
Setelah kedua nya selesai bersiap-siap , kini Nabila dan Aldrich pun sudah berada di parkiran mobil.
–Dreuk..
( Aldrich menbuka kan pintu untuk Nabila )
" Mas Nabila bisa sediri " Ujar Nabila ketika merasa malu dengan sikap manis Aldrich kepada nya .
" Masuklah " Titah Aldrich dengan lembut .
Nabila pun mulai masuk dengan kepala yang tertunduk , gadis itu benar-benar merasa tidak karuan dengan kedaan hari ini , terutama Aldrich yang selalu membuat jantung nya berpacu lebih kencang .
" Terimakasih mas " Ucap Nabila ketika sudah duduk di samping kursi kemudi .
" It's oke " Aldrich pun tersenyum lalu menutup pintu mobil .
–Brugh..
Aldrich pun terlihat sedikit berlari memutari mobil ketika sudah menutup pintu di sebelah Nabila.
Setelah satu jam menempuh dan menyusuri jalanan , akhirnya mobil mewah yang Aldrich dan Nabila tumpanngi sudah memasuki pekarangan rumah mewah milik orang tua nya.
" Tunggu biar aku yang buka " Aldrich pun bergegas keluar , namun merasa tidak enak Nabila pun membuka pintu nya sendiri.
" Nabila ! sudah ku bilang biar aku yang buka ".
" Mas ga usah , di lihat mamih aku ga enak " Ujar Nabila.
" Alasan mu selalu mamih " Gerutu nya sambil menutup pintu mobil.
Mereka berdua pun berjalan menuju pintu utama , ketika Aldrich akan menyentuh gagang pintu nya , ternyata pintu terbuka tiba-tiba dari dalam.
–Crekk..
Terlihat wanita tua namun masih berpenampilan modil sudah berdiri di hadapan Aldrich dan Nabila.
" Anak mamih pulang " Sambut nya kepada putra semata wayang nya ramah. " Yuk masuk sayang,kebetulan hari ini mami masak " Sinta pun membawa Aldrich masuk kedalam tanpan memberi ucapan selamat datang pada menantu nya itu , justru ratu rumah itu cebderung mengabaikan Nabila.
Nabila yang mendapat perlakuan kurang mengenakan hati , ia pun hanya tersenyum sambil mengekor di belakang Aldrich .
" Mih , duluan aja ! nanti Al sama Nabila nyusul " Aldrich pun berusaha melepaskan pelukan sang ibu di lengan kekar nya , manik nya menoleh ke arah belakang , namun ia melihat Nabila tersenyum pada nya seraya berkata.
" Jangan pikirkan aku , sana saja " Bisik Nabila dengan israyat tangan menunjukan bahwa ia akan baik-baik saja.
" Mih , duluan saja " Aldrich pun melepas kan lilitan tangan sang ibu di lengan nya secara paksa , walaupun Nabila terlihat baik-baik saja , namun pria itu tau bahwa sekarang perasaan perih pasti menguasai relung hati milik istri kecil nya.
Sinta pun terlihat menghela nafas nya kasar.
" Oke Al mamih duluan yah " Sinta pun terlihat senyum memaksa.Namun berbeda ketika mata itu menatap ke arah Nabila , tatapan tidak suka ia perlihat kan kepada gadis yang kini sedang berada di belakang anak nya itu.
" Mas gak boleh gitu loh sama mamih " Bisik Nabila ketika Aldrich berbalik untuk meraih tangan nya.
Aldrich pun hanya tersenyum , lalu menggenggam tangan kecil milik Nabila.
Sesampai nya Nabila dan Aldrich di meja makan , mereka melihat Bayu yang kini tengah duduk dengan piring berisi nasi dan lauk di hadapan nya.
" Hey , kalian datang ?"Sapa Bayu ramah kepada anak dan menantu nya . " Duduk , kebetulan sekali ayok temani papih makan " Bayu pun yersenyum.
"Pih apa kabar ?" Sapa Nabila lembut kepada ayah mertua nya.
" Baik , sangat baik . Papih seneng kalian kesini " Ujar Bayu , memang terlihat pancaran wajah bahagia lelaki paruh baya tersebut.
Sepasang pengantin baru pun tersenyum , lalu mereka pun duduk di kursi meja makan berhadapan dengan Bayu.
" Bagai mana kabar perusahaan Al ?" Tanya Bayu.
" Semua nya berjalan sangat baik pih " Sahut Aldrich.
" Oh ya ? terus bagai mana kabar kamu Nabila ? apa cucu ku sudah berada dalam perut mu ?".
–Degg..
Pertanyaan Bayu membuat Nabila langsung membuat jantung nya berpacu lebih cepat.
"Euh ,, " Nabila pun terlihat sangat gugup.
" Doa kan secepat nya pih " Aldrich pun cepat menjawab pertanyaan sang ayah.
" Apa ga sebaik nya di tunda dulu ! toh kamu masih muda Al " Tiba-tiba saja sinta berkata seperti itu , wanita itu terlihat berjalan ke arah meja makan setelah tadi ia meninggal kan Aldrich dan Nabila ke arah kamar .
