
"Asila! tolong bawain tas susu nya Queen sama bekel makan nya suami aku yah!"Titah Nabila yang saat ini sudah rapih dan siap untuk pergi.
"Siap ibu bos!"Dengan cepat Asila membawa kedua nya dan menyusul Nabila yang sudah berjalan ke arah luar terlebih dulu.
"Oma, Queen pamit mau ketemu Daddy dulu yah!"Nabila melambai kan tangan kecil Queen ke arah Sinta sambil meniru kan suara anak kecil.
"Oke hati-hati yah, cepet pulang! oma sama opa kesepian kalo Queen kelamaan di luar."Ujar nya sambil memain kan pipi cucu nya.
Setelah berpamitan Asila dan Nabila pun lansung masuk kedalam mobil Alphart hitam yang di kemudikan pak ujang.
Perlahan mobil yang Nabila tumpangi mulai melaju, keluar dari halaman rumah dan berjalan pelahan menyusuri jalanan kota yang mulai terlihat padat.
Di dalam perjalanan, Nabila terus berbicara kepada putri kecil nya! menerangkan semua benda yang mereka lewati.
"Nah itu patung sayang."Jelas Nabila kepada bayi mungil yang terus menatap ke arah luar.
"Kalo itu gedung!"Ucap nya kembali sambil terus tersenyum .
"Kalo itu pak ujang, kalo ini Encus Asila."Tunjuk Nabila bergantian.
Pak ujang yang sedang fokus mengemudi pun lansung melihat ke arak kaca di atas nya, melihat interaksi ibu dan anak yang terlihat sangat sejuk siapaun yang melihat nya.
Non Nabila walau umur nya masih kecil, tapi jiwa ke ibuan nya sudah jelas terlihat! pikir pak Ujang.
Satu jam pun berlalu, akhir nya Nabila, Asila dan Queen sampai di gedung milik suaminya.
"Non pak Ujang pamit!"Ucap nya sambil menoleh ke belakang ke arah Nabila.
"Oh iya pak, hati-hati!"Kata Nabila lalu turun dari mobil bersama dengan Asila yang menenteng dua tas sekaligus.
Semua staff yang berada di dalam gedung lansung tertuju pada Nabila dan si kecil Queen.
"Selamat siang bu! apa kabar?"Sapa nya kepada Nabila.
"Saya baik."Sahut nya ramah lalu tersenyum ramah.
Semua mata pun terus menatap Queen dengan tatapan gemas.
"Jam makan siang sudah tiba! kenapa kalian masih berada di sini?"Tanya Nabila.
"Sebentar lagi bu, setelah bapak turun dan keluar kami akan segera ke kantin."Jelas nya.
"Suami saya makan di atas, kalian pergilah! saya juga akan segera naik."Nabila pun tersenyum kembali lalu melangkah kan kaki nya menuju pintu lift.
Asila terus mengikuti majikan nya yang terus berjalan cepat masuk ke dalam lift.
Lantai tujuh! kenapa hanya ada satu tombol?Ucap Asila dalam hati.
–Ting!!!
Pintu lift terbuka, lalu kedua nya lansung beranjak keluar dan segera berjalan ke arah pintu ujung.
Terlihat meja Feri kosong, pertanda pria itu sudah pergi keluar untuk mencari makan siang.
...CEO.Tulisan yang sangat jelas terlihat menempel di pintu berwarna coklat....
Mata Asila pun terus meneliti setiap inci ruangan yang sedang di pijak nya.
–TOK..TOK..
"Masuk!"Teriak Aldrich.
Ceklek..
"Hay Daddy!"Sapa Nabila kepada suaminya yang terus sibuk menatap layar laptop.
Manik Aldrich lansung tertuju pada Nabila yang sedang memangku putri nya lalu berjalan mendekat di susul Asila yang berada tidak jauh di belakang istrinya.
"Anak Daddy!"Aldrich lansung menghampiri Nabila, lalu mencium kening istrinya di hadapan Asila.
"Dad! cuci tangan dulu."Titah Nabila kepada Aldrich yang sudah ingin memangku putri nya.
"Oke, tunggu sebentar!"Aldrich pun pergi ke arah washtafel yang berada di toilet di dalam ruangan nya.
