STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 49



Setelah pergi mengejar istri nya yang tidak membuah kan hasil.


Aldrich pun lansung beranjak kembali menuju ruang kerja nya.


" Fer backup semua pekerjaan ku " Ujar Aldrich dengan langkah kaki terburu-buru.


Di dalam ruangan nya masih ada Ghina , yang dengan lancang nya duduk di kursi kebesaran nya .


" Ghina kau lancang sekali !" Kata Aldrich ,mata nya memerah ,menahan amarah kepada wanita yang berada di hadapan nya .


" Sayang ! kenapa kau marah ?" Ghina beranjak dari duduk nya ,lalu meng hampiri Aldrich .


" KELUAR DARI RUANGAN KU!!" Tegas Aldrich dingin , mata nya menatap tajam Ghina dengan telujuk yang mengarah keluar .


" Kenapa aku harus pergi ? bukan kah ciuman kita tadi sudah sangat jelas ? bahkan di saksi kan istri mu secara langsung !" Tangan Ghina terbuka , kaki nya terus melangkah , namun ketika Ghina akan memeluk Aldrich.


Dengan cepat pria itu mendorong Ghina .


" AKU BILANG PERGI , KARENA KAU NABILA SALAH PAHAM PADA KU !!, "


" Ini bukan salah paham Al , tapi kenyataan ! bahkan kau sudah menyatakan perasaan mu yang masih tersisa untuk ku " Jelas Ghina pada Aldrich .


Aldrich cukup jengah mendengar pernyataan Ghina , raut wajah pria itu sudah berubah sangat menyeram kan.


Satu tangan kanan nya mencengkram kuat rahang Ghina.


" Pakai telinga mu baik-baik , dan dengar ! kau tidak ada apa-apa nya dengan istriku Nabila , jadi pergilah jangan pernah mengganggu ku atau Nabila lagi "Tangan Aldrich pun mendorong Ghina ,lalu melepas kan cengkraman nya .


Aldrich pun bergegas pergi , tak lupa tangan nya mengambar kunci mobil yang berada di atas nakas ruang kerja nya .


" Feri urus wanita gila itu ! lalu bersih kan ruangan ku " Titah Aldrich , lalu berlari menjauh dari ruangan nya menuju lift .


-Ting..


Pintu lift terbuka , langkah kaki Aldrich pun lansung berlari ke arah parkiran , menghirau kan sapaan para karyawan nya .


Suara mobil Aldrich pun mulai terdengar , dengan kecepan tinggi mobil berwarna putih milik pimpinan MAHARDIKA GROUP melaju keluar dari parkiran gedung menuju jalan utama.


" Bersiap-siap lah Aldrich,istri mu akan menyebut mu laki-laki brengsek dan juga bajingan " Guman Aldrich ,tangan nya terus mencengkram kuat setir mobil .


Sekitar tiga puluh menit Aldrich menempuh perjalan menuju rumah milik kedua orang tua nya.


-Citttttt...


Suara rem mobil pun begitu bising di telinga , ketika mobil dengan kecepatan tinggi berhenti begitu saja di halaman rumah nya .


-Brughh ..


Aldrich membanting pintu mobil sangat kencang,lalu berlari ke dalam rumah.


Kaki nya terus melangkah , menaiki setiap anak tangga ,hingga dia tidak menyadari dua orang yang tengah duduk di sofa sedang memperhatikan dirinya .


Brakkk***


Pintu kamar nya di banting begitu kencang .


" Sayang !!" Panggil Aldrich sedikit berteriak .


" Sayang ?" Aldrich mencari Nabila di setiap sudut kamar .


Tulang kaki nya terasa begitu lemas , lalu Aldrich duduk begitu saja di atas ranjang .


Tatapan nya kosong , Aldrich berusaha keras mengingat tempat yang akan Nabila datangi kala ia ingin menenangkan diri .


Namun nihil , bahkan Nabila tidak pernah meminta nya untuk membawa Nabila bahkan hanya sekedar jalan-jalan di taman .


Pandangan wajah nya tertunduk , jemari tangan nya meremas kuat rambut dirinya sendiri .


Hingga suara wanita mampu membuat nya menoleh dengan tatapan sendu .


" Al ?!" Panggil Sinta , langkah nya terus mendekat ke arah putra nya sedang duduk dengan raut wajah yang terlihat gusar .


