STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 17



Setelah selesai melaksana kan ritual mandi nya , Nabila pun langsung bergegas kembali menuju dapur, dengan handuk yang masih melilit rambut hitam panjang nya.


Mata Nabila pun melihat Aldrich yang masih berada di dapur , pria jangkung dengan bahu kekar itu pun terlihat sedikit menunduk kala ia berada di depan washtafel.


" Mas lagi apa ?" Nabila menghampiri suami nya yang sedang mencuci buah-buahan.


" Aku tidak bisa memasak , jadi aku bantu saja mencuci buah saja " jelas nya.


Nabila pun mengangguk , lalu beralih menuju kulkas.


" Mas mau makan apa malam ini ?"


" Tidak.. aku tidak makan malam " Jelas Aldrich .


Nabila kembali menoleh ke arah Aldrich , lalu menatap nya dengan bingung.


" Aku akan memakan buah yang kau belikan tadi , kalo mau tolong potong kan buah pear ini " Aldrich pun berjalan ke arah Nabila lalu memberi kan satu buah pear berukuran sedikit besar.


Gadis itu pun mengambil buah yang Aldrich minta , tangan nya mulai menutup pintu kulkas kembari , lalu berjalan menuju meja dan membawa pisau di tangan nya.


" Mas ayo duduk sini " Panggil Nabila .


" Aku akan membersih kan diri dulu " Sahut Aldrich . " Potong saja dulu , nanti aku kembali lagi " Aldrich pun meninggal kan Nabila yang kini sedang duduk di meja makan dengan buah dan pisau di tangan nya .


Setelah beberapa menit Aldrich berada di dalam kamar mandi , ia pun kini terlihat kembali menuju meja makan yang berada di dapur.


Mata nya langsung tertuju pada Nabila yang sedang memakan sesuatu di mangkut yang berada di hadapan nya.


Nabila pun melihat ke arah suaminya , baru kali ini ia melihat Aldrich mengenakan piayama tidur , biasa nya tubuh kekar itu selalu di tutupi setelan jas kerja nya.


" Kamu makan apa ?" Tanya Aldrich lalu duduk di sebelah Nabila dan mulai menggeser satu piring buah pear yang sudah di potong , bahkan sudah tersedia air putih dan garpu di hadapan nya.


" Mie instan " Nabila menjawab dengan suapan mie ke dalam mulut nya.


" Mie instan tidak sehat Nabila ! makan lah buah ini " Aldrich menggeser piring buah nya ke dekat Nabila.


" Aku bahkan baru memakan nya lagi setelah beberapa hari mas " Sahut Nabila yang kembali menggeser piring buah ke hadapan Aldrich.


" Oke , sekarang kau boleh memakan nya . Tapi bulan depan baru kau boleh memakan nya kembali " Tegas Aldrich dengan mulut yang sudah berisi buah .


" Satu bulan ?"


" Iya . Kenapa kau keberatan ?"


" Mas " Nabila terlihat sedikit memelas . Bagai mana tidak mie instan adalah sesuatu yang amat susah ia lepas kan , bahkan Nabila lebih memilih tidak memakan nasi di banding tidak memakan mie.


" Aku tidak mau istri ku jadi sakit-sakitan , kau masih boleh memakan nya namun satu bulan sekali , tidak boleh lebih "


Nabila terlihat menatap Aldrich dengan tatapan tajam dengan bibir yang sudah mengerucut .


" Mas . Aku pasti sehat , ini makanan waktu aku masih tinggal sendiri. Bukti nya aku baik-baik saja sampai saat ini " Nabila masih mencari alasan .


Aldrich pun menukar mangkuk mie nya dengan piring berisi buah yang sudah tersisa beberapa potong lagi.


" Makan lah pear nya " Titah Aldrich.


" Mie nya belum abis mas " Rengek Nabila , kini gadis kecil itu sudah mulai memperlihat kan sisi manja nya.


" Akan ku habis kan .. Kau habis kan juga buah itu " Sahut Aldrich dengan santai nya ia mulai memakan mie kuah milik Nabila.


" Apa mas tidak jijik ?"


" Apa nya yang jijik ?"Sahut Aldrich.


" Itu sendok bekas ku " Jelas Nabila sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Apa seorang suami harus jijik kepada istrinya ?"


-Degg..


Pertanyaan Aldrich membuat Nabila membisu seribu bahasa.


Aldrich yang melihat Nabila hanya menatap nya dengan diam ia pun mencoba memanggil nya.


"Nabila ?"


" ........"


" Nabila ?" Panggil Aldrich kembali.


" Hemmm ? " Nabila pun tersadar dari lamunan nya . " Eheum..eheum" Ia pun berusaha menetral kan suasana hati nya.


Kenapa hati aku kaya mau copot gini ? aduh jangan baper Nabila , mas Aldrich hanya kasian gak lebih . Gumam Nabila.


