STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 93



...Behind the story...


......๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€......


...----------------...


Tepat sepuluh tahun yang lalu , Michelle Claura Alexander telah lulus dari sekolah dasar nya.


Seperti layak nya anak kecil pada umum nya , gadis kecil itu pasti meminta imbalan pergi bertamasya sebagai hadiah nya karena telah lulus sekolah dengan nilai yang cukup tinggi.


" Kamu beneran nggak mau ikut bang ?!" Tanya Inggit kepada putra sulung nya yang kini tengah duduk di sofa keluarga dengan game yang sedang ia main kan.


" Iya bu ," Feri menoleh kepada Inggit yang sedang berdiri di samping nya dengan pakaian yang sudah sangat rapih .


" Abang nggak asik bu , masa adek nya mau liburan dia malah sibuk kuliah !" Cici Laura kesal dengan kaka laki-laki nya yang gila belajar , bahkan Feri tidak pernah membolos sehari pun .


" Abang kan harus pinter , kata ayah nanti kalo ayah udah pensiun (pabrik teh) abang yang pegang ! kalo abang nya bodoh gimana dong nanti nasib perusahaan kita ?!" Tutur Feri pelan , berusaha menjelas kan tujuan nya yang tidak pernah absen dari kuliah nya .


Inggit hanya tersenyum ketika melihat perseteruan kedua anak nya , yang satu manja kepada kaka nya , yang satu lagi nggak pernah mau manja in adik nya .


Setelah cukup lama menunggu , akhir nya Faizal datang menghampiri dengan baju yang juga sudah rapih .


" Mau berangkat sekarang ? atau besok ?!" Tanya Faizal kepada Laura penuh candaan .


" Hari ini doang ayah ! masa besok sih . Ish aku jadi bete nih , abang juga nggak mau ikut ayah ! ajakin dong biar ikut , kan Laura mau liburan sama abang ," Rengek nya mengadu kepada ayah nya agar dia bisa membujuk kaka laki-laki yang terus sibuk dengan game nya .


Faizal pun tersenyum sambil mengusap pucuk kepala putri kecil nya .


" Abang kan sore nanti kuliah , kita aja yang berangkat ya ? lain kali kita liburan lagi lengkap sama abang oke ," Faizal berujar dengan jempol tangan yang sudah mengacung.


" Yaudah ," Jawab nya ketus .


" Hushhh...Sudah kalo begitu, kita berangkat sekarang ya bang ! jangan pulang ke maleman , jangan telat makan sama jangan bergadang !" Cecar Inggit kepada Feri .


" Iya ibu ku sayang , nanti abang nggak ke rumah Aldrich dulu! janji lansung pulang biar nggak di ajak nongkrong sama bergadang ,"Tutur nya seraya tersenyum ke arah Inggit .


Inggit memgusap punggung Feri , lalu mengulur kan tangan dan lansung di sambut ciuman dari Feri .


-Cup


Feri berdiri lalu dan mencium pipi Inggit sang ibunda tercinta nya.


" Aku nggak mau di cium!!"Cicit Laura yang kini menutupi kedua pipi nya dengan telapak tangan .


Namun bukan Feri nama nya kalau tidak jahil , meski sudah di tolak mentah-mentah , Feri tetap mencium kening adik kecil nya dengan penuh kasih sayang .


" Emmuachh," Dengan sengaja Feri bergumam setelah mencium adik nya .


" Ish...udah di bilang jang cium ya jangan cium , Laura udah gede abang !" Rengen Laura lalu mengusap kening nya yang masah.


" Jadi kalo udah gede nggak mau di sayang ?!"Tanya Feri sambil tersenyum .


" Sudah-sudah , kalian ini tom and jerry versi nyata ," Faizal berusaha melerai perang mulut antara kedua anak nya.


" Abang inget kata ibu ! jaga diri baik-baik jangan pulang malem apa lagi sampe macem-macem di luar sana !" Tegas Faizal .


" Siap komandan ," Sahut Feri lalu meletakan telapak tangan nya di atas pelipis.


Ketiga orang yang akan segera berangkat berlibur ke salah satu kota pun kini berjalan bersamaan untuk menuju mobil yang sedang di panas kan oleh supir yang sudah lama bekerja bersama keluarga Alexander tidak lain dan tidak bukan adalah ayah kandung dari Sandi.


Dua koper yang di bawa oleh asisten rumah tangga pun perlahan di masukan ke bagasi mobil , dan seluruh orang yang akan pergi pun dengan cepat ikut masuk , duduk di kursi nya masing-masing .


" Bye,"Feri melambai kan tangan nya. "Hati-hati ,jangan lupa oleh-oleh nya ya !"Teriak Feri kembali .


Feri terus tersenyum sambil melambai kan tangan ketika mobil yang di tumpangi kedua orang tua dan adik prempuan nya melaju perlahan keluar dari pekarangan rumah besar milik nya .


Setelah mobil hilang dari pandangan nya , Feri kembali masuk ke dalam rumah , terus berjalan menuju kamar milik nya untuk segera membersih kan diri dan berangkat pergi untuk kuliah .


......................


