
Hari pun semakin siang , cahaya mata hari sudah berada di atas dengan suhu yang mencapai 30°C.
AC di ruang tengah pun menyala , membuat nyaman dua sejoli yang tengah duduk di sofa sambil memakan pasta dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di samping nya .
" Habis kan !" Titah Feri ketika melihat Indri meletakan tempat berisi spageti yang tersisa banyak .
" Aku kenyang , bantu aku untuk menghabis kan nya ," Rengek Indri , bibir nya terus mengecup jemari tangan yang terkena sedikit saos.
"Aku sudah menghabis kan satu porsi sayang , mana muat di perut ku kalau aku memakan spageti milik mu ," Jelas Feri .
Indri terdiam , mata nya menatap Feri dengan raut wajah yang serius .
" Apa boleh aku bertanya ?" Ucap Indri , tatapan mata nya tidak beralih sedikit pun , ia terus menatap netra coklat pria di hadapan nya .
" Kenapa tatapan mu se-serius itu ?!"Ujar Feri yang merasa terintimidasi oleh istrinya sendiri.
" Kenapa kamu berbohong telah meng hamili ku ? kenapa se nekad itu hemm ?! kita baru saja bertemu beberapa kali , bahkan kita belum saling mengenal tapi kau mau manikahi ku ?!"Cecar Indri panjang lebar.
Lama Feri terdiam sambil menatap mata Indri tampa ekspresi apapun .
" Apa aku perlu menjelas kan itu ?!"Tanya Feri.
" Hemm , aku mau tau apa yang membuat kau menikahi ku ! apa karena tuan Aldrich dan Nabila ?!" Jelas Indri .
" Indri , dengar kan ini baik-baik ! agar kau tidak terus bertanya tentang pernikahan kita ."Tegas Feri.
" Kau tahu ? dulu ketika Aldrich mendekati Nabila ? aku selalu ikut bersama nya setiap hari ke cafe bukan? di saat itu aku tertarik pada mu , kau saja yang tidak peka , bahkan aku selalu memperhatikan mu," Jelas Feri kepada istrinya .
Indri terdiam ketika mendengar kan penjelasan dari suaminya , pikiran Indri pun lansung tertarik kebelakang , dan berusaha mengingat apa yang baru saja Feri jelas kan .
" Jadi kamu ?!"
" Ya , aku sudah mengagumi mu sejak lama , bukan karena Aldrich atau Nabila sayang ! aku menikahi mu karena aku cinta sama kamu , aku tidak rela ketika tahu kau mulai dekat dengan Raynan , dan ku pikir kalian juga saling mencintai . Tapi aku semakin tak rela ketika dengan gampang nya anak teman orang tua mu akan mendapat kan mu begitu saja ," Jelas Feri panjang lebar .
Mendengar penjelasan Feri , Indri tersenyum penuh arti sambil menatap raut wajah suami nya yang terlihat sedikit sendu.
" Aku belum cinta Raynan !" Balas Indri sambil terkekeuh.
" Belum ?! jadi maksud mu akan ! Indria ?!"Feri terlihat panik .
" Tidak juga , aku belum pernah merasa kan apa itu cinta seumur hidup ku , lagi pula kamu galak , dingin dan ahh sudah lah aku ingin tertawa ketika mengingat nya ," Kata Indri kembali .
" Apa kau belum mencintai ku juga seperti kau kepada Rayanan ?" Tanya Feri .
" Mungkin belum , tapi kamu sudah membuat ku nyaman ketika terus berada bersama mu ," Sahut Indri lalu memeluk tubuh Feri erat .
Feri tersenyum , tangan kekar nya membalas pelukan Indri , sambil terus mencium kepala Indri yang sedang berada dalam dekapan nya .
" I love you more than anything , Marsha Indria Alexander ," Kata Feri .
Aku tahu kau mulai mempunyai rasa yang sama seperti ku , hanya saja kau belum tahu dan menyadari nya . Ujar Feri dalam hati.
" Bersiap-siaplah , ganti baju mu karena Nabila meninta ku untuk membawa mu ke rumah nya !" Jelas Feri sambil merenggang kan pelukan nya .
"Baiklah , aku akan bersiap-siap ," Sahut Indri lalu beranjak menuju kamar milik nya bersama Feri .
Dengan cepat Indri berjalan menuju walk in closet , lalu melihat-lihat baju yang masih berada dalam paperbag yang Feri berikan pada dirinya .
