
" Aaaaaaaaaaaa "Teriak Sarah.
Prankk..
Prankk..
Semua benda yang ada di kamar nya ia lempar ke sembarang arah.
" Sayang sudahlah , mungkin Aldrich bukan jodoh mu " Ujar Nia berusaha menenang kan putri kesayangan nya .
" Kalian jahat , mamah sama papah cuma diam ketika Aldrich mengumum kan pernikahan nya " Teriak Sarah kembali .
" Sarah , jangan seperti itu ! jodoh sudah tuhan yang atur " Kini Felix yang berbicara , mereka berdua benar-benar di buat kewalahan dengan amukan Sarah .
" Setidak nya biar kan aku mendatangi acara mereka , tapi kalian malah mengunci ku dari luar ! kalian jahat ".
Prank..
Kaca di meja rias pun hancur berkeping-keping ketika Sarah melempar nya dengan parfume berwadah kaca .
" Aku ingin mati saja mah ! semangat untuk hidup ku sudah berbahagia dengan wanita lain " Tangis Sarah pun pecah .
" Tenang kan dirimu sayang " Nia membawa Sarah dalam dekapan hangat nya , tak lupa tangan lembut itu mengusap punggung sang putri tercintan , menyalur kan ketenangan kepada Sarah yang kini sedang di rundung amarah .
" Sayang ! bukan kah dulu kau ingin sekali pergi ke korea ? kalau kau kembali ingin pergi kesana sekarang papah izin kan" Jelas Felix.
" Ya seperti nya aku harus berlibur , aku akan menata hati ku yang sudah hancur ini " Sahut Sarah dengan suara yang sudah serak .
" Apa kau sudah ikhlas ?" Tanya Nia.
" Aku harus ikhlas bukan mah ? sekeras apapun aku ingin memisah kan mereka itu tidak akan terjadi , karena tuhan yang mengikat mereka. Tante Sinta pun begitu , berkali-kali aku meminta bantuan nya ! tapi tante Sinta justru sudah mendukung mereka , ia tak mau mengambil ke bahagian anak nya " Pekik Nabila , suara nya sedikit tersengal ketika rasa ingin menangis nya datang kembali .
Nia dan Felix tersenyum , perasaan nya sudah sedikit lebih lega ketika Sarah sudah lebih berlapang dada dengan ke nyataan pahit yang menghampiri dirinya.
" Papah akan urus liburan mu sayang ,kau boleh kemana saja asal kau senang " Cicit Felix yang juga ikut memeluk Sarah bersama istrinya Nia.
" Dan satu lagi , mama akan membelikan tiket konser boyband kesukaan mu ! VVIP " Timpal Nia
" Benarkah ? oh aku senang sekali , aku akan membawa Yoonggi pulang ke indonesia " Lirih Sarah sambil tersenyum .
" Tapi mama sama papah mohon , jaga diri baik-baik ! jangan kembali terjun dalam pergaulan bebas kembali , jangan pernah berfikir untuk mengakhiri hidup lagi,kamu tahu mamah sama papah cuma punya kamu setelah rahim mamah di angkat dulu " Jelas Nia.
" Aku janji , aku memang terlalu jauh dari tuhan , hingga dia mematah kan hati ku untuk kembali menata hati ini bersama nya " Sarah pun tersenyum .
" Maaf kan aku , semau barang-barang disini rusak " Cicit Sarah.
" Biar papah panggil kan mbok buat beresin kamar kamu ".
Mereka bertiga pun berpelukan , umur Sarah memang sudah menginjak dua puluh enam tahun , namun sifat manja nya melebihi anak kecil yang baru berumur sepuluh tahun .
' TUHAN , TERIMALAH AKU KEMBALI BERSAMA MU , BERSAMA KETENANGAN YANG BELUM AKU DAPAT KAN . AKU IKHLAS KETIKA BELAHAN JIWA KU PERGI BERSAMA PILIHAN MU , AKU TIDAK BISA MELAWAN KEHENDAK MU , BIAR KAN CINTA INI TERKUBUR
DALAM -DALAM DI LUBUK HATI YANG PALING DALAM , BERIKAN KE MUDAHAN UNTUK KU MELUPAKAN NYA , CINTA MEMANG TIDAK HARUS MEMILIKI BUKAN . JADI DATANG KAN KEMBALI SEORANG YANG AKAN MENUNTUN KU LEBIH DEKAT DENGAN MU ,AMPUNI AKU DIKALA SIFAT KU MENYERUPAI IBLIS . '
^^^-Sarah-^^^
....
