STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 83



Hari pun semakin siang , cahaya mata hari sudah berada di atas dengan suhu yang mencapai 30°C.


AC di ruang tengah pun menyala , membuat nyaman dua sejoli yang tengah duduk di sofa sambil memakan pasta dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di samping nya .


" Habis kan !" Titah Feri ketika melihat Indri meletakan tempat berisi spageti yang tersisa banyak .


" Aku kenyang , bantu aku untuk menghabis kan nya ," Rengek Indri , bibir nya terus mengecup jemari tangan yang terkena sedikit saos.


"Aku sudah menghabis kan satu porsi sayang , mana muat di perut ku kalau aku memakan spageti milik mu ," Jelas Feri .


Indri terdiam , mata nya menatap Feri dengan raut wajah yang serius .


" Apa boleh aku bertanya ?" Ucap Indri , tatapan mata nya tidak beralih sedikit pun , ia terus menatap netra coklat pria di hadapan nya .


" Kenapa tatapan mu se-serius itu ?!"Ujar Feri yang merasa terintimidasi oleh istrinya sendiri.


" Kenapa kamu berbohong telah meng hamili ku ? kenapa se nekad itu hemm ?! kita baru saja bertemu beberapa kali , bahkan kita belum saling mengenal tapi kau mau manikahi ku ?!"Cecar Indri panjang lebar.


Lama Feri terdiam sambil menatap mata Indri tampa ekspresi apapun .


" Apa aku perlu menjelas kan itu ?!"Tanya Feri.


" Hemm , aku mau tau apa yang membuat kau menikahi ku ! apa karena tuan Aldrich dan Nabila ?!" Jelas Indri .


" Indri , dengar kan ini baik-baik ! agar kau tidak terus bertanya tentang pernikahan kita ."Tegas Feri.


" Kau tahu ? dulu ketika Aldrich mendekati Nabila ? aku selalu ikut bersama nya setiap hari ke cafe bukan? di saat itu aku tertarik pada mu , kau saja yang tidak peka , bahkan aku selalu memperhatikan mu," Jelas Feri kepada istrinya .


Indri terdiam ketika mendengar kan penjelasan dari suaminya , pikiran Indri pun lansung tertarik kebelakang , dan berusaha mengingat apa yang baru saja Feri jelas kan .


" Jadi kamu ?!"


" Ya , aku sudah mengagumi mu sejak lama , bukan karena Aldrich atau Nabila sayang ! aku menikahi mu karena aku cinta sama kamu , aku tidak rela ketika tahu kau mulai dekat dengan Raynan , dan ku pikir kalian juga saling mencintai . Tapi aku semakin tak rela ketika dengan gampang nya anak teman orang tua mu akan mendapat kan mu begitu saja ," Jelas Feri panjang lebar .


Mendengar penjelasan Feri , Indri tersenyum penuh arti sambil menatap raut wajah suami nya yang terlihat sedikit sendu.


" Aku belum cinta Raynan !" Balas Indri sambil terkekeuh.


" Belum ?! jadi maksud mu akan ! Indria ?!"Feri terlihat panik .


" Tidak juga , aku belum pernah merasa kan apa itu cinta seumur hidup ku , lagi pula kamu galak , dingin dan ahh sudah lah aku ingin tertawa ketika mengingat nya ," Kata Indri kembali .


" Apa kau belum mencintai ku juga seperti kau kepada Rayanan ?" Tanya Feri .


" Mungkin belum , tapi kamu sudah membuat ku nyaman ketika terus berada bersama mu ," Sahut Indri lalu memeluk tubuh Feri erat .


Feri tersenyum , tangan kekar nya membalas pelukan Indri , sambil terus mencium kepala Indri yang sedang berada dalam dekapan nya .


" I love you more than anything , Marsha Indria Alexander ," Kata Feri .


Aku tahu kau mulai mempunyai rasa yang sama seperti ku , hanya saja kau belum tahu dan menyadari nya . Ujar Feri dalam hati.


" Bersiap-siaplah , ganti baju mu karena Nabila meninta ku untuk membawa mu ke rumah nya !" Jelas Feri sambil merenggang kan pelukan nya .


"Baiklah , aku akan bersiap-siap ," Sahut Indri lalu beranjak menuju kamar milik nya bersama Feri .


Dengan cepat Indri berjalan menuju walk in closet , lalu melihat-lihat baju yang masih berada dalam paperbag yang Feri berikan pada dirinya .


