STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 57



" Ya ampun bau banget !! " Nabila mendengus kesal ketika pintu mobil Aldrich terbuka .


" Uwek...Hah aku beneran gak mau masuk " Telapak tangan Nabila terus mengiba-ngibar di hadapan wajahnya.


"Jadi aku harus gimana ? aku bau ! mobil juga bau ?! " Tanya Aldrich tampa ekspresi .


"Aku mau naik ojek online aja " Sahut Nabila.


" Jangan ! gak inget tadi kata Dokter Ratna apa ?" Tanya Aldrich sambil mencekal pergelangan tangan Nabila yang sudah mau beranjak pergi.


" Ya udah , pintu nya buka-bukain dulu ! biar bau kamu nya hilang " Balas Nabila ketus .


Aldrich pun mengangguk , lalu mulai beranjak membuka satu-persatu pintu mobil , sesuai permintaan Nabila .


" Apa mau aku pasang kan pewangi mobil ?" Tanya Aldrich pelan .


" Boleh , belikan wangi apel dan pasang di semua sudut mobil " Nabila pun tersenyum ke arah Aldrich .


Mendengar ke inginan istrinya , Aldrich langsung menyebrangi jalanan , mendekat ke arah salah satu mini market untuk membeli pewangi mobil yang Nabila ingin kan .


Ketika sudah berada di dalam toko , mata Aldrich melihat ke arah rak susu .


Mata nya melihat berbagai macam merk susu ibu hamil, dengan banyak sekali varian rasa nya.


Dengan cekatan Aldrich membeli setiap merk dengan setiap rasa yang berbeda , saat ini pria itu ingin menjadi suami siaga untuk istri yang tengah mengandung buah cinta nya berdua.


Beberapa cemilan pun Aldrich ambil , lalu membawa nya ke arah kasir , lalu mulai melakukan pembayaran .


Sekitar dua puluh menit Aldrich meninggal kan Nabila , kini ibu hamil muda itu sudah tertidur pulas di dalam mobil , dengan pintu yang masih terbuka .


Bibir nya tersenyum , rasa ingin mencium istrinya pun menyeruak.


Tapi Aldrich takut , Nabila akan terbangun lalu mulai menggerutu soal bau tubuh nya yang tidak Nabila sukai.


Beberapa pewangi mobil berbau buah apel pun tergantung.


Setelah merasa selesai , Aldrich mulai menutup pintu mobil yang terbuka semua .


Suata derum mobil pun terdengar , lalu Aldrich melajukan nya perlahan.


Tangan kekar nya memegang kemudi , namun mata nya tidak bisa berhenti mencuri pandang pada Nabila yang sedang terlelap namun masih terlihat cantik .


...


Manik Nabila pun mulai mengerjap perlahan , namun ketika membuka mata , Nabila sudah berada di kamar milik Aldrich .


Wangi apel pun menyeruak , terlihat beberapa gantungan pewangi ruangan di setiap sudut kamar nya .


Pandangan nya menoleh ke arah ranjang kosong di sisi nya .


" Mas ?!" Panggil Nabila , namun ke adaan nya hening tidak ada sahutan dari suaminya.


" Maassss?!" Teriak Nabila kembali , namun masih tetap tidak ada sahutan .


Mata nya mulai berkaca-kaca , lalu mulai terisak ketika Nabila mencari seorang yang sangat ia cintai tak kunjung datang .


" Mas Aldrich !! , eeeeeee...hiks..hiks..hikss " Tangis Nabila pun pecah.


Ceklek..


Pintu kamar pun terbuka , terlihat Aldrich yang baru saja datang lalu berjalan ke arah nya .


" Kenapa nangis ?" Tanya Aldrich , pria itu duduk di sebelah Nabila dengan tangan yang terus mengusap air mata yang terus bercucuran.


" Mas kemana ? aku panggil-panggil gak nyaut " Nabila berbicara dengan hidung yang sudah tersumbat , hingga terdengar sedikit berdengung .


" Aku di bawah , tadi papih memanggil ku " Jelas Aldrich .


Aldrich langsung membawa Nabila dalam dekapan nya, namun hanya bertahan beberapa detik saja , hingga tangan mungil itu lansung mendorong keras dada bidang Aldrich .


Brukkhhhh..


" Kenapa ?" Tanya Aldrich bingung .


" Mas mandi belum ? " Nabila malah balik bertanya .


" Sudah , memang nya kenapa ? " Sahut Aldrich .


" Uwek..." Nabila meletakan telapak tangan nya di mulut , lalu berlari kencang ke arah kamar mandi .


Pria itu menatap sendu punggung Nabila yang sudah hilang di balik pintu kamar mandi . Mulut nya menganga , mata nya membukat dengan tubuh yang ter terdiam seperti patung .


" Uwekk..uhuk..uhuk..uhuk .." Suara Nabila di dalam kamar mandi terdengar sangat jelas , hingga membuat Aldrich tersadar lalu mencium baju yang ia kenakan .


...GW BINGUNG , LETAK BAU NYA SEBELAH MANA ?!.Gumam Aldrich....


Tookk..took..tookk..