" Tidak usah di tunda , papih sudah tua " Jelas Bayu menanggapi perkataan sint yang kini sudah duduk di samping nya.
" Pih Al baru 30thn loh , jangan terburu-buru " Sahut nya kembali.
" Ah aku lapar " Aldrich pun mengalih kan pembicaraan. " Sayang bisa tolong ambilkan nasi untuk ku ?" Aldrich pun tersenyum.
" i-iya , mas mau pake apa ?" Nabila pun beranjak dari duduk nya , namun ketika ia akan mengambil piring , tangan nya di tepis secara halus oleh Sinta.
" Mami ambil kan ya Al ".
Mendapati ibu mertua nya yang terus menerus terang-terangan memperlihat kan ketika sukaan nya, Nabila pun menarik kembali tangan nya yang terulur , pandangan nya langsung tertunduk , lalu duduk kembali.
" Nabila ? ambilah nasi untuk dirimu sendiri " Jelas Sinta ketika ia meletakan piring berisi makanan milik anak kesayangan nya.
" Iya mih , Nabila masih kenyang " Dustanya . " Nabila izin ke toilet dulu " Nabila pun langsung beranjak lalu berjalan menuju dapur.
" Kau ini tidak pernah bisa bersikap baik kepada istri anak mu sendiri" Bisik Bayu penuh penekanan , namun masih bisa di dengan oleh Sinta dan Aldrich.
" Loh papih ini gimana to ? kurang baik gimana lagi mamih? " Ujar Sinta.
" Aldrich kebelakang dulu pih " Aldrich pun meninggal kan begitu saja nasi yang sudah berada di hadapan nya.
"Al ? habis kan dulu makanan mu " Sinta meneriaki Aldrich yang sedikit berlari ke arah dapur.
" Bi saya mau ikut ke toilet sebentar ".
" Oh iya silah kan non " Sahut Lastri yang kini sedang berada di sana.
Nabila pun memasuki kamar mandi , ia menurup nya sedikit kencang lalu mengunci nya.
–Krek...
" Nabila " Panggil Aldrich ketika ia sampai di dapur.
" Non Nabila baru masuk ke toilet den " Jelas Lastri.
" Iya aku tahu , kenapa bibi tidak melarang nya ".
" Bibi tidak tahu , seperti nya non Nabila sudah kebelet den ".
" Nabila " Panggil Aldrich.
" Iya sebentar mas " Sahut di dalam toilet tersebut.
Bebetapa menit Aldrich menunggu Nabila sambil berdiri menyandar kan tubuh nya di dinding sebelah pintu toilet di temani Lastri yang kini sedang memcuci beberapa gelas dan piring kotor.
" Na.." ketika Aldrich ingin memanggil nya kembali , tiba‐tiba saja pintu toilet terbuka.
‐Krek..
Gadis cantik itu berjalan keluar , mata nya terlihat sedikit sembab dengab hidung mancung yang sudah sedikit memerah.
" Lho non Nabila kenapa ?" Tanya Lastri.
Tanpa memberi kesempatan Nabila untuk menjawab nya , Aldrich pun langsung menarik tangan Nabila menjauh dari dapur.
" Pih , mih , Al pulang dulu " Pamit nya dengan kaki yang berjalan lebih cepat keluar dari istana orang tua nya.
" Hati‐hati Al " Teriak Bayu.
" Baper banget gitu aja nangis " Ujar Sinta .
" Mih " Panggil Bayu penuh penekanan.
" Iya ,,iya " Jawab Sinta.
Sementara itu Aldrich dan Nabila sudah berada di dalam mobil yang kini mulai berjalan menjauh dari rumah milik orang tuan nya terlihat membisu , ke adaan mobil begitu hening.
" Maaf " Itu lah yang Aldrich kata kan untuk memecah kan keheningan.
" Untuk apa mas minta maaf ?".
" Untuk semua perlakuan mamih , seharus nya aku jangan dulu membawa mu kesana"Ujar Aldrich.
" Tidak-tidak , mas sudah melakukan hal baik untuk membawaku ke pada orang tua mas ".
" Tapi karena itu kau selalu mendapat kan kesedihan " Sahut Aldrich dengan raut wajah penuh penyesalan.
" Tidak , mamih bersikap seperti bisa , aku nya aja yang cengeng " Jelas Nabila .
" Hah..Baiklah , kau memang gadis berhati lembut , kita makan dulu ,udah itu baru kita pulang " Aldrich pun menoleh ke arah Nabila sambil tersenyum.
" Aku mau makan kwetiaw goreng yang di pinggir jalan " Sahut Nabila.
" Itu tidak hygenis ".
" Mas " rengek Nabila.
" Itu akan membuat mu sakit perut " tolak Aldrich.
" Mas " Nabila pun menatap Aldrich dengan bibir yang sudah cemberut.
" Hah..baiklah " Nabila pun tersenyum kepada Aldrich ketika mendapat persetuan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC🍃🍃
Jangan lupa like ,vote dan komen ya gengs..