
"Kami pulang dulu ya Ray!"Pamit Yulia yang sudah duduk di dalam mobil.
Raynan yang berdiri di depan pintu mobil pun mengangguk.
"Ra lo pulang juga? bukan nya mau wisata kuliner dulu disini?"Raynan menatap ke arah Maura yang duduk di samping Yulia.
"Kapan-kapan deh kalo abang pulang, sekarang mah males banget gw nguntilin pengangin baru."Maura pun terlihat murung.
"Makanya bebeb lo suruh cepet pulang, biar bisa honeymoon."Ledeka nya kepada Maura yang memang baru saja menikah sudah di tinggal untuk pergi tugas, maklum saja! suami Maura abdinegara.
Maura mendelikan mata, lalu menyandarkan punggung nya sambil mendengus kesal.
"Pah titip perusahaan dulu yah! Raynan dua hari soal nya di sini."Raynan beralih kepada ayah nya yang duduk di kursi samping kemudi.
"Iya, sana masuk lagi! istri kamu udah nungguin."Titah Biantara.
Raynan mengangguk, lalu menutup pintu mobil di samping Yulia.
–Brugh..
Raynan mundur dan melambai kan tangan nya ke arah mobil yang sudah melaju perlahan.
Mata Raynan terus menatap mobil yang sudah berjalan terus menjauh, hingga berbelok dan menghilang dari pandangan nya.
Tampa berfikir, Raynan langsung kembali berjalan ke arah pintu lift, untuk segera kembali ke kamar yang di tempati nya bersama Asila.
–CLIK..
Pintu terbuka setelah kartu di tangan Raynan menempel di handle pintu, dan mendorong nya dengan sikut lalu masuk.
Wangi sambun menyeruak ketika Raynan memasuki kamar nya.
"Asila!"Raynan menatap wanita yang sudah memakai gaun tidur, dengan rambut yang terlihat masih acak-acakan dan basah sedang memengangi ponsel dan terus memotret ranjang yang masih di penuhi taburan bunga.
"Iya Ray?!"Sahut Asila tampa berbalik, wanita itu terus sibuk dengan hasil jepretan nya.
Raynan terus berjalan ke arah Asila yang sedang membelakangi nya, mulai menyusup kan dua tangan nya di pinggan Asila dengan wajah yang bertumpu di bahu wanita yang sudah menjadi istri sah nya.
"Apa ini semacam sambutan?"Raynan berbisik tepat di daun telinga Asila.
Kening Asila berkerut, lalu menoleh ke arah wajah Raynan berada.
"Sambutan apa? ini kan kamu yang siapin!"Asila balik bertanya.
"Lupa sama nggak sadar beda tipis yah!"Ucap Raynan kembali.
"Dih apasih! awas ah jangan gini tangang kamu berat Ray."Ujar Asila berusaha melepas kan lilitan tangan Raynan di pinggang nya.
"Raynan lepas! kopi aku mana?"Tanya Asila sambil terus melepas dirinya dari dekapan Raynan.
Mata Raynan terpejam, pria itu menghembus kan nafas nya pelan.
"Aku lupa!"Cicit Raynan.
—Cup! Bibir itu mencium tengkuk Asila.
"Maaf!"
Dengan raut wajah yang sudah terlihat kesal, Asila melepas kan paksa tangan Raynan yang sedang memeluk tubuh nya lalu berbalik menghadap Raynan yang sudah tersenyum ke arah nya.
"Kamu ih!"Rengek Asila.
Raynan terus terus tersenyum sambil menatap Asila, pandangan nya bergerak ke atas dan kebawah, hingga Asila pun melihat dirinya sendiri.
"Ya ampun Ray!"Cicit nya dengan suara sedikit berteriak ketika Asila baru menyadari pakaian yang di kenakan nya.
Tidak ada sahutan dari pria di hadapan nya, Raynan hanya terus berjalan mengikis jarak di antara kedua nya, lalu meraup bibir Asila tampa permisi.
Tangan Raynan kembali memeluk pinggang Asila erat, terus berjalan hingga langkah Asila mundur dan lansung jatuh perlahan di atas ranjang yang masih di penuhi mawar merah.
—Brukkk..
Gaun tidur Asila pun sedikit naik ke atas, hingga sudah memperlihat kan perut nya.
"Raynan stop!"Asila mendorong tubuh Raynan, lalu berusaha menutup kembali bagian perut yang sudah terekspos.
Tap..
"Apa ini?!"Raynan menahan pergelangan tangan Asila ketika melihat ada luca bekas jahitan di perut istrinya.
"Bukan apa-apa."Asila masih berusaha meutupi bekas luka nya.
Raynan yang masih berada di atas nya itu terus menatap Asila tajam.
"Apa kamu masih mau tutupin semua dari aku?!"Ucap Raynan dingin.
"Bukan begitu tapi.."
"Ganti baju dulu, kita minum kopi di bawah! dan jelas kan semua nya!"Raynan bangkit dan membiar kan Asila bangun.
Asila mengangguk dan langsung berjalan ke arah koper, membawa pakaian milik nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa Asila pernah di tusuk? jelas-jelas itu bekas tusukan! siapa yang melakukan nya?"Pikir Raynan dengan raut wajah yang sudah muram.
–Klek..
