
" Ya tuhan ! tenggorokan ku sakit lagi " Jelas Nabia dengan tangan terus mengusap leher nya .
" Maaf " Dengan wajah memelas Aldrich terus berusaha meredam rasa kesal Nabila .
" Aku bilang pelan-pelan ya pelan-pelan !" Pekik Nabila kesal .
" Aku tidak bisa sayang , setiap teriakan mu membuat semangat ku selalu menggebu-gebu " Ujar Aldrich sambil terus memeluk Nabila .
" Hah . Yasudah , kita tidur saja mas " Nabila pun membating kan tubuh kembali .
" Kamu kenapa sih marah-marah terus sama aku ?" Rengek Aldrich pada Nabila .
" Maafin aku mas " Nabila pun membenam kan kepala nya dalam dekapan Aldrich.
" Kamu seperti ibu hamil , mood nya berubah-ubah " Kata Aldrich asal .
" Tidak mas ! haid juga bisa membuat mood berubah-ubah " Jawab Nabila .
Tangan Aldrich mengusap perut Nabila .
" Cepatlah tumbuh sayang ! Dady sudah tua " Ujar nya Aldrich , hingga membuat Nabila terkekeh.
" Apasih mas ?! kamu masih tiga pukuh tahun " Sahut Nabila .
" Iya tapi momy nya masih jauh lebih mudah " Aldrich mendekat kan wajah nya pada Nabila , tangan nya mengusap pipi Nabila lembut .
" Tak apa , semua orang akan melihat kita seumuran " Jelas nya sambil tersenyum.
" Sayang aku sangat menyayangi mu Nabila " Aldrich menatap netra Nabila dalam , tangan kokoh nya mengusap rahang kecil Nabila.
" Ya aku juga " Balas Nabila mengusap rahang tegas suaminya .
Aldrich pun membawa Nabila kembali pada dekapan nya .
Membawa Nabila dalam kenyamanan .
.....
" Awww " Ringis Nabila mampu membangun kan Aldrich yang masih terlelap .
" Sayang ? kamu kenapa ?" Panik Aldrich .
" Perut ku sakit kembali " Nabila memejam kan mata nya , berusaha menahat sakit yang amat sangat dengan wajah yang sudah terlihat pucat.
Dengan cepat Aldrich memakai celana dan juga kaos oblong berwarna abu milik nya .
" Kita ke Dokter sekarang " Tangan Aldrich pun meraup tubuh Nabila ,lalu memangku nya .
βGlekkk..
Dengan susah payah Aldrich membuka pintu .
" Loh Al ? Nabila kenapa ?!" Panik Sinta .
" Perut bawah nya sakit terus mah ".
Aldrich pun terus melangkah meninggal kan Sinta dengan sangat cepat , pria itu benar-benar khawatir ketika melihat wajah Nabila begitu pucat .
" Taxi !!" Panggil Aldrich ketika is sudah berada di lobi .
Taxi yang Aldrich panggil pun mulai melaju , menghampiri Aldrich yang kini tengah memangku Nabila .
" Pak ke rumah sakit terdekat " Titah Aldrich langsung di angguki supir taxi .
Sama panik nya dengan Aldrich , Sinta pun kembali ke kamar nya setelah Aldrich tergesa-gesa meninggal kan nya , membawa Nabila yang sudah terlihat pucat dan lemas .
" Pih ! Nabila pih ! " Teriak nya kepada Bayu yang sedang asik membaca koran di kursi balkon .
" Nabila kenapa ?" Seketika Bayu meletakan koran nya .
" Nabila di bawa ke rumah sakit sama Al , wajah nya pucat sekali i mami khawatir dia kenapa-kenapa " Ujar Sinta .
" Mam ambilkan kunci mobil di laci " Titah Bayu , lalu kedua nya berjalan tergesa-gesa mengeluari kamar hotel .
Dengan kecepatan tinggi , Bayu pun mengemudikan mobil nya menuju rumah sakit terdekat .
Sebenar nya Bayu dan Sinta tidak tahu Aldrich membawa Nabila kemana , tapi yang terbesit dalam pikiran nya , Aldrich pasti membawa Nabila ke rumah sakit terdekat , mengingat kata Sinta , bahwa ke adaan Nabila sudah sangat lemas.
" Tolong istri saya ! " Teriak Aldrich ketika sampai di parkiran depan UGD .
Beberapa petugas medis pun menghampiri .
" Brangkar !! bawa brangkar , " Teriak salah satu nya ketika melihat Nabila sudah sangat lemah .
"Letakan pasien di sini pak !!" Titah nya kepada Aldrich ketika ranjang besi khas rumah sakit tiba menghampiri nya .
" DARAH !! " Lengan Aldrich penuh darah ketika sudah membaring kan Nabila .
" Dok ada pasien darurat !" Ujar salah satu petugas medis.
Dengan sigap , Dokter yang berjaga pun langsung menangani Nabila .
