STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 43



Kicauan burung sudah jelas terdengar.


Sinar matahari sudah menyapa lembut di balik gorden tebal yang menjuntai di dalam kamar Aldrich.


-Sssrrreeeeekkkk...


Nabila mebuka gorden tebal yang mengahalangi indah nya cahaya mentari pagi , namun membiar kan tirai tipis putih tetap menutupi kaca yang menjuntang tinggi di kamar nya .


Jam baru saja menunjukan pukuk enam pagi , namun cuaca hari ini sangat cerah , hingga mentari pun sudah mulai memperlihat kan sinar nya .


Langkah kaki nya mendekat ke arah ranjang , gulungan selimut berisi manusia pun masih terlihat.


Hingga akhir nya Nabila sedikit menusuk-nusuk roti sobek milik suami nya.


Mencoba mebangun kan Aldrich yang masih terlelap .


-Cupp..


Nabila mencium pipi Aldrich.


" Suamiku ! bangun sayang !" Panggil Nabila .


-Cupp..Cupp..


" Sayang bangun , matahari sudah melambai-lambai " Panggil Nabila kembali .


Tubuh kekar bertelanjang dada itu pun terlihat sedikit menggeliat.


Mata nya mulai mengerjap , kala sinar matahari membuat nya silau.


" Jam berapa ini sayang " Tanya Aldrich dengan mata yang masih tertutup.


" Jam enam sayang , makanya ayok bangun " Sahut Nabila.


Mata nya kembali mengerjap , tangan nya sedikit mengucek mata kantuk nya .


Ketika benar-benar telah membuka mata , pemandangan yang Aldrich lihat adalah seorang wanita cantik , berpakaian rapih dengan lilitan handuk yang masih di kepala nya .


" Kamu sudah mandi ?" Tanya Aldrich dengan suara parau khas bangun tidur .


" Iya sayang , aku juga sudah menyiap kan air hangat untuk mu " Jelas Nabila .


" Kenapa tidak menunggu ku bangun , lalu kita mandi bersama " Rengek Aldrich.


" Kalau kita mandi bersama , urusan nya akan lain lagi " Sahut Nabila.


" Bangun dan mandi lah suami tampan ku " Pinta Nabila .


Aldrich pun mengangguk , tubuh nya mulai bangun , kaki nya mulai bergerak menuruni tempat tidur nya perlahan .


Pintu kamar mandi pun mulai tertutup ketika Aldrich sudah berada di dalam nya .


Dengan cekatan , Nabila pun membawa sapu lidi dan mulai membersih kan ranjang besar milik ia dan suami nya.


Bruukk..Bruukk..Bruukk..


Suara sapu lidi memukuk kasur pun terdengar sangat kencang .


Setelah membersih kan kasur , Nabila kembali menata bantal ,guling dan selimut kembali ke atas nya .


Dua puluh menit Aldrich menghabis kan waktu di dalam kamar mandi.


Pria itu pun keluar dengan ke adaan segar , rambut nya basah dengan sedikit acak-acakan .


" Sayang ! kamu udah beresin kamar?!" Tanya Aldrich ketika melihat ke adaan kamar yang sudah sangat rapi.


" Iya mas , kan biasa nya juga begini " Sahut Nabila .


Aldrich hanya mampu menggeleng kan kepala , istri kercil nya benar-benar keras kepala .


" Sayang kan bisa bi Marni yang beresin " Jelas Aldrich .


" Ini privasi sayang , tidak boleh ada orang yang sembarangan masuk ke kamar kita" Sahut Nabila .


Aldrich pun berjalan ke arah ranjang , tempat itu sudah terlihat sangat rapi dan bersih .


Lalu tatapan nya tertuju pada baju kerja yang sudah Nabila Siap kan .


Aldrich mulai memakai setelah kerja nya , tidak lupa setelah selesai ia memberikan dasi untuk Nabila pakai kan .


" Sayang pakai kan " Panggil Aldrich lalu tersenyum kepada istrinya yang sedang memakai liptint .


" Baikalah " Nabila pun berjalan ke arah nya.


" Mas , tolong duduk di situ " Nabila menujuk ranjang .


" Kenapa ?" Tanya Aldrich .


" Kau tinggi sayang , aku lelah berjinjit " Jawab Nabila .


Aldrich hanya hanya tersenyum .


" Aku ingin tetap berdiri " Ujar nya dengan tersenyum jahil.


Nabila pun mencubit pinggal Aldrich , lalu mulai memasang kan dasi Aldrich dengan cara sedikit berjinjit.


Jemari tangan nya terus meliuk-liuk , dengan telaten nya Nabila memasang kan dasi untuk suami tampan nya .


