
Malam hari nya di dalam mobil mobil hitam milik Feri. Kedua nya hanya terdiam dengan pikiran nya masing-masing ,Feri dan Indri yang hanya saling berbicara ketika Feri bertanya alamat dan Indri menjawab nya , selebih nya mereka kembali terdiam .
Hingga setelah satu setengah jam perjalanan akhirnya sampai di kostan yang saat ini Indri tempati .
-Dreuk..
" Terimakasih tuan , maaf telah merepot kan anda," Tutur Indri menundukan kepala, sambil keluar dari mobil .
" Ck . Tidak sopan ," Kata Feri kepada Indri , namun pandangan mata nya tetap lurus kedepan .
Yang tadi nya Indri hanya menunduk tidak berani menatap Feri , kini pandangan nya lansung menatap Feri yang juga kini sudah menatap diri nya yang sudah berdiri di ambang pintu .
" Mmmmmm..maaf sebelum nya ! bukan tidak ingin mengajak anda masuk , tapi ibu kost saya galak dan tidak megijin kan laki-laki masuk kedalam kamar ," Jelas Indri pelan , mata nya menatap Feri sayu .
" Ke pedean sekali dia ! siapa juga yang mau di ajak masuk , emang nya aku cowok apaan ? tutup pintu nya !! dan biar kan sayang pulang,"Dengan Cepat Indri pun menutup pintu mobil milik Aldrich , gadis ini benar-benar sudah tidak bisa menghadapi sikap Feri kepada dirinya , yang membuat Indri terus salah tingkah .
Walaupun begitu , Indri tetap berdiri di tempat yang sama sampai mobil hitam yang mengantar nya benar-benar pergi .
" Kok gw ngira dia mau masuk ya!! gimana kalo minta ongkos coba ? ya ampun malu banget gw , mana gak gw kasih lagi duit nya , " Suara Indri memekik , diri nya merasa malu kepada Feri sekarang .
" Ah udah deh , mudah-mudahan gw gak ketemu sama tu orang lagi,"Jelas nya , lalu bergegas masuk ke dalam kamar kost milik nya .
Indri pun membuka pintu kamar milik nya , terlihat ruangan mini malis yang sangat terlihat rapi , kamar yang di tempati Indri sekarang jauh lebih bagus dari pada kontrakan kumuh yang Nabila huni dulu .
Setelah Indri menutup pintu lalu mengunci nya , terlebih dulu gadis itu meletakan semua barang pada tempat nya .
Setelah selesai , tangan nya membawa handuk milik nya lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersih kan diri terlebih dulu , sebelum ia akan bermalas-malasan di tempat tidur .
*****
Sementara itu di lain tempat , pria yang baru saja mengantar gadis cantik .
Tatapan mata nya terus lurus kedepan , dan tangan yang terus mencengkram setir mobil , pikiran nya terus di hantui senyuman yang gadis itu perlihat kan kepada dirinya .
" Sial , masa gw mikirin dia terus ?! gak mungkin gw suka sama cewe modelan kaya gitu ! ingat Feri , yang antri buat jadi pacar kamu banyak , bahkan mereka lebih seksi dari pada gadis tadi," Umpat Feri pada dirinya sendiri.
Feri pun terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang , namun lamunan nya tentang Indri kembali terbuyar ketika suara panggilan masuk kepada ponsel nya .
" Aldrich ," Ucap nya , lalu meletakan benda pipih itu di telinga nya setelah menekan tombol hijau .
-Jalan pulang , kenapa ?
π:Gak lo apa-apain kan anak gadis orang ?!
-Sembarangan , ya enggaklah ! dia buka selera gw.
π:Yaudah kalo lo gak selera , gw kasih Raynan aja.
-Hmmm kasih aja , yaudah gw lansung balik yah .
Panggilan telepon pun terputus , lalu Feri kembali meletakan ponsel nya di kursi samping kemudi .
Satu jam Feri membawa mobil nya di bawah langit malam , akhir nya kini ia sampai di salah satu apartemen mewah yang Feri tempati .
Sesudah menuruni mobil , kaki nya terus melangkah , mencari pintu lift untuk naik ke lantai tujuh .
Ting ..
Feri kembali berjalan menyusuri lorong apartemen yang di terangi lampu-lampu yang cukup terang .
Setelah sampai , tangan nya lansung menekan kode acsses lalu pintu pun terbuka .
-Clik...
Lampu-lampu di seluruh ruangan pun menyala setelah tangan Feri menekan tombol saklar lampu , hingga memperlihat kan kemewahan yang berada di dalam nya .
Langkah kaki Feri pun terus berjalan , mengikis jarak nya dengan kamar ,untuk segera membersih kan diri nya di kamar mandi terlebih dahulu sebelum tidur untuk beristirahat.
TBCπππ
HAPPY READING GUYS..
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE NYA GUYS .