Namun berbeda dengan Aldrich , lelaki iti hanya terdiam , dia bingun dengan ke adaan Nabila , terlebih darah yang berada di tangan dan baju nya cukup terlihat banyak .
Ke adaan pria tiga puluh tahun itu tidak terlihat baik , raut wajah nya gusar , rambut nya terlihat acak-acakan dengan noda darah memenuhi baju dan juga celana nya .
" Suami pasien " Panggil Dokter yang menangani Nabila .
" Ya saya sendiri " Sahut Aldrich lalu mengahampiri Dokter tersebut.
" Kita harus mengambil tindakan kuret pak !" Ujar nya .
" Hah ? apa itu ?!" Tanya Aldrich .
" Janin nya sudah tidak ada , jadi harus melakukan kuret pak untuk membersih kan nya " Jelas Dokter .
JANIN ?!!..Lirih Aldrich .
" Ya , jika anda setuju , silah kan tanda tangan di sini ".
" Baiklah lakukan yang terbaik " jelas Aldrich lalu Dokter yang menangani Nabila mengangguk .
" Janin ? tapi kenapa kemarin dia datang bulan? " Aldrich hanya terduduk di ruang tunggu dengan tampilan yang sudah terlihat acak-acakan .
" Aldrich !!" Panggil Sinta .
" Mamih ..Papih ? kalian tau aku di sini ?"
" Ya karena kamu pasti menuju rumah sakit terdekat " Jawab Bayu.
Sinta dan Bayu pun duduk bersama Aldrich , Sinta berusaha menguat kan Aldrich .
Ada banyak pertanyaan yang ingin Sinta tanya kan , tapi tampa menanyakan ke adaan menantu nya , Sinta dan Bayu sudah tahu kalau ke adaan Nabila sedang darurat .
" Al ? bisa sedikit jelas kan Nabila kenapa ? " Tanya Bayu .
" Aldrich bingung pih ! " Ujar Aldrich .
" Ya sudah , kita tunggu penjelasan Dokter nanti " Cicit Sinta yang terus menenang kan Aldrich .
Dua jam Aldrich dan ke dua orang tua nya menunggu , akhir nya Dokter yang menangani Nabila memanggil nya.
" Suami atas nama Nabila .Adriana !" Panggil nya sambil menatap Aldrich .
" Iya Dokter " Sahut Aldrich .
" Silah kan ikut saya " Aldrich langsung beranjak melangkah kan kaki nya mengikuti Dokter.
" Pih ayok ikut " Ajak Sinta sedikit berlari menyusul Aldrich.
" Silah kan masuk " Ujar Dokter ramah .
" Dokter kami orang tua Nabila , apa boleh kami masuk ?" Tanya Sinta.
" Silah kan " Jawab nya sambil tersenyum.
"Sebenar nya apa yang terjadi ?" Tanya Aldrich .
" Apa anda belum tahu kalau istri anda sedang mengandung ?" Tanya Dokter .
" Saya tidak tahu , tiga hari yang lalu dia selesai haid , seharus nya seminggu , tapi istri ku bilang tiga hari saja sudah selesai " Jelas Aldrich .
" Ahhh ya saya paham . Jadi untuk usia janin itu sendiri baru berusia satu minggu, jadi ada kemungkinan haid yang di maksud istri anda adalah salah satu tanda kehamilan , namun karena tidak tahu istri anda sedang mengandung bisa saja ia meminum obat atau apapun yang bisa melancar kan haid " Jelas Dokter .
" Ya menantu saya pernah mengeluh sakit di bagian perut bagian bawah " Sahut Sinta .
" Bisa jadi sakit di bagian perut bawah itu adalah kram perut , namun karena pasien kurang tahu bisa saja sebelum darah itu keluar ia meminum pelancar haid , hingga membuat janin nya tidak bisa bertahan ".
Setelah mendengar penjelasan dari Dokter , akhir nya Aldrich dan kedua orang tua nya keluar dari ruangan .
Sesuai perintah Dokter , karena Nabila harus melakukan rawat inap ia pun berjalan ke arah administrasi .
....
" Sayang !" Panggil Aldrich .
" Ya sayang " Jawab Nabila lemah .
Aldrich pun hanya tersenyum , ketika Nabila sudah merespon panggilan nya .
" Dingin mas " Lirih Nabila .
" Ya memang begitu kalo habis di bius sayang " Sahut Sinta .
" Aku kenapa ? kenapa baju mas ada darah " Lirih Nabila.
" Nanti kita cerita yah , sekarang kamu harus pulih dulu " Jelas Aldrich tangan nya terus mengusap lengan Nabila .
Ada rasa marah pada dirinya sediri , ketika mengetahui Nabila telah mengandung , namun Aldrich tidak bisa menjaga anak yang berada dalam rahim Nabila .
TBCππππ
...ππππππ...
Jangan lupa like ,vote dan komen.