"Bu tas bekal nya Asila simpen disini, Asila tunggu di luar saja."Asila pun meletakan kotak bekal, dan segera keluar dengan tas susu yang sengaja di bawa nya.
Sambil menunggu Aldrich yang sedang membersih kan tangan nya, Nabila mendudukan dirinya di sofa.
"Queen sayang!"Panggil Aldrich lalu duduk di samping Nabila."Sini sama Daddy."Aldrich lansung membawa Queen kedalam dekapan nya.
"Makan dulu mas!"Titah Nabila sambil membuka kota bekal untuk suaminya.
"Itu sudah pasti."Jawab Nabila lalu mulai menyuapi mulut suaminya dengan bekal makan yang khusu di masak oleh nya.
Suapan-demi suapan pun Nabila berikan, kepada suaminya yang sedang sibuk bermain dengan Queen.
Hingga tidak terasa nasi dan lauk yang di bawa nya tandas tampa sisi.
Nabila pun lansung berdiri, berjalan ke arah dispenser dan membawa kan segelas air outih hangat di gelas berukuran besar.
"Minum nya mas!"Nabila meletakan gelas tersebut tepat di hadapan Aldrich.
"Terimakasih mom."Ucap Aldrich lalu meminum nya.
Nabila tersenyum, lalu memberes kan kembali kotak makan yang sudah kosong kembali pada tempat nya.
"Feri kemana mas?"Tanya Nabila.
"Lagi keluar sama Raynan beli makan."Sahut Aldrich.
"Indri gimana kabar nya yah? lama nggak ketemu dia."Tutur Nabila.
"Bisa baik-bisa nggak! soal nya kemarin Feri terlihat kesal sebelum dia pulang."Cicit Aldrich.
"Kenapa?!"Nabila terlihat sedikit panik.
"Tadi pagi kata Feri Indri mengagumi pria lain! bukan hanya satu, tapi tujuh sekaligus."Jelas Aldrich.
Nabila lansung mengerut kan dahi nya ketika mendapat penjelasan dari Aldrich.
"Maksud nya gimana sih?"Tanya Nabila.
"Aku juga nggak tahu sayang."Timpal Aldrich.
......................
"Eh Fer! siapa tuh yang duduk di kursi kebangsaan lo?!"Tanya Raynan ketika melihat Asila yang sedang duduk di kursi kerja Feri sambil memain kan ponsel.
Feri hanya diam sambik terus berjalan ke arah meja kerja nya.
"Nunggu siapa?"Tanya Feri dingin.
Seketika Asila yang sedang duduk tersentak kaget saat Feri dan Raynan tiba-tiba ada di sisi nya.
"Ah-em ini sa-saya!"
–Ceklak..
"Asila!"Panggil Nabila, ketiga orang yang sedang berdiri di luar ruangan pun menoleh ke arah Nabila semua.
"Ah iya bu?!"Sahut Asila, lalu berjalan mendekat ke arah Nabila.
"Tolong bikinin susu buat Queen, dia haus kaya nya."Titah Nabila.
Asila pun mengangguk,lalu mulai menakar air dan mulai mengisi nya dengan beberapa sendok susu.
"Ini bu!"Asila menyerah kan botol susu untuk Queen.
"Kamu bisa tunggu di ruangan belah kalau mau."Ujar Nabila.
"Saya pamit cari makan aja deh bu."Jelas nya.
"Yasudah boleh, kantin ada di lantai dasar ke arah gedung paling belakang."Ucap Nabila.
Asila pun mengangguk, lalu beranjak pergi meninggal kan Raynan, Feri, dan Nabila yang masih berdiri di ambang pintu.
"Gila babysitter Queen cantik bener!"Ucap Raynan sambil terus melihat Asila yang sedang berjalan menjauh dari nya.
"Mata lo aja jelalatan, setiap cewe di bilang cantik sama mau di pacarin! dasar kupu-kupu modus buaya lo Ray!!"Ledek Feri lalu meninggal kan Raynan masuk ke dalam ruangan milik nya.
...TBC🍀🍀🍀...
...***FOLLOW, LIKE, VOTE, SAMA KOMEN NYA DONGS...
...😊😊***....
Queen Adriana Yohanes Mahardika.
Asila