hanya saja ia merasa kecewa pada ku karena menolak perjodohan ku dengan anak teman nya " Jelas Aldrich.


" Saya tidak apa tuan , tugas saya sudah selesai bukan ? jadi esok saya akan kembali berkerja " Tanya Nabila kepada kekasih gadungan nya.


" Mana ponsel mu ?" Aldrich menjulur kan telapak tangan nya.


" Hahh " Nabila sesikit tidak paham.


" Aku bilang mana ponsel mu ? " Sahut Aldrich kembali.


" Ta tapi untuk apa tuan ?" Nabila menatap laki-laki yang berada di samping nya.


" Berikan padaku " Titah nya kepada Nabila , pandangan mereka pun bertemu.


Dengan sangat terpaksa Nabila pun memberikan ponsel milik nya kepada Aldrich.


Ia pun terlihat mengutak-atik ponsel Nabila yang berada dalam gemgaman nya , lalu suara dering ponsel pun mulai terdengar.


" Aku sudah menyimpan nomor ponsel ku , jadi kalo ada apa-apa hubungi saja " Jelas nya , sambil memberikan kembali ponsel milik Nabila.


" Baik tuan " Nabila pun mengambil ponsel nya kembali.


" Apa kau memiliki nomor rekening ?" Tanya Aldrich kembali.


" Ada tuan " Jawab Nabila singkat.


" Coba kau kirim kan lewan pesan ke nomor ponsel ku " Titah nya.


ALDRICH YOHANES MAHARDIKA . Gumam Nabila dalam hati nya ketika melihat nama kontak yang tertera pada panggilan keluar.


" Saya sudah mengirim kan nya tuan " Jelas Nabila ,lalu menyimpan ponsel nya kembali.


" Apa kau lapar ?" Tanya Aldrich.


" Emmm , antar saya pulang saja tuan " Tolak Nabila.


" Kita makan dulu , baru aku akan mengantar mu pulang " Jelas nya ,ia terlihat tidak mau di bantah.


Mobil pun terus bergelat lamban , hari ini jalanan terlihat benar-benar padat , hingga kemacetan pun terjadi di mana-mana.


Sekitar beberapa menit terjebak macet , kini mobil mewah itu pun sudah mulai memasuki parkiran salah satu Restaurant yang berada di kota itu.


Aldrich dan Nabila pun keluar dari mobil , lalu mulai memasuki temapat tersebut.


Aldrich pun mulai mencarikan meja untuk mereka berdua.


" Mas tolong dong , buat dua orang di VIP ya " Aldrich memanggil salah satu waiters.


" Baik tuan , silah kan ikut saya " waiters itu pun berjalan lebih dahulu untuk menunjukan tempat yang Aldrich pesan.


Nabila dan Aldrich pun berjalan beriringan , mengikuti waiters yang berada di depan nya.


" Silah kan masuk , tuan , nyonya " Laki-laki itu membungkuk memberi hormat kepada Aldrich dan Nabila , menunjukan satu ruangan yang terlihat sangat nyaman , dengan desain elegan berwarna monokrom.


" Terimakasih " Nabila dan Aldrich bersamaan.


" Sudah kewajiban saya tuan " Jawab nya.


" Saya akan memanggil mu , ketika kami sudah siap memesan " Jelas Aldrich ramah .


Seorang waiters itu pun menganggukan kepala , lalu mulai berlalu dari hadapan Aldrich dan Nabila.


" Apa yang ingin kau pesan ? " Tanya Aldrich.


" Saya pesan apa yang akan tuan pesan saja " Jawab Nabila.


" Baiklah akan ku pesan kan " Sahut nya.


Aldrich pun kembali memanggil waiters , ia segela memesan makanan untuk Nabila dan dirinya.


" Ada yang bisa saya bantu ? " Tanya waiters.


" Mas saya pesan dua Tenderloin steak , satu medium rare ,satu nya lagi medium well , untuk minum nya , bawakan saja kami mineral water " Jelas Aldrich kepada waiters.


Setelah selesai memesan , waiters itu pun pergi kembali , meninggal kan dua orang manusia yang tengah terduduk seperti pasangan kekasih.


" Apa aku boleh tanya sesuatu ?" Tanya Aldrich.


"Tentu saja tuan " Jawab Nabila sambil tersenyum.


" Apa kau mempunyai pacar ? " Pertanyaan Aldrich membuat nya terkejut.


" Mmmmm , saya tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal seperti itu tuan " Jelas Nabila. " Memang nya kenapa tuan ?".


" Ahh ,tidak , aku hanya tidak ingin di tuduh membawa kekasih orang lain saja" Sahut nya.


" Sekarang , apakah boleh saya yang bertanya tuan ?"


" Tanya kan saja apa yang ingin kau ketahui dari ku ?" Sahut Aldrich , raut wajah nya selalu terlihat dingin , namun terasa sangat hangat ketika laki-laki itu menatap Nabila.


" Kenapa tuan menolak perjodohan itu , lalu memilih menjalin hubungan penuh kebohongan ini ?" Tanya Nabila serius.


