
" Gimana mas , Feri bawa Indri kesini kan ?" Tanya Nabila ketika Aldrich sudah memutus kan sambungan telepon nya .
" Iya , nanti Feri sama Indri kesini ," Jawab Aldrich .
Nabila tersenyum sumringah , tangan nya melilit lengan Aldrich manja .
" Kalau begitu aku mau mandi dulu , titip Queen ya mas ," Kata Nabila , lalu beranjak ke arah kamar mandi setengah berlari .
Aldrich menggeleng kan kepala ketika melihat perubahan sikap Nabila setelah mendengar bahwa Indri akan datang ke rumah nya .
Lagi-lagi hari ini Aldrich harus bekerja lembur kembali karena Feri akan mulai bekerja besok .
Aroma tubuh nya sudah wangi , rambut dan pakaian nya sudah rapi hanya tinggal mengenakan dasi dan jas , baru ia bisa berangkat .
Beberapa menit Nabila menghabis kan waktu untuk mandi , memakai baju dan sedikit polesan riasan di wajah , akhir nya ia selesai dan menunggu ke datangan Indri di ruang keluarga bersama Queen di pangkuan nya .
" Mau kemana , ko udah cantik sama rapih ?!" Tanya Sinta yang baru saja datang dan duduk di sebelah nya .
" Indri sama Feri mau kesini mih ," Jelas Nabila.
"Feri , sama Indri ? siapa Indri ?!" Tanya Sinta penasaran .
" Indri istrinya Feri mih ," Jawab Aldrich tiba-tiba , pria itu datang menghampiri Nabila dengan dasi di tangan nya .
Sinta terlihat sangat terkejut , bagai mana tidak laki-laki yang sudah seperti anak kandung nya sendiri menikah tampa memberi tahu nya .
" Feri nikah ?!" Ujar Sinta . " Kok mamih gak di kasih tau sih , Feri bener-bener yah ! awas aja sampe sini mamih jewer !!" Cicit Sinta bahagia setengah kesal ketika mendengar sahabat dari anak nya sudah mendapat kan pasangan .
" Orang nikahin nya dadakan ko mih , Feri lamar istrinya pas dia mau di jodohin sama anak orang tua nya di kampung ,"Sahut Nabila mencoba menjelas kan kepada Sinta .
" Apa sih ? pagi-pagi udah riweh ! nanti Queen bangun itu ," Tanya Bayu yang baru saja datang dari arah taman belakang sambil menenteng koran di tangan nya .
"Feri udah nikah pih !!" Kata Sinta .
" Bagus dong kalo udah nikah , terus masalah nya di mana ?" Tutur Bayu santai tampa , lalu ikut duduk bersama anak dan istrinya .
" Ish papih ... masa kita gak di kasih tau ! kan mamih kesel jadi nya ," Jelas Sinta sambil menepuk lengan Bayu sedikit kencang .
" Ya mungkin belum mih , sabar dulu toh !" Ucap Bayu kembali hingga membuat sinta semakin kesal .
" Poko nya gak bisa kaya gitu , mamih jewer nanti kalo udah sampe sini !!"
" Mih udah , ini Aldrich mau minta pasangin dasi dulu , boleh minta tolong gendongin Queen sebentar ?!" Kata Feri , pria itu menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
" Ini lagi punya anak satu-satu nya manja banget , padahal udah kepala tiga ," Akhir nya Aldrich kena omelan dari sang ibu .
" Yasudah sini opa gendong , biar momy nya bisa nurutin apa kemauan dady ," Jelas Bayu ,lalu membawa Queen yang sedang tidur kedalam pangkuan nya .
Nabila pun langsung mengambil dasi yang di berikan suaminya , dan mulai memakai kan di bawah kerah baju kemeja putih yang Aldrich kenakan .
Vrum..vrumm
Derum mobil di luar rumah pun terdengar , menandakan Feri dan Indri yang baru saja tiba di kediaman Mahardika .
-Brugh..
Suara pintu mobil menutup bersahutan , Indri dan Feri pun berjalan beriringan menuju rumah besar milik orang tua Aldrich .
Tok..
Tok..
Feri mengetuk pintu rumah Bayu dan mendorong nya perlahan .
Ceklek..
" Ayo sayang ," Feri mengulur kan tangan nya untuk Indri genggam .
Tampa senggan Feri terus membawa Indri masuk ke dalam rumah besar tersebut , berjalan menuju ruang keluarga bersama Indri yang sangat terlihat gugup .
