
Kicauan burung sudah jelas terdengar.
Sinar matahari sudah menyapa lembut di balik gorden tebal yang menjuntai di dalam kamar Aldrich.
-Sssrrreeeeekkkk...
Nabila mebuka gorden tebal yang mengahalangi indah nya cahaya mentari pagi , namun membiar kan tirai tipis putih tetap menutupi kaca yang menjuntang tinggi di kamar nya .
Jam baru saja menunjukan pukuk enam pagi , namun cuaca hari ini sangat cerah , hingga mentari pun sudah mulai memperlihat kan sinar nya .
Langkah kaki nya mendekat ke arah ranjang , gulungan selimut berisi manusia pun masih terlihat.
Hingga akhir nya Nabila sedikit menusuk-nusuk roti sobek milik suami nya.
Mencoba mebangun kan Aldrich yang masih terlelap .
-Cupp..
Nabila mencium pipi Aldrich.
" Suamiku ! bangun sayang !" Panggil Nabila .
-Cupp..Cupp..
" Sayang bangun , matahari sudah melambai-lambai " Panggil Nabila kembali .
Tubuh kekar bertelanjang dada itu pun terlihat sedikit menggeliat.
Mata nya mulai mengerjap , kala sinar matahari membuat nya silau.
" Jam berapa ini sayang " Tanya Aldrich dengan mata yang masih tertutup.
" Jam enam sayang , makanya ayok bangun " Sahut Nabila.
Mata nya kembali mengerjap , tangan nya sedikit mengucek mata kantuk nya .
Ketika benar-benar telah membuka mata , pemandangan yang Aldrich lihat adalah seorang wanita cantik , berpakaian rapih dengan lilitan handuk yang masih di kepala nya .
" Kamu sudah mandi ?" Tanya Aldrich dengan suara parau khas bangun tidur .
" Iya sayang , aku juga sudah menyiap kan air hangat untuk mu " Jelas Nabila .
" Kenapa tidak menunggu ku bangun , lalu kita mandi bersama " Rengek Aldrich.
" Kalau kita mandi bersama , urusan nya akan lain lagi " Sahut Nabila.
" Bangun dan mandi lah suami tampan ku " Pinta Nabila .
Aldrich pun mengangguk , tubuh nya mulai bangun , kaki nya mulai bergerak menuruni tempat tidur nya perlahan .
Pintu kamar mandi pun mulai tertutup ketika Aldrich sudah berada di dalam nya .
Dengan cekatan , Nabila pun membawa sapu lidi dan mulai membersih kan ranjang besar milik ia dan suami nya.
Bruukk..Bruukk..Bruukk..
Suara sapu lidi memukuk kasur pun terdengar sangat kencang .
Setelah membersih kan kasur , Nabila kembali menata bantal ,guling dan selimut kembali ke atas nya .
Dua puluh menit Aldrich menghabis kan waktu di dalam kamar mandi.
Pria itu pun keluar dengan ke adaan segar , rambut nya basah dengan sedikit acak-acakan .
" Sayang ! kamu udah beresin kamar?!" Tanya Aldrich ketika melihat ke adaan kamar yang sudah sangat rapi.
" Iya mas , kan biasa nya juga begini " Sahut Nabila .
Aldrich hanya mampu menggeleng kan kepala , istri kercil nya benar-benar keras kepala .
" Sayang kan bisa bi Marni yang beresin " Jelas Aldrich .
" Ini privasi sayang , tidak boleh ada orang yang sembarangan masuk ke kamar kita" Sahut Nabila .
Aldrich pun berjalan ke arah ranjang , tempat itu sudah terlihat sangat rapi dan bersih .
Lalu tatapan nya tertuju pada baju kerja yang sudah Nabila Siap kan .
Aldrich mulai memakai setelah kerja nya , tidak lupa setelah selesai ia memberikan dasi untuk Nabila pakai kan .
" Sayang pakai kan " Panggil Aldrich lalu tersenyum kepada istrinya yang sedang memakai liptint .
" Baikalah " Nabila pun berjalan ke arah nya.
" Mas , tolong duduk di situ " Nabila menujuk ranjang .
" Kenapa ?" Tanya Aldrich .
" Kau tinggi sayang , aku lelah berjinjit " Jawab Nabila .
Aldrich hanya hanya tersenyum .
" Aku ingin tetap berdiri " Ujar nya dengan tersenyum jahil.
Nabila pun mencubit pinggal Aldrich , lalu mulai memasang kan dasi Aldrich dengan cara sedikit berjinjit.
Jemari tangan nya terus meliuk-liuk , dengan telaten nya Nabila memasang kan dasi untuk suami tampan nya .