" Mih Nabila pulang kan ?" Tanya Aldrich .


Sinta langsung memeluk Aldrich,mengusap kepala anak nya lembut.


" Mih , Aldrich udah bikin kesalahan fatal " Lirih Aldrich.


" Ya mamih sama papih tau , Nabila sangat mencintai mu tidak mungkin hanya karena masalah sepele ia meminta izin untuk pergi sementara " Jelas Sinta kembali , tangan nya terus mengusap kepala Aldrich yang kini sudah terdengar suara isak tangis nya pelan .


" Aldrich harus gimana , Aldrich gak mau Nabila pergi mih , Aldrich khawatir Nabila hamil , tapi dia menghindar dan menyembunyikan semua nya " Cicit Aldrich .


" Apa Nabila sudah berhenti meminum pill penunda kehamilan milik nya Al?" Tanya Sinta .


" Ya , aku meminya nya , dan dia dengan senang hati menuruti ke inginan ku mih ".


" Doa kan saja Nabila mengandung anak mu , ia pasti kembali untuk buah hati nya , dan satu lagi selesai kan dulu masalah mu dengan Ghina , agar kedepan nya rumah tangga kalian terjaga dengan baik ".


Aldrich mengangguk , dekapan Sinta kepada Aldrich pun terurai .


" Mih , Aldrich mau sendiri dulu " Pinta Aldrich.


Sinta mengangguk paham , bibir nya mengulum senyum seraya berkata.


" Baiklah , jangan lupa bersih kan dirimu , kau bau sekali " Ujar Sinta berusaha membuat candaan agar Aldrich tidak terlalu banyak pikiran .


Candaan yang Sinta lontar kan tidak sia-sia , Aldrich kini tersenyum kepada wanita yang sangat ia sayangi .


Pintu kamar nya pun terturup , bersamaan denga Sinta yang sudah meninggal kan Aldrich di kamar nya sendiri .


Aldrich merogoh ponsel di dalam saku celana nya , lalu menempel kan benda pipih itu di telinga .


NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI !!


Aldrich kembali menghela nafas nya , ketika ponsel Nabila tidak aktif.


Tatapan mata nya tertuju pada satu tanda pesan dari istri tercinta nya .


...My number one ❀...


Tunggu sebentar , aku akan membawa makan untuk kita , aku pun sama belum makan apapun selain roti coklat tadi pagi .😘


-Degg..


Hati nya begitu sakit , rasa bersalah pun mendominasi suasana hati nya saat ini .


" Apa kamu sudah makan saat ini sayang ? aku takut kejadia sore ini membuat selera makan mu memburuk ! lalu bagai mana dengan penyakit mag dan asam lambung mu ?"Gumam Aldrich ,wajah nya terlihat kembali khawatir dan gusar .


Aldrich meletakan ponsel nya di atas nakas , lalu beranjak dari duduk nya dan melangkah menuju pintu kamar mandi .


Suara gemercik air sudah sangat jelas terdengar , wangi mint pun menyeruak di dalam kamar mandi .


Hingga lebih dari dua puluh menit akhir nya Aldrich keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang nya .


Lemari besar pun mulai terbuka , membawa satu kaos oblong berwarna putih dan juga celana jeans hitam pendek , namun mata nya kembali beralih melihat tatanan baju Nabila yang tidak berubah sedikit pun .


Setelah selesai memakai baju , Aldrich kembali keluar dari kamar nya.


Tujuan pertama yang Aldrich akan datangi yaitu Raynan , mantan sahabat nya saat ini .


" Al mau kemana ?" Tanya Bayu santai dengan koran dan kopi hitam di hadapan nya .


" Aldrich mau nyari Nabila " Sahut nya lalu pergi meninggal kan pria paruh baya yang sedang asik dengan koran dan segelas kopi hitam.


Bayu tidak melarang atau menahan putra nya , pria tua itu hanya menatap punggung Aldrich sekejap lalu kembali menatap koran nya.


"Kejarlah cinta mu putra ku " Ujar Bayu kepada putra nya yang sudah berlalu.


TBCπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


...🍁🍁🍁🍁...


Jangan lupa like ,komen dan vote sayang-sayang nya author.


Dukung author terus yah ☺


Sun jauh dari author 😘😘.