" Hah !! baju macam apa ini ? kenapa dia membeli kan ini ? apa Feri ingin aku mengenakan nya setiap malam ?!"Tangan nya membentang , meneliti satu baju yang amat seksi , namun dengan cepat Indri kembali menyinpan nya di dalam paperbag sambil bergidik ngeri ketika ia membayang kan apa yang Feri akan lakukan kalau Indri memakai baju tersebut .


Ketika Indri tengah mengenakan make up di wajah nya , suara pintu terbuka pun terdengar bersamaan dengan kemunculan Feri yang hanya menggunakan handuk di pinggang dengan rambut basah dan sedikit acak-acakan.


Perut six pack , dada yang bidang dengan kulit putih , pria itu sungguh terlihat sangat tampan sampai Indri terdiam sambil menatap suaminya .


Indri lo harus bangga , suami lo ternyata ganteng banget . Gumam nya pelan .


" Tidak usah menata ku sperti itu , ini milik mu dan kau bisa merasakan nya kapan saja ," Kata Feri sampai membuat Indri membuang muka yang sudah memerah karena malu .


" Ish .. gak tau malu banget , masa pake baju nya di depan aku !!" Cicit Indri kesal sambil menutupi mata nya dengan telapak tangan.


" Aku tahu , bakhan dia merobek ku sampai milik ku berdarah ," Ucap nya pelan namun masih bisa di dengat Feri .


" Ya dan aku akan menghajar mu lagi nanti malam ! nggak satu ronde tapi dua ," Jelas nya .


" Daras mesum !!" Kata Indri .


" Aku memang seperti ini sayang , nanti kalo ada waktu senggang aku akan mengajari mu agar bisa memimpin permainan ," Ujar Feri terus menggoda Indri.


" Aku tidak memberes kan kamar dan apartemen , apa tidak apa-apa ?!" Tanya Indri mengalih kan topik pembicaraan .


" Mana mungkin aku membiar kan ratu memberes kan apartemen milik kita , akan ada petugas kebersihan nanti kamu tenang saja," Jelas Feri .


" Ha !! seprai nya ??" Indri panik . " Jangan menyuruh petugas kebersihan , biar aku saja yang membersih kan nya " Pinta Indri .


" Nggak , nanti telapak tangan kamu lecet-lecet,"Tolak Feri .


" Tap..!!"


" Nggak ," Tegas Feri .


" Babe !!" Renget Indri berusaha meyakin kan Feri .


Mendengar Indri memanggil nya dengan sebutan sayang , Feri pun sedikit melunak .


" Aku akan menyapai kan agar tidak membersih kan kamar ," Sahut Feri .


" Oke ,aku setuju ," Ucap Indri .


" Tapi cium dulu ," Kata Feri .


" Apa ?!"


" Cium dulu ," Feri menepuk-nepuk pipi nya .


Indri pun berdiri dari duduk nya , lalu berjalan mendekat ke arah Feri dan mencium pipi suaminya dengan kaki sedikit berjinjit.


Cup..


Cup..


Cup..


Ciuman terakhir Indri tempat kan di bibir suaminya .


Feri tersenyum , lalu menarik pinggang Indri agar lebih mendekat dengan nya .


Kepala Feri sedikit menunduk , menempelkan dahi nya dengan dahi Indri .


Hembusan nafas kedua nya sudah terasa , Indri hanya terdiam sambil menutup mata karena rasa gugup nya .


Cup..


Feri mencium bibir Indri , namun ciuman itu berubah menjadi l*matan dan menghasil kan suara decapan yang di hasil kan pautan bibir keduan .


" Stop , nanti kita kesorean kalau ini terus berlanjut !" Lirih Indri seraya mendorong dada Feri .


" Baiklah , kita hentika sebelum ada yang bangun ," Kata Feri sambil menyentuh bibir Indri yang basah karena ulah nya .


" Apa lipstik nya nempel ?!" Tanya Feri .


" Tidak , ini lipstik mahal yang kau berikan ! cup , tuh " Jelas Indri sambil menunjukan bekas bibir di tangan nya .


" Oke , kita berangkat sekarang !" Tutur Feri lalu membawa tangan Indri dan menggenggam nya .


TBC🍀🍀🍀


AUTHOR CRYZY UP LOH , LIKE SAM VOTE NYA DONGS 🤭😚 KOMEN JUGA YAH .