" Hah !! baju macam apa ini ? kenapa dia membeli kan ini ? apa Feri ingin aku mengenakan nya setiap malam ?!"Tangan nya membentang , meneliti satu baju yang amat seksi , namun dengan cepat Indri kembali menyinpan nya di dalam paperbag sambil bergidik ngeri ketika ia membayang kan apa yang Feri akan lakukan kalau Indri memakai baju tersebut .
Ketika Indri tengah mengenakan make up di wajah nya , suara pintu terbuka pun terdengar bersamaan dengan kemunculan Feri yang hanya menggunakan handuk di pinggang dengan rambut basah dan sedikit acak-acakan.
Perut six pack , dada yang bidang dengan kulit putih , pria itu sungguh terlihat sangat tampan sampai Indri terdiam sambil menatap suaminya .
Indri lo harus bangga , suami lo ternyata ganteng banget . Gumam nya pelan .
" Tidak usah menata ku sperti itu , ini milik mu dan kau bisa merasakan nya kapan saja ," Kata Feri sampai membuat Indri membuang muka yang sudah memerah karena malu .
" Ish .. gak tau malu banget , masa pake baju nya di depan aku !!" Cicit Indri kesal sambil menutupi mata nya dengan telapak tangan.
" Aku tahu , bakhan dia merobek ku sampai milik ku berdarah ," Ucap nya pelan namun masih bisa di dengat Feri .
" Ya dan aku akan menghajar mu lagi nanti malam ! nggak satu ronde tapi dua ," Jelas nya .
" Daras mesum !!" Kata Indri .
" Aku memang seperti ini sayang , nanti kalo ada waktu senggang aku akan mengajari mu agar bisa memimpin permainan ," Ujar Feri terus menggoda Indri.
" Aku tidak memberes kan kamar dan apartemen , apa tidak apa-apa ?!" Tanya Indri mengalih kan topik pembicaraan .
" Mana mungkin aku membiar kan ratu memberes kan apartemen milik kita , akan ada petugas kebersihan nanti kamu tenang saja," Jelas Feri .
" Ha !! seprai nya ??" Indri panik . " Jangan menyuruh petugas kebersihan , biar aku saja yang membersih kan nya " Pinta Indri .
" Nggak , nanti telapak tangan kamu lecet-lecet,"Tolak Feri .
" Tap..!!"
" Nggak ," Tegas Feri .
" Babe !!" Renget Indri berusaha meyakin kan Feri .
Mendengar Indri memanggil nya dengan sebutan sayang , Feri pun sedikit melunak .
" Aku akan menyapai kan agar tidak membersih kan kamar ," Sahut Feri .
" Oke ,aku setuju ," Ucap Indri .
" Tapi cium dulu ," Kata Feri .
" Apa ?!"
" Cium dulu ," Feri menepuk-nepuk pipi nya .
Indri pun berdiri dari duduk nya , lalu berjalan mendekat ke arah Feri dan mencium pipi suaminya dengan kaki sedikit berjinjit.
Cup..
Cup..
Cup..
Ciuman terakhir Indri tempat kan di bibir suaminya .
Feri tersenyum , lalu menarik pinggang Indri agar lebih mendekat dengan nya .
Kepala Feri sedikit menunduk , menempelkan dahi nya dengan dahi Indri .
Hembusan nafas kedua nya sudah terasa , Indri hanya terdiam sambil menutup mata karena rasa gugup nya .
Cup..
Feri mencium bibir Indri , namun ciuman itu berubah menjadi l*matan dan menghasil kan suara decapan yang di hasil kan pautan bibir keduan .
" Stop , nanti kita kesorean kalau ini terus berlanjut !" Lirih Indri seraya mendorong dada Feri .
" Baiklah , kita hentika sebelum ada yang bangun ," Kata Feri sambil menyentuh bibir Indri yang basah karena ulah nya .
" Apa lipstik nya nempel ?!" Tanya Feri .
" Tidak , ini lipstik mahal yang kau berikan ! cup , tuh " Jelas Indri sambil menunjukan bekas bibir di tangan nya .
" Oke , kita berangkat sekarang !" Tutur Feri lalu membawa tangan Indri dan menggenggam nya .
TBC🍀🍀🍀
AUTHOR CRYZY UP LOH , LIKE SAM VOTE NYA DONGS 🤭😚 KOMEN JUGA YAH .