Seperti biasa , kalau Nabila selesai memasang kan dasi di kersh kemeja Aldrich .
" NAH KAU SUDAH TAMPAN SAAT INI !!" Ujar Aldrich yang mengikuti perkataan Nabila .
Gelak tawa kedua nya pun sontak terdengar .
" JHAHHAAHAHHAHA ! MAS KAMU INI " Aldrich kembali mengikuti perkataan Nabila .
Nabila pun terus mengulas senyum , lalu tangan nya menarik lengan Aldrich .
" Mas kita sarapan sayang " Cicit Nabila .
Namun bukan nya menurut , Aldrich justru malah menarik tangan Nabila kembali .
" Mas!!" Rengek nya ketika Aldrich mencengkram pinggang Nabila .
" Mas mau protes !!" Bisik Aldrich .
" Protes apa ?! " Wanita itu terlihat bingung dengan tingkah suami nya saat ini .
" Kamu ke kampus ? dan berdandan secantik ini ?! apa kamu ingin menggoda mereka hemmn ?! " Ujar Aldrich tampa ekspresi .
Nabila pun mengalung kan tangan nya di leher Aldrich , senyum di bibir nya terlihat jahil .
" Apa suami ku sedang cemburu ?! .Goda Nabila .
" Tidak ! aku hanya was-was , aku tidak suka mereka melihat ke cantikan mu istriku " Jelas Aldrich .
" Dengar baik-baik sayang ! aku berdan-dan seperti ini , agar semua orang tahu , bahwa istri dari Aldrich Yohanes Mahardika cantik sekali"Wanita itu terus tersenyum , tangan nya terus bergelayut manja di leher Aldrich , sehingga lelaki itu sedikit membungkuk untuk menyeimbang kan tubuh nya dan Nabila .
" Oke ! aku akan mengantar mu setiap hari agar mereka tahu , bahwa prempuan cantik ini milik putra tunggal Mahardika ".
-Cupp..
Nabila mencium bibir Aldrich .
" Ayolah , mamih sama papih sudah menunggu !" Ujar lembut Nabila sambil terus tersenyum .
Aldrich mengangguk , kedua mata nya berbinar , ada banyak sekali kebahagiaan yang Nabila berikan untuk nya .
Sepasang suami istri itu berjalan bersamaan menuruni anak tangga .
Terlihat sudah ada dua orang yang sedang menunggu nya di meja makan .
" Selamat pagi ! mamaih , papaih " Sapa Nabila .
" Selamat pagi Nak !" Jawab Sinta dan Bayu bersamaan.
Nabila dan Aldrich pun duduk berdekatan , tangan Nabila mulai membawa dua slice roti , lalu mulai menambah kan selai coklat favorite Aldrich .
" Ini mas ." Nabila meletakan sandwich isi coklat di hadapan Aldrich.
" Terimakasih sayang ."Cicit Aldrich lalu di angguki oleh Nabila .
Takkk...
" Ini minum nya ." Nabila meletakan segelas air putih hangan di hadapan Aldrich.
" Hari ini kamu masuk sayang ?" Tanya Sinta .
" Iya mih , ini hari pertama Nabila " Senyum di bibir Nabila pun berkembang.
" Baiklah , kamu harus giat belakar mulai saat ini !" Sinta pun membalas senyum Nabila.
Beberapa menit setelah Aldrich dan Nabila melakukan sarapan bersama kedua orang tua nya.
Kedua nya langsung pamit , untuk berangkat.
" Kami berangkat mih,pih " Pamit Nabila .
" Iya hati-hati ya " Cicit Sinta.
" Semangat belajar nya " Jelas Bayu .
Nabila mengangguk , langkah kaki nya terus berjalan menyusul Aldrich.
Mesin mobil Aldrich sudah terdengar menyala , dengan perlahan mobil BMW putih itu mudur , meninggal kan garasi rumah.
" Ingat sayang ! kamu tidak boleh tergoda anak-anak tengil di kampus mu nanti" Cicit Aldrich .
" Iya suamiku , kamu jadi posesif deh ! padahl aku hanya pergi kuliah ".
" Kau tahu ?! di kantor aku akan terus memikir kan mu ?! ".
" Loh kenama mas ? aku akan baik-baik saja aku janji " Sahut Nabila .
" Istri cantiku berkeliaran di kampus sendirian " Jawab Aldrich.
Mobil yang Aldrich pun terus melaju dengan kecepatan tinggi .
Hingga beberapa menit sudah sampai di depan salah satu Universitas tempat Nabila kembali menuntut ilmu.
TBCππππ
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE.
Sun jauh dari author πππ.