" Sayang !" Panggil Aldrich .


" Ya ! " Teriak Nabila di dalam kamar mandi .


" Kamu kenapa sih ?! aku bingung !"Kata Aldrich .


Ceklek..


" Sumpah sayang ! aku inget banget dulu kamu suka bilang ! MAS AKU SUKA SEKALI BAU TUBUH MU "Kata Aldrich sambil menirukan suara Nabila .


-Tok..tok..tok..


Suara pintu kamar yang di tempati Nabila dan Aldrich di ketuk , lalu terdengar panggilan seorang wanita .


" Al , Nabila sudah bangun ?!" Teriak Sinta di balik pintu kamar.


Pria itu menoleh ke arah suara , lalu beranjak meninggal kan Nabila yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi , dengan mata yang memerah akibat rasa mual nya .


" Gimana ke adaan nya ?" Sinta tersenyum ke arah Nabila , lalu mendekat.


" Nabila baik mih " Sahut Nabila pelan .


" Ck , Baik gimana ? hidung nya kesumbat eek kali , dari tadi suaminya di katain bau mulu " Ujar Aldrich .


" Loh ? kamu abis muntah ?" Tanya Sinta .


" Enggak mih , mual aja kalo muntah nya gak bisa ! gak ada yang keluar "Jawab Nabila lirih .


" Iyalah , orang belum makan apa-apa !" Sahut Aldrich.


Sinta menoleh ke arah Aldrich , mata nya melotot seolah pria itu tidak boleh berbicara lagi .


" Nyamber terus ! orang mami nanya nya sama Nabila ko " Jelas Sinta ketus .


" Kita makan ya sayang ?! kasian baby nya kalo belum makan apa-apa " Ajak Sinta pada Nabila , dengan lembut Sinta merangkul bahu Nabila , lalu membawa nya ke luar kamar .


...EMAK SAMA ISTRI KOMPAK BANGET KALO MASALAH NGOMELIN GW . Gerutu Aldrich sambil menyusul dua wanita yang terlebih dulu meninggal kan nya ....


Dengan sangat hati-hati , Nabila terus berjalan menuruni setiap anak tangga di temani ibu mertua nya .


" Kamu mau makan apa ? biar bi Lastri ambil kan !" Tanya Sinta setelah Nabila duduk di kursi meja makan .


" Nabila gak laper mih " Sahut Nabila .


" Mamih udah tau ?" Tanya Nabila kembali .


" Ya , Aldrich kasih tau mamih , sama papih ."Kata Sinta .


"Yah gak seru , tadi nya aku mau bikin kejutan " Rengek Nabila.


" Aku tadi beliin susu , siapa tau mau minum . Aku juga beli semua rasa"Jelas Aldrich sambil mendudukan dirinya di ujung , berusaha menjauh agar Nabila tidak mual lagi .


" Aku mau yang asem-asem " kata Nabila .


" Apa ? mau apa , biar di beliin " Tanya Sinta antusias , raut wajah berbinar pertanda senang pun terpancar .


" Es pala serut !!" Sahut Nabila sambil tersenyum .


" Gak boleh ! kamu belum makan , nanti sakit " Timpal Aldrich .


Nabila langsung menatap ke arah Aldrich , bibir nya cemberut dengan mata yang melotot .


" Ini yang mau baby nya loh " Sahut Nabila kepada suaminya.


" I-iya maksud nya , makan dulu baru boleh " Jelas Aldrich terbata-bata.


"Yaudah , nanti mamih suruh pak Rahmat cari es pala serut nya yah,tapi kata Aldrich bener , Nabila harus makan dulu " Cicit Sinta .


Nabila pun menurut kepada perintah ibu mertuanya , mencoba menerima tawaran untuk segera memakan nasi dan beberapa lauk yang sudah tersedia .


" Bi , tolong ambilin nasi dong sedikit aja buat Nabila " Panggik Sinta .


" Iya bu " Bi marni menjawab .


Beberapa detik , Marni pun membawa satu piring nasi dengan porsi sedikit , kepulan asam pun masih terlihat , pertanda nasi itu baru saja di keluar kan dari rice cooker .


" Mmmmmhhh " Nabila terlihat menahan sesuatu yang sudah mendorong dari tenggorokan nya .


" Kenapa ?" Tanya Sinta panik .


Nabila menggeleng kan kepalanya , lalu beranjak dan lari ke arah dapur dengan tangan menutupi mulut nya .


" Lohhh , jangan lari " Teriak Sinta , wanita paruh baya itu ketakutan ketika melihat Nabila berlari begitu cepat .


" Aduh Al , susul Nabila ! mamih takut dia jatuh " Pekik Sinta kepada putra nya.


" Mih , Aldrich di omelin mulu dari tadi " Lirih Aldrich sambil berjalan menuju arah kamar mandi yang berada di dapur.


" Yang sabar , hormon ibu hamil kaya gitu " Sinta pun tersenyum sambil menepuk bahu Aldrich .


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


AYO DONG !! GIFHT , LIKE SAMA VOTE NYA MANA NIH .


BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE SETIAP EPISODE NYA.☺🀭