" Selamat pagi ," Kata Feri seraya tersenyum kepada semua orang yang berada duduk di sofa sambil menonton tv .
" Nah ini dia anak nakal nya datang !!" Pekik Sinta sambil berjalan ke arah Feri , pria itu terkihat bingung ketika melihat raut wajah Sinta , lalu berteriak kecil ketika Sinta menjewer telinga nya .
" Aduh..aduh..adududu mih sakit ," Jelas Feri berusaha melepas kan jeweran tangan Sinta .
Sementara itu Indri hanya terdiam , wanita itu bingung harus berbuat apa .
" Kamu nikah nggak bilang-bilang mamih yah ," Ujar Sinta kesal , lalu berali menatap prempuan cantik yang berada di belakang nya .
" Aduh menantu mamih ayok duduk ," Tutur nya pada Indri lalu membawa nya duduk bersebelahan dengan Aldrich dan Nabila .
" Ini sahabat Nabila mih ," Jelas Nabila pada Sinta.
" Kalian ko nikah gak ngasih tau mamih sih ?!" Tanya Sinta pada Indri pelan sambil tersenyum .
" Ah iya mih , dadakan ," Jawab Indri sambil duduk .
" Pintar juga kamu cari istri Fer !" Ledek Bayu .
" Iya dong pih ," Sahut Feri .
" Kalo begitu aku berangkat dulu ," Pamit Aldrich , tubuh nya berdiri da mencium kening Nabila lalu pergi .
" Papih juga mau ke kamar dulu , ini Queen papih serah kan kembali ," Kata Bayu yang ikut-ikutan undru diri .
" Yasudah mamih ambilin teh sama kue kering dulu yah ," Dengan langkah cepat Sinta berjalan ke arah dapur .
" Sini Bil , gw mau gendong Queen ," Ujar Indri , tangan nya merentang siap menerima bayi mungil yang sedang terlelap .
Perlahan Nabila meletakan putri nya di atas pangkuan Indri dengan hati-hati .
Baby Queen pun sedikit menggeliat , namun tidak ada tanda-tanda ia akan terbangun .
" Jadi gimana cerita nya , kalian ko bisa nikah dadakan gitu ! kaya tahu bulat ?!" Tanya Nabila penasaran .
" Feri bilang kalo dia hamilin gw , tuh pipi nya sampe kena tabok bokap ," Jelas Indri sambil tersenyum .
" Waduh !" Cicit Nabila .
" Tapi lo gak beneran di hamilin Feri kan ?!" Tanya Nabila kembali.
" Udah ," Sahut Feri santai dengan raut wajah datar .
Plak...
Indri memukul lengan Feri kencang , sampai suaminya terlihat meringis karena menahan sakit .
" Apaan si kamu !!" Kata Indri kesal sekaligus malu karena Feri dengan santai nya membuka rahasia ranjang nya .
" Oh udah jebol lo Dri ?!" Ucap Nabila sambil tertawa geli .
" Udahlah , di paksa gw " Jelas Indri .
Sedang asik percakap-cakap , akhir nya sinta datang bersama Lastri yang membawa nampan berisi beberapa gelas teh dan kue kering buatan nya bersama Nabila .
" Ayo minum dulu teh nya ," Ajak Sinta ketika Lastri meletakan nampan nya di atas meja .
" Silahkan ," Tutur Lastri pelan seraya tersenyum , lalu di balas senyuman kembali oleh Nabila dan Indri .
" Fer gimana pernikahan kalian , apa mau pake resepsi ?!" Tanya Sinta kepada Indri dan Feri.
" Itu Feri sama Indri pikirin dulu mih ," Sahut Feri .
Sintan mengangguk paham dengan jawaban Feri tentang resepsi pernikahan nya yang harus di pikir kan soal waktu dan banyak hal.
Siang hari ini rumah Mahardika begitu ramai dengan gelak tawa , apalagi ketika bayi kecil itu bangun , semua orang sibuk bermain dengan si kecil Queen .
Sampai ketika jam sudah menunjukan pukul tiga sore , Indri dan Feri pamit undur diri untuk segera berbelanja kebutuhan dapur di apartemen nya yang sama sekali tidak ada stok.
" Kami pulang dulu mih ," Pamit Indri kepada Sinta .
" Oke , sering-sering main kesini ," Pinta nya.
Indri pun mengangguk , lalu melambai kan tangan ke arah Nabila sebelum benar-benar pergi.
TBC๐๐๐
JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA GENGES ๐