
" E-e-e-hem " Suara Nabila terdengar serak .
Suasana kamar masih terlihat sangat gelap , bahkan lampu tidur pun tidak ia izin kan untuk menyala , pria itu memang senang ketika Nabila tidar dalam ke adaan takut hingga tubuh nya terus di peluk erat oleh sang istri.
Pelahan Nabila bangun , wanita itu menurun kan satu persatu kaki nya kelantai , dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang pun , ia berjalan di ruangan yang terlihat remang-remang , Nabila terus melangkah kan kaki nya hati-hati ke arah lemari , membuka nya pelahan hingga membuat suara decitan lemari terdengar .
" Sayang ?!" Suara Aldrich pun terdengar di tengah gelap nya kamar.
- Terkk..
Aldrich menekan saklar lampu.
Betapa terkejut nya Aldrich ketika melihat Nabila yang kini sedang berdiri tanpa sehelai benang pun , dengan bathrobe di tangan nya .
Nabila pun menoleh ke arah nya.
" IYA ?!" Betapa terkejut nya Nabila ketika mendengar suara nya berubah menjadi besar.
" MAS ?!" ...
" CEK ..CEK..SATU ..SATU ..EHEMM " ..
" Ya ampun mas , suara aku !!" Lirih Nabila .
Aldrich pun langsung berjalan ke arah meja dengan hanya menggunakan celana boxer nya .
Dengan telaten Aldrich mulai mengisi air mineral kedalam termos elektri.
" Sayang kemarilah" Titah Aldrich .
Nabila pun berjalan ke arah Aldrich , tangan nya selalu mengusap lembut tenggorokan nya yang terasa sangat kering dan sedikit sakit.
" Minumlah , air nya sudah cukup hangat " Aldrich memberi kan air yang sudah ia tempat kan di cangkir kecil .
Nabila pun mengambil air hangat yang suaminya siap kan .Lalu mulai meminum nya sampai tandas .
" Apa rasa nya sakit ?" Tanya Aldrich .Lalu di jawab anggukan oleh Nabila.
" Sakit nya sedikit , tapi agak tidak nyaman " Bisik Nabila kepada Aldrich , wanita itu berusaha menahan suara serak nya .
" Apa?" Tanya Aldrich kembali .
" SAKIT NYA SEDIKIT , TAPI AGAK TIDAK NYAMAN " Suara Nabila menjadi besar , namun terdengar sangat sexy.
Aldrich hanya terkekeh geli ketika mendengar suara parau Nabila , namun seketika tawa nya terhenti ketika Nabila menatap nya penuh ancaman .
" Maaf sayang " Aldrich pun membawa Nabila dalam pelukan nya , lalu terlihat kembali mengukir senyum kembali.
" Mas!" ...
" Ya " .
" Mas !" ..
" Iya sayang " .
" Mas..Mas ".
" APA ?" Aldrich terlihat sedikit kesal .
" Ehem ..cek..cek ..cek sound ".
" Ahahahahahaha " Aldrich dan Nabila pun tertawa bersama , kedua nya merasa geli sendiri dengan perubahan suara Nabila.
" Sudah-sudah , perut ku sudah terasa sakit sayang " Lirih Aldrich dengan mata yang terpejam .
"Aku ju..."
" Hahahaha " Tawa Nabila dan Aldrich pun kembali menggema di dalam ruang kamar nya .
" Sayang , jangan banyak tertawa , suara mu sudah sangat jelek " Jelas Aldrich .
Nabila pun mengangguk , lalu kedua nya terdiam dan berjalan kembali ke arah ranjang.
Mata Aldrich menatap ke arah jam , terlihat baru saja pukul lima pagi , kedua nya berbaring dengan wajah saling menatap .
" Mmmppptt hahahahahahahaha " Entah mengapa , pagi ini benar-benar membuat perut mereka berdua sakit , hanya karena masalah tenggorokan pada Nabila hingga membuat suara istri nya itu berubah lucu menurut Aldrich .
" Sayang aku bilang jangan banyak bersuara dulu " Ujar Aldrich.
" Kau yang terus tertawa " Bisik Nabila dengan satu jari tangan menusuk-nusuk dada nya .
" Baikalah , mulai saat ini kamu harus banyak minum air putih " Jelas Aldrich .
" Aku akan minum sebanyak apa yang mas berikan " Bisik nya kembali.
" Manja sekali wanita ku ini " Aldrich mencubit hidung mancung Nabila perlahan .
" Sini " Aldrich menepuk satu tangan nya .
Nabila pun menggeser tubuh nya , ia menjadi kan lengan Aldrich sebagai bantal nya , wajah Nabila sudah menelusup masuk menghirup aroma di dada Aldrich .