" Aku tidak ingin calon ibu dari anak-anaku hanya menikahi diriku karena uang " Sahut Aldrich.


" Permisi " Waiters itu menggagal kan Aldrich berbicara." Ini pesanan anda tuan , nyonya " bibir nya tersenyum ramah , lalu mulai meletakan pesanan Nabila dan Aldrich.


" Makanlah , setelah selesai ku antar kau pulang " Jelas Aldrich.


Nabila pun hanya mengangguk paham , ia tak menanya kan pertanyaan nya yang belum lelaki itu jawab , Nabila kini terpokus pada makan di hadapan nya.


*****


Setelah satu jam mereka berada di Restaurant , kini mobil mewah yang di tumpangi Nabila telah melaju kembali di jalan utama dengan kecepatan sedang.


Tidak ada obrolan di dalam sana , kedua nya hanya terdiam dengan pikiran masi-masing.


Aldrich yang hanya memperhatikan jalanan , sedang kan Nabila hanya terdiam dengan pandangan melihat ke arah luar jendela.


" Apa kau masih akan tinggal di kontrakan jelek mu? " Tanya Aldrich.


" Memang nya saya harus kemana ?" Sahut Nabila.


" Kau bisa tinggal di tempat yang lebih layak " Cicit Aldrich wajah nya berbalik menatap Nabila.


" Lingkungan disana memang kumuh tuan , tapi tempat tidur ku sangat layak untuk di tinggali " Jelas nya kepada Aldrich.


" Oh ya ?" Sahut nya.


" Iya tuan , anda bisa memastikan nya kalo anda mau " Balas Nabila.


Tidak ada jawaban lagi dari Aldrich , ia hanya terus mengendalikan setir mobil nya.


Setelah sekian lama ia menyusuri jalanan kota , akhir nya mobil itu pun terhenti di depan Gang yang selalu Nabila lewati.


" Terimakasih tuan , saya pamit " Cicit Nabila dengan senyum ramah yang ia pancar kan kepada pria tampan tersebut.


" Apakah boleh saya memastikan ucapan mu tadi ?" Suara nya menaha Nabila , ketika ia akan keluar dari mobil.


" Tentu saja kalau anda ingin " Jelas Nabila.


Mereka berdua pun kelaur dari mobil bersamaan , kaki nya terus melangkah menuju tempat yang Nabila tinggali saat ini.


Semua orang yang berada di pemukiman padat penduduk itu pun menatap Aldrich dengan penuh ke kaguman .


Bagai mana tidak , laki-laki dengan setelan jas dan sepatu mengkilat yang terlihat turun dati mobil, mewah bisa memasuki kawasan yang terlihat banyak sampah di setiap sudut nya.


Aldrich yang mendapat kan perhatian dari orang-orang yang berada di sana , ia merasa sangat risih hingga memper cepat langkah kaki nya.


Langakah Aldeich pun terhenti kala melihat Nabila sudah berdiri di depan pintu kontrakan yang terlihat padat dan sederhana.


" Tuan , silahkan masuk " Ajak Nabila ketika sudah membuka pintu nya.


Aldrich pun berjalan kembali mendekat pada Nabila.


Manik nya menatap ke dalam ruangan yang gadis itu tempati.


Aldrich pun masuk menyisakan kaos kaki hitam di kaki nya.


Tempat yang sangat kecil namun terlihat nyaman ,ruangan yang sangat rapih dan segar karena pewangi lemon yang tergantung di kipas kecil milik nya.


Tiba-tiba saja seorang wanita mengetuk pintu.


Tok..


Tok..


" Neng " Panggil nya , Nabila dan Alsrich pun berbalik ke arah suara.


" Eh iya bu ?" Sahut Nabila tersenyu..


" Tadi ada temen nya nyariin " Jelas nya.


" Oh ya bu ? siapa ?" Tanya Nabila.


" Kata nya Nurul sama Rio neng " jawab nya kembali.


" Oh iya bu , nanti saya telepon mereka " Jelas Nabila ramah.


" Ada tamu neng ?" Tanya nya ramah .


" Iya bu , bos saya mau numpang istirahat sebentar " Jelas Nabila.


" Yaudah ibu pamit dulu " Wanita itu itu pun berlalu.


" Berapa lama kamu tinggal disini ?" Tanya Aldrich dengan mata meneliti sekitar.


" Baru dua bulan tuan " Jelas Nabila.


" Oh , baiklah kalau begitu saya pamit pulang " Pamit Aldrich .


" Iya tuan hati-hati di jalan " Nabila mengantar pria itu sampai ambang pintu.


Tubuh jangkung dan sedikit kekar itu terus berjalan , ia melangkah kan kaki nya sedikit lebih cepat , Nabila pun menutup pintu setelah benar-benar mata nya tak melihat Aldrich.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC.


JANGAN LUPA LIKE & VOTE.


TERIMAKASIH.SALAM CINTA DARI AUTHOR.