Beberapa harikemudian , setelah selesai berkemas .
Sarah terlihat menarik pelan koper berukuran sedikit bersar dengan wajah yang berbinar .
- Brughh..
Pintu bagasi mobil pun tertutup setelah koper yang akan Sarah bawa masuk.
" Kita berangkat sekarang , aku tidak mau tertinggal pesawat " Jelas Sarah kepada kedua orang tua yang akan mengantar nya menuju bandara Inter nasional.
" Baikalah tuan putri , silah kan masuk ke dalam mobil , biar papah yang mengemudi " Ujar Felix.
Felix dan Nia pun memasuki mobil , lalu di susul Sarah yang duduk di kursi penumpang di belakang .
Pandangan Sarah pun terus melihat ke arah luar , tatapan nya sayu , hati nya sedikit perih . Ia terus berusaha menaha sesuatu yang mengeruak dalam dirinya .
* BERBAHAGIALAH , SEMOGA BAHAGIA ITU DATANG JUGA PADAKU *
Sarah pun mengambil benda pipih dalam tas kecil nya .
...Tante Sinta ...
π: Tante aku pamit , terimakasih atas semua nya .Dan maaf aku pernah berusaha mengambil ke bahagiaan putra mu.
Pesan pun terkirim.
Sarah pun kembali menatap ke arah luar , beberapa kali Sarah menghela nafas , cairan bening itu turun begitu saja melewati pipi nya.
Namun dengan cepat , jemari Sarah langsung menyapu nya , berusaha tidak meninggal kan bekas basah agar kedua orang tua nya tidak merasa khawatir .
Mobil pun terus berjalan dengan kecepatan sedang, menembus jalanan kota yang terlihat padat.
Satu jam pun berlalu , mobil yang mengantar Sarah pun sudah terparkir sempurna di parkiran Bandara .
- Brughh..
" Koper nya lumaya berat " Ujar Felix.
" Ya pah , Sarah bawa baju lumaya banyak " Jelas Sarah .
Sarah berjalan memasuki Bandara , kedua orang tua nya pun mengantar nya sampai ke dalam .
" Sampai sini saja mah,pah " Cicit Sarah .
" Hati-hati ! jaga diri mu baik-baik sayang " Kata Nia yang sudah mulai berkaca-kaca.
" Sarah akan baik-baik saja , kalian tidak usah khawatir " Jawab Sarah.
" Ingat untuk selalu menghubungi papah dan mamah sayang " Pinta Felix.
Sarah pun menganggukan, ia pun memeluk kedua nya pergantian.Tak lupa Sarah pun mencium pipi kedua orang tuanya.
" Mah sampai kan kata maaf ku kepada Aldrich dan juga tante Sinta" .
" Mama pasti sampai kan sayang " Nia pun terluhat menyusut air mata.
" Jangan nangis " Kata Sarah sambil tersenyum . " Aku berangkat ya ! dadah mamah dadah papah " Sarah pun melambai kan tangan dengan senyum yang terus terukir.
" Dadah sayang hati-hati !! hikss..hiks.." Tangia Nia pun pecah .
" Mah sudah , Sarah hanya pergi berlibur beberapa hari saja , biar kan dia menata hati nya yang hancur " Felix menepuk bahu Nia.
" Iya pah , mamah tau , tapi mama khawatir dengan ke adaan mental Sarah " Jelas Nia .
" Tidak mah , Sarah sudah dekat kembali pada tuhan , dia tidak akan membuat hal yang akan membuat nya semakin jauh dari tuhanya " Jelas Felix kembali .
Nia pun mengangguk , mata nya terus memperhatikan Sarah yang sudah mulai menghilang .
Setelah melihat Sarah yang menghilang , Nia dan Felix pun kembali menuju parkiran di mana mobil nya berada.
Suara mesin mobil pun mulai menyala , dengan perlahan melaju meninggal kan Bandara tempat putri nya Sarah saat ini berada .
TBCπππ
...ππππ...
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN,DAN VOTE.
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAN UPDATE NYA .
SUN JAUH DARI AUTHORπ