"Ray ayok."Raynan melihat ke arah Asila, lalu menganggukan kepala nya.
"Kenapa nggak pakai jaket? di luar dingin!"Tanya Raynan.
Raynan menghela nafas, lalu berjalan ke arah koper milik nya dan membawa satu sweter milik nya.
"Ray!"Cicit Asila ketika Raynan memakai kan sweter nya kepada Asila.
"Pakai di luar dingin."Jelas nya lalu menggenggam tangan Asila dan menarik nya ke arah luar.
"Tapi Ray kamu juga pasti dingin."Asila menatap tubuh di hadapan nya yang hanya mengenakan kaos oblong lengan pedek.
Tidak ada sahutan dari Raynan, pria itu terus berjalan di depan nya dengan jari tangan yang saling berpautan.
^
^
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Rayanan kembali dengan nampan yang di bawa nya.
"Aku mau iced kan Ray."Asila menatap Raynan.
"Sudah malam."Jawab nya singkat lalu duduk di kursi berhadapan dengan Asila.
Asila mengangguk, kini sifat Raynan mulai bermunculan satu-persatu, sampai membuat Asila sedikit paham dengan pria di hadapan nya saat ini.
"Orang tegas biasanya anti penolakan!"Gumam Asila dalam hati.
"Jadi itu belas luka apa?"Kata Raynan setelah meminum kopi nya.
Asila terdiam sesaat, berusaha cepat menelan cheess muffin yang masih di kunyah nya.
"Kenapa Ray?"Asila tersenyum."Kamu ilfil yah!"Canda Asila.
"Aku serius Asila!"Tegas Raynan dengan tatapan penuh intimidasi.
"Hah...iya, iya!"Asila menghela nafas.
"Luka di perut aku bekas.."
"Tusukan!"Timpal Raynan.
Asila pun mengangguk.
"Siapa?"Tanya Raynan."Siapa pelaku nya Asila! bilang sama aku."Mata nya terus menatap Asila.
"Mantan suami aku Ray."Sahut Asila.
Mata Raynan terpejam dengan hempusan nafas kasar.
"Di mana dia sekarang?"Raynan terus mendesak Asila agar menceritakan masa lalu nya.
"Dia sudah behagia dengan keluarga nya Ray! sudah ya jangan bahas lagi, kita kan sudah menikah, ada banyak hal yang bisa kita bahas tentang kamu dan aku!"Jelas Asila.
"Aku tahu Asila, tapi biarin aku tahu semua nya tentang kamu."Suara Raynan lirih dengan tatapan sendu ke arah Asila.
Asila tersenyum, tangan prempuan itu terus mengaduk-aduk kopi di hadapan tampa meminum nya sama sekali.
"Aku nikah muda Ray, aku nikah pas masih duduk di bangku kuliah."Kata Asila.
"Di jodohin?"Tanya Raynan.
Asila menjawab nya dengan gelengan kepala.
"Dia kaka kelas aku waktu SMA, tiba-tiba dia datang, mau lamar aku.Karena menurut ibu sama bapak dia sudah mapan, jadi aku di suruh buat terima lamaran nya.Lima bulan pernikaha berjalan seperti pasangan suami istri pada umum nya, sampai di mana aku hamil dan dia juga selingkuh dengan mantan pacar nya, kita bertengkar hebat, sampai di mana dia gelap mata dan.."
"Sudah! aku ngerti sekarang!"Raynan berdiri, lalu beralih duduk di samping Asila dan memeluk tubuh kecil istrinya.
Asila yang berusaha tetap tegar pun akhir nya terlihat rapuh di dalam pelukan hangat Raynan.
Air mata nya mulai menetes, namun dengan cepat Asila menyusut nya kembali.
"Aku terlambat!"Gumam Raynan penuh penyesalan, tangan nya terus mengusap punggung agar Asila lebih tegar dengan semua masa lalu nya.
Asila mendongkak, memandang wajah Raynan yang masik memeluk nya.
"Aku terlambat Asila."Ucap nya kembali.
"Ini jalan takdir Ray, kita memang harus bertemu setelah aku seperti ini! maaf kan aku bukan wanita sempurna untuk mu, aku hanya seoran janda dengan banyak nya luka, awal nya aku pergi menjadi babysiter hanya untuk bertahan agar tidak gila setelah kehilangan anak ku yang pergi di bunuh ayah nya, tapi tuhan memberika seorang pria yang tiba-tiba datang menawarkan diri untuk menjadi suami ku.Aku beruntung Ray sudah di pertemukan dengan mu."Cicit Asila sambil menahan tangis nya.
—Cup..
Raynan mencium kening Asila lalu tersenyum.
"Aku tahu ini terlalu cepat, but i love you Asila, kamu mampu mengobrak-abrik hati aku dalam waktu beberapa minggu saja."Tutur Raynan.
"Ray! kita di lihatin orang."Bisik Asila.
"Oke! kita lanjut di kamar yah?!"Raynan tersenyum mengoda.
Asila mencubit pinggang Raynan, lalu merenggang kan pelukan nya.
"Muffin sama kopi nya di habis kan, habis itu kita kembali, udah malem waktu nya istirahat."Titah Raynan, lalu di angguki Asila.
...TBC🍀🍀🍀...
...JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA GUYS🙏☺...