Seperti biasa , kalau Nabila selesai memasang kan dasi di kersh kemeja Aldrich .


" NAH KAU SUDAH TAMPAN SAAT INI !!" Ujar Aldrich yang mengikuti perkataan Nabila .


Gelak tawa kedua nya pun sontak terdengar .


" JHAHHAAHAHHAHA ! MAS KAMU INI " Aldrich kembali mengikuti perkataan Nabila .


Nabila pun terus mengulas senyum , lalu tangan nya menarik lengan Aldrich .


" Mas kita sarapan sayang " Cicit Nabila .


Namun bukan nya menurut , Aldrich justru malah menarik tangan Nabila kembali .


" Mas!!" Rengek nya ketika Aldrich mencengkram pinggang Nabila .


" Mas mau protes !!" Bisik Aldrich .


" Protes apa ?! " Wanita itu terlihat bingung dengan tingkah suami nya saat ini .


" Kamu ke kampus ? dan berdandan secantik ini ?! apa kamu ingin menggoda mereka hemmn ?! " Ujar Aldrich tampa ekspresi .


Nabila pun mengalung kan tangan nya di leher Aldrich , senyum di bibir nya terlihat jahil .


" Apa suami ku sedang cemburu ?! .Goda Nabila .


" Tidak ! aku hanya was-was , aku tidak suka mereka melihat ke cantikan mu istriku " Jelas Aldrich .


" Dengar baik-baik sayang ! aku berdan-dan seperti ini , agar semua orang tahu , bahwa istri dari Aldrich Yohanes Mahardika cantik sekali"Wanita itu terus tersenyum , tangan nya terus bergelayut manja di leher Aldrich , sehingga lelaki itu sedikit membungkuk untuk menyeimbang kan tubuh nya dan Nabila .


" Oke ! aku akan mengantar mu setiap hari agar mereka tahu , bahwa prempuan cantik ini milik putra tunggal Mahardika ".


-Cupp..


Nabila mencium bibir Aldrich .


" Ayolah , mamih sama papih sudah menunggu !" Ujar lembut Nabila sambil terus tersenyum .


Aldrich mengangguk , kedua mata nya berbinar , ada banyak sekali kebahagiaan yang Nabila berikan untuk nya .


Sepasang suami istri itu berjalan bersamaan menuruni anak tangga .


Terlihat sudah ada dua orang yang sedang menunggu nya di meja makan .


" Selamat pagi ! mamaih , papaih " Sapa Nabila .


" Selamat pagi Nak !" Jawab Sinta dan Bayu bersamaan.


Nabila dan Aldrich pun duduk berdekatan , tangan Nabila mulai membawa dua slice roti , lalu mulai menambah kan selai coklat favorite Aldrich .


" Ini mas ." Nabila meletakan sandwich isi coklat di hadapan Aldrich.


" Terimakasih sayang ."Cicit Aldrich lalu di angguki oleh Nabila .


Takkk...


" Ini minum nya ." Nabila meletakan segelas air putih hangan di hadapan Aldrich.


" Hari ini kamu masuk sayang ?" Tanya Sinta .


" Iya mih , ini hari pertama Nabila " Senyum di bibir Nabila pun berkembang.


" Baiklah , kamu harus giat belakar mulai saat ini !" Sinta pun membalas senyum Nabila.


Beberapa menit setelah Aldrich dan Nabila melakukan sarapan bersama kedua orang tua nya.


Kedua nya langsung pamit , untuk berangkat.


" Kami berangkat mih,pih " Pamit Nabila .


" Iya hati-hati ya " Cicit Sinta.


" Semangat belajar nya " Jelas Bayu .


Nabila mengangguk , langkah kaki nya terus berjalan menyusul Aldrich.


Mesin mobil Aldrich sudah terdengar menyala , dengan perlahan mobil BMW putih itu mudur , meninggal kan garasi rumah.


" Ingat sayang ! kamu tidak boleh tergoda anak-anak tengil di kampus mu nanti" Cicit Aldrich .


" Iya suamiku , kamu jadi posesif deh ! padahl aku hanya pergi kuliah ".


" Kau tahu ?! di kantor aku akan terus memikir kan mu ?! ".


" Loh kenama mas ? aku akan baik-baik saja aku janji " Sahut Nabila .


" Istri cantiku berkeliaran di kampus sendirian " Jawab Aldrich.


Mobil yang Aldrich pun terus melaju dengan kecepatan tinggi .


Hingga beberapa menit sudah sampai di depan salah satu Universitas tempat Nabila kembali menuntut ilmu.


TBCπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


...🌼🌼🌼🌼🌼🌼...


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE.


Sun jauh dari author 😚😚😚.