" Aku suka wangi kamu mas "Terlihat Nabila selalu mengendus tubuh Aldrich.
" Dan aku lebih mengukai aroma tubuh mu sayang " Lirih Aldrich .
Hari pun sudah siang , jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh pagi .
Dengan ke adaan sudah siap , Nabila hanya duduk sambil terdiam dengan segelas air putih berada dalam genggaman nya .
" Kita berangkat sekarang Sayang ?" Tanya Aldrich. Nabila hanya mengangguk , tidak bisa lagi ia berkata banyak karena tenggorokan nya sudah mulai terasa sakit .
" Apa kita harus ke Dokter ?".
Nabila kembali menggeleng kan kepala nya , lalu menunjuka air putih , mengisyarat kan air putih saja akan membuat nya cepat sembuh.
" Ck. kamu ini , sudah tahu sakit ! tapi selalu tidak mau kalo urusan nya dengan Dokter " Sesal Aldrich .
Nabila menghela nafas , lalu mulai mejawab perkataan Aldrich perlahan .
" Mas , Nabila takut jarum suntik sayang " Suara Nabila pun terdengar sangat kecil .
" Sayang , mana ada sakit tenggorokan di suntik ?!".
" Lebih baik , kita segera berangkat . Hari keburu panas ini mah mas " Lirih Nabila kebalim.
" Hah ,,, baiklah sayang ku , tapi biar kan aku membawa mu periksa sebentar " Kata Aldrich .
" Baiklah suami ku " Bisik nya sambil tersenyum.
Setelah melelui perdebatan singkat , Aldrich dan Nabila pun kini berjalan keluar dengan tangan yang memaut satu sama lain.
Setelah melakukan chekout , Aldrich pun bergegas menyusul Nabila yang masuk ke adalam mobil terlebih dulu .
-Brughh..
Pintu mobil pun tertutup.
"Kita ke klinik terdekat saja sayang , tenggorokan ku sudah benar-benar panas ".Lirih Nabila .
" Siap ibu negara ku sayang " Jawab Alrich .
Sekita satu jam Aldrich melajukan mobil nya , kini ia pun sudah berada di salah satu parkiran klinik .
" Sayang Ayok" Ajak Aldrich .
" Ak-ku ...Ta ...takut di suntik mas " Suara Nabila sangat kecil.
" Tidak sayang " .
Aldrich pun menarik tangan Nabila , lalu mulai menyeret nya berjalan masuk .
" Selamat siang pak , ada yang bisa saya bantu ?" Tanya salah satu perawat .
" Periksa tenggorokan istri saya " Ukar Nabila .
" Baiklah , mari ikut saya " Tunjuk seorang perawat ke arah ranjang.
Nabila pun terduduk di hadapan seorang dokter laki-laki yang cukup terkihat lebih muda dari pada suami nya .
" Kau mau apa " Tanya Aldrich menahan alat pengukur darah yang akan di pasang kan di lengan Nabila.
" Tentu saja saya akan memeriksa istri bapak ".
" Sudah ku jelas kan , tenggorokan nya yang sakit " Jelas Aldrich.
" Iya tapi saya harus memeriksa tekanan darah terlebih dulu " Balas Dokter tampan itu kembali .
Nabila pun hanya terdiam , ia tidak bisa mengeluar kan suara nya untuk memisah kan perdebatan antara Aldrich dan Dokter Vano .
" E-eheum " Nabila kembali bedehem .
" Hah baiklah , buka mulut mu nona " Kata Vano .
Nabila pun membuka muluk nya , dan terlihat kondiri tenggorokan Nabila yang sudah terlihat sangat memerah.
" Apa akhir-akhir ini anda sering berteriak ?" Tanya Vano .
βDegg..
Seketika Nabila pun menganguk .
" Apa anda suka benyanyi ?" Nabila menggeleng kan kepala nya.
" Dia berteriak ketika bertarung dengan ku !!" Balas Aldrich santai , Namun berbeda dengan Nabila , ia telihat kesal karena rahasia nya di bonkar .
" Ahhh..Baiklah , aku akan memberi anda obat anti biotik saja . Dan ingat jaga suara mu saat ini , jangan terlalu banya bicara oke " Jelas Vano.
ALDRICH BIKIN NABILA TERIAK-TERIAK TERUS DEH, KASIAN PADAHAL SAMPE KENA RADANG.π€
TBCππππ
...ππππ...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR LEWAT LIKE ,VOTE DAN KOMEN DARI KALIAN , BIAR AUTHOR JUGA MAKIN GIAT UPLOAD NYA .
BUAT YANG MAU KASIH BUNGA ATAU HATI SILAHKAN , DENGAN SENANG HATI AUTHOR TERIMAππ.