Ke esokan hari nya , Feri yang tengah tidur nyenyak terbangun ketika pintu kamar nya di ketuk terus-menerus .


Feri membuka pintu dengan setengah kesadaran nya kerana rasa kantuk yang belum mereda .


" Den ada polisi !" Ucap wanita paruh baya dengan mata yang sudah sedikit sembab dan mata yang memerah .


Feri cukup terkejut sampai membuat kesadaran nya lansung kembali . Dengan cepat Feri berlari ke arah ruang tamu , dan benar saja sudah ada beberapa polisi yang sedang duduk di sofa tuang tamu nya .


" Selamat siang pak," Sapa Feri ramah .


" Siang , apa benar ini rumah dari bapak Faizal Padma Alexander ?!" Tanya nya kepada Feri .


" Iya betul , ada apa ya pak ?" Feri terlihat bingung .


" Sebaik nya anda ikut kami ke Rumah sakit ," Jelas nya kepada Feri.


Feri semakin terlihat bingung , namun hati nya seolah tahu maksud percakapan nya kemana , hingga suasana hati nya sudah terasa kacau saat ini .


" Tapi ada apa pak ?" Suara Feri sudah bergetar.


" Mobil yang keluarga anda tumpangi menjadi salah satu korban kecelakaan beruntun di jalan bebas hambatan tadi malam ,"


Degg...


Langit seolah menjadi hitam dan mendung , dunia nya terasa berhenti ,aliran darah nya terasa membeku ,dan jantung nya terasa sudah tidak berdetak dengan baik.


Dengan perasaan yang berkecamuk dengan hati yang penuh ketegaran ia mengikuti langkah polisi itu melangkah .


Feri hanya bisa berdoa dan berharap seluruh keluarga nya baik-baik saja , tampa harus memperlihat kan kesedihan kepada siapapun .


Sesampai nya di rumah sakit Feri semakin tertegung , ketika ia di bawa menuju ruang mayat .


" Tenang Fer , mungkin pak polisi nya salah bawa ," Pikir nya masih berperasangka baik.


Namun harapan nya pupus ketika melihat empat tubuh yang terbujur kaku.


" Anda harus tambah !" Ucap polisi yang mengantar Feri lalu menepuk pundak nya pelan .


Feri hanya diak sambil mengamati ketika satu persatu kain penutup di buka oleh salah satu petugas.


Dunia nya benar-benar hancur ketika melihat seluruh orang yang di sayangi nya terdiam dengan wajah pucat dan lumuran darah di mana-mana .


Tangisan nya pun pecah , tangan nya meremas kuat rambut dengan mata yang terpejam seakan tidak mampu melihat mayat ibu,ayah,dan adik prempuan nya .


Hari demi hari pun berlalu begitu cepat , kini Feri hanya mampu terdiam di dalam kamar dengan rasa hampa dan sedih yang berbaur menjadi satu .


Beberapa kali keluarga Bayu datang menghampiri hanya sekedar untuk menawar kan agar Feri berkenan tinggal bersama orang tua dari sahabat nya itu namun Feri tolak dengan baik .


Begitu pun dengan teman kuliah nya Fabby , gadis itu selalu berusaha menghibur Feri yang terus larut dalam kesedihan nya .


Sampai prempuan itu bersedia menginap di rumah Feri agar bisa menemani Feri di saat kesepian .


Satu cara nya berhasil , Fabby bisa membuat senyum Feri kembali merekah , dan melupakan rasa sedih nya sesaat.


Semakin hari kedua nya semakin akrab , hingga sampai kedua nya memutus kan untuk menjalin hubungan sebagai seorang kekasih untuk melengkapi satu sama lain .


Fabby selalu menemani Feri di saat lelaki itu butuh , hingga pria berusia dua puluh tahun itu merasa berhutang budi sampai menerima ucapan cinta Fabby , hanya karena Feri merasa tidak enak dengan kebaikan nya selama dirinya terpuruk.


Walaupun menjalin hubungan tampa cinta , Feri terus berusaha mencintai gadis yang saat ini menjadi kekasih nya .


Hingga tiba di mana Feri benar-benar mencintai nya , Fabby memutus kan hubungan nya sepihak dan menyetujui menikah muda menuruti ke inginan orang tua Fabby yang menjodoh kan kelasih dari Feri itu dengan anak kolega bisnis nya .


Saat itulah Feri memutus kan untuk menutup diri dan jauh dari para prempuan yang akan kembali menghancur kan hati nya .


Sampai di suatu saat ia menemukan Marsha Indria , gadis yang sembilan tahun lebih muda dari nya menarik perhatian Feri walau pria itu berusaha menepis rasa ingin nya , namun Feri gagal dan mencintai Indri dalam diam sebelum memutus kan untuk menikahi wanita yang sangat di puja nya tampa berpacaran terlebih dulu .


Mengingat saingan nya adalah Raynan , Feri tidak mau kehilangan wanita kembali karena di rebut pria lain seperti Fabby dulu .


TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


JANGAN LUPA LIKE ,VOTE DAN KOMEN NYA READERS , DI SHARE JUGA BIAR PADA TAU NOVEL AUTHOR๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜Š๐Ÿคญ.