" Nabila ?" Panggil Aldrich kembali.


" Ah .. iya mas " Nabila pun menjawab nya lalu tersenyum.


"Kamu kenapa ?"


" Euh !! apa boleh aku nanya sesuatu sama mas ?"


Aldrich pun mengangguk. " Tentu saja , apa yang mau kamu tanya kan ?".


" Apa ini hanya akan terjadi beberapa bulan saja ?"


" Apa aku terlihat sebajingan itu ?"


" Tidak...tidak . maksud ku aku ."


" Aku akan menepati janji ku kepada ibu mu " Sambar Aldrich di sela jawaban Nabila.


" Aku tidak yakin ini akan berjalan dengan baik mas " Raut wajah Nabila pun terlihat khawatir.


" Apa yang kau khawatir kan ? aku sudah memilih mu . Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk mu " Jelas nya.


" Yakinlah kepada ku Nabila , aku tidak pernah terpaksa sedikit pun kerana telah menikahi mu " Cecar Aldrich kembali.


" Apa kau mencintai ku mas ?"


" Untuk saat ini belum , tapi aku akan berusah . Begitu juga dengan mu , kau harus berusaha mencintai ku " Jelas Aldrich kembali.


Nabila pun mengangguk , wajah nya terlilah memerah dengan pandangan yang sudah tertunduk ke bawah .


" Habis kan buah nya , kita tidur sudah malam " Titah Aldrich.


Ketika Aldrich melihat Nabila memakan buah terakhir nya , ia pun mulai beranjak dan menyimpan piring dan mangkuk kedalam washtafel.


" Mas aku saja " Teriak Nabila ketika Aldrich yang memberes kan piring kotor .


" Aku hanya menyimpan nya , urusan mencuci ku serah kan pada mu " .


Aldrich pun tersenyum kepada gadis yang kini berada di hadapan nya , lalu membawa tangan mungil itu dalam genggaman Aldrich dan menuntun nya menuju kamar milik mereka berdua.


" Tidurlah di ranjang , aku akan tidur di sofa "Aldrich pun membawa satu bantal.


" Mas " Panggil Nabila.


Aldrich pun berbalik , menatap Nabila penuh tanya.


" Emmm...tidurlah bersama ku " Ajak gadis itu namun wajah gugup nya sangat terlihat jelas oleh Aldrich.


" Tidak . Aku akan tidur di sofa saja " Tolak Aldrich.


" Mas " Nabila kembali menahan Aldrich.


" Kenapa ? apa kau takut tidur sendiri disini ? aku hanya beberapa meter dari ranjang mu . Bahkan kau sudah sering tidur sendiri sebelum menikah dengan ku bukan ? ".


" Aku tidak takut , bukan kah kau ingin membuat ku mencintai mu ? maka tidurlah bersama ku " Jelas Nabila.


Pria tinggi itu pun tersenyum dan langsung kembali mendekat ke arah Nabila.


" Baiklah aku tidur di sini , tapi ingat !! aku adalah laki-laki normal " Jelas nya lalu tersenyum kembali kepada Nabila .


Mendengar pernyataan Aldrich , Nabila pun menelan ludah nya susah payah , raut wajah nya berubah menjadi rasa takut.


" Tidurlah , kenapa kau masih sibuk berdiri di situ ?".


" Iya mas ". Nabila pun langsung menaiki ranjang dan mulai membaring kan tubuh nya di bawah selimut.


" Mas ?" .


" Hemmmm " Gumam Aldrich dengan mata yang sudah tertutup.


" Bagai mana dengan mamih ?"


" Kita hadapi sama-sama " Singkat Aldrich. " Tidurlah sudah malam " .


" Apa mbak Sarah cantik ?".


" Ya ".


" Dia juga pasti sexy ?".


" Ya " Jawab Aldrich kembali.


" Lalu kenapa kau menolak nya ?"


" Karena semua yang ada di Sarah juga ada pada dirimu " Jelas Aldrich. " Tidurlah , sudah malam . Untuk apa kau menanyakan orang lain !"


" Oke aku akan tidur " Jawab nya singkat ketika suara Aldrich sudah terdengar seperti menahan kesal


Nabila pun berbalik membelakangi suaminya , namun secara tiba-tiba , tangan kekar itu memeluk nya erat dari arah belakang.


" Tidurlah istriku , buang sifat bawel mu itu " Bisik Aldrich di leher Nabila.


Gadis kecil itu hanya terdiam ketika menahan rasa geli yang di akibat kan bisikan dari Aldrich.


Mata nya mulai terpejam , hingga ia benar-benar tidur dalam dekapan erat laki-laki yang baru saja menjadi suami nya sejak tadi pagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃


Jangan lupa like , vote dan komen ya gengs 🥰


Dukung author terus biar makin semangat ya gengs ☺


Author sayang kalian 🍅🍅🍅🍅